preload preload preload preload

Mitos Seputar Vasektomi


13th August 2008 Sharing 64 Comments

Belakangan ini istilah banyak anak banyak rejeki nampaknya sudah sangat tidak populer. Justru pada jaman modern ini nampaknya banyak anak malah bikin susah. Karena itu banyak keluarga muda yang sekarang ini mengikuti berbagai macam program KB untuk "menghambat" laju pertumbuhan jumlah anak.

Dengan KB, mereka bisa melakukan kegiatan "membikin" anak tanpa harus "menghasilkan" anak. :mrgreen:

Buat mereka yang kelak masih ingin untuk menambah jumlah anak, ada berbagai macam pilihan alat kontrasepsi yang tersedia, mulai dari Kondom, Pil KB, Suntik, Susuk, dan lain-lain. Sedangkan bagi mereka yang sudah tidak ingin menambah jumlah anak atau yang disarankan untuk demikian karena situasi tertentu, ada dua jenis KB yang sebaiknya ditempuh, yaitu Tubektomi dan Vasektomi.

Tubektomi (dilakukan pada wanita) adalah proses pemotongan tuba fallopii sehingga sel telur tidak akan pernah sampai ke rahim. Sedangkan Vasektomi (dilakukan pada pria) adalah proses pemotongan vas deferens sehingga sel sperma tidak dapat menuju ke saluran pengeluaran.

Nah, saat hendak memutuskan untuk mengambil langkah KB permanen ini, biasanya pihak wanita lah yang menjadi "korban" karena mereka yang harus menjalani tubektomi. Padahal proses operasi dan potensi resiko lebih besar. Ini semua terjadi karena budaya patriakal yang begitu dominan ditambah adanya berbagai mitos yang salah seputar vasektomi.

Sebagai orang yang sudah menjalani vasektomi, saya akan berbagai pengalaman saya sekaligus meluruskan mitos-mitos tersebut.

 

1. Vasektomi dilakukan dengan memotong penis.

Wah, ini jelas mitos yang amat sangat menyesatkan. Operasi vasektomi dilakukan hanya dengan sedikit melukai pangkal penis. Bekas lukanya saja hanya sekitar 5 mm.

 

2. Setelah vasektomi, penis tidak dapat berdiri.

Vasektomi bukan kebiri. Jadi para pria sama sekali tidak perlu kuatir karena tidak ada bagian dari kejantanannya yang diambil. Penis Anda tetap berfungsi normal seperti sebelumnya. Bahkan Anda sebenarnya tetap memproduksi sel sperma, hanya saja sel tersebut tidak berhasil menuju ke tempat yang benar karena salurannya sudah dipotong.

 

3. Tidak ada cairan yang keluar saat ejakulasi.

Tentu saja tetap ada cairan yang keluar. Memangnya lalu diganti dengan hembusan angin? :mrgreen: Cairan yang keluar saat ejakulasi itu adalah cairan semen. Sebelum vasektomi, cairan semen itu mengandung sel sperma. Setelah operasi, sel sperma itulah yang hilang dari cairan semen.

 

4. Gairah seks menurun pasca operasi.

Gairah seks tidak menurun pasca operasi. Bahkan saat masih diplesterpun saya sudah punya gairah. :mrgreen: Justru gairah seks bisa jadi malah naik karena sudah tidak punya kekuatiran "menghamili" istri. Saya sendiri merasakan frekuensi dan durasi ML justru meningkat, hehehe.

 

5. Operasi vasektomi adalah pekerjaan yang "berat"

Justru sebaliknya, proses operasi vasektomi cukup ringan dan cepat. Biusnya pun lokal saja. Saya malah bisa pulang dengan nyetir mobil sendiri.

 

Mudah-mudahan tulisan saya ini bermanfaat, terutama bagi para suami yang masih ragu untuk mengambil keputusan vasektomi.

Tulisan terkait mengenai hal ini dari sudut pandang istri saya ada di sini.

  • 64 responses to "Mitos Seputar Vasektomi"

  • dewi
    21:41 on August 16th, 2009
    Reply to comment

    mas penasaran niy…vasektomi msh bisa di undo gak siy…lebih beresiko or lebih mahal gak biayanya??? :-(

  • Dede
    15:46 on September 7th, 2009
    Reply to comment

    weh, info yang menarik … selama ini suami emang ga keberatan di vasektomi, ketimbang saya yg ikut KB (belum nemuin mekanisme KB yang aman buat saya, katanya), tp justru saya yang ketakutan n mikir aneh2 shg memutuskan biar saya aja yg ikutan tubektomi. tp ternyata malah lbh simpel n lbh murah jg ya biayanya, ketimbang yg tubektomi. tp abis itu ga pake acara sakit jg kan? ga tega jg sih hehehe …

  • dion
    20:07 on September 20th, 2009
    Reply to comment

    NEHI NEHI OSERAAAAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!

  • @di
    9:31 on October 22nd, 2009
    Reply to comment

    Betul sekali apa yang diceritakan pak yahya
    begitu pula yang saya rasakan, tidak ada efeknya, lucunya sehabis KB itu, sewaktu di rung ganti baju malah si burungnya bisa langsung berdiri (walaupun hanya sebentar), jadi ya tetep joooooos tenan and good mar so good and top markotop
    buat yang sudah siap, mantapkan langkah kakimu, kalo bisa KB sekarang kenapa mesti besok

  • Joko
    15:14 on October 22nd, 2009
    Reply to comment

    Vasektomiku
    sedikit berbagi cerita tentang vasektomi nambahin cerita pak yahya

    setelah mendapat penjelas secara rinci dari dokter
    saya di suruh ganti baju dengan baju seperti operasi, bajunya tipis gitu jadinya burung agak kelihatan maju, kemudian naik meja operasi, kemudian batang penisnya diikat keatas arah pusar (diplester) kemudian sekitar telurnya di bersihkan pakai betadin, kemudian setelah betadin agak kering, dokter bilang maaf ya pak agak sakit dan mules nich sambil meraba-raba saluran spermanya, tau-tau mak encuuuuuuuzzzzzs, sakit banget dan mules di sekitar pangkal penis sebelah kanan, ternyata saluran sperma sebelah kanan sudah di suntik bius, kemudian dokter bilang skali lagi ya pak, setelah kepegang salurannya saya tarik nafas karena sudah tahu rasanya pasti kayak yang pertama, cuuuuuuzzzzzzss, gak kaget lach karena dah tahu, habis itu dah kerasa apa-apa lagi, tahu-tahu istriku yang setia disampingku dipanggil sama dokter, bu ini lo saluran spermanya warnanya putih mengkilat seperti warna bihun dan sebesar pentil, ternyata salurannya sudah dikeluarkan, kemudian di ikat pada 2 sisi kemudian dokter bilang sama istriku “bu saluran spermanya di potong ya” istriku menjawab “ya dok”, hanya istriku bilang didekat telingaku “mas…, saluranya udah di potong kemudian diikat lagi lalu dimasukan kedalam lagi, sekarang tinggal saluran yang sebelahnya”, kok ga terasa apa2 ya kataku, kemudian saluran yang satunya dokter sudah tidak menanyakan lagi sama istriku, ya hanya hitungan 10 menit sudah selesai dan bekas luka hanya di plester saja.

  • ayu
    18:36 on December 9th, 2009
    Reply to comment

    :p (okok) bgs jg ulasannya bg para pria yg sadar ya mbok gantian kalau anaknya udah cukup (blush)

  • Babenya anak2
    9:42 on January 6th, 2010
    Reply to comment

    Pak yahya… Itu operasinya ke dokter apa yaa… Apa lsg bilang mau vasektomi… Klo datang tanpa istri apa boleh…

  • elis supraptini
    20:35 on June 26th, 2010
    Reply to comment

    Pa Yahya,ayah saya sudah lama divasektomi.mungkin sewaktu saya berumur 14 thn.Sekarang saya berumur 30th.Awalnya saya malu untuk mencari informasi seputar vasektomi tapi setelah saya baca informasi yg bapak berikan,akhirnya lega juga rasanya.jujur saja pa,awalnya saya khawatir dan beranggapan yg bukan2 mengenai vasektomi.Dulu saya beranggapan vasektomi sama dgn dikebiri,jd saya mrasa kasian gitu sama ayah saya.

  • yulius
    15:02 on July 12th, 2010
    Reply to comment

    klo kb vasektomi aq pkir akn lbih baik krna tdk akn ad kkwatiran u tancap trus. Wa hebt ya.

  • iwan
    14:46 on July 28th, 2010
    Reply to comment

    mau sihh,tapi tak tega rasanya (hungry) (banana_ninja)

  • Yahya Kurniawan
    8:33 on April 23rd, 2009
    Reply to comment

    hmm, tentunya tergantung komitmen suami istri yang bersangkutan. Saya vasektomi justru karena mencintai istri saya yang sudah 2 kali cesar. Operasi ketiga bisa berdampak buruk untuk kesehatannya. Kalo istri saya yang disuruh KB, yang cocok pake pil. Terapi hormonal dengan pil dalam jangka panjang juga kurang baik. Karena itu saya memutuskan untuk vasektomi, dan istri saya bangga dengan keputusan itu.
    Kalau ada laki2 yang kemudian gemar selingkuh karena vasektomi, berarti perlu dipentung (idiot) (kepruk)

  • Yahya Kurniawan
    16:47 on July 4th, 2009
    Reply to comment

    Biji tinggal satu? Bisa kok punya anak. Bapak saya karena sakit atau kecelakaan gitu saya lupa, bijinya tinggal satu. Nyatanya saya lahir juga :mrgreen:

  • Yahya Kurniawan
    11:36 on August 18th, 2009
    Reply to comment

    Vasektomi bisa sih di undo, tapi tingkat keberhasilan kurang, kalau tidak salah hanya sekitar 40%.
    Biaya gak mahal2 amat kok, 200rb an.

  • Yahya Kurniawan
    9:44 on January 6th, 2010
    Reply to comment

    Waktu itu saya bersama istri habis konsultasi ke dokter kandungannya istri saya.
    Kalo tidak bersama istri, barangkali mungkin bisa ke dokter bedah atau tanyakan saja ke RS langganan Adna.

  • Trackbacks

  • Trackback fromKetika Gairah Ngeblog Menghilang « FromTo: gRy
    Thursday, 17 December, 2009

    [...] bahasanya rada gimana gitu…apa mungkin masih berasa jetleg setelah rame diskusi milis tretnya om’yahya ttg vasektomi itu ya? (thinking) Categories: Lain-Lain, Personality, WordPress Tag:acer, add-on, bilbo, [...]

  • Leave a Reply

    X-( B-) ;) :p :o :mrgreen: :P :D :-( :)) :) :( 8-) (yahoo) (worship) (woot) (unsure) (tongue) (thinking) (tears) (taser) (smileydance) (sleeping) (siul) (sick) (scenic) (rofl) (rock) (party) (panic) (okok) (nottalking) (ninja) (ngacir) (music) (muscle) (muhaha) (mual) (money) (mmm) (lonely) (lol) (lmao) (kepruk) (idiot) (hungry) (highfive) (heartbeat) (heart) (headspin) (hassle) (haha) (gym) (griltongue) (goodluck) (girlkiss) (funkydance) (fish_hit) (eyeroll) (evilsmirk) (evil_grin) (drinking) (doh) (devil) (dance) (cry) (cozy) (coffee) (bye) (brokenheart) (bringit) (blush) (biyayakan) (bigeyes) (beer) (banana_rock) (banana_ninja) (banana_cool) (applause) (annoyed) (angry) (K) (: