Jun 08 23
Stadion Ernst Happel di Wina, Austria sudah sepi. Lampu-lampunya telah dipadamkan, kursi-kursi kosong, gemuruh atmosfer pertandingan telah lenyap. Barangkali saat ini yang ada di sana hanyalah cleaning service, para pemelihara rumput stadion, dan petugas keamanan. Suasana yang kontras dengan apa yang terjadi semalam (dini hari WIB).
Saat itu berlangsung pertandingan perempat final terakhir antara Spanyol melawan Italia. Walaupun jalannya pertandingan sangat jauh dari kata menarik, namun gemuruh semangat di kubu kedua pendukung sangat terasa memenuhi stadion.
Dan ketika sepakan penalti Cesc Fabregas tidak mampu dihalau oleh Gianluigi Buffon, kembali suasana kontras nampak.
Continue reading »
Jun 08 18
Semalam (atau dini hari tepatnya) saya bangun telat. Padahal ada dua agenda penting yang harus saya lakukan. Yang paling penting tentunya adalah nonton siaran langsung Italia vs Perancis pada lanjutan Piala Eropa 2008. Untung saja pertandingan baru berjalan sekitar 18 menit dan belum ada gol tercipta. Yang satu lagi adalah mendownload Firefox 3.0.
Saya nonton tanpa perasaan tegang sedikitpun, sebab saya sudah punya firasat kalau Italia bakal tersingkir. Ketika akhirnya Toni diganjal di kotak penalti dan Italia mendapatkan hadiah penalti, saya juga tidak bersorak. Malah saya merasa kalau kali ini wasit sedikit menguntungkan Italia sebagai “kompensasi” karena Italia telah dirugikan wasit di dua pertandingan sebelumnya.
Continue reading »
Jun 08 17
Melihat dua pertandingan sebelumnya, saya punya firasat buruk kalau Italia gak bakal lolos. Apalagi si Robert Downey, Jr. gadungan berencana mencoret Del Piero dan Pirlo sebagai starter.
Kalau misalnya Italia menang namun gagal lolos karena Rumania menang, itu masih terhormat. Tapi firasat saya bahkan mengatakan kalau Italia bakal keok lawan Perancis.
Yach, kita tunggu saja beberapa jam lagi …
Jun 08 10
Datang dengan status Juara Dunia, Italy harus keok di tangan Belanda, dengan skor memalukan lagi, 3-0. Wah, bisa luluh lantak nih prediksi saya.
Namanya juga prediksi, bisa benar bisa salah. Apalagi saya bukan mentalist ataupun paranormal.
Cuma yang bikin jengkel tuh si Donadoni. Apa sih maunya si Robert Downey, Jr lookalike itu? Berikut “dosa” Donadoni versi saya:
- Terlambat memasukkan Del Piero. Malah mustinya dia yang jadi starter. Di Natale memble.
- Memasang Materazzi. Pemain ini gak layak ada di squad Azzuri.
- Memasang Ambrossini. Mestinya De Rossi yang ada di situ. Bahkan Pirlo pun setuju dengan pernyataan saya ini.
- Ngotot dengan formasi 4-3-3, padahal jelas gak jalan melawan Belanda.
Sekarang tinggal menunggu pertandingan selanjutnya, kalau Italy masih bisa mengatasi Rumania dan Perancis, setidaknya prediksi saya masih bisa diharapkan benar.
Selamat buat Belanda. Kalau mereka mainnya seperti semalam terus, satu tempat di Final layak buat mereka.