Duel Eropa dan Amerika Latin di Semifinal Piala Dunia 2014

Lengkap sudah empat peserta semifinal Piala Dunia 2014. Mereka adalah Jerman yang akan menghadapi tuan rumah Brasil dan Argentina yang akan bertarung melawan Belanda. Tak ada tim kuda hitam di sana. Keempatnya tergolong tim favorit dan hanya Belanda yang belum memiliki pengalaman juara.

Ketiga semifinalis lain pernah mencicipi bagaimana rasanya mencium Piala Dunia FIFA. Brasil sudah 5 kali, bahkan Piala Jules Rimet menjadi hak tetap mereka setelah menjadi tim pertama yang berhasil juara dunia 3 kali. Argentina baru 2 kali merasakan juara dan Jerman sendiri sebenarnya belum pernah juara setelah Jerman Barat dan Timur bersatu. Tiga kali mereka mengangkat trofi saat masih bernama Jerman Barat.

Belanda meski belum pernah juara namun sudah tiga kali mencicipi atmosfer pertandingan paling akhir di Piala Dunia. Malah kalau “final kecil” yang memperebutkan peringkat ketiga juga dihitung, total empat kali Belanda bertanding sampai pertandingan terakhir. Apesnya, di semua kesempatan itu Belanda kalah.

Nah, lalu kira-kira siapa kali ini yang bakal masuk ke final?

Jujur saja mesti diakui, pasca pertandingan grup, tidak ada semifinalis yang tampil spektakuler.

Mari kita mulai dari tuan rumah. Brasil menang atas Chili melalui adu penalti dan kemudian mengalahkan Kolombia namun kudu diakui di kedua pertandingan tersebut ada sedikit bantuan dari wasit …. dan tiang gawang. Melawan Jerman nanti, Brasil bakal kehilangan Neymar karena cedera. Sebuah kerugian besar bagi Brasil.

Jerman tampil tak impresif. Melawan Aljazair yang “bukan siapa-siapa” saja mereka kudu melalui perpanjangan waktu. Mungkin masih trauma karena pernah kalah dari Aljazair di tahun 1982, sampai mereka kudu kongkalikong dengan Austria untuk menyingkirkan Aljazair. Melawan Perancis, Jerman juga “menang kiper” doang.

Namun setidaknya karakter Jerman mulai muncul saat melawan Perancis. Sabar, banyak bermain di lapangan tengah, namun perlahan merengsek maju. Membosankan memang. Tapi itulah Jerman. Bila nanti wasit tidak kebangetan membela Brasil, saya yakin Jerman bakal lolos dari hadangan Brasil dan masuk final.

Argentina terlalu tergantung pada Messi. Meski kecerdikan Messi masih mampu menyelamatkan Argentina melalui gol-golnya di saat genting, namun harusnya mulai dicarikan solusi lain. Melawan Swiss dan Belgia, Messi bisa dibilang mati kutu. Apalagi Argentina kehilangan Angel Di Maria. Gol Higuain ke gawang Belgia juga besar sekali faktor keberuntungannya.

Belanda yang impresif dengan melumat Spanyol 5-1 akhirnya juga kehilangan greget. Bahkan juga kehilangan simpati saya akibat beberapa kali insiden diving Arjen Robben. Di antara ketiga semifinalis yang lain, Belanda juga bisa dibilang paling timpang keseimbangan antara lini depan dan lini belakang. Depannya mengerikan tapi belakang mengkhawatirkan. Begitupun, mereka masih tak mampu membongkar Kosta Rika dan kudu menang lewat adu penalti.

Nah, semifinal kedua ini rada seru. Kalau Belanda tak mampu mematikan Messi, bisa gawat, mengingat lini belakang yang tak istimewa. Tapi Argentina juga terlalu tergantung Messi, kalau dia lagi gak on-fire, giliran kecerdikan Van Persie dan kelicikan Robben yang bisa memporakporandakan mereka. Saya pegang Belanda yang lolos ke final.

Jadiiii, saya menjagokan Jerman vs Belanda ketemu di final. Dan siapapun yang menang bakal mencetak sejarah baru sebagai tim Eropa yang mampu menang di Amerika Latin. Trus siapa bakal menang? Ntar ya, nunggu wangsit dulu, hehehe

Follow me on social media:

Similar Posts

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.