Sekitar bulan Mei 2009, seorang kawan mengajak saya berlibur ke Singapore. Saya tantang dia, “Bayarin saya dong!” Dia cengar-cengir dan menjawab begini, “Okeh, tiketnya saya tanggung. Akomodasi dan lain-lain bayar sendiri”. Rupanya dia berani “mentraktir” saya karena dia mendapatkan promo tiket gratis AirAsia menuju ke Singapore. (taser) Pikir-pikir, OK lah. Kapan lagi terbang gratis ke Singapore.
Teman saya menetapkan tanggal perjalanan ke Singapore adalah 5-8 Februari 2010. Saya tidak tahu alasan dia memilih tanggal itu tapi hal itu tidaklah terlalu menjadi masalah.
Bulan Januari 2010 saya segera mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan. Ya intinya cuma bikin paspor sih, wong NPWP sudah punya.
Akhirnya tibalah tanggal 5 Februari 2010 yang ditunggu-tunggu itu.
Di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, setelah check in, saya masuk ke sisi sebelah timur, ke ruang tunggu keberangkatan internasional. Di sana sudah ditunggu oleh petugas imigrasi. Saya diminta menyerahkan fotokopi paspor dan NPWP untuk mendapatkan cap bebas fiskal. Sebelum masuk ke ruang tunggu, sekali lagi diperiksa paspornya oleh petugas imigrasi dan ditanya tujuan kepergian.
Sesampainya di Changi, saya langsung mengaktifkan HP saya dan switch ke jaringan SingTel. Lalu segera mencari teman saya yang sudah sampai duluan karena flight dia dari Bali memang berangkat duluan. Setelah bertemu, kami lalu mencari informasi mengenai cara untuk menuju Lucky Plaza, Orchard Road, tempat kami menginap.
Kami memutuskan untuk naik MRT. Nah, dari Terminal 1 Changi, kami harus menuju Terminal 2 terlebih dahulu karena “stasiun” MRT ada di sana. Dari Terminal 1 menuju ke Terminal 2 tersedia skytrain, free.
Sampai di Orchard Road, kami harus tanya sana-sini untuk bisa menuju ke Lucky Plaza. Gedungnya sih kelihatan, tapi di seberang jalan. Dan kami ndak berani sembarangan menyeberang, Singapore is fine country. (haha)
Setelah tiba di Lucky Plaza pun kami tetep bingung, gimana menuju ke Lantai 30 tempat kami menginap. Untungnya ipar saya yang kerja di Singapore menyusul ke Lucky Plaza dan mengantar kami. Di apartemen lantai 30, kami sempat shock karena ternyata pengelola apartemen mengaku tidak menerima booking dari kami. Sekali lagi kami beruntung karena masih ada kamar kosong di lantai 18. Nah, malah enak, lebih ke bawah. Kamar yang kami tempati sewanya $85 semalam. (Dollar Singapore yach, bukan US, itu sekitar Rp 6700 per dollarnya) :p
Istirahat sebentar, kami lalu memutuskan jalan ke Suntec, Esplanade, dan Marine Bay (yang sayangnya belum selesai dibangun).
Hari kedua, kami menuju ke Sentosa Island. Sudah terbayang asyiknya mengunjungi Universal Studio. Tapi ternyata itu hanya tinggal angan, karena belum dibuka. (maksudnya belum beroperasi) (idiot) Lokasinya memang sudah boleh dimasuki tapi belum ada 1 wahanapun yang siap digunakan. Ya akhirnya kami menghabiskan seharian itu untuk muter-muter di Sentosa Island, sambil menunggu pertunjukan Song of The Sea malam harinya. Untunglah cukup banyak objek yang bisa memanjakan mata di Sentosa Island. (evil_grin)
Hari ketiga jatuh di hari Minggu. Karena itu paginya saya mencari gereja terlebih dahulu. Untunglah ada yang cukup dekat dengan Lucky Plaza dan kebetulan sekali gereja itu adalah komunitas orang Indonesia yang ada di Singapore. Lalu sisa hari itu kami habiskan untuk belanja oleh-oleh di China Town dan Little India. Mau mampir ke Bugis, tapi gak jadi karena ramainya luar biasa.
Besoknya saya sudah terbang lagi ke Indonesia.
Sayangnya saya agak kesulitan mencari koneksi internet di Singapore. Memang ada Wireless@SG di hampir seluruh area Singapore, tapi harus register dulu dan setelah register, 6 jam kemudian sudah expired. Kesulitannya adalah mencari lokasi untuk melakukan registrasi. Ya udah, boleh dibilang saya kembali ke jaman primitif, hehehe. Karma Plurk saya bahkan sampai merosot. *gak penting*
Nah, sedikit tips kalau mau ke Singapore tapi ngirit:
- Cari penginapan di Lucky Plaza, banyak orang Indonesia punya apartemen di sana dan disewakan. Boleh dibilang yang menginap di sana adalah orang Indonesia semua. Harga gak mahal-mahal amat.
- Makan di food court yang ada di Mall atau lokasi wisata. Biasanya tidak terlalu mahal harganya. Harga makanannya sekitar $3-$5 dan minumannya sekitar $1-$2. Kalau mau lebih ngirit, beli minum di supermarket. Minuman yang 1 literan harganya kira-kira $1-$2, sama dengan di food court, tapi khan bisa untuk minum seharian. (lol)
- Ke mana-mana naik MRT saja, jangan naik taksi.
- Kalau suka beser, pake adult diaper (lmao) soalnya pipis aja bayar 20 sen.
- Taat aturan karena dendanya besar kalo dilanggar, misalnya gak boleh menyeberang sembarangan, gak boleh makan/minum di MRT, gak boleh kentut di lift. (lmao)
Tips yang lain: kuatkan iman Anda, karena kalau tidak kuat, bisa tiap hari mimisan. (rofl) Di Singapore sangat mudah dijumpai cewe pake rok super mini atau hot pants dan baju berbelahan dada sangat rendah. (ninja)
Update: foto-foto saya selama di Singapore bisa dilihat di sini.
Follow me on social media:
Leave a Reply