Kesan Singkat Mencoba Nubia M2

Review Nubia M2 – BOY kedatangan tamu lagi, hanya saja sayangnya kali ini tamunya lagi sibuk jadi cuma mampir sebentar banget. Dia adalah Nubia M2.

Tapi ya gapapa lah, meski sebentar, ada cukup kesempatan untuk melakukan review Nubia M2. Mohon maaf bila tidak maksimal, setidaknya bisa memberikan gambaran seperti apa Nubia M2 itu.

Body

Body Nubia M2 terasa kokoh ketika digenggam, cuma ya itu, seperti kebanyakan ponsel zaman sekarang, body Nubia M2 rada licin.

Nubia M2 yang saya pegang ini memiliki body berwarna hitam dengan “sabuk” berwarna kuning keemasan.

Review Nubia M2

Sensor sidik jari terletak di depan, melebur dengan tombol Home. Tombol Back dan Recent hanya ditampilkan dengan titik saja. Titik itupun hanya terlihat saat backlight menyala.

Tombol power terletak di bagian kanan dan tombol volume di sisi kiri. Letak tombol ini cukup ergonomik namun membuat sulit saat akan dipasang pada tongsis atau tripod.

Bukan karena tombolnya terlalu menonjol, melainkan bakal ada yang terpencet saat dipasang di tongsis atau tripod. Tapi ya mungkin tergantung bentuk tongsis/tripodnya ding.

Review Nubia M2

Nubia M2 sudah pasti mendukung 4G LTE. Untuk urusan slot SIM Card, Nubia M2 memilih menggunakan slot hybrid, jadi pengguna hanya bisa menggunakan 2 SIM atau 1 SIM + 1 Micro SD, tidak bisa ketiganya.

Oh ya, layarnya telah dilapisi dengan Gorilla Glass, jadi kamu tak perlu terlalu khawatir bakal tergores.

 

Pengalaman Pakai

Dari perjumpaan singkat dengan Nubia M2, secara umum kesan yang ditimbulkan cukup baik.

Layar AMOLED-nya memberikan tampilan yang terang dan jernih. Layarnya licin dan menyenangkan untuk dioperasikan.

Sensor sidik jarinya peka sehingga membuka layar dengan sidik jari dapat dilakukan dengan cepat.

Tombol back terletak di sisi kanan. Terus terang, selera saya adalah tombol back yang terletak di kiri, jadi saya agak kikuk menggunakan Nubia M2. Tapi tentu saja ini hanyalah soal kebiasaan.

Karena hanya berupa titik, saya menduga tombol back dan recent bisa ditukar letaknya. Namun sayang sekali saya tidak berhasil menemukan setting yang mengatur hal tersebut. Entah memang tidak ada atau cuma belum ketemu.

Nubia juga masih menggunakan Android 6.1 (Marshmallow). Saya yang sudah terbiasa menggunakan Nougat menjadi sedikit kikuk, khususnya saat mencari setting tertentu karena biasanya tinggal search doang. Ya, di Nubia M2 ini tidak ada fasilitas search saat masuk ke setting.

 

Performa

Alat ukur performa yang umum digunakan adalah Antutu, jadi saya juga menggunakan itu saja. Skor Antutu yang dihasilkan oleh Nubia M2 ini adalah 63175. Cukup impresif.

Tak heran sih, prosesor yang digunakan adalah Snapdragon 625 dan RAM-nya 4GB. Kombinasi yang memang sangat memadai untuk menghasilkan performa yang tinggi.

 

Baterai

Karena hanya sebentar, saya tidak sempat mengetes performa baterainya. Namun dari pengamatan singkat, selama saya coba-coba, persentase baterainya hanya turun sedikit saja. Terbukti bahwa ponsel yang menggunakan prosesor Snapdragon 625 pasti irit baterainya.

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengisian ulang dari sekitar 30% hingga penuh hanya 90 menit saja. Itu artinya Nubia M2 sudah mendukung penggunaan fast charging.

Kabel data yang digunakan juga telah menggunakan USB Type C.

 

Kamera

Nah, bagian ini yang cukup menarik. Nubia M2 dilengkapi dengan berbagai macam mode pengambilan foto. Berhubung terbatasnya waktu, saya tidak sempat mencoba banyak.

Namun yang jelas, tersedia mode manual, mode portrait (bokeh), HDR, Macro, Slow Shutter, dan lain-lain.

Berikut beberapa contoh hasil potret yang diambil dengan Nubia M2.

 

 

 

Kesimpulan

Apa yang bisa disimpulkan dari review Nubia M2 ini? Mudah ditebak, Nubia M2 mengincar mereka yang suka memotret dan suka berimprovisasi dengan kamera.

Dengan harga Rp 3.799.000,-, ponsel ini memberikan harga yang kompetitif untuk spesifikasi yang di atas rata-rata.

 

Follow me on social media:

Similar Posts

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *