Mitos Seputar Vasektomi  – Belakangan ini istilah banyak anak banyak rejeki nampaknya sudah sangat tidak populer. Justru pada jaman modern ini nampaknya banyak anak malah bikin susah. Karena itu banyak keluarga muda yang sekarang ini mengikuti berbagai macam program KB untuk “menghambat” laju pertumbuhan jumlah anak.

Dengan KB, mereka bisa melakukan kegiatan “membikin” anak tanpa harus “menghasilkan” anak. :mrgreen:

Buat mereka yang kelak masih ingin untuk menambah jumlah anak, ada berbagai macam pilihan alat kontrasepsi yang tersedia, mulai dari Kondom, Pil KB, Suntik, Susuk, dan lain-lain. Sedangkan bagi mereka yang sudah tidak ingin menambah jumlah anak atau yang disarankan untuk demikian karena situasi tertentu, ada dua jenis KB yang sebaiknya ditempuh, yaitu Tubektomi dan Vasektomi.

Tubektomi (dilakukan pada wanita) adalah proses pemotongan tuba fallopii sehingga sel telur tidak akan pernah sampai ke rahim. Sedangkan Vasektomi (dilakukan pada pria) adalah proses pemotongan vas deferens sehingga sel sperma tidak dapat menuju ke saluran pengeluaran.

Nah, saat hendak memutuskan untuk mengambil langkah KB permanen ini, biasanya pihak wanita lah yang menjadi “korban” karena mereka yang harus menjalani tubektomi. Padahal proses operasi dan potensi resiko lebih besar. Ini semua terjadi karena budaya patriakal yang begitu dominan ditambah adanya berbagai hal yang salah dan menjadi mitos seputar vasektomi.

Sebagai orang yang sudah menjalani vasektomi, saya akan berbagai pengalaman saya sekaligus meluruskan mitos-mitos tersebut.

 

1. Vasektomi dilakukan dengan memotong penis.

Wah, ini jelas mitos yang amat sangat menyesatkan. Operasi vasektomi dilakukan hanya dengan sedikit melukai pangkal penis. Bekas lukanya saja hanya sekitar 5 mm.

 

2. Setelah vasektomi, penis tidak dapat berdiri.

Vasektomi bukan kebiri. Jadi para pria sama sekali tidak perlu kuatir karena tidak ada bagian dari kejantanannya yang diambil. Penis Anda tetap berfungsi normal seperti sebelumnya. Bahkan Anda sebenarnya tetap memproduksi sel sperma, hanya saja sel tersebut tidak berhasil menuju ke tempat yang benar karena salurannya sudah dipotong.

 

3. Tidak ada cairan yang keluar saat ejakulasi.

Tentu saja tetap ada cairan yang keluar. Memangnya lalu diganti dengan hembusan angin? :mrgreen: Cairan yang keluar saat ejakulasi itu adalah cairan semen. Sebelum vasektomi, cairan semen itu mengandung sel sperma. Setelah operasi, sel sperma itulah yang hilang dari cairan semen.

 

4. Gairah seks menurun pasca operasi.

Gairah seks tidak menurun pasca operasi. Bahkan saat masih diplesterpun saya sudah punya gairah. :mrgreen: Justru gairah seks bisa jadi malah naik karena sudah tidak punya kekuatiran “menghamili” istri. Saya sendiri merasakan frekuensi dan durasi ML justru meningkat, hehehe.

 

5. Operasi vasektomi adalah pekerjaan yang “berat”

Justru sebaliknya, proses operasi vasektomi cukup ringan dan cepat. Biusnya pun lokal saja. Saya malah bisa pulang dengan nyetir mobil sendiri.

 

Mudah-mudahan tulisan saya ini bermanfaat, terutama bagi para suami yang masih ragu untuk mengambil keputusan vasektomi.

Tulisan terkait mengenai hal ini dari sudut pandang istri saya ada di sini. (Mohon maaf karena keterlambatan perpanjangan domain, domain blog istri saya kini sudah dimiliki oleh orang lain)

Follow me on social media:
Mitos Seputar Vasektomi

86 thoughts on “Mitos Seputar Vasektomi

  • 13/08/2008 at 8:03 pm
    Permalink

    pertamax.

    ijin save as buat lelaki ku

    semoga nanti dia yg ber-KB, tentu saja setelah setoran anak sudah cukup.

    Reply
  • 13/08/2008 at 8:23 pm
    Permalink

    Durasi…..durasi lho meningkat :)

    Reply
  • 13/08/2008 at 9:48 pm
    Permalink

    wah tapi saya tetep ngeri lho membayangkan “anu” saya digores dengan pisau bedah…. hiiiii…

    Reply
  • 14/08/2008 at 8:52 am
    Permalink

    Bikin anak jalan terusss…rizki tinggal jemput :)

    Reply
  • 14/08/2008 at 11:51 am
    Permalink

    Huaduh… ga tega nih :D, serius nih mas sudah vasektomi. Hebat euy. Ngebayangnya aja sampai merinding

    Reply
  • 14/08/2008 at 12:31 pm
    Permalink

    #4
    Teorinya sih bisa, dengan menyambung kembali saluran yang diputus. Teknologinya juga sudah bisa. Tapi % keberhasilan kecil

    #8
    Iya, mas, salah itu

    Reply
  • 14/08/2008 at 12:54 pm
    Permalink

    membaca ini saya jadi ngilu,,,

    Reply
  • 14/08/2008 at 2:09 pm
    Permalink

    waduh saya belum nikah jeh :D

    Reply
  • 14/08/2008 at 6:52 pm
    Permalink

    ngakak mpe guling2 baca komen nya mas iman….

    wah, 30+ ini artikelnya….

    saya gag mau baca ah…miris

    Reply
  • 14/08/2008 at 7:51 pm
    Permalink

    *ngelirik para pria2 itu*

    kenapa sih, pd ketakutan gt ?? trus istrinya yg disuruh berkorban gt ?? ga ngerasain ya, sedari akil baligh same menopouse, yg namanya perempuan itu akrab dg rasa sakit -sakit mens, sakit hamil, sakit melahrkan, sakit meopouse-

    *hihihhi, nyolot*

    udah baca mas., tp td di hape dan pas lg ngisi training gt..eh bs jd artikel terpilih pendukung KB lho^^

    ayo….CA bikin bisnis konsultan seks satu atap…^^

    Reply
  • 15/08/2008 at 10:25 am
    Permalink

    salut pak yahya..
    buat yg takut pisau bedah ada jg vasektomi tanpa pisau..tp utk motong salurannya ya tetep pake yg tajem..bukan gunting rumput :D

    Reply
  • 15/08/2008 at 11:38 pm
    Permalink

    Vasektomi dalam istilah orang dinas KB adalah MOP (MetodeOperasi Pria).

    Dari 100% peserta KB, Pria hanya 6%.

    MOP dilakukan dengan persetujuan Istri.

    Reply
  • 16/08/2008 at 8:48 am
    Permalink

    jah…, sayangnya vasektomi dan tubektomi ndak bisa di-undo. lo pengen punya anak lagi masak harus bayi tabung…?

    Reply
  • 16/08/2008 at 11:08 am
    Permalink

    ada video tutorialnya ndak? tapi bukan video pas operasi.. tapi.. anu.. eehh… ah, sudahlah…

    *beli kondom*

    Reply
  • 16/08/2008 at 11:09 am
    Permalink

    Mega? negoro endi iku?

    saya di MALANG, pak!

    Reply
  • 16/08/2008 at 11:17 am
    Permalink

    #18
    Lha khan memang ditujukan untuk yang sudah ingin KB permanen, kalau belum ya jangan

    #20
    Maklumlah, Zam, pake plugin yang databasenya gratisan :mrgreen:

    Reply
  • 17/08/2008 at 4:53 pm
    Permalink

    Gairah seks tidak menurun pasca operasi. Bahkan saat masih diplesterpun saya sudah punya gairah. Justru gairah seks bisa jadi malah naik karena sudah tidak punya kekuatiran “menghamili” istri. Saya sendiri merasakan frekuensi dan durasi ML justru meningkat, hehehe.
    Mesuuummm ;D

    Reply
  • 18/08/2008 at 2:49 am
    Permalink

    “Saya sendiri merasakan frekuensi dan durasi ML justru meningkat, hehehe.

    turut prihatin untuk bu yahya…

    Reply
  • 19/08/2008 at 2:30 pm
    Permalink

    [oot]
    @zam: pake indosat ya..safari windows jg kebaca mac.. [sama2 plugin db gratisan pak..]

