Bagi seorang striker, yang hebat sekalipun, tidaklah mudah untuk mencetak hattrick, di turnamen besar pula. Dan David Villa adalah salah satu orang langka yang mampu membuat hattrick di sebuah turnamen besar. Selamat.
Pertandingan Spanyol melawan Rusia sebenarnya tidak masuk jadwal tonton saya. Tapi karena terlanjur melek – chatting dengan anak-anak manis itu – ya sudah, saya sempatkan nonton siaran langsung Spanyol vs Rusia tersebut.
Ada untungnya juga saya akhirnya nonton. Sekalipun diguyur hujan, pertandingan berjalan menarik. Rusia yang datang dengan predikat “pembunuh” Inggris rupanya ingin menunjukkan taringnya. Serangan bertubi-tubi mereka lakukan ke kubu Spanyol.
Sayang Rusia tidak memiliki striker pembunuh sekelas Klose, Podolski (yang selalu tajam bila bermain di Timnas Jerman) atau Trezeguet (sayang tidak bermain, Domenech memang stupid
). Penyelesaian mereka sangat buruk. Dan akibat bermain terbuka itu, benteng mereka kocar-kacir ketika mendapat serangan balik. Bahkan gol-gol Spanyol di babak pertama tercipta melalui serangan balik yang cepat.
Spanyol sendiri boleh dibilang beruntung cuma kebobolan satu gol, sebab pertahanan mereka sebenarnya tidaklah terlalu rapi. Ini perlu dibenahi. Satu lagi, Spanyol terkenal sebagai tim yang sangar saat kualifikasi dan babak penyisihan grup, tapi selalu lemas saat memasuki sistem gugur. Mampukah mereka mendobrak mitos tersebut?
Yah, setidaknya pertandingan semalam memuaskan dahaga pecinta bola akan pertandingan yang menarik, saling serang, dan banyak gol tercipta. Mudah-mudahan di matchday 2 nanti banyak pertandingan yang serupa.
Follow me on social media:
Leave a Reply