Review Xiaomi Mi 8 Lite – Anak 90an pasti sangat hafal dengan slogan iklan parfum Axe. “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda”, begitu bunyi slogan tersebut.

Ketika saya melakukan unboxing Xiaomi Mi 8 Lite ini, langsung yang terngiang dalam benak saya adalah slogan iklan Axe tersebut.

Ya, Mi 8 Lite ini begitu menggoda. Apalagi unit yang saya pegang ini memiliki warna biru gradasi yang cantik.

Ditambah lagi ini pengalaman pertama saya memegang seri Mi karena sebelumnya selalu mereview seri Redmi.

Setelah kesan pertama yang begitu menggoda, selanjutnya apa?

Nah, inilah dia kelanjutannya.

Body

Saya selalu memulai dari body smartphone, karena itulah yang paling pertama dilihat saat membeli smartphone. Mau prosesornya sekeren apapun kalau body jelek, tentu bikin ilfil bukan?

Nah, seperti saya bilang tadi, Mi 8 Lite yang saya pegang ini memiliki warna biru gradasi yang cantik.

Bagian belakangnya memiliki efek kaca yang membuatnya terkesan premium. Cuma sedikit disayangkan, sidik jari mudah sekali membekas di bagian belakang smartphone ini.

Body Mi 8 Lite ini tipis dan ringan namun sangat nyaman digenggam. Salah satu konsekuensi dari tipisnya body Mi 8 Lite ini adalah tiadanya jack 3.5mm untuk menancapkan earphone.

Sensor sidik jari diletakkan di bagian punggung untuk memaksimalkan screen to body ratio. Posisi sensor sidik jari ini, untuk postur tangan saya, kurang begitu optimal karena kurang tinggi. Ujung jari saya selalu jatuh di atas sensor, sehingga saya sedikit canggung. Sepertinya memang jari saya kepanjangan, hehe.

Di bagian bawah terdapat lubang speaker dan port USB Type C.

Layar

Mi 8 Lite ini memiliki layar yang menyenangkan. Warnanya terang dan bening, sehingga tak bosan dilihat.

Screen to body ratio-nya yang mencapai 82.5% membuat layarnya nampak sangat luas. Adanya notch sama sekali tidak nampak mengganggu, toh bisa disembunyikan juga. Cuma jujur saja menurut saya malah jelek kalau notch-nya disembunyikan.

Tone warna layar Mi 8 Lite ini cenderung cool, jadi saat menampilkan warna putih akan terlihat ada sedikit nuansa biru.

Xiaomi Mi 8 Lite juga memiliki reading mode, yaitu mode yang mengurangi pancaran sinar biru sehingga lebih nyaman digunakan untuk membaca teks dalam jangka waktu lama atau di tempat yang pencahayaan agak kurang.

Performa

Tak sia-sia Xiaomi Mi 8 Lite menyandang prosesor Qualcomm Snapdragon 660 karena performanya cukup ngebut.

Multi tasking lancar dan dibuat bermain game-pun enteng. Jadi jika digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, Mi 8 Lite bakal menyenangkan karena tanpa lag saat berpindah antar aplikasi.

Untuk bermain game juga pastinya lancar, cuma kebetulan saya tidak sempat mencoba bermain game yang berat seperti PUBG Mobile atau Mobile Legend. Saya cukup bermain 8 Pool Pro saja.

Saat digunakan untuk bermain game dalam durasi agak lama, misalnya sekitar 1 jam, body Mi 8 Lite akan terasa sedikit hangat namun masih dalam batas yang sangat wajar.

Bagi penggemar Antutu, berikut saya cantumkan skor Antutu-nya, yaitu 143493.

Baterai

Saya menggunakan Xiaomi Mi 8 Lite ini dengan cara begini: saya menginstall Instagram, Twitter, dan Facebook, dan login ke akun-akun saya. Jadi sudah pasti akan ada notifikasi yang masuk. Email juga saya aktifkan.

Saya juga menggunakan theme tertentu karena jujur kurang suka dengan tampilan default MIUI 10.

Sesekali saya main game menggunakan Mi 8 Lite dan game yang saya mainkan adalah 8 Pool Pro.

Saya tidak menggunakan WhatsApp di Mi 8 Lite ini.

Dengan kondisi seperti itu, baterai bisa bertahan hingga 3 hari sebelum minta diisi ulang.

Kalau digunakan sebagai smartphone utama, saya yakin baterai Mi 8 Lite mampu lah bertahan seharian.

Proses isi ulang baterai Mi 8 Lite membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Menurut beberapa situs, Mi 8 Lite seharusnya mendukung Quick Charge 3.0 (18W), tapi charger bawaannya hanya memiliki tegangan 5 volt dan kuat arus 2 ampere, jadi mungkin memang mendukung tapi harus menggunakan charger khusus Quick Charge 3.0.

Ketika saya coba menggunakan charger yang mendukung Quick Charge 3.0, fitur tersebut aktif, terbukti dari gambar di bawah ini.

Kamera

Jika kamu merujuk ke DXOMark, kualitas kamera Xiaomi Mi 8 menduduki peringkat ke 11 dengan skor 99. Ya tapi itu Mi 8 tok, bukan Lite. Tentunya Mi 8 Lite sedikit berbeda.

Jangan khawatir, kualitas kamera Mi 8 Lite bagus kok. Tersedia juga fitur untuk memotret secara manual dengan kemampuan mengatur sendiri jarak fokus, shutter speed, ISO, dan white balance.

Tidak perlu berpanjang lebar, contoh foto-foto berikut ini menunjukkan kualitas kamera Mi 8 Lite.

Kesimpulan

Jadi, setelah kesan pertama begitu menggoda, lalu? Ternyata Xiaomi Mi 8 Lite selalu menggoda saya.

Smartphone ini menyenangkan untuk digunakan sehari-hari dan hasil potretnya juga cukup bagus.

Banyak aplikasi jalan sekaligus juga gak masalah.

Yang menjadi sedikit ganjalan mungkin hanyalah soal tidak adanya jack 3,5 mm, itupun mungkin juga tidak masalah bagi banyak orang.

Spesifikasi

Prosesor Chipset: Qualcomm SDM660 Snapdragon 660 (14 nm) CPU: Octa-core (4×2.2 GHz Kryo 260 & 4×1.8 GHz Kryo 260) GPU: Adreno 512
Layar 6,26 inci 2280 x 1080 pixel IPS LCD
RAM/Ruang simpan 4/64
Kamera Utama 12 MP, f/1.9, 1/2.55″, 1.4µm, dual pixel PDAF 5 MP, f/2.0, 1/5″, 1.12µm, depth sensor
Kamera Depan 24 MP, 1/2.8″, 0.9µm
Baterai 3350 mAh Li-Po
SIM Dual SIM Hybrid, slot SIM 2 mendukung microSD hingga 256 GB
Sensor Sidik jari, accelerometer, gyro, proximity, kompas
GPS A-GPS, GLONASS, BDS
Bluetooth 5.0, A2DP, LE

Rating

Performa
Baterai
Kamera
Desain
Multimedia
Total 4.6/5

Harga Xiaomi Mi 8 Lite saat ini adalah Rp3.699.000

Follow me on social media:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.