Jadi ceritanya nih, perangkat komputer di rumah kedatangan anggota keluarga baru, ultrabook ASUS Vivobook S200. Si mungil ini melengkapi keluarga ASUS yang sudah ada sebelumnya, yaitu notebook ASUS UL30A yang dipakai istri saya dan mainboard ASUS P5Q yang jadi nyawa PC saya.
Meski sudah ada PC, saya merasa tetap butuh perangkat lain yang bisa diajak bergerak. Ponsel cerdas tentu saja punya tapi ya mana sanggup diajak “bertempur”. Sempat kepikir beli tablet tapi saya pikir tablet itu fungsinya cuma buat baca dan main game, bukan buat kerja, hehe. (tongue)
Ternyata ASUS Vivobook S200 ini bisa menjawab kebutuhan saya. Mau keren karena pake touch screen seperti tablet? Bisaaaa. Mau dipake kerja? Bisaaaaa. Main game? Bisaaaa.
Ukuran layar ASUS Vivobook S200 ini memang menyerupai kebanyakan tablet, yaitu 11.6 inchi. Soal bobot jelas tidak mungkin lebih ringan daripada tablet. Namun dengan hanya berada pada kisaran 1.5 kg, ASUS Vivobook S200 ini masih nyaman dibawa ke mana-mana.
Mungkin banyak yang merasa aneh, laptop kok touch screen. Apa layarnya gak kejauhan untuk dijangkau? Bukannya lebih enak pake keyboard dan touch pad ya?
Karena ukurannya yang mungil itu, menjangkau layar touch screen jadi tidak terasa jauh. Lagipula, sistem operasi Windows 8 yang digunakan membuat penggunaan touch screen jadi berasa lebih intuitif dibandingkan menggunakan touch pad.
Buat saya yang selama ini memang tidak suka pake touch pad (saat pake notebookpun bila kondisi memungkinan saya selalu pakai mouse
), layar sentuh ini jelas menjadi keunggulan yang sangat signifikan. Saya juga jadi memiliki pengalaman lebih kaya dalam menggunakan Windows 8 karena selama ini saya menggunakannya di PC saya yang otomatis bersenjatakan mouse.
Nah, jadi kalo kamu merasa aneh dengan notebook berlayar sentuh, jangan lama-lama merasa anehnya ya, karena ke depan pasti bakal makin banyak model yang seperti ini.
Meski mungil, ternyata susunan keyboard ASUS Vivobook S200 relatif cukup nyaman digunakan untuk mengetik. Ya jelas jangan dibandingkan dengan keyboard ukuran normal untuk PC namun sudah pasti jauh lebih baik ketimbang keyboard virtual yang ada pada tablet.
Karena menggunakan platform notebook, ASUS Vivobook S200 bisa dijejali dengan “dapur pacu” yang mumpuni. Prosesornya saja menggunakan Intel Core i3 yang kinerjanya tiga kali lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Kinerja hebat tidak berarti harus mengorbankan baterei. Untuk penggunaan normal, baterei ASUS Vivobook S200 bisa bertahan 4-6 jam.
Itu penampakannya. Nampak jelas khan itu kalo touch screen, lagi digeser-geser.
Baiklah, segitu dulu kenalannya sama si mungil. Saya tak main-main dulu sama dia supaya makin ketahuan lagi kehebatannya.
Follow me on social media:
Leave a Reply