Besarnya pasar smartphone membuat banyak pihak tergiur dan seolah berlomba-lomba membuat produk smartphone mereka sendiri. Apalagi dengan tersedianya sistem operasi Android yang bisa digunakan, membuat mereka tak perlu berinvestasi banyak di sisi ini.
Tak heran belakangan ini mulai bermunculan banyak pemain baru yang memproduksi smartphone Android. Semua memiliki strategi masing-masing dalam memasarkan produknya. Kebanyakan memasang strategi jual ponsel spek tinggi tapi harga murah.
Salah satu produsen smartphone pendatang baru adalah vivo. Ya, nama vivo mungkin masih relatif terasa asing di telinga kita. Namun mereka tak mau latah ambil strategi jual spek tinggi harga murah demi mengejar popularitas dan menggenjot pemasaran. Strategi yang mereka ambil adalah membuat produk smartphone Android premium yang diperlengkapi dengan kamera yang mumpuni. Strategi ini bisa dibilang tepat, mengingat banyak pembeli smartphone yang menitikberatkan pada kemampuan kamera saat mempertimbangkan membeli ponsel baru.
Nah, saya cukup beruntung bisa menjajal salah satu lini produk vivo, yaitu vivo Xshot.
Unboxing
Dari box pembungkusnya, produk vivo smartphone ini sudah nampak beda. Box-nya berkesan luks, dengan bentuk bujur sangkar bila dilihat dari atas. Setelah dibuka, isi box tersebut adalah:
- · 1 smartphone vivo.
- · 1 charger.
- · 1 kabel data.
- · 1 earphone.
- · 1 “amplop” berisi back case dan kunci pembuka slot kartu SIM dan MicroSD.
Sayang sekali tidak tersedia buku manual di dalam box tersebut. Namun ternyata belakangan saya menemukan bahwa buku manual tersedia dalam bentuk digital di dalam ponsel vivo.
Unit vivo Xshot yang saya coba ini berwarna putih, berbalut bingkai berwarna silver. Body-nya mantap dan nyaman dipegang, sama sekali tidak licin. Tersedia tiga buah tombol di sisi kanan ponsel, yaitu tombol volume up/down, tombol power, dan – ini yang menarik – tombol shutter. Ini benar-benar menegaskan vivo Xshot sebagai ponsel yang mengunggulkan fitur kameranya. Tombol shutter ini bisa digunakan untuk langsung mengaktifkan fitur kamera dari keadaan layar terkunci dengan cara menekan dan menahannya selama beberapa saat.
Di sisi kiri ada slot kartu SIM dan MicroSD serta sebuah lubang kunci. Sejujurnya, baru kali ini saya menggunakan ponsel yang tak perlu membuka casing belakang untuk memasang kartu SIM. Jadi masukkan kunci pembuka slot ke lubang yang terletak di sebelah slot kartu SIM dan MicroSD, slot akan terdorong keluar dan tariklah hingga lepas. Lalu pasang kartu SIM dan bila dibutuhkan, pasang MicroSD juga. Oh ya, seperti kebanyakan smartphone lainnya, kartu SIM yang digunakan berukuran micro.
Lensa kamera terdapat di bagian belakang dan depan dan hebatnya, keduanya sama-sama diperlengkapi dengan lampu kilat. Selain lampu kilat, di bagian depan juga ada lampu LED yang akan menyala untuk memberikan notifikasi tertentu.
Resolusi kamera yang dimiliki vivo ini pastilah membuat decak kagum. Bagaimana tidak, jika kebanyakan ponsel lain menyematkan kamera 8 MegaPixel sebagai kamera utama, vivo menggunakannya sebagai kamera depan! Kamera depan yang bagus ini pastilah cocok digunakan oleh mereka yang suka selfie. Dan kamera utamanya sendiri (yang di belakang) pastilah lebih besar resolusinya, yaitu 13 MegaPixel.
Tidak ada informasi apakah layar vivo Xshot menggunakan teknologi Gorilla Glass, jadi sepertinya vivo Xshot memang tidak menggunakannya. Hanya saja, kabarnya layar vivo Xshot tetap tidak mudah tergores meski bukan Gorilla Glass.
Kesan Pertama
Startup screen vivo Xshot cukup memukau, dengan dominasi warna biru dan tulisan vivo hifi & smart. Setelah konfigurasi awal selesai, akan muncul lock screen. Geser ke atas untuk membuka lock screen dan masuklah ke screen utama vivo.
Ponsel vivo ini menggunakan sistem operasi berbasis Android 4.3 (Jelly Bean) yang telah dikustomisasi dan diberi nama Funtouch OS. Tidak seperti kebanyakan smartphone Android lainnya, ikon-ikon launcher hanya ditampung di home screen saja, tidak ada drawer.
