preload preload preload preload

Linux dan Sebuah Kebolongan


10th February 2008 Linux 19 Comments

Membaca artikel di blog Okto Silaban yang berjudul Linux dan Sebuah Kebohongan, saya jadi tergelitik untuk menulis juga tentang hal yang senada. Judulnya pun hanya saya pelesetkan sedikit dengan mengganti sebuah huruf h dengan l. Di tulisannya tersebut, Okto Silaban mempertanyakan mengapa migrasi ke Linux relatif sulit dilakukan. Kalaupun ada, biasanya hanyalah pada level server, bukannya workstation.

Menurut pendapat saya, penyebabnya adalah karena adanya kebolongan (lubang) yang belum terisi di lingkungan Linux, yaitu game yang menarik. Sesederhana itu? Tanpa ragu-ragu saya jawab ya.

Jika ada perdebatan mengenai migrasi ke sistem operasi Linux, salah satu pendapat yang dikemukakan adalah pemutusan lingkaran setan dalam penggunaan sistem operasi Windows. Sekarang ini, hampir semua pengguna komputer nyaman menggunakan Windows. Mengapa? Karena sejak kecil sudah menggunakan Windows. Sekarang, bagaimana kalau sejak kecil anak-anak dididik menggunakan Linux, agar besarnya nanti terbiasa menggunakan Linux? OK, usul yang bagus.

Sekarang, bagaimana caranya memperkenalkan anak-anak kepada komputer? Game adalah jawabannya. Bolong Bohong kalau orang bilang anak-anak bisa tertarik komputer karena belajar programming, word processor, atau spreadsheet. Nah, kalau tidak ada game yang menarik untuk anak-anak, bagaimana anak-anak mau tertarik pada Linux.

Anak saya pun demikian, waktu saya ajari pake game di Linux, dooh, susahnya 1/2 hidup. Tapi mata mereka langsung “on” begitu melihat betapa indah dan warna-warninya game yang ada di Windows.

Jadi nampaknya kebolongan itu mesti diisi dulu, sebelum Linux bisa lebih memasyarakat lagi.

  • 19 responses to "Linux dan Sebuah Kebolongan"

  • Okto Silaban
    23:13 on February 10th, 2008
    Reply to comment

    Hmm.. masuk akal juga..
    Tapi kalo metodenya diganti bisa gak bos? misal

    Kalo berani ngegame pake Windows.., uang jajan dipotong..

    Tapi kalo ngegame pake Linux terus, anaknya dapet persenan dari royalti penjualan buku..

    Adil?? He..he

    *lari kenceng – kenceng..

  • Yahya Kurniawan
    5:27 on February 11th, 2008
    Reply to comment

    #1
    Sesuatu yang diawali dengan pemaksaan hasilnya tidak akan baik, bukan begitu? :)

  • suprie1983
    10:12 on February 11th, 2008
    Reply to comment

    hehehe, tergantung bos… klo ade saya sih udah pewe sama game di Linux, apalagi gCompris nya, tapi klo dah gede dikit dah sedikit milih – milih game, daripada pake komputer mending beli game console, gak ngeberatin hard disk, gak boros listrik :D

  • triyan
    16:18 on February 16th, 2008
    Reply to comment

    Keponakan saya nggak mau main gCompris. Maunya main Super Tux atau Frozen Bubble. Kalo udah main Super Tux, bisa berjam-jam gak mau berhenti.

    Kesimpulannya: Gak mesti harus ada game bagus di Linux. Super Tux dan Frozen Bubble sudah cukup :)

    Cuman keponakan saya tuh gak kenal Windows. Komputer saya cuman ada Linux aja :D

  • Yahya Kurniawan
    16:45 on February 16th, 2008
    Reply to comment

    #4:
    Coba saja besok kalo dia sudah sekolah dan main game di windows :D

  • Sampurna
    23:36 on February 18th, 2008
    Reply to comment

    Kalo game buat anak kecil mungkin tidak terlalu masalah, karena mereka tidak bisa berbuat banyak kalau didepannya hanya disodorin game Linux.

    Lain halnya mereka yg dah pada kenal game online, biasanya mereka susah untuk diajak berpaling ke game online Linux. Kasusnya jadi gak beda banyak dng Windows – Linux. Kalo dah biasa pakai Windows, ogah pake Linux. Kalo dah biasa main game online Windows, ogah main game online Windows. Semua sebetulnya tinggal kebiasaan dan kemauan.

    Omong2, memang di Linux ada game online … ??? :)
    Ada boss, jadi Linux ga bisa dibilang bolong 100% … nich infonya :
    http://awali.org/forum/viewthread.php?forum_id=5&thread_id=291&pid=1355#post_1355

  • Sampurna
    23:38 on February 18th, 2008
    Reply to comment

    Kalo dah biasa main game online Windows, ogah main game online Windows

    RALAT :
    Kalo dah biasa main game online Windows, ogah main game online Linux

  • Yahya Kurniawan
    5:42 on February 19th, 2008
    Reply to comment

    #6, #7
    Itulah masalahnya. Saya tidak bilang di Linux tidak ada game sama sekali, tapi game yang menarik hampir tidak ada.
    Dulu sebelum anak saya sekolah, saya bisa meminta mereka cuma main game di Linux. Tapi setelah sekolah, gimana lagi, lab komputer di sekolahnya pake Windows dan gamenya jauh lebih menarik daripada game Linux di rumah …

  • prabuwardhana
    8:36 on February 19th, 2008
    Reply to comment

    kalo saya menunggu CorelDraw dan Photosop bisa jalan di Linux… He..he..he..

    Habis kalo pake Inkscape sama GIMP males belajar lagi (sugesti yang buruk :P )

    Kalo masalah ngegame mah, bisa diaturr…

    • timbul
      7:17 on January 17th, 2010
      Reply to comment

      kok aku malah lebih suka pake GIMP sama Inkscape, Correl & Photosop bikin aku tambah kriting. Semuanya hanya kebiasaan aja….
      dan hati nurani….

  • jack
    11:49 on March 1st, 2008
    Reply to comment

    klo untuk anak-anak mungkin game, tapi klo untuk saya pribadi mungkin karena linux masih belom 100% bisa auto plug-n-play, walaupun bisa klo di configure ulang misalnya.
    tapi yah itu, kadang saya ga ada waktu, klo windows kan udah sangat aman untuk masalah itu jadi di manapun bisa colok-dan-maen (bahkan windows versi bajakan yg saya pakai juga udah sangat aman :P )

    tapi saya salut sama perkembangan linux. saya berharap suatu saat saya juga bisa memakai linux untuk sistem utama.

  • Bair
    21:27 on May 12th, 2008
    Reply to comment

    Saya coba kasih beberapa ide ya:
    1. Berikan contoh kepada anak bapaknya kerja dan main sehari2 pakai Linux.
    2. Ajarkan kepada anak bahwa membajak itu sama seperti dosa yang lain seperti berbohong, mencuri dan lain2, jadi kalau belum mampu beli yg berbayar pakai yg free. Kalau kayak gini harusnya tidak jadi masalah ngiler di sekolah, toh sama saja kalau teman2nya makan enak dan naik mobil mewah di sekolah kita bisa tahan, kan gak mungkin karena ngiler kita ngerampok.
    3. Sekarang kalo tidak salah sudah mulai banyak game di Linux yang keren2, pinter2nya kita hunting aja, seperti CS yg mirip di Linux, online game dll.
    4. dan lupa lagi..

    silahkan ditambahkan ama yang lain :)

  • cid
    18:19 on July 10th, 2008
    Reply to comment

    Quake 4, DOOM 3, ET:QW, game-game bagus yang sudah ada versi linuxnya, tinggal menunggu produsen game lain tux buat versi linuxnya…
    cepat atau lambat…

  • riswan
    21:28 on April 20th, 2009
    Reply to comment

    sebenarnya bukan masalah kebohongan atau kebolongan

    konsep dasar dari para pakar it untuk mensosialisasikan linux adalah
    agar bangsa ini lebih terdidik menghargai usaha orang lain dan memiliki kemampuan untuk belajar dan bekerja keras.

    mohon direnungkan lebih dalam lagi.

  • vicry
    17:22 on October 5th, 2009
    Reply to comment

    penulis nya goblok pake aja wine/cedega kan bisa nge-game dilinux

  • Subianto
    10:18 on October 22nd, 2009
    Reply to comment

    Masalahnya orang indonesia “termasuk sedikit pada saya” g mau bersusah payah penginnya yang sudah siap pakai aja. Artinya dia g mau pinter karena selalu jadi konsumen. Padahal linux tu enak dan bebas diobrak-obrik semau kita beda dengan win penuh keterbatasan. Sebenarnya orang indonesia itu senang modifikasi sesuai selera pribadinya. Ayoo liat aja sepeda motor mereka dimodifin sesuka mereka sesuai pengetahuan mereka. Dan di linux boleh anda obrak-obrik semuanya bahkan diganti dengan nama dan merek anda sendiri tanpa takut dikatakan pencuri atau pembajak. N kalo laku bisa dijual n dapat fulus. Beda dengan win takut kena penjara. http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif

  • Pazri
    13:48 on November 26th, 2009
    Reply to comment

    Ya menyuguhkan Game Windows di hadapan anak2, sama aja mengajarkan mereka untuk tidak mengharagai hak kekayaan intelektual. Memang sebagian kalangan mengatakan Copy/Bajak untuk kepentingan atau pakai senderi tu boleh-boleh saja. Cuma pihak microsoft jelas tidak pernah membenarkan urusan ini. Pembajakan tetap pembajakan Silahkan di cek berapa harga game CS atau Stronghold. Jelas kalu memang di suguhi itu pasti Game itu tidak legal..

  • Vidya Alkaff Fitriyanto
    23:37 on December 12th, 2009
    Reply to comment

    se7 boz, untung boz ganti L..kalo dak diganti ya BINUX bacanya :D

  • Trackbacks

  • Trackback fromEee PC Windows Lebih Laris Daripada Linux (?)
    Saturday, 15 March, 2008

    [...] Game yang menarik untuk anak-anak. Tentang ini sudah pernah saya singgung sebelumnya. [...]

  • Trackback fromAntara Windows dan Linux « CakTopan Punya Blog
    Thursday, 3 April, 2008

    [...] Dua-duanya buatan manusia. Selalu ada kelemahannya. Window punya isu kelemahan di security. Linux punya keterbatasan game. Gw sendiri punya alasan kuat untuk pindah Linux. Gw pake laptop cuma buat browsing (pake FireFox [...]

  • Trackback fromAntara Windows dan Linux « CakTopan Punya Blog
    Thursday, 3 April, 2008

    [...] Dua-duanya buatan manusia. Selalu ada kelemahannya. Window punya isu kelemahan di security. Linux punya keterbatasan game. Gw sendiri punya alasan kuat untuk pindah Linux. Gw pake laptop cuma buat browsing (pake FireFox [...]

  • Leave a Reply

    X-( B-) ;) :p :o :mrgreen: :P :D :-( :)) :) :( 8-) (yahoo) (worship) (woot) (unsure) (tongue) (thinking) (tears) (taser) (smileydance) (sleeping) (siul) (sick) (scenic) (rofl) (rock) (party) (panic) (okok) (nottalking) (ninja) (ngacir) (music) (muscle) (muhaha) (mual) (money) (mmm) (lonely) (lol) (lmao) (kepruk) (idiot) (hungry) (highfive) (heartbeat) (heart) (headspin) (hassle) (haha) (gym) (griltongue) (goodluck) (girlkiss) (funkydance) (fish_hit) (eyeroll) (evilsmirk) (evil_grin) (drinking) (doh) (devil) (dance) (cry) (cozy) (coffee) (bye) (brokenheart) (bringit) (blush) (biyayakan) (bigeyes) (beer) (banana_rock) (banana_ninja) (banana_cool) (applause) (annoyed) (angry) (K) (: