Catatan Usil Yahya Kurniawan

Brongkos Kranggan

Kota Yogya itu unik. Dan salah satu keunikannya adalah tersedianya berbagai kuliner yang unik. Unik, bukan? :mrgreen:

Nah, yang akan saya jadikan objek posting ini adalah brongkos. Brongkos adalah masakan khas Yogya yang mirip dengan rawon. Sama-sama gelap karena dimasak menggunakan kluwek. Bedanya adalah pada rasa. Kalau rawon itu cenderung gurih/asin, maka brongkos cenderung manis dan biasanya juga agak pedas.

Walaupun brongkos adalah masakan khas Yogya, namun ternyata relatif jarang warung atau restoran di Yogya yang memiliki menu brongkos.

Salah satu penjual brongkos yang menjadi langganan saya adalah brongkos di jalan Kranggan. Apa nama warung atau restorannya? Nah itulah uniknya. Penjual brongkos ini sama sekali tidak memiliki warung atau restoran. Dia cuma "menggelar" dagangannya di emperan sebuah rumah. Emperan yang sering digunakan adalah emperan rumah Jl. Kranggan no 42 (dealer mesin jahit Singer).

Ibu itu mulai standby di TKP sekitar pukul 06.00 – 06.30 pagi.

Herannya, walau cuma digelar seperti itu, brongkos kranggan ini laris luar biasa. Kadang jam 07.30 saja Anda sudah tidak kebagian apa-apa. Dan kalau lagi antre, antriannya bisa cukup panjang.

Pelanggan brongkos kranggan ini bukan cuma penduduk sekitar, tapi juga "atlet" lari/sepeda pagi, para pengantar sekolah (kebetulan sekitar 100 m dari TKP ada sekolah), dan para pelanggan lain.

Kebanyakan pembeli memang membeli brongkos tersebut untuk dibawa pulang. Tapi bisa juga kalau Anda ingin menikmatinya saat itu juga. Kalau mau makan di TKP, ibu penjual brongkos itu menyediakan pincuk (piring yang dibuat dari daun) dan sendok. Posisi makannya ya cuma duduk di emperan itu. Cuma penjual brongkos itu tidak menyediakan minuman. Anda harus bawa sendiri.

Anda ingin mencoba? Segeralah meluncur ke Jl. Kranggan. Tapi ingat pesan saya tadi, jangan datang kesiangan dan bawa minum sendiri.

20 Responses to “Brongkos Kranggan

  1. ga pernah nyoba… :(

  2. kalau ke Banjarnegara,
    coba pepes mujair-nya,
    plus pepes mlanding-nya,
    pastinya siiippp
    dan pingin balik lagi.

  3. Wah, kok brongkosnya pake telor? Klo dirumah, biasanya isinya tetelan daging sama buncis…

  4. #4
    Ada sih ayamnya, cuma saya memang lebih suka pake telor :D

  5. Sing dodolan mboke Giovanni van Brongkos yo dab? Lha itu kan jalurku kalo mau ke kampus kita tercinta itu to?

  6. mbikin kangen Jogja.. :( (

  7. siggh.. :( jadi rindu pengen makanan jawa

  8. Wedew, jadi pingin cepet-cepet pulang ke Jogja…

    Besok deh pas Agustusan tak makan gudeg, brongkos, lotek, dll biar puas :)

  9. kayaknya aku pernah makan di situ tuh….udah lama banget kok…tapi sekarang masih ada ya ibu itu….luar biasa…. :D

  10. jrit
    seuwen2 nang jogja rung tau mangan brongkos iiiiiikkksss ;) )

  11. ngeliat fotonya jadi lapar eiii…. :D

  12. waduh !!! saya deket tp kok ndak tau ya… *ngiler*
    tp jam 6 ???? wuah ????

    top markotob, sip markosip, dab….
    saya bener2 ngiler, dan krn deket ma rumah, boleh dicoba nih…

    *jd inget mbok2 penjual jenang gempol itu…*

  13. GALUH

    Lho kita tinggal di belanda, mau bikin brongkos.
    Coba kasih resepnya yg asli pakai kacang polong.
    Thanks

  14. Lihatlah para bronxcost maniax sedang menyantap brongkosnya si”emboke”.

  15. di pontianak gak ada yg jual brongkos….;p Eh, kalo mau coba brongkos variasi lain: di bawah jembatan krasak (salam-muntilan), pojok, deket pasar. Gak jauh dr yk….coba aja.

  16. Ananto Prayitno

    (hungry) jadi kangen yogya nich..terutama brongkosnya…

  17. Pingback: PB09 Chapter Jogja: Meriah Tapi Prihatin

  18. Hi m’Yahya,

    Apakah Anda pemilik MJ Tours&Travel yang beralamat di: Mantrijeron MJ III/890 Gang Surami, Yogyakarta 55143 – Indonesia? Pertanyaan ini saya ajukan karena secara tidak sengaja saya menemukan salah satu foto Brongkos yang Anda pasang dalam artikel ini terpampang di dalam web milik MJ Tours tersebut.

    Silakan di-check pada link berikut: http://mjtourstravel.com/web/page/Yogyakarta-Tour-Traditional-food

    Terima kasih.

    Salam,
    Vina

  19. saya sering menikmati brongkos yang di bawah jembatan daerah tempel, warung ijo.. mahal sih ukuran kantong :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>