Sekali-sekali nggaya ah pakai judul sok-sokan Bahasa Enggres. (lol) Soalnya posting tentang gadget ini juga rada berbeda dibandingkan biasanya. Ceritanya kali ini saya bukan jadi reviewer tapi tester. Jadi gini, sekian minggu jelang Andromax E2 “dilempar” ke pasar, beberapa orang – termasuk saya tentu – diminta untuk melakukan tes terhadap ponsel itu. Salah satu tujuannya tentu saja adalah untuk menyelidiki kelebihan dan kekurangannya agar kelebihannya bisa dimaksimalkan dan kekurangannya bisa diminimalkan.

Nah, tanpa berpanjang lebar, saya akan ceritakan pengalaman menjadi tester Andromax E2 ini tapi fokus ke gadgetnya saja ya, hehe.

Unboxing Andromax E2

Box Andromax E2 betul-betul eye catching, dengan warna merah menyala yang anggun. Keterangan spesifikasi di box-nya juga informatif, calon pembeli/pengguna bisa langsung mengetahui garis besar spesifikasinya. Pokoknya dus Andromax E2 ini berkesan premium banget.

Di dalam dus, isinya juga komplit. Jelas handset Andromax E2-nya ada di dalam dong, lengkap dengan baterainya. Selain itu, ada buku manual, buku garansi, serta earphone.

Smartfren Andromax E2

 

Body Andromax E2

Dari sisi desain body, Andromax E2 tidak menawarkan sesuatu yang istimewa. Modelnya biasa saja, warnanya juga standar, hitam. Soal model, memang berlebihan jika menuntut model yang nyeleneh dan lain daripada yang lain, namun barangkali Smartfren bisa lebih berani menawarkan pilihan warna yang bombastis terhadap produknya, misalnya merah seperti dusnya.

Catatan lain (cuma jujur saja ini murni soal selera) adalah letak tombol power yang terlalu ke atas karena menyulitkan pengoperasiannya saat handset digenggam pakai tangan kiri, serta letak port USB yang di bawah-kanan, bukan di bawah-tengah. Seolah menciptakan ketidakseimbangan bobot saat dicharge atau dipasangi USB OTG.

Positifnya, handset Andromax E2 ini nyaman digenggam, ukuran dan bobotnya pas. Ketiga tombol Android di bagian bawah dilengkapi dengan LED yang sangat membantu ketika dioperasikan dalam keadaan gelap.

Smartfren Andromax E2

Smartfren Andromax E2

Pengalaman Penggunaan

Diperkuat Android Lollipop, penggunaan Andromax E2 tentu tidak berbeda dengan Android yang lain. Dengan koneksi 4G LTE-nya, Andromax E2 dilengkapi kemampuan video call yang ada secara default, tak perlu menginstall atau menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Skype dan Google Hangout.

Layar sentuh sedikit kesat buat saya, kurang licin, namun secara umum mudah digunakan. Layarnya terang dan cukup jelas digunakan walaupun di bawah sinar matahari, namun kurang jelas bila dilihat agak miring. Resolusinya 480 x 854 pixel. Tentu tak adil menuntut layar yang mewah untuk handset di rentang harga satu jutaan, jadi apa yang diberikan oleh Andromax E2 sudah sangat baik.

Apalagi, Andromax E2 dilengkapi dengan fitur gesture, jadi pengguna bisa membuat gerakan tertentu dengan jari pada layar untuk mengaktifkan fasilitas tertentu. Hal tersebut diatur melalui halaman Settings > Gesture.

Yang agak sedikit membingungkan barangkali adalah aplikasi dial-nya. Namun dengan sedikit membiasakan diri, saya pikir tak butuh waktu lama untuk nyaman menggunakannya.

Smartfren Andromax E2

Koneksi Internet

Di sisi satu ini, acungan jempol layak diberikan kepada Andromax E2 dan Smartfren sebagai operator penyokongnya. Koneksi internet stabil dan boleh dibilang tak pernah turun ke EVDO, selalu dapat sinyal 4G LTE. Apalagi Andromax E2 ini sudah mendukung VoLTE (Voice over LTE), semacam VoIP tapi menggunakan koneksi 4G LTE. Buat kuping budeg saya memang sepertinya tak nampak bedanya dengan sinyal GSM, sama-sama jernih, cuma barangkali karena saya selalu menelpon di area yang sinyalnya bagus. Suatu ketika nanti bila saya berkesempatan menelpon di daerah yang sinyal kurang bagus, akan saya tes bagaimana hasilnya jika menelpon dengan VoLTE dibandingkan dengan GSM.

Sebagai informasi saja, menurut berbagai sumber, kelebihan menelpon dengan VoLTE antara lain adalah proses set up (baca: nyambung ke lawan bicara) yang lebih cepat, lebih stabil, serta bisa berjalan bersamaan dengan paket data.

Audio

Kualitas audio Andromax E2 saat digunakan untuk memutar musik atau video tergolong standar saja, meskipun sudah menggunakan teknologi DTS. Namun kualitasnya melonjak cukup signifikan saat menggunakan headset. Jadi bila suka mendengarkan musik, headset ini wajib dibawa, jangan sampai ketinggalan. Tentu harus digunakan dengan wajar ya, misalnya jangan digunakan sambil menyetir mobil atau mengendarai motor.

Kamera

Andromax E2 dilengkapi dengan kamera depan dan belakang yang masing-masing memiliki resolusi 5 mega pixel. Tentu jangan berharap terlalu banyak terhadap kualitas kamera Andromax E2. Ingat, harganya gak sampai sejuta loh. (lol) Tapi bukan berarti hasilnya buruk kok. Kalau untuk mengabadikan momen tertentu agar bisa menjadi dokumentasi, tentu sangat lebih daripada cukup.

Berikut contoh foto yang diambil dengan Andromax E2. Foto box Andromax di atas juga diambil dengan Andromax E2.

Smartfren Andromax E2

Smartfren Andromax E2

Baterai

Baterai Andromax E2 memiliki kapasitas 2000 mAh. Kecil? Bisa jadi. Tapi ternyata baterainya irit. Untuk penggunaan yang didominasi browsing, chatting, sesekali telpon, bisa 24 jam. Ngechargenya juga gak lama-lama amat, dari sekitar 15an persen hingga penuh dibutuhkan waktu sekitar 2.5 jam.

Kesimpulan

Dengan harga di bawah Rp 1 juta, Andromax E2 sangat layak dibeli oleh mereka yang sensitif terhadap harga. Feature dan built quality-nya jauh melebihi harganya. Kalau sudah memiliki smartphone premium namun membutuhkan ponsel kedua atau bahkan ketiga yang lebih ingin difungsikan untuk telpon dan pesan teks, Andromax E2 juga sangat direkomendasikan untuk dilirik. Apalagi digabung dengan layanan 4G LTE Smartfren yang jaringannya cukup luas dan stabil.

 

Spesifikasi lengkap Andromax E2 bisa dilihat di sini.

Follow me on social media:

6 Comments

gojeg · 17/03/2016 at 2:42 pm

Om, apakah kalo benar jika kita tidak bisa melakukan panggilan dengan mode 4G?

    Oom Yahya · 17/03/2016 at 3:27 pm

    Bisa kok. Mungkin nomor yg di-dial keliru, coba lagi

Slamsr · 31/03/2016 at 10:05 am

berati lebih cocok untuk hape pendukung ya om?

    Oom Yahya · 31/03/2016 at 1:04 pm

    Kalau terbiasa pake hape yg speknya lebih, jawabannya iya.
    Tapi kalau mau jadi hape utama ya ok kok

maspii · 09/09/2016 at 6:55 am

om, maaf tanya di luar topik. lagi nyari hp under 1 juta yang kameranya cukup bagus. kira-kira pilih polytron rocket t3 R2507, accessgo gotune 3i, zte qlux, asus zenfone go?
makasih

    Oom Yahya · 11/09/2016 at 12:06 pm

    Terus terang saya belum pernah pegang semua tuh, bahkan Zenfone Go juga belum pernah.
    Tapi kalau untuk kamera, saya sih tetap rekomen Asus. Saya beberapa kali pegang hape under 1 juta, kameranya relatif kurang bagus semua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.