realme 7 hadir di Jogja

Beberapa hari yang lalu, saya menulis tentang mengintip isi kotak realme 7i, kini realme 7 dan realme 7i telah resmi hadir di Indonesia, dan secara khusus realme 7 hadir di Jogja.

Julukan kota pelajar memang tak pernah salah disematkan ke kota Yogyakarta atau secara gaul dipanggil Jogja.

Setiap tahun ada ribuan pelajar dan mahasiswa baru yang datang ke Jogja untuk menuntut ilmu.

Tahun 2020 ini, sekalipun sedang ada wabah, tetap tidak menyurutkan animo pelajar dan mahasiswa untuk menuntut ilmu di Jogja.

Tentunya sekarang dengan model pembelajaran dari rumah, setidaknya untuk semester awal 2020/2021, mereka tidak harus datang secara fisik ke kampus. Pembelajaran dilakukan secara online.

Sebagai gantinya, dibutuhkan gadget seperti laptop dan smartphone untuk mendukung proses belajar mengajar tersebut.

(more…)

Traveling Lewat Jalan Darat Itu Menyenangkan

Traveling Lewat Jalan Darat Itu Menyenangkan –Ā Orangtua saya dulu memiliki hobi traveling dan sebagian besar di antaranya dilakukan menggunakan mobil pribadi.

Ayah saya adalah seorang pengendara mobil jempolan dan memiliki intuisi tajam dalam mengenali jalan dan menentukan arah.

Dekade tahun 1980an hingga 1990an, mana ada GPS atau Google Maps. Namun ayah saya tak pernah membawa peta saat melakukan traveling dan tak pernah nyasar.

Biasanya traveling dilakukan pada saat liburan panjang, misalnya kenaikan kelas atau lebaran, dan dilakukan bersama-sama dengan keluarga besar.

Selain traveling saat liburan, keluarga kami juga sering saling berkunjung satu sama lain dan karena tempat tinggal saudara-saudara saya tersebar di area Joglosemar (Jogja Solo Semarang), maka wilayah tersebut tidak asing lagi buat saya.

(more…)

Gudeg Song Djie, Cita Rasa Jogja, Sentuhan Cina

ULTAH-GANDJELREL-2TH

Gudeg, sebuah nama yang tak perlu diragukan lagi pasti semua orang tahu terasosiasi erat dengan kota Jogja. Satu lagi keunikan gudeg adalah nyaris selalu terasosiasi dengan nama perempuan.

Orang di luar Jogja pasti kenal dengan gudeg Bu Tjitro, Yu Djum, atau Juminten. Dan nama-nama tersebut adalah nama yang sangat luwes sebagai nama perempuan Jawa atau Jogja. Jadi klop.

Di tengah serbuan brand gudeg dengan nama perempuan, ada satu brand yang rada keluar dari pakem, yaitu gudeg Song Djie. Meski sebenarnya ada akhiran nama perempuan juga, yaitu gudeg Song Djie Bu Atmo, namun nama Song Djie jauh lebih populer.

Song Djie terkesan sebagai sebuah nama Cina, padahal aslinya adalah sebuah singkatan dari kosong sidjie alias nol satu. Sebuah pengharapan bahwa gudeg tersebut akan selalu menjadi nomor satu di Jogja bahkan di Indonesia.

Kesan nama Cina tersebut bukanlah satu-satunya nilai jual gudeg Song Djie.

(more…)