Ketika Pandemi Usai

Saya memiliki hobi traveling dan pandemi ini betul-betul bikin bete karena saya tidak bisa traveling. Ketika pandemi usai nanti, saya pasti akan melampiaskan hobi traveling itu.

Hobi traveling saya menurun dari orangtua dan keluarga besar. Sejak kecil, keluarga saya sering melakukan perjalanan rekreasi menggunakan mobil pribadi. Hampir selalu, rekreasi tersebut diikuti oleh keluarga besar.

Keluarga yang rumahnya dekat biasanya berkumpul terlebih dahulu di lokasi kumpul tertentu, sedangkan keluarga yang berasal dari kota lain langsung bertemu di lokasi rekreasi, atau bisa juga bertemu di kota tertentu dan dari sana melanjutkan perjalanan bersama-sama.

Seringkali saya bertukar mobil dengan sepupu saya. Saya naik mobil sepupu saya dan sepupu saya yang lain ada yang berpindah ke mobil saya.

Suasana perjalanan menuju ke kota tujuan rekreasi dengan beberapa mobil secara konvoi itu begitu hangat dan menyenangkan, dan itu membekas sekali dalam ingatan saya. Ketika akhirnya saya sudah berkeluarga dan memiliki mobil sendiri, hobi traveling tersebut tetap berlanjut dan tentu saja kerap kali juga melibatkan keluarga besar.

Lokasi Rekreasi Yang Ramah Keluarga

Karena peserta rekreasi tersebut adalah keluarga besar yang tentunya memiliki rentang usia yang lebar, ada yang masih anak-anak – bahkan bayi – dan ada yang sudah kakek/nenek, maka biasanya lokasi rekreasi yang dipilih juga merupakan lokasi yang “ramah”, dalam arti lokasi tersebut mudah dijangkau dengan mobil pribadi dan tidak memiliki medan yang ekstrim.

ketika pandemi usai

Misalnya berekreasi ke pantai, pantai yang dipilih adalah pantai yang memang sudah dibuka untuk pariwisata dan memiliki fasilitas lengkap. Kalau ke pegunungan pun setali tiga uang, cari yang sudah memiliki fasilitas lengkap, bukan yang harus mendaki sendiri.

Jadi, hobi traveling saya sekarang ini ya masih yang model seperti ini, naik mobil sendiri ke kota yang terjangkau dan lokasi rekreasi yang sudah memiliki fasilitas.

Keuntungan membawa mobil sendiri adalah perjalanannya itu sudah merupakan kenikmatan tersendiri. Seringkali di kiri kanan jalan yang dilalui terdapat pemandangan indah yang menyegarkan mata.

Perjalanan juga bisa dilakukan dengan lebih santai dan bebas, tak perlu terburu-buru. Kapanpun ingin beristirahat, bisa segera berhenti di rest area terdekat.

Saat nanti sampai di destinasi wisata, tak perlu repot juga mencari alat transportasi dari hotel menuju ke tempat wisata.

Nah, jika misalnya diminta menyebutkan contoh, salah satu lokasi rekreasi favorit saya adalah Batu, Malang. Di sana ada banyak tempat rekreasi, sebut saja BNS (Batu Night Spectacular), Jatim Park, Museum Angkut, dan lain-lain.

Jarak Jogja-Malang yang ditempuh selama sekitar 8 hingga 10 jam dengan mobil pribadi saya anggap masih terjangkau, apalagi kini dengan adanya tol trans Jawa, waktu tempuh tersebut tentu bisa dipangkas.

Jika sedang “malas” bepergian jauh, di sekitar Jogja juga banyak lokasi rekreasi yang bisa dikunjungi, seperti Kaliurang, Candi Prambanan, Candi Boko, hingga pantai-pantai di Gunung Kidul, atau barangkali bisa sedikit ke luar kota, seperti ke Candi Borobudur di Magelang. (Ingat ya, candi Borobudur adanya di Magelang, bukan di Jogja, hehe).

Meski begitu, bukan berarti saya sama sekali tidak pernah traveling dengan menggunakan moda transportasi lain. Sesekali tentu pernah, misalnya ketika berekrasi ke Singapore yang tentu tidak cocok jika ditempuh menggunakan mobil pribadi.

Ketika itu saya sekeluarga pergi dengan pesawat dan kebetulan pas mendapatkan harga promo yang lumayan murah, hehe.

Persiapan Traveling Ke Luar Kota

Saat hendak melakukan perjalanan ke luar kota, jauh-jauh hari saya dan keluarga sudah merencanakan akan pergi ke mana dan durasinya berapa lama.

Di kota tujuan tersebut, saya mencari informasi sebanyak mungkin, ada berapa tempat rekreasi yang tersedia, bagaimana medannya, fasilitasnya, dan lain-lain.

Setelah mantap dengan pilihan destinasi rekreasi, kemudian saya melakukan penelusuran untuk mencari tempat menginap. Opsi yang saya ambil adalah tempat menginap yang sederhana saja, tak perlu berbintang. Yang penting bersih dan fasilitas memadai.

Buat saya, toh tempat menginap itu bakal lebih sering buat tidur dan mandi saja, aktivitas sudah pasti lebih sering dilakukan di tempat wisata, jadi mengapa harus buang duit dengan menginap di hotel berbintang yang mahal?

Di samping itu, dana yang bisa dihemat dengan tidak memilih hotel berbintang bisa dialihkan ke pos lain, misalnya mendatangi lebih banyak lokasi rekreasi atau untuk membeli oleh-oleh.

Dengan konsep seperti ini, maka layanan yang tepat untuk mencari tempat menginap yang diinginkan adalah RedDoorz.

Situs RedDoorz menyediakan daftar akomodasi terbaik yang terjangkau dan tersedia pada berbagai destinasi wisata di seluruh Indonesia, bahkan ada juga yang di luar negeri.

Yang saya suka, ada banyak pilihan hotel RedDoorz pada destinasi wisata yang saya tuju, jadi saya bisa memilih sesuai dengan selera dan ketersediaan.

Tepat sebelum berangkat (misalnya H-1), hal pertama yang saya pastikan beres adalah kondisi mobil yang hendak digunakan. Bagaimanapun, mobil itulah yang akan membawa ke tempat rekreasi, jadi kudu dipastikan berada dalam kondisi prima untuk diajak jalan jauh.

Ke Mana Ketika Pandemi Usai?

Berhubung selama pandemi ini, praktis saya tidak pernah melakukan hobi traveling seperti saya ceritakan di atas, tentu keinginan traveling begitu menggebu.

Saya sudah berangan-angan, ketika pandemi usai, saya akan melakukan traveling ke Banyuwangi. Mengapa Banyuwangi?

Ada alasan emosional karena orangtua saya pernah lama tinggal di Banyuwangi. Seumur hidup saya, praktis baru sekali saya menjelajah Banyuwangi, itupun sudah lama sekali. Pada beberapa kesempatan yang lain, saya hanya lewat saja di Banyuwangi karena setelah itu naik kapal feri untuk menuju ke Pulau Bali.

Kemudian dari hasil penelusuran saya, belakangan ini mulai banyak wisata pantai baru di Banyuwangi yang dibuka, dan keindahannya tak kalah dengan pantai-pantai yang ada di Pulau Bali.

Adanya tol trans Jawa membuat perjalanan Jogja-Banyuwangi tak lagi terasa sejauh dulu. Kalaupun toh merasa tidak siap traveling dengan membawa mobil sendiri, tersedia juga berbagai mode transportasi yang lain seperti bus atau kereta api.

Yang penting, saat mencari hotel di Banyuwangi, RedDoorz menyediakan beberapa pilihan hotel dengan harga yang sangat terjangkau tapi dengan fasilitas yang sangat memadai.

Sumber: Google Map

Ah, tak sabar rasanya menunggu pandemi ini dinyatakan usai. Saya kok sepertinya sudah mulai mendengar suara debur ombak, mencium bau masakan seafood, merasakan terpaan angin laut di wajah…

Follow me on social media:

Similar Posts

3 Comments

  1. Duh kangen juga piknik ke luar kota pengen ganti suasana, sudah berapa lama ya terkurung di rumah semoga pandemi segera berakhir aamiin…red doorz hotelnya bagus-bagus dan bersih..

  2. Tiap kali dengar alias baca kata “Jatim Park” atau “Museum Angkut” hati saya terasa rindu dan tertarik ingin berkomentar. Karena dua tempat itu tempat saya honeymoon dengan istri, tahun 2017.

    Saay itu lagi hari kerja dan juga agak gerimis sehingga pengunjungnya tidak banyak. Satu Jatim Park (lupa yang 1 atau 2) serasa milik berdua. Sejak saat itu saya berharap suatu saat bisa ke sana lagi bersama istri dan anak.

    Baru-baru ini saya baca info tentang Jatim Park dan Museum angkut di masa pandemi agak sedih suasananya. Semoga pandemi bisa segera berlalu dan suatu saat saya bisa ke sana lagi dalam kesempatan yang jauh lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.