<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Oom Yahya</title>
	<atom:link href="http://yahyakurniawan.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yahyakurniawan.net</link>
	<description>Catatan Usil Yahya Kurniawan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 04:35:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengenang Papi</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/sharing/mengenang-papi/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/sharing/mengenang-papi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 04:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini mestinya diunggah dua hari lalu, bertepatan dengan Imlek, namun karena kesibukan, baru hari ini saya sempat menulisnya. Kenapa mesti Imlek? Ndak ada alasan khusus sih. Hanya memang biasanya momen-momen tertentu digunakan untuk mengenang orang-orang dekat yang telah pergi. Papi, demikian beliau mengajar saya memanggilnya, memang telah dipanggil pulang ke rumah Bapa pada 1 November 2009, setelah 15 tahun bergulat dengan stroke yang dideritanya. Imlek kemarin kami datang ke makam untuk mengenang sosoknya dan membersihkan makamnya. Papi adalah seorang&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/mengenang-papi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini mestinya diunggah dua hari lalu, bertepatan dengan Imlek, namun karena kesibukan, baru hari ini saya sempat menulisnya. Kenapa mesti Imlek? Ndak ada alasan khusus sih. Hanya memang biasanya momen-momen tertentu digunakan untuk mengenang orang-orang dekat yang telah pergi.</p>
<p>Papi, demikian beliau mengajar saya memanggilnya, memang telah dipanggil pulang ke rumah Bapa pada 1 November 2009, setelah 15 tahun bergulat dengan stroke yang dideritanya. Imlek kemarin kami datang ke makam untuk mengenang sosoknya dan membersihkan makamnya.</p>
<p>Papi adalah seorang pekerja keras dan memiliki bakat kental seorang marketing. Apa saja yang ada di tangannya bisa jadi barang dagangan. Ketika saya masih kecil, pekerjaan Papi adalah berdagang kalkulator dan mesin ketik. Papi kulakan berbagai &#8220;gadget&#8221; itu dari Jakarta dan dijual di daerah.</p>
<p>Ketahuanlah dari mana datangnya bakat saya ngoprek gadget <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-576"></span></p>
<p>Bisnis Papi mulai lesu di pertengahan 80an. Maka Papi memutuskan banting setir, tetapi bukan bentuk usahanya yang berganti, melainkan barang yang didagangkan. Kali ini Papi berjualan perhiasan emas intan.</p>
<p>Perhiasan diambil dari beberapa sumber di Jogja dan &#8220;dijajakan&#8221; di kota-kota lain, bukan ke konsumen langsung melainkan ke toko mas. Setelah melalui berbagai uji coba, akhirnya ketahuan kalau pasar potensial ada di Jawa Tengah bagian utara hingga ke ujung timur Jawa Timur.</p>
<p>Saat bekerja, Papi hanya ditemani seorang sopir merangkap asisten. Mereka gantian menyetir, terutama bila lokasi yang dituju jauh, Banyuwangi misalnya.</p>
<p>Sesekali, bila waktu libur sekolah, saya diajak Papi untuk ikut berdagang. Kebanyakan saya diajak bila lokasi yang dituju adalah Jawa Tengah bagian utara, sebab kami memiliki banyak saudara yang tinggal di Kudus. Sebenarnya alasan utamanya sih supaya saya ditinggal saja di rumah sepupu di Kudus, lalu Papi bersama sopirnya itu pergi berdagang. Nanti saya dijemput kembali bila sudah selesai. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi toh tak jarang saya ikut juga, datang dari satu toko mas ke toko mas yang lain. Maka saya tahu daerah-daerah pelosok di seputaran Kudus, seperti Bae, Welahan, Jekulo, Undaan, Dawe, Mayong, dan nama-nama aneh lainnya.</p>
<p>Satu hal yang saya sayangkan, pola kerja seperti itu membuat pola makan Papi jadi tidak teratur dan menunya pun tak sehat. Itu yang membawanya terkena stroke pada usia yang relatif masih muda, 44 tahun.</p>
<p>Semua sudah berlalu. Kini saya berharap, bakat berdagang Papi itu menitis ke diri saya. I have his blood running in my veins, right? Maklum, saya sedang belajar jadi pengusaha, walau sudah tentu tidak akan mengikuti role model Papi yang berdagang berkeliling.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/sharing/mengenang-papi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Penemu yang Mengubah Dunia &#8211; Ikuti Lenovo DoNetworkID Program</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/seputar-kita/jadilah-penemu-yang-mengubah-dunia-ikuti-lenovo-donetworkid-program/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/seputar-kita/jadilah-penemu-yang-mengubah-dunia-ikuti-lenovo-donetworkid-program/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 16:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[Saya dulu suka membayangkan, puluhan tahun yang akan datang nama saya tercetak di buku-buku ensiklopedia sebagai seorang penemu. Mungkin Andapun ada pula yang memiliki cita-cita seperti itu. Barangkali tidak perlu muluk-muluk menjadi penemu barang yang fantastis seperti mesin waktu atau pintu ke mana saja, namun bila Anda memiliki inovasi yang bermanfaat bagi umat manusia, niscaya cita-cita tadi bisa tercapai. Kalau Anda bingung dari mana hendak mulai melangkah untuk mewujudkan cita-cita itu, Anda tak perlu khawatir. Lenovo memiliki program DoNetworkID yang&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/seputar-kita/jadilah-penemu-yang-mengubah-dunia-ikuti-lenovo-donetworkid-program/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dulu suka membayangkan, puluhan tahun yang akan datang nama saya tercetak di buku-buku ensiklopedia sebagai seorang penemu. Mungkin Andapun ada pula yang memiliki cita-cita seperti itu.</p>
<p>Barangkali tidak perlu muluk-muluk menjadi penemu barang yang fantastis seperti mesin waktu atau pintu ke mana saja, namun bila Anda memiliki inovasi yang bermanfaat bagi umat manusia, niscaya cita-cita tadi bisa tercapai.</p>
<p>Kalau Anda bingung dari mana hendak mulai melangkah untuk mewujudkan cita-cita itu, Anda tak perlu khawatir. Lenovo memiliki program DoNetworkID yang bisa membantu Anda mewujudkan cita-cita Anda menjadi seorang penemu, seorang inovator.</p>
<p>Bagaimana caranya? Silakan baca terus tulisan ini. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-570"></span></p>
<p>Kalau dipikir-pikir, hidup di zaman kita ini sangat enak, ya? Apalagi bila kita kilas balik ke zaman dahulu kala; belum ada sepeda, listrik, apalagi internet. Pergi ke luar kota harus berjalan kaki selama berhari-hari. Mau mengirim pesan, harus minta bantuan merpati pos. Mau mengumumkan sebuah berita penting ke seisi kampung, harus pakai kentongan.</p>
<p>Sejujurnya, kita harus berterima kasih kepada para inovator yang telah membantu membuat hidup kita jauh lebih baik. Terima kasih kepada Thomas Alva Edison yang telah menemukan lampu listrik. Terima kasih kepada Wright Bersaudara yang telah menemukan pesawat terbang. Terima kasih kepada para inovator lainnya yang jumlahnya terlalu banyak untuk disebut di sini.</p>
<p>Bukan hanya di luar negeri. Di Indonesia pun, kita bisa menyebut banyak nama yang telah sukses sebagai inovator. Ada nama Tirto Utomo, orang yang pertama kali memproduksi dan menjual air putih dalam kemasan. Ada nama Satya Witoelar, orang yang membangun layanan sosial media pertama di dunia yang berbasis lokasi. Dan masih banyak nama lainnya.</p>
<p>Satu pertanyaan yang perlu kita renungkan, “Bisakah saya menjadi seorang penemu juga?”</p>
<p>Jangan buru-buru berkata “Tidak mungkin.” Karena tak ada yang tidak mungkin selama kita yakin dan mau mencoba.  Anda pun bisa kok, menjadi penemu alias inovator. Caranya:</p>
<ol>
<li>Tekuni hobi dan passion Anda secara serius dan mendalam.</li>
<li>Cari masalah apa yang paling sering dipermasalahkan orang-orang di lingkungan Anda, tapi sampai saat ini belum ada solusinya.</li>
<li>Pikirkan dan cari tahu, ide kreatif apa yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.</li>
<li>Langsung action. Segera wujudkan ide tersebut menjadi sebuah inovasi baru.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, kebetulan saat ini ada sebuah program yang bisa membantu Anda menjadi seorang penemu. Namanya Lenovo DoNetworkID Program.</p>
<p>Tertarik untuk ikutan? Coba baca dan ikuti penjelasan di bawah ini. Siapa tahu, informasi ini bisa menjadi peluang besar bagi Anda untuk menjadi seorang inovator yang mengubah peradaban dunia menjadi lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Pendaftaran: 8 Desember 2011 s/d 25 Januari 2012</li>
<li>Pemilihan peserta favorit: 5 s/d 25 Januari 2012</li>
<li>Finalis: 26 Januari s/d 29 Februari 2012</li>
<li>Pengumuman pemenang: 1 Maret 2012</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berita yang sangat menyenangkan: Tim Anda akan dipandu oleh 3 mentor terhandal di Indonesia, yaitu:</p>
<ol>
<li>Budi Putra (konsultan teknologi</li>
<li>Nurdiansyah (peneliti dan pemerhati pendidikan)</li>
<li>Onno W Purbo (independent IT writer)</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bila Anda tertarik, coba bentuk tim dari sekarang. Sebab program ini memang mengharuskan seperti itu. Lalu cari dan urun rembug mengenai ide dan proyek inovatif apa yang akan diikutsertakan. Setelah itu, silahkan langsung bergabung dengan Lenovo DoNetworkID Program. Jangan lupa untuk dukung program Do Network ini dengan menggunakan twibbon di <a href="http://t.co/Yae7e1Dt" target="_blank">http://t.co/Yae7e1Dt</a></p>
<p>Info lebih lanjut mengenai program ini bisa dibaca di <a href="http://bit.ly/t5zUmm">http://bit.ly/t5zUmm</a></p>
<p>Semoga bermanfaat ya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>UPDATE</p>
<p>Berikut adalah pendapat para mentor mengenai program ini</p>
<div>
<div>
<ul>
<li>Pak Onno : <a href="http://bit.ly/xg2Ov8" target="_blank">http://bit.ly/xg2Ov8</a></li>
<li>Pak Nurdiansyah : <a href="http://bit.ly/zF9bvi" target="_blank">http://bit.ly/zF9bvi</a></li>
<li>Pak BudiP : <a href="http://bit.ly/xmVUdw" target="_blank">http://bit.ly/xmVUdw</a></li>
</ul>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/seputar-kita/jadilah-penemu-yang-mengubah-dunia-ikuti-lenovo-donetworkid-program/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Statistik WordPress</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/blogging/statistik-wordpress/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/blogging/statistik-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 14:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang cukup aktif ngeblog tapi cuek blognya mau dikunjungi orang atau tidak, dikomentari atau tidak? Jarang rasanya yang berperilaku demikian. Hampir semua pemilik blog pastilah kepo.  Itu sebabnya, WordPress diperlengkapi dengan plugin WordPress Stats yang memungkinkan pemilik blog untuk memeriksa statistik kunjungan ke blognya. Sayangnya, plugin ini rupanya sering jadi momok bagi web server yang ditumpangi oleh blog WordPress (tentunya blog WordPress yang hosting sendiri), karena memakan resource yang cukup besar. Saya sendiri pernah mengalami di-suspend sampai tiga kali&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/blogging/statistik-wordpress/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang cukup aktif ngeblog tapi cuek blognya mau dikunjungi orang atau tidak, dikomentari atau tidak? Jarang rasanya yang berperilaku demikian. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Hampir semua pemilik blog pastilah kepo.  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Itu sebabnya, WordPress diperlengkapi dengan plugin WordPress Stats yang memungkinkan pemilik blog untuk memeriksa statistik kunjungan ke blognya. Sayangnya, plugin ini rupanya sering jadi momok bagi web server yang ditumpangi oleh blog WordPress (tentunya blog WordPress yang hosting sendiri), karena memakan resource yang cukup besar.</p>
<p>Saya sendiri pernah mengalami di-suspend sampai tiga kali oleh pengelola web server, ya gara-gara plugin WordPress Stats itu.</p>
<p><span id="more-564"></span>Akhirnya saya memutuskan untuk mematikan saja plugin WordPress Stats. Tapi &#8230;. kekepoan saya jadi tak terobati &#8230;. hiks  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/cry.gif' alt='(cry)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu saya mencoba menggunakan Google Analytics. Lumayanlah, sedikit terobati keponya. Tapi tetap terasa ada yang kurang. Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu saya menemukan plugin <a href="http://jetpack.me/">Jetpack</a> untuk WordPress.</p>
<p>Plugin ini berisi beberapa perkakas yang bermanfaat untuk blogging dan salah satu di antaranya adalah WordPress Stats. Lho, gimana tho? Tadi katanya bikin masalah! <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebentar, itu memang sama-sama WordPress Stats, tapi kali ini beroperasi menggunakan cloud. Jadi statistik yang dicatat di sini tidak langsung membebani server. Nah, dengan menggunakan Jetpack, kekepoan saya bisa terobati lagi tanpa harus khawatir di-suspend oleh pengelola web server. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/dance.gif' alt='(dance)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/blogging/statistik-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Film Tintin</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/film/review-film-tintin/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/film/review-film-tintin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 22:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Peringatan: tulisan ini mengandung spoiler! Sangat mustahil mengharapkan sebuah film yang diangkat dari buku/komik/novel akan memiliki jalan cerita yang persis plek dengan sumbernya. Malah tak jarang jalan ceritanya bisa melenceng sangat jauh. Film The Adventure of Tintin pun demikian. Walau berbasis pada komik Rahasia Kapal Unicorn (The Secret of the Unicorn) dan Harta Karun Rackham Merah (Red Rackham&#8217;s Treasure), namun hanya inti cerita saja yang bisa dibilang sama. Banyak detil yang meleset jauh dari komiknya. Bahkan sebagian jalan cerita mengadopsi komik&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/film/review-film-tintin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peringatan: tulisan ini mengandung spoiler!</p>
<p>Sangat mustahil mengharapkan sebuah film yang diangkat dari buku/komik/novel akan memiliki jalan cerita yang persis plek dengan sumbernya. Malah tak jarang jalan ceritanya bisa melenceng sangat jauh.</p>
<p>Film The Adventure of Tintin pun demikian. Walau berbasis pada komik Rahasia Kapal Unicorn (The Secret of the Unicorn) dan Harta Karun Rackham Merah (Red Rackham&#8217;s Treasure), namun hanya inti cerita saja yang bisa dibilang sama. Banyak detil yang meleset jauh dari komiknya. Bahkan sebagian jalan cerita mengadopsi komik Kepiting Bercapit Emas (The Crab with the Golden Claws).</p>
<p>Tapi tak apalah, yang penting tidak &#8220;merusak impian&#8221; penggemarnya dengan menghadirkan tokoh utama yang seharusnya baik menjadi jahat seperti Jim di film Mission Impossible atau Scrappy Doo di film Scooby Doo. OK, memang tokoh Sakharine yang di komik adalah orang baik dijadikan jahat di film tetapi Shakarine bukanlah tokoh utama yang memiliki &#8220;ikatan bathin&#8221; dengan fans Tintin.</p>
<p><span id="more-553"></span>Wajah karakter Tintin juga bisa dibilang tidak mirip dengan komiknya. Padahal karakter lain seperti Kapten Haddock, Thompson &amp; Thomson, Aristides Silk, Bianca Castafiore, dan lain-lain boleh dibilang cukup dekat dengan komiknya. Untunglah dari baju dan gesture-nya, tokoh Tintin di komik berhasil &#8220;dihidupkan&#8221; di film ini.</p>
<p>Kekuatan film ini jelas ada pada efek visualnya. Menonton para tokoh beraksi kadang membuat kita lupa kalau itu hanya sebuah animasi saja, bukan orang sungguhan. Tapi buat saya, bukan cuma efek visual yang jadi keunggulan film ini. Jalan ceritanyapun buat saya cukup kuat.</p>
<p>Beberapa perubahan yang membuat cerita di film berbeda dengan komiknya sebenarnya membawa ceritanya sedikit lebih &#8220;masuk akal&#8221;. Misalnya soal harta karun yang ditemukan di gudang Marlinspike. Lebih wajar memang jika yang ditemukan di sana cuma beberapa keping uang &#8220;receh&#8221; dan peta untuk menuju ke harta karun yang tenggelam bersama Unicorn. Agak janggal bukan bila Sir Francis Haddock bisa membawa banyak perhiasan waktu melarikan diri dari Unicorn.</p>
<p>Ya cuma kalau di beberapa detil adegan ada hal-hal yang <em>ora mutu</em>, ya jangan protes. Ingat, bagaimanapun Tintin itu aslinya komik. Kartun.</p>
<p>Satu lagi yang menyenangkan buat saya, penamaan tokoh mengikuti Tintin terbitan Indira, bukan Gramedia. Jadi saya tak perlu mengernyitkan dahi mendengar nama Milo atau Dupond dan Dupont yang aslinya adalah Snowy, Thompson dan Thomson. Belum lagi kalau misalnya saja ada tokoh numpang lewat yang namanya beda. Saya belum baca Tintin terbitan Gramedia, bisa saja Sakharine dan Barnaby punya nama berbeda di sana.</p>
<p>Melihat film Tintin ini, tidak bisa tidak saya teringat pada film-film Indiana Jones. Nuansa Indiana Jones kental sekali. Bukan cuma karena sutradaranya yang sama &#8211; si Stevel Spielberg &#8211; tetapi karena gosipnya Indiana Jones itu diciptakan oleh Spielberg sebagai pelipur lara karena saat itu dia gagal membeli hak cipta untuk mengangkat Tintin ke layar lebar. Atau mestinya film Indiana Jones yang kental nuansa Tintin ya. Embuhlah.  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oh ya, apakah Anda tertawa (setidaknya tersenyum) waktu Bianca Castafiore menyebut Sakharine dengan Mr. Sugar Additive?  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/lmao.gif' alt='(lmao)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/film/review-film-tintin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Inggris</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/seputar-kita/kunci-inggris/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/seputar-kita/kunci-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 14:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=549</guid>
		<description><![CDATA[Kunci inggris merupakan perkakas yang sangat lumrah kita jumpai di sekeliling kita. Ketika masih kecil, saya tidak bisa membedakan mana yang kunci inggris, mana yang kunci pas. Ternyata perbedaannya adalah: kunci inggris bisa diatur lebarnya, sedangkan kunci pas tidak bisa karena sudah pas. Nah, terinspirasi dari posting Paman Tyo soal sendok bebek yang sejatinya memang menyoal sendok bebek, tetapi di dalamnya ada teks tentang kunci inggris, sayapun juga jadi bertanya-tanya, “Iya ya, kenapa kok dinamai kunci inggris?” Dan google memang&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/seputar-kita/kunci-inggris/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kunci inggris merupakan perkakas yang sangat lumrah kita jumpai di sekeliling kita. Ketika masih kecil, saya tidak bisa membedakan mana yang kunci inggris, mana yang kunci pas. Ternyata perbedaannya adalah: kunci inggris bisa diatur lebarnya, sedangkan kunci pas tidak bisa karena sudah pas.</p>
<p>Nah, terinspirasi dari posting <a href="http://antyo.posterous.com/sendok-bebek">Paman Tyo soal sendok bebek</a> yang sejatinya memang menyoal sendok bebek, tetapi di dalamnya ada teks tentang kunci inggris, sayapun juga jadi bertanya-tanya, “Iya ya, kenapa kok dinamai kunci inggris?”</p>
<p>Dan google memang sarana yang tepat untuk memuaskan keingintahuan. Ternyata kunci inggris itu bahasa inggrisnya adalah adjustable spanner atau adjustable wrench. Namun di beberapa negara Eropa seperti Perancis, Jerman, Portugal, Spanyol, Italia, dan barangkali juga Belanda, adjustable spanner memang disebut dengan “english key”.</p>
<p>Alasannya adalah karena perkakas tersebut ditemukan oleh insinyur Inggris bernama Richard Clyburn pada tahun 1842. Dan karena Indonesia dulu dijajah Belanda, maka tak heran bila kemudian terjemahan perkakas tersebut ke dalam Bahasa Indonesia ya jadi “kunci inggris”.</p>
<p>Padahal sebenarnya kunci inggris yang dikenal sekarang ini adalah hasil penyempurnaan dari english key yang diciptakan oleh Richard Clyburn tersebut dan yang melakukan penyempurnaan adalah Johan Petter Johansson dari Swedia. Maka tak heran di negara Denmark, Polandia, dan Israel, kunci tersebut dikenal dengan nama “Swedish Key”.</p>
<p>Semoga yang penasaran dengan asal nama kunci inggris jadi tercerahkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/seputar-kita/kunci-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Berkat Ngeblog” – Hari Blogger Nasional 2011</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/blogging/%e2%80%9cberkat-ngeblog%e2%80%9d-%e2%80%93-hari-blogger-nasional-2011/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/blogging/%e2%80%9cberkat-ngeblog%e2%80%9d-%e2%80%93-hari-blogger-nasional-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 03:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ditanya, &#8220;apa manfaat yang kamu dapat dari ngeblog?&#8221; saya sungguh merasa sulit menjawabnya. Jujur saja, kalau dari segi materi dan prestasi, hampir tidak ada yang saya dapat dari ngeblog. Post blog saya yang pertama tercatat tanggal 29 Maret 2006, waktu itu blog saya masih beralamat di y4hy4.blogspot.com. Lalu saya boyongan ke domain ini pada tanggal 12 Februari 2008. Saat pertama kali ngeblog, saya sudah menjadi seorang penulis buku IT dan saat itu buku saya sudah belasan. Jadi saya bisa menerbitkan&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/blogging/%e2%80%9cberkat-ngeblog%e2%80%9d-%e2%80%93-hari-blogger-nasional-2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ditanya, &#8220;apa manfaat yang kamu dapat dari ngeblog?&#8221; saya sungguh merasa sulit menjawabnya. Jujur saja, kalau dari segi materi dan prestasi, hampir tidak ada yang saya dapat dari ngeblog.</p>
<p>Post blog saya yang pertama tercatat tanggal 29 Maret 2006, waktu itu blog saya masih beralamat di <a href="http://y4hy4.blogspot.com">y4hy4.blogspot.com</a>. Lalu saya boyongan ke domain ini pada tanggal 12 Februari 2008.</p>
<p>Saat pertama kali ngeblog, saya sudah menjadi seorang penulis buku IT dan saat itu buku saya sudah belasan. Jadi saya bisa menerbitkan buku bukan berkat ngeblog.</p>
<p>Sebelum ngeblog, saya sudah sering jadi pembicara seminar dan workshop di bidang IT, khususnya (walau tidak terbatas pada) yang bertema Linux. Dan lokasi yang saya kunjungi saat jadi pembicara tersebut mencakup banyak wilayah di Indonesia, bukan cuma seputaran Jawa, tapi juga Riau, Palembang, hingga Manado. Jadi saya bisa tampil sebagai pembicara dan keliling Indonesia bukan berkat ngeblog.</p>
<p>Sebelum rajin ngeblog, saya sudah pernah jadi narasumber di radio. Jadi saya bisa masuk radio bukan berkat ngeblog.</p>
<p>Ke luar negeri? Saya memang baru bisa jalan-jalan ke Singapore tahun 2010 dan 2011, 4 tahun setelah ngeblog. Tapi itu juga bukan berkat ngeblog, melainkan berkat AirAsia yang punya program promo tiket gratis.</p>
<p>Sebelum ngeblog saya juga sudah punya istri. Jadi dapat jodoh juga bukan berkat ngeblog.</p>
<p>Jadi apa dong?</p>
<p><span id="more-547"></span></p>
<p>Saya dapat banyak teman dan relasi. Klise? Memang sepertinya begitu. Tapi teman dan relasi itu harta yang tak ternilai harganya.</p>
<p>Ketika saya datang ke Palembang, saya tak punya saudara di sana. Siapa yang menyambut saya bak saudara? Teman-teman WongKito. Ketika butuh tumpangan pas datang ke Jakarta, siapa yang menolong? Ya teman-teman blogger. Walau kadang baru saat itu juga bertemu muka, tapi karena sudah sering berinteraksi via blog, seolah sudah bersahabat bertahun-tahun.</p>
<p>Di masa mendatang, mungkin saja hasil pertemanan itu tidak sekedar seperti yang saya sebut di atas. Tapi bisa juga menghasilkan sesuatu yang lebih besar, misalnya bisnis atau proyek kemanusiaan, who knows?</p>
<p>Berkat ngeblog saya juga tambah tenar. Apalagi sejak bergabung ke komunitas blogger <a href="http://cahandong.org">Cahandong </a>yang sebelumnya sudah tenar duluan. Bukan apa-apa sih, tapi kalau saya mengemukakan pendapat atau berbagi ilmu, harapannya tentu memiliki efek yang lebih besar karena ketenaran saya itu.</p>
<p>Selamat Hari Blogger Nasional 2011.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/blogging/%e2%80%9cberkat-ngeblog%e2%80%9d-%e2%80%93-hari-blogger-nasional-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Blogger Nasional</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/sharing/selamat-hari-blogger-nasional/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/sharing/selamat-hari-blogger-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 01:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa, ternyata sudah 4 bulan lebih saya tidak mengupdate blog saya. Buat yang sering datang berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, saya ucapkan terima kasih. Buat yang bertanya tentang sesuatu, khususnya soal penulisan dan penerbitan buku, dan belum sempat saya tanggapi, saya mohon maaf. Saya lama tidak mengupdate blog bukan karena sudah tidak mau ngeblog lagi, tetapi karena ada kesibukan yang cukup menyita waktu. Nah, mumpung ini Hari Blogger Nasional, saya update blog ini. Mudah-mudahan cukup untuk memicu saya&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/selamat-hari-blogger-nasional/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa, ternyata sudah 4 bulan lebih saya tidak mengupdate blog saya. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Buat yang sering datang berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, saya ucapkan terima kasih. Buat yang bertanya tentang sesuatu, khususnya soal penulisan dan penerbitan buku, dan belum sempat saya tanggapi, saya mohon maaf.</p>
<p>Saya lama tidak mengupdate blog bukan karena sudah tidak mau ngeblog lagi, tetapi karena ada kesibukan yang cukup menyita waktu.</p>
<p>Nah, mumpung ini Hari Blogger Nasional, saya update blog ini. Mudah-mudahan cukup untuk memicu saya agar rajin posting lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/sharing/selamat-hari-blogger-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