Seperti biasa, jika Anda menyapukan jari dari sisi atas ponsel ke bawah, akan muncul notification center. Di sana ada tombol pintas untuk menuju ke setting. Pada halaman setting, menu-menu untuk melakukan setting dibagi menjadi beberapa kategori dan saat Anda masuk ke suatu menu, seringkali masih ada cukup banyak sub menu lagi. Memang menu-menu tersebut sangat lengkap dan mencakup seluruh pengaturan ponsel, namun sepertinya pengembang vivo perlu menyediakan tombol pintas untuk menuju ke setting tertentu yang sering digunakan. Soalnya nih, sampai sekarang ini saya belum berhasil menemukan setting untuk mengaktifkan atau menonaktifkan auto rotation screen. (upss)
Saat untuk pertama kalinya mengaktifkan fitur tertentu, di layar akan muncul petunjuk singkat mengenai cara penggunaan fitur tersebut.
Kamera
Nah, berhubung kamera merupakan fitur yang ditonjolkan oleh vivo Xshot, akan saya ulas sedikit tentang fitur kamera ini.
Kamera vivo Xshot dapat diatur baik secara otomatis maupun manual. Pengaturan otomatis disebut normal mode sedangkan pengaturan manual disebut professional mode. Secara default, kamera tersebut akan berada pada mode normal. Untuk menggantinya menjadi mode professional, tarik tombol shutter virtual yang ada di layar (bukan tombol fisik) ke atas atau ke dalam, tergantung orientasinya.
Saat berada dalam mode professional, Anda bisa mengatur secara manual parameter tertentu seperti ISO dan Speed. Kamera vivo Xshot juga diperlengkapi dengan filter dan berbagai mode yang akan membantu hasil pemotretan.
Mode yang tersedia mulai dari mode normal, face beauty yang bisa menonjolkan bagian terbaik kulit wajah, HDR yang bisa menangkap detail gambar ketika ada perbedaan brightness yang tajam, hingga mode child yang diperlengkapi efek-efek suara lucu untuk menarik perhatian bayi/anak hingga siap dipotret.
Berikut adalah beberapa contoh hasil potret dengan kamera vivo Xshot.
Spesifikasi Teknis
Berikut spesifikasi teknis vivo Xshot
- Basic Feature
- Operating system: Funtouch OS (based on Android 4.3)
- Internal Memory: 2GB RAM, 16GB ROM
- Processor: SnapdragonTM 801
- Extended Storage: TF card up to 128G
- Color: White / Black
- Display
- Screen Size: 5.2″ Full HD IPS
- Resolution: 1920*1080 pixels
- Display Material: IPS Display
- Straight: appearance
- Dimensions: 146.45*73.3*7.99mm
- Weight: 148g
- Battery: 2600mAh
- Video
- Playback formats: MP4, 3GP, AVI, WMV, MKV
- Quality: 1080P
- Recording format: 3GP
- Record maximum resolution: 1080P
- Built-in applications
- Social mobile: Gravity Sensor, Light Sensor, Proximity Sensor, Electronic Compass, Virtual Gyroscope
- Map navigation: Baidu Map
- Information: Netease news
- Others: Lynx, where to go, Baidu, e-books, QQ browser, mobile phone housekeeper… etc.
- Network
- 4G FDD-LTE: B1/B3/B7
- 2G EDGE/GPRS: 2G GSM850/900/1800/1900MHz
- 3G WCDMA: B1/B5/B8
- EDGE: GPRS/2.75G EDGE
- Camera
- Camera Pixel: 13MP (rear) / 8MP Wide Angle (Front-facing)
- AF: support
- Aperture: F1.8
- Flash Support: Support
- Shooting modes: Beauty camera / single shot / HDR / Burst / Smile Mode / Panorama mode / best photos
- Music and sound
- Music Player: MP3, AAC, AAC +, AMR, MIDI, OGG, FLAC, WMA, WAV, APE
- MP3 ringtone: Support
- Recording: Support
- Ringtones: 64 polyphonic
- Hi-Fi: Support
- More features
- Gravity sensor: Support
- Photosensitive sensor: Support
- Proximity sensor: Support
- Gyro: Virtual Gyro
- Handsfree: Support
- Cloud Services: Support
- Connectivity
- WiFi support: Wi-Fi/WAPI
- Bluetooth: support
- USB: USB 2.0
- GPS positioning: support
Harga: Rp 5.999.000,-
Follow me on social media:








Leave a Reply