Akhirnya kesampaian juga niat saya mengisi komputer saya dengan ketiga OS terbaru itu. Windows 7 yang saya gunakan masih versi trial 30 hari yang bisa diextend sampai 120 hari.
Sedangkan Linux-nya tidak perlu dipertanyakan lagi – gratis! (ups sori, bukan gratis, tapi bebas saya download) :p
Sekedar info, spesifikasi komputer saya adalah:
- Intel Core2Duo E7200 2.533 GHz
- MB Asus P5GC-MX
- HardDisk Maxtor 160GB SATA
- RAM Kingston 2 GB
- nVidia GeForce 7200GS 256 MB
Berikut pengalaman dan review saya mengenai ketiga OS yang rilisnya hampir bersamaan itu.
Instalasi Windows 7 berjalan mulus. Seluruh hardware terdeteksi dengan baik dan saya tidak perlu repot-repot membongkar CD bawaan masing-masing perangkat keras untuk mencari drivernya. Linux Fedora 11 dan Ubuntu 9.04 yang sebelumnya telah ada di komputer saya juga tetap dapat booting dengan baik.
Masalah muncul ketika saya menginstall Fedora 12. Seperti biasa, saya selalu menginstall GRUB di partisi Linux, bukan di MBR. Kontrol booting saya serahkan pada BCD milik Windows. Tapi entah apa sebabnya, tiba-tiba komputer tidak dapat booting karena tidak ada informasi booting di MBR. (doh) Terpaksa saya perbaiki partisi MBR tersebut dengan DVD Instalasi Windows 7 dan untungnya bisa.
Lalu Ubuntunya juga bikin masalah. Karena dia menggunakan GRUB2, maka BCD dengan sukses tidak mampu berkenalan dengan GRUB2 dan alhasil Ubuntu gagal booting. Solusi yang saya ambil adalah install ulang Ubuntu dan tidak menginstall GRUB2 sama sekali. Lalu saya menambahkan entri ke Ubuntu pada GRUB Fedora. Dan akhirnya Ubuntu berhasil booting. (dance)
Kesan pertama, Windows 7 memiliki tampilan desktop yang terbaik! Disusul oleh Fedora 12 dan yang paling buruk adalah Ubuntu 9.10. Entah kenapa, theme berwarna coklat yang menghiasi Ubuntu selalu nampak muram bagi saya. Berbeda dengan Windows dan Fedora yang didominasi warna biru yang cerah. Memang itu bisa diganti, tapi kesan pertama itu sangat bermakna, bukan?
Soal kelengkapan perangkat lunak, tidak ada yang bisa mengalahkan Linux. Dalam satu paket instalasi, selalu sudah tersedia berbagai perangkat lunak yang siap membantu untuk pekerjaan sehari-hari, misalnya OpenOffice.Org dan GIMP. Cuma kalau soal multimedia, Linux selalu terbentur pada codec yang tersedia, walaupun itu bisa diinstal secara terpisah.
Urusan perangkat keras, sudah saya sebutkan sebelumnya bila Windows 7 tidak memiliki kesulitan dalam deteksi perangkat keras. Bila toh tidak bisa mendeteksi, driver bawaan perangkat keras tersebut hampir bisa dipastikan akan memberikan solusi. Nah, pas menggunakan Linux, hampir selalu yang jadi masalah adalah driver nVidia. Pada Fedora 12, saya sempat berjuang habis-habisan sebelum akhirnya VGA saya bisa berfungsi dengan baik. Sayang sekali "perjuangan" itu tidak sempat saya catat, sehingga saya tidak bisa membagikannya melalui blog ini.
Nah, dari hasil "pergaulan" saya dengan ketiga OS tersebut, saya menyimpulkan bahwa WIndows 7 tetaplah yang terbaik dan paling nyaman digunakan untuk bekerja. Karena itu, saya berencana untuk membeli Windows 7 dalam waktu dekat. Walau demikian, Linux tetaplah memiliki tempat di hati saya dan distro yang saya sukai masih tetap tidak berubah, Fedora.
Anda juga punya pengalaman dengan – setidaknya salah satu – ketiga OS tersebut? Silakan berbagi di sini.
==========
Tambahan informasi: terinspirasi dari komentar Paman Tyo, berikut waktu booting ketiga OS tersebut pada komputer saya:
Ubuntu 9.10: 37.54 detik.
Windows 7: 43.82 detik.
Fedora 12: 46.55 detik.
Waktu dihitung mulai dari pemilihan menu booting hingga desktop tampil dan siap bekerja.
Follow me on social media:
Leave a Reply