Jelang akhir tahun, mendadak sontak ada satu kata yang menjadi populer, yaitu resolusi. Coba perhatikan di media sosial, pastilah banyak orang yang menyebutkan kata resolusi ini.

Kecuali jika kamu sering berinteraksi dengan orang IT, saya pikir kamu bakal jarang mendengar kata resolusi ini jika bukan pada masa-masa jelang akhir tahun.

Jadi apa sebenarnya resolusi itu?

Resolusi Menurut KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), ada tiga arti resolusi. Arti resolusi yang pertama adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.

Photo by Lalaine Macababbad on Unsplash

Contoh penggunaannya dalam kalimat adalah sebagai berikut: dalam rapat tersebut dihasilkan suatu resolusi yang akan diajukan kepada pimpinan daerah.

Arti resolusi yang kedua memiliki keterkaitan dengan komputer atau gawai, yaitu pengukuran tingkat ketajaman gambar yang dihasilkan oleh pencetak atau monitor.

Tingkat ketajaman atau kehalusan sebuah gambar yang dihasilkan oleh mesin cetak atau monitor bergantung pada banyaknya titik (pixel) yang dimiliki oleh mesin cetak atau monitor tersebut. Resolusi dalam artian ini biasanya dinyatakan dalam jumlah pixel lebar dikalikan jumlah pixel tinggi gambar yang bisa dihasilkan mesin cetak atau monitor, misalnya 1920 x 1080.

Terakhir, arti resolusi yang ketiga adalah proses atau tindakan memisahkan materi seperti senyawa kimia atau sumber radiasi elektromagnetik ke dalam bagian penyusunnya. Resolusi ini biasanya bertujuan untuk menetapkan kadar suatu senyawa kimia.

Nah, lalu apakah kata resolusi yang muncul setiap akhir tahun tersebut memiliki arti yang bisa dimasukkan ke dalam salah satu arti menurut KBBI tersebut?

Sejujurnya kalau menurut saya, jawabannya tidak bisa. Resolusi yang dikatakan oleh banyak orang jelang akhir tahun memiliki arti daftar target yang hendak dicapai sepanjang waktu tertentu, yaitu tahun yang akan segera datang.

Ada miripnya sih dengan arti yang pertama menurut KBBI, tapi sebenarnya tetap berbeda karena resolusi yang kita bahas ini biasanya ditetapkan sendiri oleh seseorang sebagai target pribadinya pada tahun yang akan datang.

Lalu karena banyak yang mengatakan tentang resolusi ini melalui media sosial, yang notabene banyak penggunanya melek teknologi, banyak yang kemudian membuat pelesetan arti resolusi ini dengan mengaitkannya pada arti kedua menurut KBBI.

Jadi jangan heran bila kemudian muncul candaan, “resolusi saya pada tahun 2021 adalah 1920 x 1080”.

Pencapaian Resolusi

Tidak diketahui mulai kapan kata resolusi ini muncul untuk menandai berakhirnya suatu kalender, tapi sebenarnya tujuannya baik. Resolusi akan memacu seseorang untuk terus berkembang, terus berkarya, terus bekerja untuk mencapai targetnya.

Walaupun demikian, karena sifatnya untuk pencapaian pribadi, tak banyak orang yang membuat resolusi untuk tahun depan, dan yang membuat pun seringkali tidak “taat”. Maklum, toh tidak ada reward dan punishment-nya.

Menurut saya, supaya tingkat “ketaatan” terhadap resolusi tinggi, sebaiknya resolusi tersebut ditulis, kemudian ditunjukkan kepada orang lain. Kalau malu, ya setidaknya dengan orang terdekat.

Dengan menunjukkan resolusi tersebut kepada orang lain, akan ada motivasi tambahan karena pasti bakal malu jika resolusi tersebut tidak tercapai.

Selain, resolusi juga sebaiknya tidak muluk-muluk. Pasanglah target yang tidak mustahil untuk dicapai.

Pencapaian Tahun 2019

Bicara soal resolusi tahun depan, bagaimana dengan resolusi kalian tahun kemarin? Apakah pencapaian kalian tahun ini sudah sesuai dengan resolusi yang dicanangkan pada akhir tahun 2019?

Saya sendiri boleh dibilang lumayan berhasil mencapai resolusi 2019. Apa itu? Gampang saja, menjadi Youtuber, hehe.

Photo by Cristina Zaragoza on Unsplash

Maklum, karena pandemi ini, keluarga saya jadi lebih banyak di rumah, kerja dan sekolah dari rumah. Jadi waktu yang bisa dialokasikan untuk belajar dan bikin konten video lebih banyak.

Jangan lupa ya untuk subscribe ke channel Youtube saya. Saya punya dua buah channel dengan konsep berbeda.

Channel yang pertama memiliki nama sesuai nama saya, yaitu Yahya Kurniawan, tapi sering saya sebut YTekno juga. Channel ini berisi review gadget dan kadang diselingi video kegiatan saya pribadi.

Channel yang kedua adalah Ogitu Doang, berisi tutorial yang singkat tapi padat berisi tentang gadget atau komputer, sehingga setelah nonton video di channel ini, orang akan berkata “ooo gitu doang”.

Beberapa peralatan sederhana untuk mendukung pembuatan video seperti lampu atau phone holder saya beli secara online. Makin seringlah itu terdengar teriakan “pakeeettt” dari kurir JNE yang mengantarkan belanjaan saya.

Photo by Markus Spiske on Unsplash

Nah, omong-omong soal JNE, sampai sekarang JNE masih menjadi pilihan saya untuk pengiriman paket apabila saya membeli sesuatu secara online.

Komitmen mereka terhadap kebersihan paket dalam rangka pencegahan penularan virus juga saya nilai cukup baik. Berbagai edukasi sering mereka lakukan dalam rangka meningkatkan sanitasi paket, baik terhadap pengirim, kurir, maupun juga penerima.

Jika pandemi ini kemudian berlalu, apakah saya akan tetap jadi Youtuber? Kayaknya sih iya. Semoga.

Follow me on social media:
Categories: Seputar Kita

5 Comments

Warm · 12/12/2020 at 5:55 pm

Semangat, om!
Baca tuulisan njenengan ini baru nyadar kalo saya rasanya belum pernah bikin resolusi yg serius, semacam khawatir kalo ga kecapai ntar kecewa. Ntar coba di taun depan ah

    Oom Yahya · 12/12/2020 at 10:25 pm

    Semangat juga om Warm

Zam · 12/12/2020 at 11:02 pm

hmm kok resolusi 2019, oom?

Bayu Afrizatul Rizki · 13/12/2020 at 1:17 am

Suka banget sma tulisan dan blog mas yahya iklanny dkit bnget

Caroline Adenan · 14/12/2020 at 1:14 pm

Aku juga selalu mengandalkan JNE om untuk setiap pengiriman barang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *