Salah satu yang bikin saya rada deg-degan saat menggunakan smartphone adalah bila ruang simpan internalnya penuh. Ya maklumlah, kadang suka install berbagai macam aplikasi, meski kadang-kadang sudah ada aplikasi sejenis yang terinstall, hehe. Twitter client sebagai contoh, meski sudah menginstall Twitter client resmi dari Twitter, kadang masih kepingin install yang lain macam Twicca (Android), Aeries dan Tweetium (Windows Phone).

Barangkali kalau ada istilah shopaholic bagi orang yang suka belanja, maka saya ini bisa digolongkan installaholic.

Masih untung saya ini tidak suka selfie yang berakibat memori simpan makin penuh lagi gara-gara foto selfie.

Untunglah Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB yang mulai saya gunakan beberapa waktu lalu bisa meredakan rasa deg-degan saya. Kapasitasnya 64 GB gitu loh. Kalo dipasang di smartphone, sepertinya ya rada kebangetan kalau sampai penuh.

Dan untungnya sistem operasi mobile modern memungkinkan suatu aplikasi untuk diinstal di ruang simpan eksternal macam MicroSD.

Dengan menginstall aplikasi di Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB, saya juga tidak terlalu khawatir akan mengalami ngelag karena Class 10 berarti laju transfer datanya mencapai 10 MB/s bahkan lebih.

Bukti paling sah ditunjukkan oleh hasil benchmark terhadap Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB, menggunakan aplikasi FlashBench. Di situ terlihat bahwa kecepatan baca Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB adalah 32.79 MB/s alias tiga kali lipat dari batas minimal yang dipersyaratkan untuk masuk ke dalam kategori Class 10. Kecepatan tulisnyapun juga tak mengecewakan, yaitu 12.20 MB/s. Nilai ini juga masih di atas batas 10 MB/s.

Benchmark Kingston MicroSD Card

Nah sekarang, supaya gak cuma sekedar benchmark doang, saya melakukan sebuah percobaan yang sangat sederhana. Saya akan menginstall game yang rada berat di Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB tersebut. Kebetulan MicroSD Kingston tersebut saya pasang pada Lumia 535 dan saya juga memiliki Lumia 730 yang tidak menggunakan MicroSD. Pada kedua ponsel cerdas tersebut saya install game Halo: SA Lite.

Lalu setelah game sukses terinstal, saya jalankan game pada kedua ponsel tersebut secara bersamaan. Hasilnya memang pada game Halo: SA Lite yang diinstall pada Lumia 535 (menggunakan Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB) lebih lambat loadingnya dibandingkan dengan game Halo: SA Lite di Lumia 730. Namun setelah loading berhasil, bisa dibilang tidak ada perbedaan saat memainkan game tersebut di kedua ponsel di atas.

Namun perlu dipertimbangkan juga bahwa Lumia 730 menggunakan Snapdragon 400 sementara Lumia 535 menggunakan Snapdragon 200, meskipun sama-sama 1.2 GHz Quadcore.

Intinya, menginstall aplikasi di MicroSD, apalagi sekelas Kingston MicroSDXC Class 10 64 GB, tidaklah mengecewakan dan justru menjadi solusi tepat bagi installaholic seperti saya ini.

Follow me on social media:
Categories: Komponen

2 Comments

Jarwadi MJ · 20/04/2015 at 10:21 am

buat merekam video cocok itu paman :)

    Oom Yahya · 23/04/2015 at 12:31 pm

    Hehe, cocok sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.