Jun 08 18

Semalam (atau dini hari tepatnya) saya bangun telat. Padahal ada dua agenda penting yang harus saya lakukan. Yang paling penting tentunya adalah nonton siaran langsung Italia vs Perancis pada lanjutan Piala Eropa 2008. Untung saja pertandingan baru berjalan sekitar 18 menit dan belum ada gol tercipta. Yang satu lagi adalah mendownload Firefox 3.0.

Saya nonton tanpa perasaan tegang sedikitpun, sebab saya sudah punya firasat kalau Italia bakal tersingkir. Ketika akhirnya Toni diganjal di kotak penalti dan Italia mendapatkan hadiah penalti, saya juga tidak bersorak. Malah saya merasa kalau kali ini wasit sedikit menguntungkan Italia sebagai “kompensasi” karena Italia telah dirugikan wasit di dua pertandingan sebelumnya.

Continue reading »

Jun 08 17

Melihat dua pertandingan sebelumnya, saya punya firasat buruk kalau Italia gak bakal lolos. Apalagi si Robert Downey, Jr. gadungan berencana mencoret Del Piero dan Pirlo sebagai starter.

Kalau misalnya Italia menang namun gagal lolos karena Rumania menang, itu masih terhormat. Tapi firasat saya bahkan mengatakan kalau Italia bakal keok lawan Perancis.

Yach, kita tunggu saja beberapa jam lagi …

Jun 08 14

Yach, apa mau di kata. Italia cuma bisa imbang dengan Rumania 1-1. Malah kalau bukan karena kegemilangan Buffon yang menggagalkan penalti Mutu, mereka sudah angkat koper. Yang jelas, orang yang bermain cemerlang semalam adalah wasit.

Bagaimana tidak, keputusannya lebih sering menguntungkan Rumania. Penalti yang diberikan pada Rumania sangat kontroversial, padahal beberapa kali pemain Italia mendapat perlakuan sama di kotak penalti Rumania, tapi mana ada hadiah penalti bagi mereka. Bola juga lebih sering diberikan kepada Rumania bila keadaan 50-50.

Tapi setidaknya masih ada setitik asa untuk Italia. Belanda dengan gemilangnya menekuk Perancis 4-1. Hitung-hitungannya begini, kalau Belanda tidak mengendorkan gasnya, nampaknya Rumania pun bakal jadi bulan-bulanan mereka. Jadi nilai Belanda 9, Rumania 2.

Italia harus mengalahkan Perancis untuk mendapatkan nilai 4. Namun di situlah masalahnya. Mampukah Italia mengalahkan Perancis? Permainan Italia terlalu monoton dan mudah dibaca. Semua bola menuju ke Toni. Del Piero kembali terkena sindrom “bermain buruk” bila bermain untuk Azzuri, walaupun sebenarnya semalam bukan yang terburuk. :mrgreen:

OK, nanti kalau sudah ketahuan siapa saja yang lolos ke perempat final, saya akan membuat prediksi “part 2″ menggantikan prediksi sebelumnya.