Otak vs Hati, Mana Yang Menang? (Jelang Ger vs Esp)

1982, seorang bocah berusia 9 tahun memandang layar kaca televisi yang warnanya cuma hitam dan putih. Waktu itu ada siaran sepakbola (entah langsung atau tidak) Piala Dunia 1982. Walau belum paham benar aturan main sepakbola, pokoknya yang mencetak gol lebih banyak yang menang, si bocah bisa menikmati tayangan itu.

Jerman Barat adalah tim yang disukainya. Mungkin karena stasiun TV satu-satunya saat itu, TVRI, relatif sering menyiarkan liga Jerman. Peran sang ayah yang fans Jerman Barat tentu juga punya andil.

Dari mendengar sana-sini, bocah itu akhirnya tahu kalau beberapa tim favorit lain di Piala Dunia itu adalah Argentina, Inggris, Perancis, tuan rumah Spanyol, dan tentu saja Brasil.

Tentu saja bocah itu senang karena Jerman Barat masuk final setelah di semi final menaklukkan Perancis via adu penalti, setelah sama kuat 3-3. Di sisi semifinal yang lain, Italia secara tak terduga masuk final setelah mengalahkan Polandia.

Italia bahkan melaju ke semifinal setelah menumbangkan Brasil pada partai yang hingga kini kerap menjadi perbincangan. Bagaimana tidak, Brasil beranggotakan para dewa sepakbola, tim yang dibilang tim terbaik Brasil sepanjang sejarah. Zico, Eder, Socrates, Falcao, Junior, Serginho adalah beberapa nama anggota skuad Brasil yang mampu menampilkan sepakbola indah, Joga Bonito.

Namun perjalanan Brasil terhenti oleh gembok gerendel Italia. Joga Bonito tak berdaya melawan dua orang saja (lebay (ninja) ), Paolo Rossi yang mencetak hattrick dan Dino Zoff yang berulang kali mementahkan sepakan pemain Brasil.

Italia bahkan tadinya cuma membawa tiga set kaos karena yakin cuma bertanding tiga kali (di penyisihan grup) dan pulang. Namun ternyata mereka mampu melaju. Jerman Barat pun akhirnya dilibas oleh Italia di final. Italia Juara!

Namun si bocah sudah jatuh cinta sama Jerman Barat. Bocah itu adalah saya sendiri :mrgreen:

Tahun 1986, kembali Jerman Barat menunjukkan kedigdayaannya. Memang mereka terseok-seok di babak penyisihan, malah sempat takluk oleh tim Dinamit Denmark. Namun pelan tapi pasti, mereka melaju ke final. Perancis lagi-lagi menjadi korban di semifinal.

Tapi Piala Dunia 1986 adalah milik Maradona. Sekalipun tidak mencetak gol di final, tapi perannya luar biasa. Saya kembali patah hati karena Jerman Barat lagi-lagi kalah di final. Saya berangan, empat tahun kemudian Jerman Barat akan membalaskan dendamnya terhadap Argentina di final Piala Dunia 1990.

Dan memang itulah yang terjadi! Jerman akhirnya juara pada penampilan final mereka yang ketiga. Tidak sia-sia saya menjadi fans Jerman selama 8 tahun.

Namun di Piala Dunia 1994, cinta saya terhadap Jerman mulai luntur. Regenerasi mereka lambat. Dan benar saja, mereka terhenti di perempat final oleh tim “antah berantah” Bulgaria.

Asa sempat kembali bangkit melihat Jerman juara di Piala Eropa 1996. Tapi di tahun 1998, saya tidak yakin mereka mampu bicara banyak. Lagi-lagi tim Eropa Timur menghentikan mereka di perempat final. Kali ini giliran Kroasia. Hati saya kini beralih ke Italia, apalagi saya ngefans Juventus.

2002, Italia dirampok wasit. (idiot) Dan tak dinyana justru Jermanlah yang masuk final.

2006, Jerman ketemu Italia di semifinal. Saya tidak memihak siapapun. Tahun 2006 boleh dibilang untuk pertama kalinya saya tidak punya jagoan yang benar-benar diandalkan di Piala Dunia.

Menjelang Piala Dunia 2010, dua tim yang pernah nyantol di hati saya, Jerman dan Italia, sepertinya tidak menunjukkan performa yang mantap. Karena itu, sesuai tulisan saya sebelumnya, saya melakukan analisis berdasarkan logika, memetakan tim berdasarkan kekuatan dan performa mereka menjelang Piala Dunia 2010. Dan hasilnya adalah, berdasarkan otak saya, calon juara Piala Dunia 2010 adalah Spanyol.

Tapi performa Jerman ternyata berada di luar dugaan saya, bahkan mungkin juga banyak pengamat. Rupanya bara itu muncul kembali, CLBK nih ceritanya. (evil_grin)

Nah, dini hari nanti kedua tim akan bertemu. Siapa yang bakal menang? Otak atau hati saya? Rasanya kali ini saya lebih memilih hati saya yang menang. (heart)

Follow me on social media:

Similar Posts

13 Comments

  1. paling tidak njenengan jagoannya jelas, pak
    ngga serombongan eh malah 32 dijagoin semua hehehehe

  2. (banana_rock) (dance) Setuju German lah layak dapat Trophy PD 2010 ini……….. (smileydance)

  3. (highfive) I will survive to take our team be a winner……
    tq for suport us……….. (heartbeat)

  4. (idiot) (idiot)
    Dear Mr. Podolski,

    I,ll make a best defence of your strike, so please don’t too confidence, “Jabulani” was still difficult to handling as we knew.

    Spain will let u win this Semifinal with 2-1 in 90 minutes score,
    Deal broo ???? Peace…..!!! (drinking)

  5. semangat terus..sampai babak final nanti..semoga sukses selalu dan saya tunggu kunjungan anda di website saya.thx

  6. Pingback: SMILE FOR YOU » Juara Dunia 2010
  7. harsu ya sih lebih menag otak yg perusakan di ampera sih gak pake otak sih pake kekerasan sih jadi sakait deh yaya ilah ya sih yayaya lah

Leave a Reply

Your email address will not be published.