Dialog antara blogger Riyogarta dan Roy Suryo akhirnya benar-benar berlangsung. Kenapa blogger saya coret? Karena Riyogarta sendiri mengatakan bahwa dia mewakili dirinya sendiri, bukan komunitas blogger. Saya sendiri tidak mengikuti acara tersebut karena banyak faktor yang tidak mendukung. Jam acara tersebut melewati jam-jam di mana saya harus menjemput anak saya pulang sekolah, tapi yang paling memberatkan jelas adalah lokasi acara yang diadakan di Jakarta, sementara saya tinggal di Jogja (tapi aseli saya ndak tau di mana rumah Roy Suryo). Mau nonton via video streaming juga gagal, karena membludaknya animo masyarakat TI untuk menonton acara tersebut.
Setelah acara selesai, saya juga malas mendownload hasil rekamannya. Mendingan menunggu laporan pandangan mata blogger atau media yang lain. Dan ternyata sudah ada beberapa yang memberikan laporannya, di antaranya:
- Laporan Dialog Terbuka
- Dialog Blogger dengan Roy Suryo : laporan acara
- Roy Suryo: Membuat Blogger Positif Untuk Indonesia
- Serunya Roy vs Riyogarta
- Waktu Sempit, Blogger Tak Puas Jawaban Roy Suryo
Sebelum acara dimulai, saya sebenarnya sempat mengintip sedikit video streaming yang disediakan oleh Binus. Satu hal yang membuat saya agak kaget adalah tulisan yang terpasang pada banner: Membuat Blog Positif Untuk Indonesia.
Lha, sebenarnya acara ini khan dialog untuk melakukan konfirmasi atas berbagai pernyataan Roy Suryo yang menyudutkan blogger, tapi kok judul acaranya sendiri sudah menyudutkan blogger? Memangnya sejak kapan blogger punya citra negatif? Justru blogger punya citra negatif karena perkataan Roy Suryo yang sebenarnya hendak diklarifikasi, bukan? Rasanya seperti sudah 1-0 untuk Roy Suryo.
Syukurlah akhirnya acara berjalan dengan baik dan yang saya kuatirkan tidak terjadi. Apa itu? Saya kuatir pihak blogger menjadi terlalu emosional sehingga Roy Suryo akan nampak seperti pihak yang teraniaya. Padahal kondisi seperti itu justru bisa makin meroketkan popularitas Roy Suryo. Dan kalau melihat laporan blogger-blogger yang lain, nampaknya malah Roy Suryo yang sedikit tersudut dengan melemparkan kesalahan kepada media massa.
Nah, media massa, jadi Anda sudah tahu khan, daripada salah kutip, sebaiknya tidak usah mengutip Roy Suryo.

Masih menurut laporan blogger/media yang lain, nampaknya Roy Suryo juga belum berhasil memberikan klarifikasi apa itu blogger positif dan blogger negatif. Jadi sebaiknya kita kembalikan saja ke posisi semula, blogger adalah blogger.
Sebagai perbandingan, pernahkan kita mendengar istilah wartawan positif dan wartawan negatif? Atau mungkin pengacara positif dan pengacara negatif? Terlepas dari isi tulisannya, wartawan adalah wartawan. Terlepas dari isi pembelaan hukumnya, pengacara adalah pengacara.
saya sebenarnya menyesalkan sekali krna beliau uknowwho itu sudah bikin persepsi negatif ttg bloger, dirinya sendiri kan yg melempar opini itu. dan faktanya bapak saya yg jauh di papua sana (lumayan sudah ngerti internet dikit) setelah tau saya punya blog and ikut gabung dengan bloger2 lain di jogja justru di marahin. dianggap g penting, negatif deh pikirannya bapak saya ttg bloger. dan semua itu bermula dari siapa??? yah si pakar komunikasi itu. makasih yah bapak “pakar” opini anda bisa sampai ke lapisan masyarakat tapi tidak mau anda klarifikasi lagi dengan baik. diskusinya kurang nih waktunya. hufff, ktnya moderatornya jg krg yah?? apa khilaf aja *ingat tika* hehe.
Leave a Reply