Ada yang masih ingat sama teori relativitas Einstein? Tenang-tenang, saya tidak akan memulai artikel ini dengan kuliah fisika, wong saya sendiri juga sudah banyak lupa dengan teori-teori fisika, termasuk detail tentang teori relativitas waktu Einstein.
Cuma gini, salah satu isi teori relativitas waktu Einstein itu kan menyatakan bahwa waktu itu relatif. Kalau dijelasin lebih detail memang bakal jadi kuliah, tapi secara ringkasnya saja adalah durasi waktu yang dirasakan oleh seseorang bisa saja berbeda dengan waktu yang dirasakan oleh orang lain.
Duduk di atas jok sepeda motor yang baru saja terpanggang sinar matahari, walaupun duduknya cuma sedetik dua detik, rasanya lama sekali, tapi ngobrol dengan orang yang kita sukai, walaupun sudah dua jam ya tidak akan terasa lama.
Memang ini tidak tepat banget sih menggambarkan teori relativitas waktu Einstein karena lebih berkutat soal perasaan manusia. Kalau ingin mendapatkan pemahaman lebih detail, silakan nonton saja film Interstellar.

Dari tadi muter-muter soal relativitas waktu ini sebenarnya mau ngomong apa sih, Oom?
Hehe, sebenarnya saya mau ngomong soal perjalanan saya sebagai blogger 10 tahun terakhir ini.
Halah gitu aja mubeng munyer gak karuan.
Lho gini lho, 10 tahun terakhir perjalanan ngeblog itu kalau dirasa-rasakan, kok seperti baru kemarin ya, tapi kalau dipikir-pikir, ya memang sudah lama. Bingung tho? Sama, wkwkwk.
Era Dekade Kedua Ngeblog
Sebenarnya, saya ngeblog sudah lama, yaitu sejak 2006. Bayangkan, berarti sudah hampir 20 tahun saya ngeblog. Waktu itu, saya masih menggunakan platform blog gratisan, yaitu Blogspot. Alamat blognya ada di y4hy4.blogspot.com.

Jika dihitung sejak awal saya ngeblog pada tahun 2006 itu, berarti era 10 tahun terakhir saya ngeblog terhitung sebagai era dekade kedua.
Sebenarnya apa yang terjadi pada dekade kedua ini tak bisa dilepaskan sama sekali dari apa yang terjadi pada dekade pertama. Jadi saya akan mundur dulu sedikit sebelum membahas dekade kedua Blog Oom Yahya.
Sejak dulu, tulisan-tulisan saya sudah banyak membahas dunia teknologi, di samping tentunya cerita tentang kegiatan harian saya.
Saat itu, tulisan saya tentang teknologi didominasi tulisan tentang Linux, pemrograman, dan Microsoft Office.
Kegiatan saya menulis ini mempertemukan saya dengan banyak relasi di bidang kepenulisan, khususnya yang bertema teknologi.
Supaya tidak terlalu panjang bercerita tentang pengalaman di luar era 10 tahun terakhir, singkatnya salah satu relasi yang saya jumpai tersebut akhirnya bekerja di ASUS Indonesia.
Relasi saya inilah yang banyak mendukung saya dengan meminjamkan aneka device ASUS (sebagian di antaranya boleh tidak dikembalikan *uhuk) sehingga memasuki era dekade kedua saya ngeblog, tulisan saya makin banyak yang mengulas tentang laptop dan smartphone.

Memantapkan Diri Menjadi Reviewer Tekno
Bermula dari sebuah perangkat laptop ASUS yang bisa diulas di blog, maka saya memantapkan diri menjadi reviewer tekno.
Rupanya, dukungan dari relasi saya yang bekerja di ASUS tersebut membuahkan hasil yang manis karena blog saya jadi lebih ramai berkat ulasan-ulasan tentang laptop dan smartphone.
Sejak saat itu, silih berganti aneka gadget saya ulas di Blog Oom Yahya sehingga personal branding saya sebagai reviewer tekno pun meroket.
Dengan makin ramainya traffic ke blog, mulai era dekade kedua saya ngeblog ini, saya mulai mencoba meraup tambahan rezeki dengan memasang Adsense di blog. Ya walaupun jujur aja sih, hasilnya tidak seberapa. Mungkin seandainya saya memasang lebih awal, hasilnya akan beda. Tapi ya sudahlah, waktu toh tidak bisa diputar.
Ramai Pemasang Iklan dan Content Placement
Namun rezeki rupanya tidak hanya datang dalam bentuk Adsense. Berkat blog saya yang makin ramai dan meningkatnya personal branding saya sebagai reviewer tekno, berdatangan juga pemasang iklan dan penempatan konten (content placement) di blog saya.
Para pemasang iklan dan penempatan konten tersebut sebagian besar tentunya berasal dari dunia teknologi juga, misalnya pengembang aplikasi Android atau Windows.
Jika aplikasi yang dibahas merupakan aplikasi gratisan, umumnya pihak pengembang aplikasi akan memberikan upah sejumlah uang tertentu. Jika aplikasi berbayar, terkadang mereka tidak memberikan upah dalam bentuk uang tetapi memberikan lisensi aplikasi yang bisa saya gunakan.
Pemasang iklan dan penempatan konten tersebut tidak hanya datang dari dalam negeri lho gaes, tapi dari luar negeri juga.
Dukungan ASUS Ke Komunitas Blogger
ASUS Indonesia sendiri juga ternyata merasa terbantu melalui ulasan-ulasan di blog, apalagi ternyata bukan cuma saya blogger yang dengan senang hati membantu mengulas perangkat ASUS.
Menyadari adanya timbal balik yang menguntungkan tersebut, ASUS semakin rajin memberikan dukungannya kepada para blogger, bahkan bukan hanya kepada individu blogger tertentu saja tetapi juga ke berbagai komunitas blogger.

