Ulasan MatchDay 1 Piala Dunia 2014

Di beberapa gelaran Piala Dunia dan Piala Eropa yang lalu saya bisa dibilang aktif menulis ulasan pertandingan, meski saya hanya mengambil beberapa tim favorit saja. Namun di Piala Dunia 2014 ini, rasanya kok malas banget mau menulis. Entah kenapa. Tapi ya dorongan menulis itu akhirnya muncul juga walau telat. Jadinya saya baru mulai menulis ketika seluruh pertandingan di MatchDay 1 sudah kelar. Tapi gapapa lah, semoga ini menjadi pemicu untuk menulis ulasan-ulasan pertandingan yang lain.

Berikut beberapa hal yang menarik di MatchDay 1 Piala Dunia 2014.

Brasil vs Kroasia

Sebagai tuan rumah, Brasil mengambil opsi untuk bermain di partai pembuka. Tuan rumah bertanding di partai pembuka ini ngetrend sejak Jerman jadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Padahal di Piala Dunia 2002 dan sebelumnya, pertandingan pembuka selalu dilakoni oleh juara bertahan.

Barangkali sebagai tuan rumah, mereka ingin memiliki jeda antar pertandingan yang lebih panjang. Ya gapapa, namanya juga tuan rumah.

Dan belum apa-apa memang pertandingan sudah menuai kontroversi. Brasil mendapatkan penalti ketika skor 1-1 dan itu akhirnya menjadikan mereka unggul 2-1. Padahal dari tayang ulang terlihat bahwa pelanggaran yang terjadi tidak layak diganjar penalti. Atau malahan bahkan tidak layak disebut pelanggaran.

Tapi ya gitu deh, tuan rumah. Jadi kalau andaikata misalnya umpama saya punya uang nganggur, saya akan bertaruh kalo Brasil yang bakal juara di Piala Dunia 2014 ini. (upss)

Spanyol vs Belanda

Inilah pertandingan yang paling dibicarakan di MatchDay 1. Spanyol kontra Belanda merupakan partai ulangan final Piala Dunia 2010. Waktu itu Spanyol yang keluar sebagai juara dengan menaklukkan Belanda 1-0. Padahal sebenarnya Belanda punya peluang jadi juara saat Arjen Robben dua kali tinggal berhadapan dengan Iker Casillas namun dua kali pula dia gagal memanfaatkan peluang emas itu.

Rupanya kali ini Robben tak mau gagal lagi. Dua kali peluang emas dikonversinya menjadi gol. Ditambah dengan dua gol Robbin Van Persie (yang salah satunya berpeluang menjadi gol tercantik di Piala Dunia 2014 ini) dan satu lagi dari Stefan de Vrij, Belanda sukses melumat Spanyol dengan skor telak 5-1.

Casillas yang biasanya dingin di depan gawang kali ini bermain sebagai basis (bahan siksaan) (lmao)

Inggris vs Italia

Big match lain yang ada di MatchDay 1. Jujur saja, pertandingan ini relatif kurang menarik karena berjalan lamban. Hanya pada beberapa kesempatan terjadi saling serang, namun di luar itu kebanyakan hanya berputar-putar di lini tengah tanpa “tusukan” berarti ke arah gawang.

Hal positif yang saya amati di pertandingan ini adalah manisnya sikap Balotelli serta jalannya pertandingan relatif bersih dari pelanggaran. Cuma 1 kartu kuning yang “terbit” di pertandingan ini.

Italia unggul lebih dahulu lewat sepakan keras Marchisio yang diawali dengan gerakan dummy rekan setimnya di Juventus, Andrea Pirlo. Namun entah kenapa saat itu saya punya feeling kalau gak lama Inggris bakal membalas. Dan ternyata benar, sekitar 2.5 menit kemudian Inggris menyamakan kedudukan melalui Daniel Sturridge. Namun Italia berhasil “menutup” pertandingan dengan skor 2-1 melalui gol Balotelli.

Argentina vs Bosnia-Hersegovina

Lagi-lagi Messi jadi sorotan karena bisa dibilang selalu gagal saat bersama Argentina padahal begitu cemerlang di Barcelona. Dan nampaknya di pertandingan ini, Messi benar-benar lega karena berhasil membawa kemenangan Argentina 2-1. Satu gol berhasil disarangkannya dan satu gol lagi memang bunuh diri pemain Bosnia-Hersegovina tapi itu juga akibat “ulah” Messi. Semoga bisa bersinar di Piala Dunia 2014 ini, Messi.

Jerman vs Portugal

Jika Messi cemerlang, maka Christiano Ronaldo yang selalu menjadi rivalnya meredup. Sinar terangnya kalah oleh Thomas Muller yang mencetak hattrick dan membawa Jerman menang 4-0 atas Portugal. Bukan cuma kekalahan itu yang membuat Portugal dirundung duka. Kartu merah Pepe ditambah cederanya Hugo Almeida dan Fabio Coentrao memperberat peluang mereka meski di pertandingan berikutnya mereka “cuma” bertemu Amerika dan Ghana yang di atas kertas lebih lemah daripada Portugal.

Bagi Jerman, kemenangan ini membuat mereka menjadi tim yang selalu tampil impresif di pertandingan perdana grup sejak era 2000-an karena menang dengan jumlah gol yang besar. Tahun 2002 mereka menang 8-0 atas Arab Saudi, 2006 4-2 atas Kosta Rika, dan 2010 4-0 atas Australia.

Cuma agak disayangkan, begitu memasuki fase-fase penting seperti semifinal, Jerman seperti kehilangan akal dan tak berdaya menghadapi lawan-lawannya. Semoga kali ini tidak begitu dan bahkan bila tidak ada faktor X sebagai tuan rumah, bisa saja Brasil akan tenggelam oleh kecermelangan Jerman.

Follow me on social media:

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.