KDE for Windows Linux dan Sebuah Kebolongan
Feb 08 06

Dari salah satu komentar yang masuk di tulisan saya terdahulu Jadi Penulis Itu Enak Ya, serta banyaknya pertanyaan yang masuk ke email saya yang menanyakan tentang royalti, maka akan saya beberkan di sini tentang cara perhitungan royalti yang diberikan oleh Elex Media Komputindo kepada saya.

Besarnya royalti yang saya terima adalah 10% dari harga buku sebelum PPN dikalikan jumlah buku yang laku. Dan sebagai warga negara yang baik, royalti yang saya terima dipotong pajak 15% (hiks).

Nah, pasti Anda belum puas kalo belum ada contoh kongkritnya. Gini nih:

Kalau ada sebuah buku di toko buku yang harganya Rp 33.000,-, maka harga buku sebelum PPN adalah Rp 30.000,- (besar PPN adalah 10%). Seandainya buku tersebut laku sebanyak 1.000 exemplar, maka royalti yang saya terima adalah: 10% x 1.000 x Rp 30.000,- = Rp 3.000.000,-. Karena masih dipotong pajak 15%, maka nettonya adalah: (100-15)% x Rp 3.000.000,- = 2.550.000,-.

Masih ada lagi, Elex Media Komputindo ternyata baik hati. Setiap kali sebuah buku terbit, penulisnya mendapatkan uang muka royalti sebesar 25% sekalipun bukunya belum laku sebijipun. Jadi kalau mengikuti contoh harga buku diatas, jika sebuah buku dicetak sebanyak 3000 exp, maka saat buku terbit penulisnya mendapatkan uang muka royalti sebanyak (100-15)% x 10% x 25% x 3.000 x Rp 30.000,- = Rp 1.912.500,-

Jadi silakan dibayangkan sendiri berapa royalti yang bakal diterima kalau seorang penulis produktif dalam menulis buku dan bukunya laku.

Pemberian royalti dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali, yaitu pada bulan Februari dan Agustus. (Saat menulis posting ini, saya lagi dag-dig-dug menunggu transfer royalti, hehehe).

21 Responses to “Menghitung Royalti”

  • 1
      Okto Silaban Says:

    Wah… ada yang blak - blakan nih.. :D


  • 2
      sinyoegie Says:

    Dear

    Heheh sinyo belum punya buku solo, baru di majalah doank, ternyata hampir sama ya kalau diitung besaran di majalah ;) kontan lagi. Tapi kalau buku lebih seru karena nama atas nama sendiri, dan kalau penjualan mencapai 3 juta idih keren. Salam kenal, peace.

    Sinyo


  • 3
      Yahya Kurniawan Says:

    #2
    Salam kenal juga


  • 4
      Muhammad Zen Says:

    Dear Mas Yahya
    Saya mampir sebentar ya, silaturahmi
    Tentang royalti, kadang ada penulis yang kecewa karena penerbit terkesan nakal. Meski demikian tentu saja masih amat banyak penerbit yang baik.

    Jika buku tersebut kira-kira bakal laris di pasar, maka tak ada salahnya kita coba terbitkan sendiri alias self publishing. Saat ini saya sedang mencoba.

    Salam dari Kota Apel Malang:
    http://mhzen.wordpress.com
    http://mzenmzen.multiply.com


  • 5
      Diki Says:

    informatif sekali mas, thx :D (berarti penulis seproduktif mas yahya perlu ditodong makan2 setiap februari & agustus nih hihihi)


  • 6
      Yahya Kurniawan Says:

    #4
    Kayaknya modal saya gak cukup kuat untuk mendirikan penerbitan pribadi :D

    #5
    Makan-makan? Boleh. :D
    Sayangnya makanan tidak bisa diattach lewat email


  • 7
      alfaroby Says:

    mau tanya pak…
    jujur lho pak
    rata rata buku bapak akan dicetak berapa eksemplar sih pak..?


  • 8
      Yahya Kurniawan Says:

    #7
    Hehehe, nodong nih :D.
    Tergantung tema buku. Kalo tema lagi up to date, cetakan pertama bisa 3.500 exp. Kalau biasa-biasa saja paling 2.500 exp.


  • 9
      prabuwardhana Says:

    Dapet Link dari si Okto nih…

    Saya pernah dapat informasi dari sebuah penerbit buku-buku IT (kebetulan saya juga pemain di dunia perbukuan tapi bukan penulis melainkan EO pameran buku dan Toko buku online) nih. katanya buku best seller di kancah perbukan Indonesia itu biasanya penjualannya rata-rata 1000exp.

    Brarti harus jadi buku best seller dulu donk biar bisa dapet royalti segitu?? he..he..he..

    Nah, buku-buku Pak Yahya sendiri berapa nih rata-rata penjualannya??

    Thx infonya…


  • 10
      Yahya Kurniawan Says:

    #9
    1000 exp? Gak salah tuh, 10.000 kali :D
    Kalo cuma 1.000 mah, berarti semua buku saya best seller dong :D
    Hampir semua buku saya sudah terjual lebih daripada 1000, kecuali yang baru terbit bulan November 07 kemarin (baru 700 an) dan satu lagi OpenOffice Writer.
    Gak tau nih, kenapa buku open source gak laku, hiks


  • 11
      ugie Says:

    Mampir sebentar Pak. Mumpung sempat nih. Salam dari Semarang.


  • 12
      Odop Says:

    Sangat bisa hidup dari menulis buku. Apalagi kalo self publishing.
    Salam Best Seller


  • 13
      acmal Says:

    masak sih buku opensource gak laku? :D


  • 14
      atik Says:

    apakah semua penulis itu sombong ya…

    aku punya tetangga yang amit2 sombongnya..suaminya sich kerja di kawan pustaka katanya jadi redpelnya..istrinya ini ikut nulis buku fisika kimia dalam bentuk rumus2..katanya royalti itu dapatnya setiap bulan…apa benar begitu ya…apa ga cape penerbit ngitungin tiap bulan…


  • 15
      atik Says:

    kalo aku bukan underestimed tapi wong penulisnya aja sombong begitu gimana kualitas bukunya…elek media jangan terima penulis yang seperti itu dong..merusak nama penerbit aja…wajar naskah dia masuk n terbit wong suaminya redpelnya…..padahal sama sekali ga punya background mengajar..karena bukunya rumus kimia, fisika….yang menurutku semua sarjana kimia pasti bisa asal memahami rumusnya…bukan sirik…tapi emang orangnya sombong banget…..belum juga kayak penulis2 yang best seller….omong2 kalo best seller berapa copy /


  • 16
      Yahya Kurniawan Says:

    #14 #15
    Hmmm, kalo Anda punya masalah sama tetangga Anda, ya jangan sama ratakan semua penulis dong.
    Saya juga punya teman penulis yang sombong, tapi bukunya berbobot tuh. Saya memang gak suka orangnya, tapi mau tidak mau mengakui bahwa tulisannya memang berkualitas.
    Jadi saya kira tidak ada hubungannya antara kualitas tulisan dengan kesombongan orangnya.


  • 17
      yasir Says:

    Mas, mau tanya, royalti sebesar 10% dari harga jual sebelum pajak itu untuk penulis yang sudah kawakan atau juga penulis baru. Sebab, di beberapa penerbit rata-rata memberlakukan royalti 10% dari harga netto yang berarti 5 % dari harga bruto. Berarti royalti di penerbit Mas nulis lumayan besar ya?
    Terima kasih atas jawabannya.


  • 18
      Yahya Kurniawan Says:

    #17
    Sejak saya pertama kali jadi penulis, hitungannya sudah seperti itu. Entah kalau penerbit lain :mrgreen:


  • 19
      Devita Says:

    gimana kalo di kontrak gak ada ketentuan tt buku rusak ato gagal cetak, dan ternyata dalam perhitungan royalti dibebankan ke penulis. artinya sekian buku yang rusak itu mengurangi jumlah royalti dari misalnya 3000 eksp yang seharusnya diterima penulis (jika buku laku semua). fiuh, sepertinya itu adalah kecerobohan penulis ya? harus hati2 dan super teliti soal kontrak. sebagai info, saya terima royalti pertama kali 8% bruto. pajak tanggungan penulis sendiri, dengan komitmen membayar zakat penghasilan dari jumlah royalti tersebut.

    gimana dengan elkom?


  • 20
      Yahya Kurniawan Says:

    #19
    Bukankah kalau buku tidak laku, kita tidak dapat royalti? Kalau ada buku rusak rasanya itu tidak dibebankan ke penulis, hanya mengurangi potensi pendapatan royalti saja.
    Tapi ini masukan yang bagus, akan saya tanyakan ke pihak Elex :)


  • 21
      Dominikus Juju Says:

    Pak Yahya saya kebetulan penulis juga di Elex seperti Anda, saya juga lagi dag dig dug nunggu transferan royalti nich. berapa yach???


  • Leave a Reply