    Reply
  • 20/08/2008 at 4:45 pm
    Permalink

    pak, operasinya di rumah sakit mana ? dengan dokter siapa ? dan biaya berapa ? terima kasih

    Reply
  • 21/08/2008 at 8:45 pm
    Permalink

    ni harusnya postingan serius ya…. tp kok saya ga berhenti ketawa ya baca artikel dan komentar2nya yang jahil-jahil…hehe….

    Reply
  • 26/08/2008 at 10:48 am
    Permalink

    Wah. Waktu remaja dulu saya sempet punya cita-cita divasektomi supaya bisa sembarangan buang ingus. Untung kembali ke jalan yang benar dan tetep ingusan.

    Anyway, saya pernah baca bukannya kalo divasektomi akhirnya buah zakar-mugahar (“pemberontak” nge-top itu loo) jadi mati dan jadi kempis mas? Selain takut menyesal pas pingin punya anak lagi, hal ini juga cukup membuat “si badu” jadi ciyut mendengar kata vasektomi mas…

    mohon pencerahannya demi masa depan “sibadu”. salam kenal…

    Reply
  • 04/09/2008 at 9:38 pm
    Permalink

    eh boleh tau lebih lanjut gak.. japri dong.
    setauku vasektomi gak musti di “putus” salurannya tetapi cuma diiket saja, sehingga bisa dikembalikan sewaktu-waktu.

    Reply
  • 07/09/2008 at 2:57 pm
    Permalink

    Takuut…
    Tapi keliatannya asyik tuh…
    Durasi meningkat? Jadi selama ini cuma hitungan detik ya? Trus sekarang jadi menit?

    Reply
  • 09/09/2008 at 11:07 am
    Permalink

    pak, boleh saya minta no.contact bapak..???
    kebetulan saya ditugasi di kuliah saya untuk membahas masalah vasektomi. mungkin bapak bisa dijadikan narasumber.
    balas ke email saya ya pa..

    Reply
  • 10/09/2008 at 12:02 am
    Permalink

    #28 yang di iket itu tubektomi, tul ga pak???

    Reply
  • 13/09/2008 at 11:51 pm
    Permalink

    iyaappphhh.. tengs ya om artikelnya.
    mudah2an papa2 yg baca artikel ini bisa paham pentingnya vasektomi.

    Reply
  • 14/09/2008 at 5:26 am
    Permalink

    kalau udah dirasa cukup dengan jumlah anak yang ada, ini menarik juga untuk dilakukan.. dan tampaknya risikonya sangat kecil…. wahai para mama, berbahagialah..

    btw, kenapa yang beginian namanya vasektomi dan tubektomi? kok berbau orde baru ya..? kenapa gak vasekjoni dan tubekwati? hehehe…. piss….

    Reply
  • 19/09/2008 at 11:15 pm
    Permalink

    cma 1 kaya buat pk yahya…SALUT
    smoga pria2 diluar sana sadar jg seperti anda

    Reply
  • 22/10/2008 at 4:43 pm
    Permalink

    wuahhhhh…

    two thunbs uP dechh, tP ngilu jg baca ceritanya..
    ayo.. ayo… syapa yang mu ikutan??

    Reply
  • 29/10/2008 at 11:06 am
    Permalink

    Wah…. jadi nambah semangat nih…
    Anakku udah mau 4, bro… sementara hasrat menggebu terus..
    Thanks informasinya.
    Bagus!

    Reply
  • 06/11/2008 at 4:47 pm
    Permalink

    boljug tuh biayanya brp seh???

    Reply
  • 16/12/2008 at 5:03 pm
    Permalink

    dimana bisa vasektomi, dan berapa biayanya

    Reply
  • 29/01/2009 at 8:28 pm
    Permalink

    saya rasa vasektomi masih bisa di undo ko… kemarin abru aja liat di tipi… wawancara langsung dngan pelakunya.

    Reply
  • 06/02/2009 at 9:34 pm
    Permalink

    Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…..! ngeri. tar g’ nikmat donk

    Reply
  • 20/04/2009 at 6:53 pm
    Permalink

    wahhh saya sie sbnarnya stuju bgt ma vasektomi…
    masa semua hal harus d bebankan ma Wanita mulu…
    Udah hamil,mlahirkan,ikut Kb lagi. (doh)

    ya…ngerasain enaknya sama..
    berkornan dong Untuk KB na.

    (angry)

    Reply
  • 22/04/2009 at 11:19 pm
    Permalink

    Maaf bung Yahya… Apakah hal ini seharusnya menjadi kekhawatiran bg kaum wanita, apabila pria yang di vasektomi maka dengan karakter pria yg suka selingkuh jadi sangat aman dan tetap nikmat krn tidak perlu pakai kondom… Tidak ada tuntutan dan barang bukti apapun? Dan bisa membuat para pria selalu bebas dr tanggung jawab, Rasulullah pernah menyampaikan bahwa kita harus mempunyai anak yg bibit bebet bobot yang baik untuk generasi yg berkualitas bgmn ini dikaitkan dengan hidup susah dengan banyak anak sementara kita hidup didunia rejeki semua ada yang mengatur, ada rejeki anak, ada rejeki keluarga… Mohon dibalas, terima kasih

    Reply
  • 23/04/2009 at 10:55 am
    Permalink

    @ Budi:

    ah, kalo selingkuh mah selingkuh aja. gak ada hubungannya dengan vasektomiatau tidak. yang ndak vasektomi aja juga masih bisa selingkuh dengan asyik, dengan cara klokur di lokur, misalnya.. :p

    Reply
  • 16/05/2009 at 3:47 pm
    Permalink

    yaaaach…….sekale – kele pria juga hrus ikut dalam program KB donx….????? :p masa cuma perempuan ae yang jadi budak buwat KB, bener gak… :p

    Reply
  • 11/06/2009 at 6:31 am
    Permalink

    mas, masih ada kemungkinan gak, kalo pria yg di vasek semenY masih mengandung sel sperma? alias bikin istriY hamil lagi? blz y coment ini k e-mail

    Reply
  • 04/07/2009 at 3:32 pm
    Permalink

    ada yang bs ngasi jwbanny ga neh ma aku??
    klo cowo bijinya diambil satu msi bs pnya ketrunan gak ntarnya?
    and pa ja efek sampingnya klo tinggal satu?

    Reply
  • 04/07/2009 at 4:47 pm
    Permalink

    Biji tinggal satu? Bisa kok punya anak. Bapak saya karena sakit atau kecelakaan gitu saya lupa, bijinya tinggal satu. Nyatanya saya lahir juga :mrgreen:

    Reply
  • 16/08/2009 at 9:41 pm
    Permalink

    mas penasaran niy…vasektomi msh bisa di undo gak siy…lebih beresiko or lebih mahal gak biayanya??? :-(

    Reply
  • 07/09/2009 at 3:46 pm
    Permalink

    weh, info yang menarik … selama ini suami emang ga keberatan di vasektomi, ketimbang saya yg ikut KB (belum nemuin mekanisme KB yang aman buat saya, katanya), tp justru saya yang ketakutan n mikir aneh2 shg memutuskan biar saya aja yg ikutan tubektomi. tp ternyata malah lbh simpel n lbh murah jg ya biayanya, ketimbang yg tubektomi. tp abis itu ga pake acara sakit jg kan? ga tega jg sih hehehe …

    Reply
  • 20/09/2009 at 8:07 pm
    Permalink

    NEHI NEHI OSERAAAAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!

    Reply
  • 22/10/2009 at 9:31 am
    Permalink

    Betul sekali apa yang diceritakan pak yahya
    begitu pula yang saya rasakan, tidak ada efeknya, lucunya sehabis KB itu, sewaktu di rung ganti baju malah si burungnya bisa langsung berdiri (walaupun hanya sebentar), jadi ya tetep joooooos tenan and good mar so good and top markotop
    buat yang sudah siap, mantapkan langkah kakimu, kalo bisa KB sekarang kenapa mesti besok

    Reply
  • 22/10/2009 at 3:14 pm
    Permalink

    Vasektomiku
    sedikit berbagi cerita tentang vasektomi nambahin cerita pak yahya

    setelah mendapat penjelas secara rinci dari dokter
    saya di suruh ganti baju dengan baju seperti operasi, bajunya tipis gitu jadinya burung agak kelihatan maju, kemudian naik meja operasi, kemudian batang penisnya diikat keatas arah pusar (diplester) kemudian sekitar telurnya di bersihkan pakai betadin, kemudian setelah betadin agak kering, dokter bilang maaf ya pak agak sakit dan mules nich sambil meraba-raba saluran spermanya, tau-tau mak encuuuuuuuzzzzzs, sakit banget dan mules di sekitar pangkal penis sebelah kanan, ternyata saluran sperma sebelah kanan sudah di suntik bius, kemudian dokter bilang skali lagi ya pak, setelah kepegang salurannya saya tarik nafas karena sudah tahu rasanya pasti kayak yang pertama, cuuuuuuzzzzzzss, gak kaget lach karena dah tahu, habis itu dah kerasa apa-apa lagi, tahu-tahu istriku yang setia disampingku dipanggil sama dokter, bu ini lo saluran spermanya warnanya putih mengkilat seperti warna bihun dan sebesar pentil, ternyata salurannya sudah dikeluarkan, kemudian di ikat pada 2 sisi kemudian dokter bilang sama istriku “bu saluran spermanya di potong ya” istriku menjawab “ya dok”, hanya istriku bilang didekat telingaku “mas…, saluranya udah di potong kemudian diikat lagi lalu dimasukan kedalam lagi, sekarang tinggal saluran yang sebelahnya”, kok ga terasa apa2 ya kataku, kemudian saluran yang satunya dokter sudah tidak menanyakan lagi sama istriku, ya hanya hitungan 10 menit sudah selesai dan bekas luka hanya di plester saja.

    Reply
  • 09/12/2009 at 6:36 pm
    Permalink

    :p (okok) bgs jg ulasannya bg para pria yg sadar ya mbok gantian kalau anaknya udah cukup (blush)

    Reply
  • Pingback:Ketika Gairah Ngeblog Menghilang « FromTo: gRy

  • 06/01/2010 at 9:42 am
    Permalink

    Pak yahya… Itu operasinya ke dokter apa yaa… Apa lsg bilang mau vasektomi… Klo datang tanpa istri apa boleh…

    Reply
  • 06/01/2010 at 9:44 am
    Permalink

    Waktu itu saya bersama istri habis konsultasi ke dokter kandungannya istri saya.
    Kalo tidak bersama istri, barangkali mungkin bisa ke dokter bedah atau tanyakan saja ke RS langganan Adna.

    Reply
  • 26/06/2010 at 8:35 pm
    Permalink

    Pa Yahya,ayah saya sudah lama divasektomi.mungkin sewaktu saya berumur 14 thn.Sekarang saya berumur 30th.Awalnya saya malu untuk mencari informasi seputar vasektomi tapi setelah saya baca informasi yg bapak berikan,akhirnya lega juga rasanya.jujur saja pa,awalnya saya khawatir dan beranggapan yg bukan2 mengenai vasektomi.Dulu saya beranggapan vasektomi sama dgn dikebiri,jd saya mrasa kasian gitu sama ayah saya.

    Reply
  • 12/07/2010 at 3:02 pm
    Permalink

    klo kb vasektomi aq pkir akn lbih baik krna tdk akn ad kkwatiran u tancap trus. Wa hebt ya.

    Reply
  • 28/07/2010 at 2:46 pm
    Permalink

    mau sihh,tapi tak tega rasanya (hungry) (banana_ninja)

    Reply
  • 05/08/2010 at 7:38 pm
    Permalink

    :-( :-( (hungry) (hungry) (hungry) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (smileydance) (smileydance) (taser) (taser) (taser) (tears) (muscle) (muscle) (muscle) (annoyed) (annoyed) (annoyed) (beer) (beer) (biyayakan) (angry) (angry) (rock) :( 8-)

    Reply
  • 05/08/2010 at 7:40 pm
    Permalink

    (brokenheart) (gym) (gym) (gym) (fish_hit) (lmao) (rock) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (rofl) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (idiot) (kepruk) (kepruk) (kepruk) (drinking) (drinking) (drinking) (drinking) (drinking) (drinking) (drinking) (drinking) (drinking) (doh) (doh) (doh) (banana_ninja) (banana_ninja) (banana_ninja) (banana_rock) (banana_rock) (banana_rock) (banana_ninja) (banana_cool) (banana_cool) (banana_ninja) (banana_rock) (banana_ninja) (banana_cool) (banana_cool) (banana_ninja) (banana_rock) (banana_ninja) (banana_cool) (banana_cool) (banana_ninja) (banana_rock) (banana_ninja) (banana_cool) (banana_ninja) (banana_rock) (fish_hit) (fish_hit)

    Reply
  • 08/04/2011 at 4:00 pm
    Permalink

    Vasectomy is a process through which birth can be controlled. Vasectomy is basically a method which is meant for the male generation. Vasectomy is in fact, a minor form of operation but it needs the doctor’s advice for whoever wants o undergo the operation. Vasectomy is a form of male process of sterilization. Through Vasectomy, the vas deferens of the males is removed through a simple form of surgery. Vasectomy however does not engross the total removal of the male testicles. Moreover Vasectomy also does not any how affect the sex hormones production in the males and neither the secretion of the hormones to the bloodstream is affected. Sexual life is not in any way found to get affected by Vasectomy. Normal erection of the penis and normal ejaculation is experienced by the males even after the Vasectomy. So there is not any sexual risk factor involved in respect of Vasectomy. A male experiences the normal sexual desire even after Vasectomy.

    After the Vasectomy is performed, the male sperm no longer finds its outlet to the penis as they get already broken down and gets absorbed in different parts of the body. Vasectomy takes only a very short span of time to be performed. After it is operation is over, the operated patient after resting for only half an hour can return back home. Vasectomy is generally performed by giving local anesthesia to the patient concerned.

    Vasectomy side effects though are common but are rare and can be appropriately diagnosed. Vasectomy leads to certain side effects. Pain is a very common vasectomy side effect. The pain which is associated with vasectomy practically declines after a week. Swelling of the testicle areas which occur after a week of vasectomy is another vasectomy side effect. Abscesses are yet another vasectomy side effect which leads to infection but can be virtually treated with antibiotics. Erectile Dysfunction (ED) is also a vasectomy side effect. Erectile Dysfunction (ED) leads to the declination of sexual contentment and satisfaction but it is only very much temporary.

    Though the symptoms of vasectomy are rare it needs quick medical recommendations. Vasectomy side effects are thus very common but can be revealed and overcome with proper diagnosis. There are certain complications which are quite major in its aspects and often lead to certain infections. Staining, bruising, swelling and a certain amount of redness are quite common. It is however necessary to be estimated here that though the symptoms might be minor, it requires relevant medical advice.

    Reply
  • 05/05/2011 at 9:47 pm
    Permalink

    lots of guys are saying that vasectomy is better than ragging yourself up in he middle of the thing going on just to put a condom, worst is you have to step down the building head on to the nearest convenience store while you are in heat!

    Reply
    • 21/09/2015 at 9:38 pm
      Permalink

      Silakan mas

      Reply
  • 31/12/2015 at 10:48 pm
    Permalink

    Pak yahya..top markotop dueh ah..!!!ayo bpk2,pa2,ayah2..vasektomi..banyak anak banyak beban yo..hehehe..

    Reply
  • 13/01/2016 at 2:00 pm
    Permalink

    I really like what you guys are usually up too. This type of clever work and exposure! Keep up the superb works guys I’ve you guys to my blogroll.

    Reply
  • 10/02/2016 at 1:21 pm
    Permalink

    Saya mau nanya dong, bagaimana kita ketahui apakah suami kita sudah di vasektomi ato belum? masalahnya saat dia di vasektomi, saya tidak diberitahu. apakah ada bedanya dan bisa kelihatan bedanya?

    Reply
    • 11/02/2016 at 11:30 am
      Permalink

      Kalau secara fisik tidak ada bedanya, bu.
      Satu2nya cara ya minta tes air maninya, kalau hasilnya azoospermia, berarti betul sudah vasektomi. Supaya hasilnya akurat, tes air mani dilakukan setelah 12x berhubungan suami istri pasca operasi vasektomi

      Reply
  • 17/03/2017 at 9:18 am
    Permalink

    dan sekarang anda pantas menjadi motivator om yahya….

    Reply
    • 17/03/2017 at 4:34 pm
      Permalink

      Waduh, berat ini (lol)

      Reply
  • 11/09/2017 at 2:38 pm
    Permalink

    waduh… Meski saya lebih sering disayat2, tapi baca ini malah ngilu oooom haha

    Reply
    • 21/09/2017 at 12:58 pm
      Permalink

      Tidak, cuma sekitar 15 menit

      Reply
  • 12/03/2018 at 10:36 am
    Permalink

    Dulu vasektomi th 2012, ketika istri hamil anak ke 3, sudah rencana kami sebelum nikah dulu, istri yg hamil & ngelahirin, saya yg ikut KB vasektomi jika udah tiba saatnya. Semula calon istri gak setuju, krn harus operasi n tetek bengeknya. tapi setelah dijelasin sejelas jelasnya, bahkan saya ajak ke klinik KB juga, akhirnya doi memberi ijin, bahkan nungguin pas penanganannya, gak lama sekitar 15 menitan….
    Saya vasektomi di klinik KB RS Sardjito Yogyakarta, mandiri, biaya sekitar 200rb an…
    Bener sih nggak sakit, cuma muleeessnya ketika cari saluran sperma yg harus dipotong, dan saya beruntung bisa lihat langsung saat operasi bjalan, semacam selang kecil sebesar kabel charger, dipotong sekitar 0,5 cm, namun sebelumnya ujung2nya diikat dulu, setelah diikat dipotong lalu dimasukkan kembali ke tempat semula. Sampai pulang ke rumah mulesnya blm ilang…..
    luka sayat cuma sekitar 0,5 cm, hanya 1 dibawah batang, deket garis coklat tengah kantung, tdk dijahit hanya direkatkan lagi….
    Pulang dibawain kondom 21 biji, utk pengaman 21 kali senggama setelah vasektomi, tp tdk terpaksi, istri kan lagi hamil, jadi tembak dalem tep aman, hehehe….
    Setelah 21 x gituan (mungkin lebih, hehe….) & puasa ‘mutih’ seminggu, ke lab klinik lagi utk periksa sperma, biaya 25rb. Diberi tabung kecil utk tempat tampungan sperma sekali ejakulasi, ngeluarinnya harus onan tanpa pelumas lagi, duuhh ….
    Selesaaiii, lumayan banyak sih, seminggu puasa ‘mutih’ gitu loh…
    Hari berikutnya hasil di ambil, eng ing eeeng… hasil negatif, artinya tdk ada lagi sel sperma dlm air mani….
    Pulang trus “ngrayain” sama istri…..
    Sekarang, lancar jayaaaa….
    Nafsu seksual juga ndak turun, malah sering meledak…. 2-3 kali seminggu udah hal biasa, bahkan pernah 4 hari tanpa sela (sensor)
    Hanya sekedar share pengalaman saja, semoga bermanfaat …..

    Reply
    • 12/03/2018 at 11:25 am
      Permalink

      Terima kasih buat sharingnya ya

      Reply
  • Pingback:Mitos Seputar Vasektomi - Aliansi Laki-laki Baru

  • 09/07/2019 at 7:42 pm
    Permalink

    Saya suka kalimat yang ini:

    kegiatan “membikin” anak tanpa harus “menghasilkan” anak.

    hehehe

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.