Catatan Usil Yahya Kurniawan

Selamat Hari Blogger Nasional

Tak terasa, ternyata sudah 4 bulan lebih saya tidak mengupdate blog saya. (hassle)

Buat yang sering datang berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, saya ucapkan terima kasih. Buat yang bertanya tentang sesuatu, khususnya soal penulisan dan penerbitan buku, dan belum sempat saya tanggapi, saya mohon maaf.

Saya lama tidak mengupdate blog bukan karena sudah tidak mau ngeblog lagi, tetapi karena ada kesibukan yang cukup menyita waktu.

Nah, mumpung ini Hari Blogger Nasional, saya update blog ini. Mudah-mudahan cukup untuk memicu saya agar rajin posting lagi.

Pamer Nih, Pake Galaxy Gio Sekarang

Setelah menggunakan Nokia 5800 XM selama kurang lebih 1 tahun 8 bulan, saya memutuskan sudah saatnya ganti ke HP baru yang lebih nge-trend. Jujur saja nih, saya bukan orang kaya, jadi iPhone langsung saya coret dari daftar HP yang bakal dibeli (meski ngiler juga sebenarnya (heartbeat) ). Pilihan jatuh pada HP bersistem operasi Android. Dan yang masuk ke dalam range budget saya adalah Samsung Galaxy Gio.

Sebenarnya saya ganti HP bukan asal ikut trend sih. Sebagai pengamat IT, tentunya harus up-to-date bukan? (hassle) Apalagi ke depan saya punya rencana bikin aplikasi mobile.

Nah, apa saja nih kesan setelah beberapa hari menggunakan si Gio ini?

Continue reading »

Pengalaman dengan Ubuntu 11.04

Hanya kurang dua hari saja sebelum nomor versinya berubah jadi 11.05, Ubuntu Natty Narwhal akhirnya rilis juga. Setelah 3 hari 3 malam melakukan download ISO (sempat putus dua kali karena Speedy ngadat dan karena cuaca buruk (yang ini sih sengaja saya putus untuk alasan keamanan)) akhirnya saya install juga Ubuntu 11.04 itu, menimpa Ubuntu 10.10 yang sudah ada sebelumnya.

Kenapa kok gak update saja sih?

Continue reading »

Memaafkan Tapi Tidak Melupakan

Akhir-akhir ini istilah yang menjadi judul posting ini relatif sering terdengar. Entah apa maksud sebenarnya dari kata-kata itu tetapi saya tidak setuju. Melupakan itu mestinya bagian dari memaafkan. Kalau masih mengingat-ingat, sakit hati itu berarti masih ada.

Lalu muncul pula ungkapan seolah-olah membenarkan hal itu. Kalau kayu dipaku dan pakunya dicabut, lubang bekas pakunya tetap tidak hilang. Hati yang terluka digambarkan bagai dipaku. Dan ketika permintaan maaf terucap dan maaf diberikan, paku itu dicabut. Tapi bekasnya masih tetap ada.

Continue reading »

Low Budget Trip to Singapore

Sejak kecil, saya punya impian bisa pergi ke luar negeri, yach, setidaknya bisa ke negeri tetangga. Apalagi bisa bareng sama keluarga. Tapi ada daya, saya bukan orang kaya. Dapat duit dari mana? Eh, berima. (hassle)

Thanks to AirAsia karena mereka memiliki program free seat sehingga impian saya ke luar negeri bisa kesampaian. Berkat program free seat itu pula, tahun kemarin saya bisa ke Singapore bersama dua orang teman, ceritanya untuk”survey” dulu. Dan akhirnya tanggal 4-7 April 2011 kemarin, saya bisa mengajak keluarga ke Singapore.

Nah, seperti paragraf pertama tadi, saya bukan orang kaya, jadi perjalanan ke Singapore tersebut harus benar-benar direncanakan dengan baik, khususnya mengatur agar kantong tidak “bocor”.

Continue reading »

Firefox 4 Membawa Masalah

Sebagai seorang pemerhati dunia IT, saya berusaha untuk selalu menggunakan peranti lunak yang up-to-date. Nah, sebagai bagian dari dunia IT, tentu saya juga akrab dengan internet. Dan untuk menjelajah internet jelas dibutuhkan browser.

Beberapa hari yang lalu saya sukses upgrade IE8 ke IE9, meskipun saya pakai IE hanya untuk keperluan internet banking. Dalam waktu relatif bersamaan, saya juga update Chrome dan Opera ke versi terbaru.

Ketika akhirnya Firefox 4 resmi dirilis pada 22 Maret 2011 (atau 23 Maret 2011 WIB), tentu saja saya juga ingin menggunakannya. Proses download dan instalasi Firefox 4 berjalan lancar. Lalu saya browsing situs-situs favorit dengan Firefox 4. Tiba-tiba … blink! Monitor saya berkedip. (bigeyes) Dan itu terjadi beberapa kali.

Continue reading »

Motivasi Yang Ditukar

Walaupun sangat-sangat terlambat, saya ingin sedikit nimbrung masalah Putri Yang Ditukar yang lagi rame ini.

Dalam pemikiran saya yang sederhana ini, seseorang yang menghasilkan suatu produk pastilah memiliki motivasi tertentu. Contoh yang paling mudah, gak usah jauh-jauh, ya saya sendiri. B-)

Saat menulis buku, apa motivasi saya? Uang! Jelas itu, ndak perlu dipertanyakan dan diragukan lagi. Kita hidup butuh uang, right? (eh, maaf keceplosan pake Bahasa Inggris, belagu saya, maaf).

Itu sebabnya mengapa saya berhenti menulis buku sekarang, soalnya sudah tidak menjanjikan uang lagi.

Tapi saya punya motivasi terselubung. Saya ingin berbagi ilmu dan dengan demikian, saya memandaikan banyak orang. Siapa yang merasa jadi pandai karena membaca buku saya, silakan ngacung. Tuuuh, banyak khaaan. :mrgreen:

Nah, soal sinetron, saya tidak tahu apa motivasi terselubung para sineas bikin sinetron. Kalau motivasi utama sudah pasti sama seperti saya tadi, uang.

Continue reading »