Buffon Gemilang, Tapi Italia Kritis Preview Italia vs Perancis
Jun 08 15

Sejak kerusakan kamera digital Canon PowerShot A300 milik saya sekitar dua tahun lalu, saya tidak lagi memiliki kamera digital. Mau direparasi, biayanya mahal (sekitar satu setengah juta rupiah). Lha wong yang kena CCD nya. Dengan uang segitu (ya ditambah sedikit tentunya), saya sudah bisa beli kamera digital yang baru.

Akhirnya saya malah memutuskan untuk membeli handphone yang memiliki fitur kamera (Nokia 6120 Classic) bahkan kemudian Sony Handycam DCR-DVD608E. Handycam tersebut memiliki fitur untuk menangkap gambar berupa still image atau foto.

Namun dalam perkembangannya, kualitas foto yang dihasilkan oleh kedua gadget tersebut mengecewakan saya. Saya menyadari bahwa kamera yang ada di HP biar bagaimanapun cuma “pemanis” saja. Lalu Sony jelas tidak mau “membunuh” produk kamera digitalnya dengan menyertakan kemampuan mengambil foto berkualitas tinggi pada sebuah Handycam.

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli sebuah kamera digital dan pilihan kembali jatuh ke merk Canon. Saya mengambil momen FKI (Festival Komputer Indonesia) untuk memburu sebuah kamera digital baru dan akhirnya pilihan jatuh pada Digital IXUS 80 IS. Dari beberapa pilihan warna yang tersedia, saya memilih warna biru muda.

Baru beberapa kali pakai saja, saya sudah sangat, sangat puas dengan kemampuan kamera ini. Kualitas gambar yang didapat bagus dan fitur melimpah. Beberapa fitur yang tersedia antara lain adalah:

  • 8.0 million effective pixels
  • 3x (38-114mm equiv.) zoom
  • ISO 1600
  • Optical Image Stabilization
  • Canon’s DIGIC III image processor, iSAPS, 9-point AiAF
  • Face Detection (including white balance)
  • Wide viewing angle 2.5″ LCD screen (230,000 pixels)
  • Canon’s new motion detection technology (to avoid image blur)
  • AF point zoom
  • 30fps VGA movies with time lapse mode

Mode capture gambar yang tersedia antara lain:

  • Auto
  • Manual
  • Digital Macro
  • Portrait
  • Night Snapshot, mampu menghasilkan gambar yang relatif terang di kegelapan malam.
  • Color Accent, “menangkap” sebuah warna saja dan membiarkan yang lain menjadi black and white.
  • Color Swap, mengganti sebuah warna dengan warna lain.

Berbekal pengalaman sebelumnya, saya tidak ingin kamera digital ini cepat rusak. Karena itu saya cenderung untuk justru lebih sering menggunakan kamera ini dan memindahkan data gambar via card reader, bukan dengan kabel data yang disediakan oleh Canon.

Ada yang punya tips untuk memelihara kamera digital agar awet?

18 Responses to “Canon Digital IXUS 80 IS”

  • 1
      Willy Sudiarto Raharjo Says:

    aku juga sempet ngincer ini, soalnya lihat specnya cukup bagus
    dan ternyata emang beneran bagus :D

    bedanya aku belum beli hehehe


  • 2
      maseko Says:

    Jadi inget punya IXUS 400 yang rusak, kalau lewat service center baru keingetan buat mbenerin tapi kok ya kelupaan terus buat mbawa


  • 3
      gadjah.net Says:

    Rusaknya gara-gara apa?

    Saya juga baru beli kamdig, jadi pengen tau rusaknya apa biar gak jadi korban yang sama.


  • 4
      Yahya Kurniawan Says:

    #3
    Dulu batterei tidak pernah saya keluarkan dari kamera. Itu yang bikin cepat rusak. Harusnya kalau batterei sudah habis, cepat-cepat dikeluarkan. Trus battereinya kalau mau disimpan lama, sebaiknya dalam keadaan kosong. Di charge kalau mau dipakai saja.


  • 5
      Dedhi Says:

    Rusak CCD-nya kenapa yah? Apa yang garis merah atau gambar kosong itu? Kalo emang itu, itu kesalahan produk Canon yg dijual tahun 2003-an, dan tahun 2004-2005 semua di Singapore dapat service CMOS gratis.
    Dulu saya juga sempat repair dan bayar.
    Sialnya pas segitu Ixus 400 saya udah ilang, receipt saya buang, dan saya gak bisa reclaim duit repair itu.


  • 6
      Yahya Kurniawan Says:

    #5
    Ya, display nya blank sama sekali. Di Singapur di servis gratis? Enak ya.


  • 7
      ibunk Says:

    Harganya Berapa pak ?? hehehhe…..


  • 8
      daaan Says:

    Wah saya lagi pengen kamera juga nih pak tapi kok ya nikon D40 :((


  • 9
      suprie Says:

    loch loch ke FKI juga toh, koq gak ketemu


  • 10
      Yahya Kurniawan Says:

    #9
    FKI Jogja lho, Mas :mrgreen:


  • 11
      nanang Says:

    kalo dibandingkan dengan adiknya yg ixus 70 gimana ya?


  • 12
      Yahya Kurniawan Says:

    #11
    Hampir sama kayaknya. Cuma selisih 1 MP.


  • 13
      Yuli Says:

    Siang, saya dapat kamera Canon power shot A300 dari bos saya. namun memang sudah rusak sejak diberikan. Masalahnya sama dengan cerita diatas.

    Displaynya blank, tapi masih bisa lihat gambar yang tersimpan di memory serta tulisan menunya.

    Kira2, yang di Singapore masih terima service secara gratis gak yah? hehehehehe…. (berharap) kalau ada yang tahu alamatnya dimana.

    Terima kasih.


  • 14
      ano Says:

    mas harga beli ixus 80 is nya berapa? lokasi jogja ya? kapan ya ada pameran lagi…..


  • 15
      Yahya Kurniawan Says:

    #13
    Coba ke service centre Canon terdekat. Kayaknya bisa kok diklaim.

    #14
    Wah beli nya berapa ya? Sudah lupa, hehehe. 2,4 juta kalo ndak salah ingat.


  • 16
      Udin Says:

    Emang bagus kamera ini kok…salah satu kamera yang laris


  • 17
      Anton Says:

    wah wah.. kebetulan sy lg mo cari kamera, yg harga 2jtan. Bos Yahya, canon ixus kl buat foto jarak dekat (makro 10-30cm) bagus ga? kebetulan sy suka foto makro buat barang dagangan (iseng2 nambah uang jajan :) ) Sy pake kodak C643 easy share 6,2MP jelek kalo buat foto makro/jarak dekat. Thx.
    Nb. Jogja juga ya bos


  • 18
      chay Says:

    nanya dunk
    bedanya canon powershot sama yg ga powershot apa ya??

    aku juga mo bli neeh ixus 80 bagusan mana sama yg powershot??

    makasi


  • Leave a Reply