Ah, akhirnya kesempatan untuk menginstall Fedora 9 datang juga. Saya bisa menuntaskan rasa penasaran terhadap Fedora 9 sekaligus bisa menggali ide baru untuk artikel Linux di majalah INFO Komputer.
Sejak Fedora 6, saya selalu mencari media instalasi yang berformat DVD. Maklum, kalau pakai yang CD, saya harus menenteng 5 buah CD ke mana-mana. Apalagi katanya Fedora 9 ini menggunakan 6 buah CD. Semakin gemuk saja.

Dan ternyata, saat instalasi, saya menemukan cukup banyak paket baru yang disertakan pada media instalasinya. Dua di antararanya yang sempat membuat saya bersorak kegirangan adalah Drupal dan WordPress. Jadi saya tidak perlu repot lagi mendownload kedua CMS itu serta menginstallnya secara manual.
Seperti biasa, proses instalasi berjalan mulus. Tidak ada hambatan yang berarti. Hanya saya harus selalu berhati-hati untuk memilih letak partisi karena harddisk saya penuh dengan sistem operasi yang lain. 
Walaupun secara default menggunakan Gnome namun saya selalu memilih KDE sebagai desktop manager. Apalagi Fedora 9 telah diperlengkapi dengan KDE 4. Ternyata kehebohan pra dan pasca rilis KDE 4 bukan sekedar euphoria saja. KDE 4 memang benar-benar bagus. Apalagi didukung dengan Xorg versi 1.5. Tampilannya jadi benar-benar mak nyussss.
Seperti biasa, desktop Fedora selalu bersih dari ikon. Buat saya itu sungguh menyenangkan. Namun bila Anda menyukai desktop yang penuh dengan aksesori, Anda dapat menambahkan berbagai macam widget ke dalamnya. Arahkan saja mouse pointer ke sudut kanan atas desktop hingga muncul tombol Add Widget, klik tombol tersebut, pilih widget yang disukai.
Satu hal yang agak mengganggu, driver nVidia yang tersedia dari Livna belum ada yang mendukung Xorg 1.5. Saya belum menyelidiki apakah di situs resmi nVidia sendiri sudah ada drivernya. Mudah-mudahan nanti saya ada kesempatan untuk ngoprek hal ini.
Yang bikin saya senang, tab Replace di fitur AutoCorrect OpenOffice.Org bawaan Fedora sudah dimunculkan. Inilah yang dinanti-nantikan oleh sekian banyak penggemar Fedora sejak Fedora Core 5. Terima kasih Fedora, ternyata engkau memiliki “telinga” untuk mendengar kebutuhan penggemarmu.
Oh ya, kalau Anda pecinta mp3, video, dan animasi flash, bersiaplah untuk sedikit berupaya mencari piranti lunak yang tepat karena pengembang Fedora tetap bersikukuh untuk tidak menyertakannya.
Follow me on social media:
Leave a Reply