Jun 08 26

Eksistensi blog dan blogger di tengah-tengah masyarakat nampaknya makin lama makin menguat. Salah satu buktinya adalah makin diikutsertakannya para blogger pada launching produk-produk baru oleh para produsen produk tersebut.

Jika beberapa waktu lalu beberapa orang blogger beruntung karena diundang oleh Toyota Astra Motor pada launching All New Corolla Altis, kali ini giliran beberapa anggota CahAndong yang mendapat kesempatan untuk menghadiri launching layanan operator seluler GSM AXIS di area Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Continue reading »

May 08 27

Tak terasa dua tahun berselang … sebuah bencana yang merenggut begitu banyak jiwa. 27 Mei 2006, gempa tektonik melanda Jogja dan sekitarnya. Dilihat dari skalanya, gempa itu “cuma” 5.9 SR, tapi entah mengapa efek yang ditimbulkan begitu dahsyat. Meluluhlantakkan semua yang tak mampu berdiri kokoh.

Saya sendiri saat itu masih tidur. Maklum, hari Sabtu kedua anak saya tidak harus masuk jam 07.00 pagi karena kegiatan di sekolah mereka hanya ekstra kurikuler, itupun tidak wajib. Istri saya sendiri juga tidak buru-buru bangun karena tidak ada kegiatan yang mendesak. Waktu itu kami berempat tidur di satu kamar yang sama.

Gemuruh gempa yang menggelegar itu membangunkan saya.

Continue reading »

Dec 07 24

Merry Christmas, by Third Day Band

There’s a little girl trembling on a cold December morn,
Crying for Mama’s arms,
At an orphanage just outside a little China town,
With a forgotten heart,
But half a world away I hang the stockings by the fire,
And dream about the day when I can finally call you mine.

It’s Christmas time again but you’re not home,
Your family is here and yet you’re somewhere else alone,
So tonight I pray that God will come and hold you in His arms,
And I’ll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.

As I hang the tinsel on the tree and watch the twinkling lights,
I’m warmed by the fire’s glow,
And outside the children tumble in a wonderland of white,
Make angels in the snow.
But half a world away you try the best to fight your tears,
And hope that heaven’s angels come to carry you here.

It’s Christmas time again but you’re not home,
Your family is here and yet you’re somewhere else alone,
So tonight I pray that God will come and hold you in His arms,
And I’ll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.

Christmas is a time we celebrate the Holy Child,
And we celebrate His perfect gift of Love,
He came to us to give His life and prepare a place for us,
So we could have a home with Him above.

It’s Christmas time again and now you’re home,
Your family is here so you will never be alone,
So tonight before you go to sleep I’ll hold you in my arms,
And I’ll tell you from my heart,
I’ll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.

Dec 07 09

Peta. Benda satu ini sangat berguna bagi mereka yang hobi traveling, backpacking, atau ing-ing yang lain, termasuk “nyasaring”. Sebuah peta pastilah digambar dengan posisi arah utara menghadap ke atas (iyalah, anak SD juga tau). Memang perjanjian untuk menggambar peta dengan arah utara menghadap ke atas adalah penting, agar orang tidak memproduksi peta dengan seenaknya.

Namun terkadang kalo sebuah aturan dipegang dengan terlalu kaku, dampaknya bisa menyusahkan juga. Contohnya nih, kalo suatu saat kita sedang menuju ke selatan dan membutuhkan bantuan peta, peta tersebut harus “dibaca” terbalik, bukan? Seandainya peta tersebut tetap tidak “dibalik”, maka kanan akan menjadi kiri dan kiri akan menjadi kanan. Dan tidak semua orang memiliki kemampuan pandang ruang yang baik. Akibatnya peta tersebut bukannya membantu, malah menambah masalah karena sekarang kepala menjadi pusing dan mata berkunang-kunang. Hehe, mungkin itu memang berlebihan, tapi the point is, peta tersebut tidak cukup membantu bila dipasang secara terbalik.

Nah, kalo peta yang digunakan kebetulan berupa lembaran kertas atau atlas, tentu dengan mudah dapat dibalik posisinya. Namun kalo peta tersebut diletakkan pada papan permanen, misalnya peta yang terletak di kantor kelurahan atau di papan pengumuman balai RT, sudah tentu ndak bisa dibalik, tho?

Kebetulan, sekitar 10 m timur rumah saya ada peta yang demikian. Peta tersebut maunya menunjukkan denah rumah di RT tempat tinggal saya. Peta tersebut dipasang menghadap ke utara, sehingga kalo kita melihatnya, pasti kita menghadap ke arah selatan, bukan? Apesnya, peta tersebut dibuat mengikuti “konvensi pemetaan standar”, yaitu arah utara ada di atas. Akibatnya saya sering mendapati orang yang mempelajari peta tersebut bukannya terbantu, malah bingung.

Sebenarnya tidak salah khan, kalau peta tersebut dibuat dengan arah utara menghadap ke bawah. Toh peta tersebut tidak diproduksi massal, bahkan ya cuma ada satu-satunya itu tok. Pada peta seperti ini, sisi ergonomis tentunya lebih penting daripada sisi “ketaatan terhadap konvensi”. Jadi, orang-orang yang melihatnya akan terbantu, tanpa harus memiring-miringkan kepala saat mempelajarinya.

May 06 30
Sabtu, 27 Mei 2006, jam 05.55 pagi. Saat itu saya baru saja bangun tidur (biasa, hari Sabtu bangun siang) dan dikejutkan oleh getaran yang begitu keras.
Sempat gugup beberapa saat, saya langsung “merenggut” anak sulung saya dan istri saya memeluk anak bungsu saya. Melalui jendela terlihat beberapa genting berhamburan jatuh. Kami segera keluar dan tak lama gempapun reda.
Masyarakat sekitar berhamburan keluar. Kebanyakan dari mereka hanya mengalami kerugian genting pecah seperti yang saya alami. Bahkan beberapa rumah tidak mengalami kerusakan sama sekali. Karena itu kami mengira gempa tersebut - walau besar - tidak fatal.
Tidak disangka, gempa tersebut ternyata meluluhlantakkan kawasan Bantul (kabupaten di bagian selatan DIY) serta Klaten (tetangga sebelah timur Yogyakarta) dan memakan korban hingga 5000 jiwa lebih!
Sedihnya, ada segelintir orang tak bertanggung jawab yang meniupkan isu tsunami. Banyak yang segera berlarian menuju ke utara. Saya mencoba berpikir realistis dan tetap bertahan di rumah. Kalaupun toh memang benar ada tsunami, mana mungkin datang secepat itu. Lagi pula kota Yogyakarta terletak sekitar 30 km dari garis pantai Selatan dan tingginya lebih dari 100 m dari permukaan laut. Apa mungkin tsunami bisa mencapai kota Yogyakarta?
Dari pengamatan saya pribadi, ada fenomena unik dari gempa tersebut. Daerah yang terletak di antara sungai Progo dan sungai Code relatif tidak mengalami kerusakan berarti. Namun banyak rumah di sebelah barat tepian sungai Progo mengalami kerusakan parah. Daerah di sebelah timur sungai Code bahkan jauh lebih parah. Mulai dari Bantul bagian timur, kota Yogya bagian timur, hingga Klaten, kerusakan yang terjadi sangat mengenaskan. Daerah pesisir pantai Parangtritis juga tidak mengalami kerusakan berarti, karena gumuk pasir (bukit-bukit pasir alamiah) yang terdapat di daerah tersebut ternyata dapat menjadi “peredam” gempa.
May 06 04

Barusan jalan-jalan ke Blog nya Ang Tek Khun ada post yang menarik:

“Kamis 4 mei 2006 jam 1 lbh 2 mnt 3 dtk –> 01:02:03 04/05/06. 123456. Angka ini terjadi 1x per 1000 th. Enjoy each second of our life. It’s a wonderful gift.”

Mar 06 29

Saya lagi mencoba bikin blog. Kata teman-teman sih asyik. Cuman saya belum menemukan rasa asyiknya bikin blog. Ini adalah posting pertama saya yang sesungguhnya. Mungkin kalau ada yang sempat mampir ke blog saya ini, yach, jangan mencibir deh karena masih kosong melompong. Dan juga jangan berharap sering saya update. Saya agak pemalas kalau dalam hal seperti ini …