Jan 08 22

Heran, akhir-akhir ini kok banyak mobil jatuh ya. Detik.com sudah merangkumkannya untuk kita.

Anehnya (atau uniknya, atau ironisnya? mana yang tepat ya), nyaris seluruh insiden itu melibatkan mobil bermerk Honda. Cuma satu yang tidak. Insiden yang terakhir (di menara Jamsostek) malah Honda Accord menimpa Honda City Jazz.

Promosi negatif bagi Honda.

Jan 08 21

Kalau memperhatikan berita-berita media massa, setiap kali ada kasus, kecelakaan, masalah, bencana, dan hal-hal lain yang menimpa negeri Endonesa Indonesia ini, pemerintah dan pejabat-pejabat kita cenderung untuk saling menyalahkan dan mencari kambing hitam. Sepertinya langka melihat pejabat kita dengan “gentle” meletakkan jabatannya kalau bermasalah.

Continue reading »

May 07 23

Sudah menjadi rahasia umum bahwa mobil dengan plat nomor B banyak yang diperlengkapi dengan dokumen aspal (aseli tapi palsoe).
Untungnya, Polda Metro Jaya menyediakan layanan untuk memeriksa keaslian dokumen melalui SMS.
Caranya: ketik metro nopol dan kirim ke 1717. Contoh: metro b1234abc.
Balasan yang diberikan kurang lebih sebagai berikut:
NOPOL:B1234ABC
JENIS:SEDAN
MEREK:T.NEW CAMRY3.5Q AT
WARNA:SILVER
TAHUN:2007
SAH-YAD:01-01-2008
STNK-YAD:01-01-2012

Setidaknya dengan layanan tersebut, Anda bisa mencocokkan kondisi mobil Anda atau mungkin mobil yang akan dibeli.
Layanan tersebut hanya berlaku untuk Wilayah Hukum Polda Metro Jaya, tapi bisa diakses dari luar Jakarta.
FYI, saya mengirim SMS tersebut dari Yogya dan berhasil.

Sep 06 23

Setelah sekian lama, akhirnya saya sempat posting lagi. :) Kali ini saya mengamati cara orang menyebutkan nomor handphone. Karena panjang (paling tidak 10 digit), orang akan memenggal penyebutan nomor handphone dan apabila ditulis, biasanya diberi spasi atau tanda hubung.
Nah, kebanyakan orang akan memenggal nomor handphone mereka seperti ini: 081 XXX XXX atau 085 XXX XXX. Sebenarnya tidak salah sih, memang tidak ada hukum yang mengatur hal tersebut, bukan?
Namun hal tersebut membuat saya risih (dan mungkin juga tidak cuma saya). Dengan cara pemenggalan seperti itu, agak sulit untuk “mengenali” operator yang digunakan. Bukankah lebih baik jika menyebutkan (atau menuliskan) empat digit pertama dari nomor tersebut baru kemudian dipenggal? Jadi nantinya pemenggalan tersebut akan menjadi seperti ini: 0811 XXX XXX, 0812 XXX XXX, 0813 XXX XXX, dan seterusnya. (Jumlah huruf x tidak mewakili jumlah angka sebenarnya, hanya sebagai penanda bahwa ada angka yang harus dituliskan di situ).
Sekarang, operator yang “melekat” pada ciri nomor handphone tersebut jadi lebih terlihat jelas, bukan? Selain itu, pemenggalan seperti itu terlihat lebih “intelek” dan “cerdas”.
Barangkali pemenggalan dengan cara pertama bisa dimaklumi kalau membuat nomor yang digunakan jadi terlihat cantik, misalnya saja 081 333 444 555.

May 06 31

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006
yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog
yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan
kita semua akan bahaya tembakau:1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM
BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok
beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu…
semuanya berbahaya.

2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama
dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM
SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit
flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic
cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products),
harm-reduced… semuanya berbahaya. Label-label tersebut
TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman
dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.

3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera
mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco
Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia
adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani
perjanjian Internasional ini.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

Yahya Kurniawan

Apr 06 19

Kecil, tapi rasanya besar. Itulah rasanya kalau lagi sakit mata. Saya tidak tahu apa namanya dalam Bahasa Indonesia, tapi orang Jawa bilang belekan. Mata adalah bagian kecil dari tubuh, tapi kalau lagi belekan, rasanya seluruh kepala jadi berat, bahkan seluruh tubuh juga ikut merasakan.
Benar juga kalau orang bergurau dengan mengatakan belekan sebagai ketiban bel atau kejatuhan lonceng. Memang rasanya seperti ada lonceng jatuh di atas kepala kita, bayangkan kalau yang jatuh itu loncengnya Big Ben :).

Apr 06 09

Beberapa hari terakhir berita tentang pencurian PIN di mesin ATM menyeruak kembali. Katanya PIN yang kita masukkan bisa dibaca oleh orang yang antri di belakang kita menggunakan kartu jenis khusus. Lalu kita disarankan untuk memasukkan kembali kartu ATM dan menuliskan PIN yang salah, kemudian tekan Cancel.

Saya kok meragukan kebenaran berita tersebut. Apa mungkin angka PIN yang kita “ketikkan” tersebut bisa dibaca oleh orang lain? Di mana mesin ATM menyimpan angka PIN tersebut? Di memorinya?

Sebagai pembanding, pencurian data bisa dilakukan pada sebuah komputer kalau di komputer tersebut terdapat software keylogger, yaitu software yang bisa mencatat setiap tuts keyboard yang kita pencet. Orang yang berhasil menanamkan software tersebut ke dalam sebuah komputer bisa membaca apa saja yang diketikkan oleh orang lain. Ini biasanya terjadi di warnet-warnet.

Nah, sekarang apa di mesin ATM ada software tersebut? Apa mungkin seseorang bisa menginstall suatu software pada mesin ATM? Tidak bisa, kecuali pihak bank sendiri.

Saya jadi ragu, mungkin berita tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak bank agar mereka bisa berkelit kalau ada seseorang yang mengklaim saldo tabungan mereka tiba-tiba amblas. Dan kasus terakhir ini juga amat sering terjadi.

Apr 06 05

Tanggal 1 sampai 3 April 2006 lalu, Angel (anak bungsuku) sempat panas dan stuip (eh, bener ya nulisnya). Padahal perasaan panasnya nggak terlalu tinggi lho. Dia sempat dirawat di RS Bethesda Lempuyangwangi, syukurlah tidak ada penyakit yang serius. Sekarang dia udah cerewet lagi kayak dulu.