Sistem operasi Windows Phone tidaklah โmeriahโ seperti halnya Android atau iOS, pangsa pasarnya juga relatif kecil dibandingkan kedua sistem operasi tadi. Namun bagaimanapun Windows Phone tetap tidak bisa diremehkan, apalagi jelang kehadiran Windows 10 Mobile dalam beberapa pekan ke depan ini.
Salah satu raksasa produsen smartphone yang meyakini bahwa Windows Phone masih memiliki masa depan cerah dan berani mengembangkan smartphone berbasis Windows Phone adalah Acer. Acer telah memiliki pengalaman memproduksi smartphone berbasis Windows Phone, khususnya ketika masih versi 7 dan 7.5. Meskipun sempat diisukan akan menjual divisi smartphone berbasis Windows Phone, toh nyatanya Acer masih menelurkan produk baru berbasis Windows Phone. Dan kali ini produknya adalah Acer Liquid M220 yang diperkuat sistem operasi Windows 8.1.
Saya beruntung bisa menjajal Acer Liquid M220 tersebut dan di posting ini saya akan memberikan review singkat. Berhubung saya baru menjajalnya beberapa hari saja, mungkin akan ada beberapa hal yang terlewat. Jangan khawatir, seperti review saya pada produk-produk yang lain, umumnya akan ada tambahan-tambahan informasi atau tips dan trik yang akan saya posting setelah review ini.
Acer Liquid M220 adalah smartphone berukuran kecil, layarnya 4 inch, dan harganya sangat terjangkau, Rp 700.000,- an saja. Namun bila Anda melihat penampakan body-nya, smartphone ini seolah memiliki harga di atas 1 jutaan. Maklum desain body dan material yang digunakan cukup bagus, bagian belakang Acer Liquid M220 juga memiliki pola kotak-kotak yang unik.
Untuk keperluan memasukkan SIM Card, bagian belakang cover Liquid M220 relatif mudah dibuka tapi itu tidak berarti bagian belakang tersebut longgar karena bila ditutup ternyata tetap kencang. Seperti trend smartphone yang beredar saat ini, Acer Liquid M220 juga mendukung dual SIM Card dan keduanya bisa diaktifkan untuk paket data (tapi hanya satu yang aktif di suatu saat tertentu).
Uniknya, kedua tempat SIM card tidak berukuran sama karena yang pertama memiliki ukuran mini SIM sedangkan yang kedua micro SIM. Artinya bila Anda hendak memasang dua SIM card, Anda harus memutuskan sejak awal mana yang akan menjadi SIM pertama dan mana yang akan menjadi SIM kedua. Menukar posisi kedua SIM tersebut akan menimbulkan sedikit masalah karena perbedaan ukuran tadi.
Setelah SIM card dan baterai terpasang, kini saatnya menghidupkan smartphone ini. Tombol power dan volume semua terletak di sisi kanan. Kedua tombol ini relatif tidak menonjol keluar sehingga terkadang sulit diraba saat hendak dipencet, khususnya bila dioperasikan dengan satu tangan. Namun mungkin kelebihannya adalah relatif tidak mudah terpencet secara tidak sengaja, misalnya ketika disimpan di dalam tas dan bercampur dengan barang-barang lain.
Acer Liquid M220 memang menyenangkan dioperasikan dengan satu tangan berhubung ukuran layarnya yang hanya 4 inchi dan bobotnya yang hanya 119 gram. Hanya saja yang sedikit menjadi ganjalan adalah layar TFT-nya yang bila dilihat agak miring, warnanya menjadi berubah dan relatif tidak jelas. Selain itu sensitivitasnya juga sedikit kurang, khususnya di bagian tombol back, home, dan search. Layarnya juga belum Gorilla Glass.
Secara default, tile Windows Phone yang memperkuat Acer Liquid M220 ini terdiri atas 2 kolom tile besar namun jangan khawatir karena Anda bisa mengubahnya menjadi 3 kolom tile besar. Dan sudah jelas, pasti bisa dibuat tembus pandang agar wallpaper di belakangnya menjadi terlihat.
Acer Liquid M220 diperkuat baterai berukuran 1300 mAh dan untuk smartphone berukuran layar 4 inchi, daya segitu sudah sangat mencukupi. Ketika saya pakai, pasokan daya baterai bisa tahan satu hari penuh bahkan lebih, dengan catatan untuk pemakaian normal ya, tidak โdipaksaโ main game atau internetan terus menerus. Waktu yang dibutuhkan untuk ngecharge juga relatif singkat, 70-90 menit saja.
Speakernya meskipun tidak bisa dibilang istimewa tapi tidak mengecewakan. Suaranya cukup kencang dan relatif jernih.
Kameranya ada? Wah jelas ada. Depan belakang pula. Meskipun kamera belakang hanya memiliki resolusi 5 MP dan kamera depan 2 MP, namun untuk smartphone dengan harga kurang daripada 1 juta, hal tersebut sudah merupakan kemewahan. Bahkan kamera belakangnya sudah diperlengkapi dengan LED Flash pula. Hasilnya juga tidak mengecewakan loh. Ini ada contoh foto selfie saya yang diambil dengan kamera depan dan foto saat saya makan malam di warung tenda, saat pengambilan foto LED Flash aktif.
Sedikit catatan yang hendak saya beberkan, ketika Acer Liquid M220 ini saya pasangi kartu XL, smartphone ini menjadi sering hang dan bahkan dalam beberapa kesempatan menjadi sangat panas. Entah mungkin ada ketidakcocokan frekuensi atau bisa jadiย penyebabnya adalah kartu SIM XL yang saya gunakan tersebut bisa dengan mudah dilepas dari bingkainya hingga menjadi micro bahkan nano SIM, jadi relatif mudah “goyang” dari tempatnya. Ketika saya ganti dengan kartu Indosat M3 yang secara fisik utuh, tidak bisa dilepas menjadi micro dan nano, masalah hilang, tidak lagi hang dan panas.
Nah, saya tidak tahu apakah bila menggunakan kartu XL yang utuh, masalah hang dan panas tetap terjadi atau tidak. Barangkali mungkin ada yang memiliki pengalaman serupa? Mohon bercerita di bagian komentar.
Sekian review singkat Acer Liquid M220, saya janji nanti bakal ada post lagi tentang smartphone ini atau tentang Windows Phone.
Follow me on social media:





Leave a Reply