Dukungan ASUS ke berbagai komunitas blogger di Indonesia ini ditunjukkan dengan merangkul komunitas blogger di berbagai kota saat ASUS mengadakan road show keliling Indonesia.
Juga ketika ASUS mengadakan acara di Jakarta, ASUS mengundang beberapa blogger yang menjadi perwakilan komunitas untuk hadir pada acara-acara tersebut.
Blogger yang tidak diundang untuk hadir secara langsung pada sebuah acara yang diadakan oleh ASUS juga seringkali diundang untuk terlibat secara online melalui sebuah live stream. Biasanya terdapat aktivitas khusus untuk blogger yang terlibat secara online.
Bahkan kini, pada saat blogger mulai banyak beralih menjadi konten kreator yang lebih luas, dukungan ASUS tetap tidak surut, baik untuk mereka yang mulai beralih ke pembuat konten video maupun yang masih bertahan dengan konten teks seperti blogger.

Perangkat Ngeblogku
Mengingat dukungan ASUS kepada para blogger, dan tentunya termasuk juga kepada saya, maka tentu tidak salah jika saya memilih perangkat ASUS dalam membuat berbagai konten.
Kebetulan memang mulai era dekade kedua ngeblog ini saya lebih banyak menggunakan laptop karena mobilitas mulai meningkat. Sebelumnya saya lebih banyak menggunakan PC desktop.
Laptop ASUS yang saya gunakan adalah Vivobook S14 OLED (K3402ZA). Memang sekarang ini, Vivobook S14 OLED (K3402ZA) tak lagi masuk ke dalam jajaran laptop terkini karena sudah berusia 2 tahun, tetapi penerusnya, yaitu Vivobook seri S alias Slim, masih tetap ada, bahkan salah satunya kini menggunakan prosesor Snapdragon X Elite, yaitu ASUS Vivobook S15 OLED (S5507).
Laptop yang saya gunakan untuk membuat konten, meskipun telah berusia 2 tahun, tapi masih sangat bisa diandalkan. Tulisan-tulisan terkini di Blog Oom Yahya saya buat bergantian menggunakan laptop tersebut dan PC desktop.
Sedangkan berbagai video di channel Ogitu Doang, semua saya sunting dengan bantuan laptop Vivobook S14 OLED (K3402ZA) tersebut. Salah satunya adalah video review ASUS Vivobook S15 OLED (S5507) yang tadi saya sebutkan.
Keunggulan laptop ASUS Vivobook S14 OLED (K3402ZA) yang saya gunakan tersebut adalah tipis dan ringan, jadi sangat membantu mobilitas saya.
Meski tipis dan ringan, performanya tak perlu diragukan karena menggunakan CPU Intel® Core™ i5 generasi ke-12 dan GPU Intel Iris Xe, sebuah gabungan prosesor yang mendapat predikat Intel® Evo™.
Bukan cuma itu, Intel® Evo™ juga mensyaratkan bahwa sebuah laptop harus memiliki baterai yang irit dan isi ulang cepat.
Untuk menemani saya bekerja saat “beridentitas” sebagai seorang blogger, ASUS Vivobook S14 OLED (K3402ZA) ini sangat mumpuni. Asal baterai sudah diisi penuh, tak perlu khawatir saat charger tertinggal karena daya baterainya sanggup menghidupi laptop untuk jangka waktu yang panjang (bahkan mencapai 8-10 jam).

Hanya saja, ketika saat ini saya mulai sedikit bergeser menjadi pembuat konten video, ASUS Vivobook S14 OLED (K3402ZA) saya ini mulai terasa sedikit terengah-engah.
Bukan soal performanya ya, karena masih sanggup menjalankan aplikasi Filmora dan melakukan render video. Cuma ya itu, kalau pas menggunakan aplikasi Filmora, apalagi saat render video, kipasnya bunyi kenceng banget dan baterainya jadi relatif lebih boros.
Jadi sepertinya memang saya butuh laptop baru untuk menunjang aktivitas saya yang kini lebih banyak membuat video ketimbang ngeblog.
Namun tentunya identitas sebagai blogger tak akan saya lupakan, bagaimanapun popularitas (dan rezeki) saya di dunia maya bermula sebagai seorang blogger. Salah satu tandanya adalah domain Blog Oom Yahya ini yang tetap saya perpanjang meskipun frekuensi update blog sudah sangat rendah, hehe.
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog 2015 ke 2025 Perjalanan Ngeblogku yang diadakan oleh Gandjel Rel.
Follow me on social media:
Leave a Reply