Huawei Mendepak Apple Dari Posisi Kedua

Huawei Mendepak Apple Dari Posisi Kedua – Peta persaingan smartphone sangat dinamis. Brand yang memimpin pangsa pasar tak boleh lengah jika tak ingin tergusur. Ingat akan keruntuhan Nokia.

Sebaliknya, brand yang tadinya kecil, bisa saja menyodok ke atas jika mereka bersungguh-sungguh dan mengeluarkan produk-produk berkualitas.

Nah, pada tanggal 31 Juli 2018 lalu, IDC mengeluarkan informasi urutan brand dengan penjualan smartphone terlaris secara global. Ada hal yang cukup menarik dari informasi tersebut. Apakah itu?

Apple yang tadinya bersaing ketat dengan Samsung dan keduanya bergantian mengisi posisi 1 dan 2, tergusur oleh Huawei.

Jadi Huawei sekarang menduduki peringkat kedua di bawah Samsung, sementara Apple tergeser ke peringkat ketiga.

Apakah Apple mengalami penurunan kualitas? Tidak bisa dibilang begitu juga sih, lagipula itu seperti menihilkan usaha keras Huawei untuk menaikkan peringkat penjualan mereka.

Ya, memang usaha keras Huawei yang perlu disorot. Huawei mengalokasikan lebih daripada 10 persen revenue untuk riset. Pada 2017, investasi R&D-nya berada di ranking 6 di antara seluruh raksasa teknologi global (Menurut laporan 2017 EU Industrial R&D Investment Scoreboard dari Komisi Eropa).

Di atas Huawei, ada Volkswagen, Alphabet (perusahaan induk Google), Microsoft, Samsung, dan Intel.

Di Huawei, ada sekitar 80 ribu staf yang bekerja di divisi R&D, dan itu mencapai 45 persen dari total seluruh karyawan mereka.

Huawei memiliki fasilitas riset di mana-mana, misalnya pusat algoritma di Moskow, pusat desain UX di San Francisco dan pusat desain di London, pusat estetika di Paris, dan pusat pengembangan teknologi 5G di Jerman. Semua diisi oleh orang-orang terbaik di bidangnya.

Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Device Indonesia memaparkan bahwa R&D memang merupakan “obsesi” Huawei, yang mengarah pada sinergi hardware dan software untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen.

Berikut pernyataan lengkap beliau:

Kami adalah perusahaan dengan obsesi tinggi terhadap R&D. Kami tidak berinovasi untuk menghasilkan temuan yang eksotis, tapi inovasi yang kami ciptakan memfokuskan pada kebutuhan pengguna, sinergi software dan hardware, dan menciptakan value bagi konsumen.

Selama tahun-tahun ini, kami telah membangun berbagai saluran untuk mendengar suara pengguna kami, supaya kami bisa meningkatkan layanan dan menciptakan inovasi yang menghasilkan pengalaman yang lebih baik.

Strategi ini telah mengangkat kami, dari perusahaan lokal menjadi perusahaan global dan sekarang merebut posisi kedua di pasar smartphone global. Hasil ini juga membuktikan bahwa semakin banyak konsumen yang memilih dan mempercayai kami.

 

Selain terus melakukan penelitian untuk memberikan produk terbaik, Huawei juga menjalankan strategi kolaborasi dengan partner kelas dunia untuk menciptakan benchmark tak tertandingi di industri.

Untuk menciptakan smartphone kamera terbaik, Huawei bekerja sama dengan Leica sejak 2016 untuk mengembangkan teknologi lensa dan foto.

Tak heran, smartphone flagship Huawei, P20 Pro memiliki skor terbaik di DxOMark dengan point 109.

Sampai sekarang belum ada yang sanggup melampauinya.

Huawei juga berpartner dengan brand mewah Porsche Design pada edisi khusus seri Mate, yang direspons sangat baik di pasar smartphone mewah.

Di Indonesia, nama Huawei terus naik ke permukaan dan sudah berada di jalur pertumbuhan yang tepat. Ini tentunya mendatangkan optimisme yang tinggi bagi para penggawa Huawei.

Bahkan menurut Lo Khing Seng, Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Huawei dan mereka akan berinvestasi lebih banyak untuk mencapai pertumbuhan dan mengejar posisi puncak, dengan memperkuat sektor penjualan, menghadirkan pelayanan terbaik, meningkatkan komunikasi, dan membawa smartphone terbaik mereka ke Indonesia.

Masih menurut Lo Khing Seng, dulu Huawei seringkali terlambat memutuskan peluncuran smartphone terbaru di Indonesia, khususnya untuk smartphone premium, tapi sekarang situasi akan sangat berubah. Huawei akan terus meningkatkan penjualan melalui penguatan jalur distribusi online dan offline, supaya makin lekas menjangkau masyarakat yang menginginkan smartphone terbaik.

Ini diharapkan akan mengubah pandangan masyarakat Indonesia mengenai produk Huawei, supaya makin disadari bahwa sebenarnya produk smartphone Huawei adalah produk yang berkualitas tinggi, melebihi apa yang bisa diberikan pesaing pada harga yang setara.

Karena terbukti berhasil, Huawei akan melanjutkan strategi sebagai pemimpin perusahaan teknologi global yang mengedepankan teknologi terbaik untuk merebut kepercayaan dan preferensi dari konsumen, membawa produk-produk kebanggaannya, dari kelas premium sampai entry level ke Indonesia, dan berjuang menjadi merk teknologi ikonik favorit bagi konsumen Indonesia.

Hati-hati, Samsung.

Berikut saya ringkaskan peringkat penjualan smartphone secara global yang dirilis oleh IDC tersebut:

  1. Samsung 20.9%
  2. Huawei 15.8%
  3. Apple 12.1%
  4. Xiaomi 9.3%
  5. Oppo 8.6%
  6. Lainnya 33.2%

Oh ya, sebelum lupa, ada gambar menarik terkait artikel di atas.

Bisakah kamu menebak arti gambar ini?

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Huawei, silakan kunjungi situs resminya.

Follow me on social media:

Similar Posts

3 Comments

  1. aku baru tau kalau Huawei ada edisi premium, karena biasa liat di indonesia adalah yang middle-nya. penasaran juga liatnya. Ada yang berpartner dengan Porche? waaw. Ini masil peringkat global ya? hmmm bagaimana dengan persaingan di sini ya.

    1. Justru dengan hadirnya produk2 premium itu, Huawei mau menghapus stigma “hape china” yg terkesan murah.
      Iya, secara global udah meraih posisi no 2 dan ingat, itu dalam kondisi dibanned dari US.

  2. Saya pikir td IDC ngitungnya gmana, ternyata cuma dari market share & shipping.

    Ya ya ya urusan dagang. Ga ngerti saya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *