Enak Tidak Enak Jadi Freelancer – Era digital memang membuat semua menjadi mudah. Bahkan, kini kita tak perlu pergi ke luar rumah untuk bekerja. Cukup dari rumah dan uang tetap bisa kita dapatkan.

Freelancer atau pekerja lepas, pada era sekarang ini menjadi salah satu pekerjaan yang banyak diminati kalangan muda. Alasannya simple, selain bisa kerja dari mana dan kapan saja, freelancer juga memberikan kebebasan dalam mengambil pekerjaan. Entah itu jenis maupun jumlah pekerjaannya.

Selama bisa menjaga komitmen dengan si pemberi kerja, kita pasti akan mendapatkan bayaran yang layak.

Banyak juga lho para professional yang kini beralih menjadi seorang freelancer. Padahal, bisa dibilang awalnya ia sudah enak kerja kantoran dengan gaji pasti setiap bulannya.

Namun demi mendapatkan rasa kenyamanan dalam bekerja, risiko seperti tidak mendapat pekerjaan dalam waktu yang tidak ditentukan dan tidak pasti mendapat penghasilan tetap setiap bulan pun diambilnya.
Perlu disadari juga bila ada beberapa tambahan risiko yang harus kamu pertimbangkan sebelum memutuskan jadi freelancer.

1. Siapkan Asuransi Sendiri

Bekerja sebagai karyawan akan memastikan kamu terdaftar dalam asuransi, entah itu asuransi kesehatan, kecelakaan, atau asuransi karyawan. Jadi, begitu kamu sakit atau mendapati kecelakaan kerja, kamu akan mendapat tunjangan yang meringankan beban keuangan.

Beda dengan freelancer! Kamu perlu membeli polis asuransi untuk mengasuransikan diri sendiri.

Asuransi memang tidak wajib, tapi dengan menyiapkan dana darurat ini kamu tidak perlu khawatir kalau jatuh sakit.

2. Kerap Disangka Pengangguran

Risiko menjadi freelancer yang paling menyebalkan adalah disangka pengangguran, apalagi jika aktivitas kerja banyak dilakukan dari rumah.

Belum lagi kalau kamu tipe pekerja malam yang lebih banyak menghabiskan waktu tidur dari pagi hingga siang hari.

Jadi, jangan baperan kalau memang mau freelancer!

Kerja lepas saking fleksibelnya kerap membuat freelancer santai, tapi ingat lho kamu tetap harus berkomitmen dan menjaga tanggung jawab atas pekerjaan yang diambil tersebut. Puaskan klien untuk kerja sama yang lebih langgeng.

3. Menabung Ekstra

Berhubung pendapatan per bulan kamu sudah tidak menentu lagi, kamu perlu memiliki tabungan ekstra.

Sebagai freelancer, bisa jadi pendapatan kamu lebih besar dari gaji kamu sebelumnya, tapi juga berpotensi lebih kecil, bahkan mungkin tidak dapat penghasilan sama sekali.

Oleh karena itu, pekerjaan ini menuntut kamu untuk lebih maksimal dalam menabung. Lupakan membeli berbagai macam keinginan, utamakan kebutuhan pokok. Selebihnya simpan untuk dana tak terduga di masa yang akan datang.

Ambil jumlah rata-rata pendapatan kamu setiap bulannya. Buat list pengeluaran yang kamu butuhkan termasuk untuk menabung setiap bulannya, dan jadikan itu jumlah minimal. Sehingga, ketika memiliki penghasilan lebih, menabung pun harus lebih tinggi.

4. Harus Serba Simple

Kondisi keuangan freelancer yang mengharuskan kamu lebih hemat, juga menuntut kamu untuk memilih hal-hal simple.

Misalnya dalam berinvestasi. Mungkin kalau kamu memiliki dana yang cukup, kamu bisa memisahkan pengalokasian dana ini dengan asuransi, karena jelas keduanya berbeda tujuan.

Asuransi untuk perlindungan sedangkan investasi untuk sumber keuntungan atau penghasilan lain.

Kini, ada beberapa produk asuransi yang menawarkan sekaligus investasi. Lebih simple untuk kamu karena cukup bayar premi asuransi seperti biasanya dan investasi tersebut diurus oleh perusahaan asuransinya.

Gak ribet, keuntungan tetep dapet!

5. Tuntutan Keluarga

Bagi pria yang sudah berkeluarga, menjadi freelancer bukan main tantangannya. Stabilitas finansial keluarga yang harus terjaga, membuat kamu harus gencar mendapatkan job. Jika tidak, risikonya penghasilan berkurang setiap bulannya.

Ada kebutuhan dapur, kebutuhan istri, kebutuhan anak, dan tentu kebutuhan kita sendiri sebagai suami. Semua sebisa mungkin harus terpenuhi.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan freelance, berdiskusilah terlebih dahulu dengan anggota keluarga lain agar tidak ada yang merasa dikorbankan saat risiko buruknya terjadi.

Kalau kamu tidak mau kekurangan job, cobalah untuk tidak terus mengandalkan pekerjaan yang datang dari orang lain.

Kenapa tidak mencoba membuka lapangan pekerjaan sendiri? Cari klien untuk proyek kerja sama serta rekrut freelancer lain yang butuh pekerjaan sebagai bala bantuan, lalu kamu yang menjadi bosnya.

Gali terus kemampuan diri. Buktikan bahwa bekerja di rumah bukan hanya soal kenyamanan, melainkan soal eksplor diri yang lebih luas.

Follow me on social media:
Enak Tidak Enak Jadi Freelancer
Tagged on:

2 thoughts on “Enak Tidak Enak Jadi Freelancer

  • 18/09/2019 at 3:01 pm
    Permalink

    keluarga lebih nyaranin kerja di kantor atau pabrik daripada freelance karena ketidak jelasan :(

    Reply
  • 20/09/2019 at 7:57 pm
    Permalink

    saya enak-enak aja sih om jadi freelancer, bukan enak tidak enak.. ya enak aja..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.