Industri kreatif merupakan sebuah industri yang belakangan ini sedang naik daun. Sesuai dengan istilah kreatif yang melekat padanya, produk dari industri kreatif ini adalah hasil karya seni.

Pesatnya kemajuan teknologi, evolusi kebutuhan manusia, serta makin mudahnya distribusi produk, menjadi beberapa contoh faktor yang membuat industri kreatif ini maju pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Bayangkan, pada dekade tahun 1970an bahkan 1980an, masih cukup banyak orangtua yang khawatir jika anak-anaknya menggeluti dunia seni atau industri kreatif.

“Mau makan apa kelak kalau kamu terjun ke dunia seperti itu?” demikian seringkali yang menjadi kekhawatiran para orangtua zaman itu.

Namun sekarang ini yang terjadi nyaris kebalikannya. Malah justru banyak orangtua yang bangga jika anak-anaknya terjun ke industri kreatif ini, karena menjanjikan masa depan yang cerah.

Salah satu contoh produk industri kreatif adalah produk kerajinan tangan atau hand made. Produk hand made yang akan saya bahas kali ini adalah produk seni pop culture atau modern, bukan kerajinan klasik seperti patung, pahatan, vas, dan lain-lain.

Kebetulan, saya sempat bertemu dan mewawancarai salah satu pengusaha skala kecil menengah yang menerjuni bidang industri kreatif, khususnya produk seni modern.

Beliau bernama Muhammad Baihaqi yang akrab dipanggil Ikal. Usaha yang dikembangkannya diberi nama IKAL HOUSE. Mas Ikal juga merupakan member JLC atau JNE Loyalty Card.

Berikut hasil wawancaranya.

Tanya: Apakah jenis usaha yang mas Ikal jalani sekarang ini dan dimulai sejak kapan?

Jawab: Jenis usaha yang saya jalani dalam bidang ekonomi kreatif atau industri kreatif, karena hampir semua produk yang saya jual dipoduksi dengan hand made (buatan tangan).

Adapun contoh produknya antara lain adalah popup frame atau scrape frame, lukisan wajah digital, box kado, dan walldecor.

Usaha ini mulai saya rintis sejak saya kuliah. Karena bersamaan dengan kuliah, usaha ini berjalan dengan kecil-kecilan.

Akhirnya pada tahun 2019, saya mulai fokus membangun usaha ini dan terus berjualan hingga sekarang.

 

Tanya: Apakah yang melatarbelakangi niat mas Ikal untuk membuat usaha sendiri?

Jawab: Saya memutuskan untuk membangun usaha sendiri karena memang saya senang berjualan, sepertinya itu bakat alami saya.

Di samping itu, saya melihat adanya peluang yang sangat besar pada bidang usaha yang kerjakan sekarang. Jadi saya tidak ragu lagi untuk segera untuk memulai usaha ini.

 

Tanya: Barangkali mas Ikal bisa bercerita tentang suka duka dalam menjalani usaha sekarang?

Jawab: Karena saya senang menggeluti usaha ini, bisa dikatakan nyaris tidak ada dukanya. Semua membuat saya bersuka cita.

Namun kalau boleh dibilang, sedikit dukanya memang terasa ketika awal kemunculan COVID-19. Saat itu memang perekonomian turun, di mana-mana banyak orang yang penghasilannya menurun drastis, dan itu juga berimbas ke usaha saya, membuat grafik penjualan turun.

 

Tanya: Apakah sejak awal usaha mas Ikal sudah dijalankan secara online? Apa yang mendorong mas Ikal untuk membuat usaha online?

Jawab: Sejak awal memang usaha ini sudah saya buat online.

Awalnya saya hanya memanfaatkan Instagram untuk mempromosikan barang-barang yang saya jual, setelah makin berkembang, sekarang saya juga memanfaatkan penjualan melalui marketplace.

Saya melihat bahwa dengan dijalankan secara online, peluang dan pasar terbuka sangat lebar, semua orang dengan mudah bisa melihat dan membeli produk yang saya jual.

Bahkan pasarnya bisa menembus luar negeri juga.

 

Tanya: Untuk pengiriman produk yang dijual, mengapa mas Ikal memilih JNE sebagai mitra?

Jawab: JNE adalah mitra yang sangat membantu dalam proses pengiriman.

Satu fitur yang saya sangat suka adalah adanya sistem cashless. Ini sangat mempermudah seller karena tak perlu membayar dengan uang cash.

Selain itu JNE juga memiliki jangkauan yang luas, sampai ke wilayah terpencil. Ini tentu sangat membantu pembeli di daerah tersebut yang ingin berbelanja secara online.

Masih ada banyak lagi program yang membantu seller dalam mengembangkan bisnis.

Terima kasih JNE sudah membantu pengiriman selama ini.

 

Tanya: Apakah tantangan yang dihadapi selama pandemi?

Jawab: Pada awal kemunculan COVID-19, penjualan saya sempat mengalami penurunan selama 1-3 bulan, bahkan pernah selama beberapa hari tidak ada pesanan sama sekali, tapi itu semua tidak membuat saya menyerah.

Saya berusaha untuk mencari peluang dan saya percaya setiap masalah pasti ada solusi. Itu sudah pasti.

Dengan adanya media sosial yang saya miliki, saya jadi berpikir, kenapa saya tidak mempromosikan dengan maksimal di media sosial dan marketplace.

Ternyata benar, omset bisa kembali normal bahkan bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya.

Pada saat pandemi ini, orang lebih senang untuk melakukan pembelian secara online. Selain karena tidak harus keluar rumah, pencarian berbagai macam produk juga lebih mudah dilakukan.

Sekali lagi, JNE berperan besar menjadi penghubung antara penjual dan pembeli.

 

Pada akhir wawancara, mas Ikal memaparkan keuntungan dan cara mendaftar JLC.

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh pengusaha UMKM jika menjadi member JLC, salah satunya adalah kemudahan tracking pengiriman barang karena secara otomatis data pengiriman akan masuk ke sistem.

Member JLC juga dengan mudah memeriksa berapa pengiriman yang telah dilakukan oleh member setiap kurun waktu tertentu, misalnya setiap pekan atau setiap bulan.

JNE juga memberikan point pada setiap pengiriman yang dilakukan oleh member dan poin tersebut bisa ditukar dengan hadiah yang sangat menarik.

Cara pendaftaran JLC  dilakukan dengan mengisi formulir secara online di situs resmi JLC. Hal-hal yang harus diisikan pada formulir tersebut antara lain adalah nama, alamat email, nomor telepon/HP, dan lokasi JNE terdekat.

Follow me on social media:
Categories: Seputar Kita

1 Comment

Zam · 18/10/2020 at 3:50 am

untuk online shop, JLC ini bakal banyak berguna banget!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *