<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Oom Yahya &#187; Sharing</title>
	<atom:link href="http://yahyakurniawan.net/category/sharing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yahyakurniawan.net</link>
	<description>Catatan Usil Yahya Kurniawan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 04:35:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengenang Papi</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/sharing/mengenang-papi/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/sharing/mengenang-papi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 04:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini mestinya diunggah dua hari lalu, bertepatan dengan Imlek, namun karena kesibukan, baru hari ini saya sempat menulisnya. Kenapa mesti Imlek? Ndak ada alasan khusus sih. Hanya memang biasanya momen-momen tertentu digunakan untuk mengenang orang-orang dekat yang telah pergi. Papi, demikian beliau mengajar saya memanggilnya, memang telah dipanggil pulang ke rumah Bapa pada 1 November 2009, setelah 15 tahun bergulat dengan stroke yang dideritanya. Imlek kemarin kami datang ke makam untuk mengenang sosoknya dan membersihkan makamnya. Papi adalah seorang&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/mengenang-papi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini mestinya diunggah dua hari lalu, bertepatan dengan Imlek, namun karena kesibukan, baru hari ini saya sempat menulisnya. Kenapa mesti Imlek? Ndak ada alasan khusus sih. Hanya memang biasanya momen-momen tertentu digunakan untuk mengenang orang-orang dekat yang telah pergi.</p>
<p>Papi, demikian beliau mengajar saya memanggilnya, memang telah dipanggil pulang ke rumah Bapa pada 1 November 2009, setelah 15 tahun bergulat dengan stroke yang dideritanya. Imlek kemarin kami datang ke makam untuk mengenang sosoknya dan membersihkan makamnya.</p>
<p>Papi adalah seorang pekerja keras dan memiliki bakat kental seorang marketing. Apa saja yang ada di tangannya bisa jadi barang dagangan. Ketika saya masih kecil, pekerjaan Papi adalah berdagang kalkulator dan mesin ketik. Papi kulakan berbagai &#8220;gadget&#8221; itu dari Jakarta dan dijual di daerah.</p>
<p>Ketahuanlah dari mana datangnya bakat saya ngoprek gadget <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-576"></span></p>
<p>Bisnis Papi mulai lesu di pertengahan 80an. Maka Papi memutuskan banting setir, tetapi bukan bentuk usahanya yang berganti, melainkan barang yang didagangkan. Kali ini Papi berjualan perhiasan emas intan.</p>
<p>Perhiasan diambil dari beberapa sumber di Jogja dan &#8220;dijajakan&#8221; di kota-kota lain, bukan ke konsumen langsung melainkan ke toko mas. Setelah melalui berbagai uji coba, akhirnya ketahuan kalau pasar potensial ada di Jawa Tengah bagian utara hingga ke ujung timur Jawa Timur.</p>
<p>Saat bekerja, Papi hanya ditemani seorang sopir merangkap asisten. Mereka gantian menyetir, terutama bila lokasi yang dituju jauh, Banyuwangi misalnya.</p>
<p>Sesekali, bila waktu libur sekolah, saya diajak Papi untuk ikut berdagang. Kebanyakan saya diajak bila lokasi yang dituju adalah Jawa Tengah bagian utara, sebab kami memiliki banyak saudara yang tinggal di Kudus. Sebenarnya alasan utamanya sih supaya saya ditinggal saja di rumah sepupu di Kudus, lalu Papi bersama sopirnya itu pergi berdagang. Nanti saya dijemput kembali bila sudah selesai. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi toh tak jarang saya ikut juga, datang dari satu toko mas ke toko mas yang lain. Maka saya tahu daerah-daerah pelosok di seputaran Kudus, seperti Bae, Welahan, Jekulo, Undaan, Dawe, Mayong, dan nama-nama aneh lainnya.</p>
<p>Satu hal yang saya sayangkan, pola kerja seperti itu membuat pola makan Papi jadi tidak teratur dan menunya pun tak sehat. Itu yang membawanya terkena stroke pada usia yang relatif masih muda, 44 tahun.</p>
<p>Semua sudah berlalu. Kini saya berharap, bakat berdagang Papi itu menitis ke diri saya. I have his blood running in my veins, right? Maklum, saya sedang belajar jadi pengusaha, walau sudah tentu tidak akan mengikuti role model Papi yang berdagang berkeliling.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/sharing/mengenang-papi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Berkat Ngeblog” – Hari Blogger Nasional 2011</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/blogging/%e2%80%9cberkat-ngeblog%e2%80%9d-%e2%80%93-hari-blogger-nasional-2011/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/blogging/%e2%80%9cberkat-ngeblog%e2%80%9d-%e2%80%93-hari-blogger-nasional-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 03:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ditanya, &#8220;apa manfaat yang kamu dapat dari ngeblog?&#8221; saya sungguh merasa sulit menjawabnya. Jujur saja, kalau dari segi materi dan prestasi, hampir tidak ada yang saya dapat dari ngeblog. Post blog saya yang pertama tercatat tanggal 29 Maret 2006, waktu itu blog saya masih beralamat di y4hy4.blogspot.com. Lalu saya boyongan ke domain ini pada tanggal 12 Februari 2008. Saat pertama kali ngeblog, saya sudah menjadi seorang penulis buku IT dan saat itu buku saya sudah belasan. Jadi saya bisa menerbitkan&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/blogging/%e2%80%9cberkat-ngeblog%e2%80%9d-%e2%80%93-hari-blogger-nasional-2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ditanya, &#8220;apa manfaat yang kamu dapat dari ngeblog?&#8221; saya sungguh merasa sulit menjawabnya. Jujur saja, kalau dari segi materi dan prestasi, hampir tidak ada yang saya dapat dari ngeblog.</p>
<p>Post blog saya yang pertama tercatat tanggal 29 Maret 2006, waktu itu blog saya masih beralamat di <a href="http://y4hy4.blogspot.com">y4hy4.blogspot.com</a>. Lalu saya boyongan ke domain ini pada tanggal 12 Februari 2008.</p>
<p>Saat pertama kali ngeblog, saya sudah menjadi seorang penulis buku IT dan saat itu buku saya sudah belasan. Jadi saya bisa menerbitkan buku bukan berkat ngeblog.</p>
<p>Sebelum ngeblog, saya sudah sering jadi pembicara seminar dan workshop di bidang IT, khususnya (walau tidak terbatas pada) yang bertema Linux. Dan lokasi yang saya kunjungi saat jadi pembicara tersebut mencakup banyak wilayah di Indonesia, bukan cuma seputaran Jawa, tapi juga Riau, Palembang, hingga Manado. Jadi saya bisa tampil sebagai pembicara dan keliling Indonesia bukan berkat ngeblog.</p>
<p>Sebelum rajin ngeblog, saya sudah pernah jadi narasumber di radio. Jadi saya bisa masuk radio bukan berkat ngeblog.</p>
<p>Ke luar negeri? Saya memang baru bisa jalan-jalan ke Singapore tahun 2010 dan 2011, 4 tahun setelah ngeblog. Tapi itu juga bukan berkat ngeblog, melainkan berkat AirAsia yang punya program promo tiket gratis.</p>
<p>Sebelum ngeblog saya juga sudah punya istri. Jadi dapat jodoh juga bukan berkat ngeblog.</p>
<p>Jadi apa dong?</p>
<p><span id="more-547"></span></p>
<p>Saya dapat banyak teman dan relasi. Klise? Memang sepertinya begitu. Tapi teman dan relasi itu harta yang tak ternilai harganya.</p>
<p>Ketika saya datang ke Palembang, saya tak punya saudara di sana. Siapa yang menyambut saya bak saudara? Teman-teman WongKito. Ketika butuh tumpangan pas datang ke Jakarta, siapa yang menolong? Ya teman-teman blogger. Walau kadang baru saat itu juga bertemu muka, tapi karena sudah sering berinteraksi via blog, seolah sudah bersahabat bertahun-tahun.</p>
<p>Di masa mendatang, mungkin saja hasil pertemanan itu tidak sekedar seperti yang saya sebut di atas. Tapi bisa juga menghasilkan sesuatu yang lebih besar, misalnya bisnis atau proyek kemanusiaan, who knows?</p>
<p>Berkat ngeblog saya juga tambah tenar. Apalagi sejak bergabung ke komunitas blogger <a href="http://cahandong.org">Cahandong </a>yang sebelumnya sudah tenar duluan. Bukan apa-apa sih, tapi kalau saya mengemukakan pendapat atau berbagi ilmu, harapannya tentu memiliki efek yang lebih besar karena ketenaran saya itu.</p>
<p>Selamat Hari Blogger Nasional 2011.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/blogging/%e2%80%9cberkat-ngeblog%e2%80%9d-%e2%80%93-hari-blogger-nasional-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Blogger Nasional</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/sharing/selamat-hari-blogger-nasional/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/sharing/selamat-hari-blogger-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 01:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa, ternyata sudah 4 bulan lebih saya tidak mengupdate blog saya. Buat yang sering datang berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, saya ucapkan terima kasih. Buat yang bertanya tentang sesuatu, khususnya soal penulisan dan penerbitan buku, dan belum sempat saya tanggapi, saya mohon maaf. Saya lama tidak mengupdate blog bukan karena sudah tidak mau ngeblog lagi, tetapi karena ada kesibukan yang cukup menyita waktu. Nah, mumpung ini Hari Blogger Nasional, saya update blog ini. Mudah-mudahan cukup untuk memicu saya&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/selamat-hari-blogger-nasional/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa, ternyata sudah 4 bulan lebih saya tidak mengupdate blog saya. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Buat yang sering datang berkunjung dan meninggalkan komentar di sini, saya ucapkan terima kasih. Buat yang bertanya tentang sesuatu, khususnya soal penulisan dan penerbitan buku, dan belum sempat saya tanggapi, saya mohon maaf.</p>
<p>Saya lama tidak mengupdate blog bukan karena sudah tidak mau ngeblog lagi, tetapi karena ada kesibukan yang cukup menyita waktu.</p>
<p>Nah, mumpung ini Hari Blogger Nasional, saya update blog ini. Mudah-mudahan cukup untuk memicu saya agar rajin posting lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/sharing/selamat-hari-blogger-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memaafkan Tapi Tidak Melupakan</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/sharing/memaafkan-tapi-tidak-melupakan/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/sharing/memaafkan-tapi-tidak-melupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 06:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/sharing/memaafkan-tapi-tidak-melupakan/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini istilah yang menjadi judul posting ini relatif sering terdengar. Entah apa maksud sebenarnya dari kata-kata itu tetapi saya tidak setuju. Melupakan itu mestinya bagian dari memaafkan. Kalau masih mengingat-ingat, sakit hati itu berarti masih ada. Lalu muncul pula ungkapan seolah-olah membenarkan hal itu. Kalau kayu dipaku dan pakunya dicabut, lubang bekas pakunya tetap tidak hilang. Hati yang terluka digambarkan bagai dipaku. Dan ketika permintaan maaf terucap dan maaf diberikan, paku itu dicabut. Tapi bekasnya masih tetap ada. Lebih&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/memaafkan-tapi-tidak-melupakan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini istilah yang menjadi judul posting ini relatif sering terdengar. Entah apa maksud sebenarnya dari kata-kata itu tetapi saya tidak setuju. Melupakan itu mestinya bagian dari memaafkan. Kalau masih mengingat-ingat, sakit hati itu berarti masih ada.</p>
<p>Lalu muncul pula ungkapan seolah-olah membenarkan hal itu. Kalau kayu dipaku dan pakunya dicabut, lubang bekas pakunya tetap tidak hilang. Hati yang terluka digambarkan bagai dipaku. Dan ketika permintaan maaf terucap dan maaf diberikan, paku itu dicabut. Tapi bekasnya masih tetap ada.</p>
<p><span id="more-529"></span>
<p>Lebih daripada 2000 tahun yang lalu, Yesus bangkit sebagai paskah pertama di era Perjanjian Baru. Dengan kuasa-Nya, dia mampu mengalahkan kematian dan bangkit kembali. Dia mampu meraih kembali kehidupannya, tetapi mengapa Dia meninggalkan lubang bekas paku itu tetap “menghiasi” tangan-Nya? (Yohanes 20:27)</p>
<p>Yesus sepertinya menyadari bahwa kelak di masa depan setelah kenaikan-Nya ke surga, lubang bekas paku akan dijadikan perumpamaan sebagai pembenaran untuk memaafkan tapi tidak melupakan.</p>
<p>Kita yang sudah ditebus dan ambil bagian dalam kebangkitan Yesus, mestinya sudah tidak lagi memiliki lubang bekas paku itu karena sudah dibawa-Nya pulang ke surga. Jadi tidak ada lagi alasan untuk memaafkan tapi tidak melupakan, melainkan memaafkan dengan tulus ikhlas dan melupakan segala sakit hati yang telah ada.</p>
<p>Justru karena lubang bekas paku itu ada di tangan Yesus, maka setiap kali dia memandang tangan-Nya, Dia tidak akan lupa bahwa Dia telah memaafkan semua dosa kita. Frase itu kini berubah menjadi “Tidak melupakan bahwa telah memaafkan”.</p>
<p>Selamat Paskah, Tuhan memberkati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/sharing/memaafkan-tapi-tidak-melupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Low Budget Trip to Singapore</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/sharing/low-budget-trip-to-singapore/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/sharing/low-budget-trip-to-singapore/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 14:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/sharing/low-budget-trip-to-singapore/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak kecil, saya punya impian bisa pergi ke luar negeri, yach, setidaknya bisa ke negeri tetangga. Apalagi bisa bareng sama keluarga. Tapi ada daya, saya bukan orang kaya. Dapat duit dari mana? Eh, berima. Thanks to AirAsia karena mereka memiliki program free seat sehingga impian saya ke luar negeri bisa kesampaian. Berkat program free seat itu pula, tahun kemarin saya bisa ke Singapore bersama dua orang teman, ceritanya untuk”survey” dulu. Dan akhirnya tanggal 4-7 April 2011 kemarin, saya bisa mengajak&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/low-budget-trip-to-singapore/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kecil, saya punya impian bisa pergi ke luar negeri, yach, setidaknya bisa ke negeri tetangga. Apalagi bisa bareng sama keluarga. Tapi ada daya, saya bukan orang kaya. Dapat duit dari mana? Eh, berima. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Thanks to <a href="http://airasia.com" target="_blank">AirAsia</a> karena mereka memiliki <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/terbang-gratis-bersama-airasia/" target="_blank">program free seat</a> sehingga impian saya ke luar negeri bisa kesampaian. Berkat program free seat itu pula, <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/my-trip-to-singapore/" target="_blank">tahun kemarin saya bisa ke Singapore</a> bersama dua orang teman, ceritanya untuk”survey” dulu. Dan akhirnya tanggal 4-7 April 2011 kemarin, saya bisa mengajak keluarga ke Singapore.</p>
<p>Nah, seperti paragraf pertama tadi, saya bukan orang kaya, jadi perjalanan ke Singapore tersebut harus benar-benar direncanakan dengan baik, khususnya mengatur agar kantong tidak “bocor”.</p>
<p><span id="more-525"></span></p>
<p>Untuk penginapan, ada beberapa alternatif yang bisa dipilih. Di Lucky Plaza, ada cukup banyak kamar yang disewakan dan banyak orang Indonesia di sana. Ratenya berkisar antara SGD 80-100 per malam. Keuntungannya adalah dekat dengan pusat kota dan dekat stasiun MRT. Kelemahannya, kamar mandi tidak di dalam kamar, tapi di luar kamar. Jadi bergantian dengan penghuni/penyewa yang lain.</p>
<p>Alternatif lain adalah <a href="http://www.fragrancehotel.com" target="_blank">Fragrance Hotel</a>. Hotel itu punya banyak cabang dan sebagian diantaranya memiliki tarif yang cukup murah, mulai dari SGD 63an per malam. Saya dan keluarga kemarin menginap di <a href="http://www.fragrancehotel.com/fragrance06/main.asp?action=hotel&amp;opt=crystal" target="_blank">Fragrance Hotel-Crystal</a>. Cuma setelah sampai di sana, saya baru tahu kalo lingkungan sekitarnya ternyata kurang baik, yaitu daerah “lampu merah”. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> So kalo memang mau menginap di sana, sebaiknya jangan keluyuran malam-malam (kecuali memang itu yang Anda cari <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Oh ya, kalau di Lucky Plaza, salah satu keuntungan lain adalah Anda tidak perlu membawa converter colokan listrik dari kaki 3 ke kaki 2 karena hampir pasti tersedia di sana. Kalau di hotel, sebaiknya bawa sendiri atau Anda bakal tidak bisa ngecharge gadget Anda.</p>
<p>Soal transportasi, Anda bisa memilih untuk naik MRT atau bus untuk menghemat biaya. Taksi masih OK lah, asal jaraknya gak terlalu jauh. Saya dan keluarga kemarin memilih untuk selalu menggunakan MRT. Rutenya relatif mudah dipelajari dan dimengerti kok.</p>
<p>Tempat wisatanya bagaimana? Nah, inilah yang paling berpotensi bikin kantong bocor. <a href="http://www.rwsentosa.com/Attractions/UniversalStudiosSingapore" target="_blank">Universal Studio Singapore</a> jelas sangat recommended untuk dikunjungi, tapi siapkan duit SGD 66 per orang dewasa dan SGD 48 per anak di bawah 12 tahun. Angka itu bisa membengkak hingga SGD 72 dan 52 bila Anda datang ke sana pas weekend.</p>
<p><a href="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2011/04/IMG_4460.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-526" title="IMG_4460" src="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2011/04/IMG_4460-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Masih di pulau Sentosa, ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, antara lain pantai, taman bunga, patung Merlion raksasa, 4D Theater, dan museum. Beberapa di antaranya bayar bila hendak masuk. Dan yang tak boleh dilewatkan adalah pertunjukkan <a href="http://www.sentosa.com.sg/en/attractions/beaches/songs-of-the-sea/" target="_blank">Song of The Sea</a> yang tiket masuknya SGD 10 per orang.</p>
<p>Tempat lain yang bisa dikunjungi adalah Zoo, Snow City, Science Centre, dan Chinese Garden. Ada juga patung air mancur Merlion di dekat Marina Bay. Di patung air mancur Merlion ini, sebenarnya saya dan anak-anak sudah merencanakan hendak berfoto-foto di situ dengan pose unik, misalnya mulut menganga seolah minum air mancur. Tapi sayang sekali, sedang ada event <a href="http://www.singaporebiennale.org/" target="_blank">Singapore Biennale</a> di situ, patung Merlion disulap jadi hotel Merlion. Jadi gak bisa foto-foto. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk belanja dan beli oleh-oleh, silakan datang ke mal-mal di Orchard Road, pasar Bugis, Chinatown, atau Little India.</p>
<p>Perjalanan saya kemarin total hanya menelan Rp 8.500.000,- sudah termasuk bagasi dan airport tax, gak mahal khan? Hehe <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oh ya, foto-foto saya dan keluarga selama di Singapore bisa dilihat di <a href="http://www.flickr.com/photos/oomyahya/sets/72157626454601024/" target="_blank">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/sharing/low-budget-trip-to-singapore/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya datang di PB2010</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/sharing/saya-datang-di-pb2010/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/sharing/saya-datang-di-pb2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 14:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/sharing/saya-datang-di-pb2010/</guid>
		<description><![CDATA[Ya, ini untuk ketiga kalinya saya datang ke perhelatan akbar Pesta Blogger. Sama seperti tahun lalu, saya memutuskan berangkat ke Jakarta naik pesawat pagi dan pulang sehari setelahnya. Nah, waktu mau berangkat saya sudah menjadi pusat perhatian. (huh, gaya ) Bagaimana tidak, keberangkatan pesawat saya ditunda sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan, mengingat terjadi hujan abu di Jogja. Melalui twitter, teman saya Gage sudah memberitahukan bahwa ada kemungkinan bandara ditutup. Lha tapi tiket sudah di tangan, ya saya tetap&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/saya-datang-di-pb2010/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, ini untuk ketiga kalinya saya datang ke perhelatan akbar Pesta Blogger. Sama seperti tahun lalu, saya memutuskan berangkat ke Jakarta naik pesawat pagi dan pulang sehari setelahnya.</p>
<p>Nah, waktu mau berangkat saya sudah menjadi pusat perhatian. (huh, gaya <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/not_talking.gif' alt='(nottalking)' class='wp-smiley' /> ) Bagaimana tidak, keberangkatan pesawat saya ditunda sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan, mengingat terjadi hujan abu di Jogja.</p>
<p>Melalui twitter, teman saya <a href="http://halo.sayagage.com/" target="_blank">Gage</a> sudah memberitahukan bahwa ada kemungkinan bandara ditutup. Lha tapi tiket sudah di tangan, ya saya tetap menuju bandara.</p>
<p><span id="more-493"></span></p>
<p>Untunglah, tidak terlalu lama saya menunggu karena dua jam kemudian saya berangkat.</p>
<p>Sampai di lokasi Pesta Blogger, saya sudah terlambat. No problemlah, wong tahun kemarin juga begitu.</p>
<p>Jujur saja, motivasi saya ikut Pesta Blogger hanyalah ingin kopdar dan sedikit promosi buku. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/tongue.gif' alt=':p' class='wp-smiley' />  Jadilah saya menenteng tas yang berat penuh buku. Rasanya lega ketika buku itu mulai habis saya bagikan. Itu berarti tas saya makin ringan. Tapi siapa menabur banyak, menuai banyak juga. Saya dapat banyak souvenir juga, alhasil tas saya tetap beraaattt, hiks.</p>
<p>Beberapa souvenir yang saya dapat bisa dilihat di gambar.</p>
<p><a href="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2010/11/souvenir.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-494" title="souvenir" src="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2010/11/souvenir-300x161.jpg" alt="" width="300" height="161" /></a></p>
<p>Saya senang karena akhirnya ketemu dengan mas <a href="http://priyadi.net/" target="_blank">Priyadi</a>, salah satu blogger favorit saya (mas Pri jangan GR ya <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> ). Saya juga senang bertemu dengan banyak blogger, plurker, dan <del>tuips</del> tweeps, baik yang sudah kenal baik maupun yang tadinya cuma bisa hahahihi di dunia maya. Ndak usah saya sebut satu persatu ya, takut ada yang kelupaan, ntar malah tersinggung. Percayalah, saya senang sekali bertemu kalian semua.</p>
<p>Soal kesan terhadap acara Pesta Blogger, saya merasa ruang yang digunakan terlalu “terbuka”, sehingga peserta dengan mudahnya “bludhas-bludhus”, masuk keluar ke sana kemari. Sound system yang digunakan juga terlalu berisik, sehingga banyak peserta yang tidak tahan dan memilih keluar.</p>
<p>Di samping itu, saya juga mendengar ada beberapa peserta yang tidak kebagian goodie bag.</p>
<p>Ya memang tentunya mengadakan acara sebesar itu pastilah sulit untuk sempurna. Selalu saja ada kekurangan di sana-sini.</p>
<p>Namun secara umum saya bilang acara Pesta Blogger 2010 cukup baik, terlebih dengan adanya solidarisme para blogger dan onliner terhadap korban bencana alam yang terjadi jelang Pesta Blogger.</p>
<p>Mudah-mudahan tahun depan Pesta Blogger tetap bisa diadakan dan mudah-mudahan saya bisa datang lagi.</p>
<p>Oh ya, ini ada <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=2097283&amp;id=1212391256" target="_blank">beberapa foto</a> yang saya upload di Facebook.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/sharing/saya-datang-di-pb2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melawan Diri Sendiri</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/sharing/melawan-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/sharing/melawan-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 02:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/sharing/melawan-diri-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kata mutiara mengatakan, “pertempuran yang paling sulit adalah melawan diri sendiri”. Dan itulah yang sedang saya alami saat ini. Seperti sudah saya bilang, saya mau undur dari dunia menulis. Tidak total memang karena tulisan saya masih akan bisa dijumpai, walaupun bukan dalam bentuk buku. Sebagai gantinya, saya akan mencoba berbisnis alat laboratorium klinik, reagen, dan bahan kimia. Bisnis ini saya jalankan bersama seorang teman yang sudah menjalankannya terlebih dahulu. Karena bisnis ini baru mulai merangkak, sudah tentu saya belum&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/melawan-diri-sendiri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kata mutiara mengatakan, “pertempuran yang paling sulit adalah melawan diri sendiri”. Dan itulah yang sedang saya alami saat ini.</p>
<p>Seperti sudah saya bilang, <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/10-tahun-menulis/" target="_blank">saya mau undur dari dunia menulis</a>. Tidak total memang karena tulisan saya masih akan bisa dijumpai, walaupun bukan dalam bentuk buku.</p>
<p>Sebagai gantinya, saya akan mencoba berbisnis alat laboratorium klinik, reagen, dan bahan kimia. Bisnis ini saya jalankan bersama seorang teman yang sudah menjalankannya terlebih dahulu.</p>
<p>Karena bisnis ini baru mulai merangkak, sudah tentu saya belum mampu menggaji karyawan. Semua tugas harus saya lakukan sendiri, mulai dari direktur, marketing, kurir, driver, office boy, dan lain-lain. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/ngacir.gif' alt='(ngacir)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-488"></span></p>
<p>Maaf, tanpa bermaksud merendahkan, tapi jadi kurir, driver, dan office boy sudah tentu bukan pekerjaan yang sulit. Jadi direktur juga relatif “mudah”, bukankah kerjaannya cuma ongkang-ongkang dan terima duit? <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/ninja.gif' alt='(ninja)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, jadi seorang marketing atau sales itulah yang menjadi tantangan terbesar saya. Jujur saja, harus saya akui, saya paling “takut” menjadi seorang sales. Datang ke calon konsumen, menyelidiki siapa person in charge yang harus ditemui, lalu ngobrol menawarkan produk, dan bila perlu “mengintimidasi” agar dia mau beli produk kita. Huaduh, betapa semua itu rasanya mengerikan buat saya.</p>
<p>Gak bermaksud sombong, saya mungkin memang penulis ulung, terbukti buku saya banyak yang laku keras dan cetak ulang berkali-kali (ya sombong itu namanya <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> ). Tapi kalau soal kepandaian ngomong, apalagi yang sifatnya persuasif, wah saya ini nol besar. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/lonely.gif' alt='(lonely)' class='wp-smiley' /> Gimana mau meyakinkan calon konsumen kalau seperti itu?</p>
<p>Tapi kalau itu tidak saya jalani, bagaimana bisnis baru ini bisa jalan? Anak istri mau dikasih makan apa? Yach, dengan selalu melakukan pertempuran melawan diri sendiri, saya tetap harus berangkat mencari konsumen. Dan sejauh ini saya menang! <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> Setidaknya saya menang melawan rasa malu saya dan bisa menemui orang-orang yang perlu ditemui. Hasilnya memang belum terlihat, tapi saya percaya kalau kita mau berusaha, TUHAN tentu akan melihat perjuangan kita dan membuka tingkap-tingkap langit untuk mengucurkan berkat-Nya.</p>
<p>Mohon doa dan dukungannya ya teman-teman <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/sharing/melawan-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

