Jun 08 22
Belanda adalah salah satu negara Eropa yang memiliki tradisi sepakbola yang cukup kuat. Tim yang memiliki seragam berwarna Oranje tersebut jarang absen di berbagai kejuaraan sepakbola level tertinggi seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.
Pada debut mereka di putaran final Piala Dunia 1974, Belanda berhasil mencelikkan mata para pengamat sepakbola dengan pola bermain “Total Football” yang mereka usung. Di turnamen ini pulalah lahir maestro ulung bernama Johan Cruyff.
Di fase penyisihan grup pertama mereka mencetak dua kali kemenangan dan sekali seri dengan perbandingan gol 6-1. Di fase penyisihan grup kedua mereka makin menggila dengan mencetak tiga kemenangan, membukukan 8 gol tanpa kebobolan satupun. Kegemilangan inilah yang mengantar mereka menuju ke final bertemu dengan sang tuan rumah, Jerman Barat.
Continue reading »
Jun 08 14
Yach, apa mau di kata. Italia cuma bisa imbang dengan Rumania 1-1. Malah kalau bukan karena kegemilangan Buffon yang menggagalkan penalti Mutu, mereka sudah angkat koper. Yang jelas, orang yang bermain cemerlang semalam adalah wasit.
Bagaimana tidak, keputusannya lebih sering menguntungkan Rumania. Penalti yang diberikan pada Rumania sangat kontroversial, padahal beberapa kali pemain Italia mendapat perlakuan sama di kotak penalti Rumania, tapi mana ada hadiah penalti bagi mereka. Bola juga lebih sering diberikan kepada Rumania bila keadaan 50-50.
Tapi setidaknya masih ada setitik asa untuk Italia. Belanda dengan gemilangnya menekuk Perancis 4-1. Hitung-hitungannya begini, kalau Belanda tidak mengendorkan gasnya, nampaknya Rumania pun bakal jadi bulan-bulanan mereka. Jadi nilai Belanda 9, Rumania 2.
Italia harus mengalahkan Perancis untuk mendapatkan nilai 4. Namun di situlah masalahnya. Mampukah Italia mengalahkan Perancis? Permainan Italia terlalu monoton dan mudah dibaca. Semua bola menuju ke Toni. Del Piero kembali terkena sindrom “bermain buruk” bila bermain untuk Azzuri, walaupun sebenarnya semalam bukan yang terburuk.
OK, nanti kalau sudah ketahuan siapa saja yang lolos ke perempat final, saya akan membuat prediksi “part 2″ menggantikan prediksi sebelumnya.
Jun 08 10
Datang dengan status Juara Dunia, Italy harus keok di tangan Belanda, dengan skor memalukan lagi, 3-0. Wah, bisa luluh lantak nih prediksi saya.
Namanya juga prediksi, bisa benar bisa salah. Apalagi saya bukan mentalist ataupun paranormal.
Cuma yang bikin jengkel tuh si Donadoni. Apa sih maunya si Robert Downey, Jr lookalike itu? Berikut “dosa” Donadoni versi saya:
- Terlambat memasukkan Del Piero. Malah mustinya dia yang jadi starter. Di Natale memble.
- Memasang Materazzi. Pemain ini gak layak ada di squad Azzuri.
- Memasang Ambrossini. Mestinya De Rossi yang ada di situ. Bahkan Pirlo pun setuju dengan pernyataan saya ini.
- Ngotot dengan formasi 4-3-3, padahal jelas gak jalan melawan Belanda.
Sekarang tinggal menunggu pertandingan selanjutnya, kalau Italy masih bisa mengatasi Rumania dan Perancis, setidaknya prediksi saya masih bisa diharapkan benar.
Selamat buat Belanda. Kalau mereka mainnya seperti semalam terus, satu tempat di Final layak buat mereka.