Catatan Usil Yahya Kurniawan

Olah RagaCategory Archives

Belanda, Raja Tanpa Mahkota

Belanda adalah salah satu negara Eropa yang memiliki tradisi sepakbola yang cukup kuat. Tim yang memiliki seragam berwarna Oranje tersebut jarang absen di berbagai kejuaraan sepakbola level tertinggi seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.

Pada debut mereka di putaran final Piala Dunia 1974, Belanda berhasil mencelikkan mata para pengamat sepakbola dengan pola bermain “Total Football” yang mereka usung. Di turnamen ini pulalah lahir maestro ulung bernama Johan Cruyff.

Di fase penyisihan grup pertama mereka mencetak dua kali kemenangan dan sekali seri dengan perbandingan gol 6-1. Di fase penyisihan grup kedua mereka makin menggila dengan mencetak tiga kemenangan, membukukan 8 gol tanpa kebobolan satupun. Kegemilangan inilah yang mengantar mereka menuju ke final bertemu dengan sang tuan rumah, Jerman Barat.

Continue reading »

Prediksi Perempat Final

Akhirnya kedelapan kontestan perempat final lengkap sudah. Mereka adalah (urut dari grup A ke D) Portugal, Turki, Kroasia, Jerman, Belanda, Italia, Spanyol, Rusia. Seperti janji saya sebelumnya, saya akan mencoba melakukan prediksi lagi.

Sebelumnya saya akan membeberkan tingkat akurasi prediksi saya yang lalu:

  • Spanyol dan Portugal juara grup –> betul.
  • Jerman, Kroasia, dan Italia lolos tapi posisinya di klasemen salah.
  • Ceko, Yunani, dan Perancis tidak lolos.

Jadi, lima dari delapan tebakan saya benar, walaupun ada yang posisi klasemennya berbeda. Lumayan khan? :mrgreen:

Continue reading »

Italia Tertawa, Perancis Menangis

Semalam (atau dini hari tepatnya) saya bangun telat. Padahal ada dua agenda penting yang harus saya lakukan. Yang paling penting tentunya adalah nonton siaran langsung Italia vs Perancis pada lanjutan Piala Eropa 2008. Untung saja pertandingan baru berjalan sekitar 18 menit dan belum ada gol tercipta. Yang satu lagi adalah mendownload Firefox 3.0.

Saya nonton tanpa perasaan tegang sedikitpun, sebab saya sudah punya firasat kalau Italia bakal tersingkir. Ketika akhirnya Toni diganjal di kotak penalti dan Italia mendapatkan hadiah penalti, saya juga tidak bersorak. Malah saya merasa kalau kali ini wasit sedikit menguntungkan Italia sebagai “kompensasi” karena Italia telah dirugikan wasit di dua pertandingan sebelumnya.

Continue reading »

Preview Italia vs Perancis

Melihat dua pertandingan sebelumnya, saya punya firasat buruk kalau Italia gak bakal lolos. Apalagi si Robert Downey, Jr. gadungan berencana mencoret Del Piero dan Pirlo sebagai starter.

Kalau misalnya Italia menang namun gagal lolos karena Rumania menang, itu masih terhormat. Tapi firasat saya bahkan mengatakan kalau Italia bakal keok lawan Perancis.

Yach, kita tunggu saja beberapa jam lagi …

Buffon Gemilang, Tapi Italia Kritis

Yach, apa mau di kata. Italia cuma bisa imbang dengan Rumania 1-1. Malah kalau bukan karena kegemilangan Buffon yang menggagalkan penalti Mutu, mereka sudah angkat koper. Yang jelas, orang yang bermain cemerlang semalam adalah wasit.

Bagaimana tidak, keputusannya lebih sering menguntungkan Rumania. Penalti yang diberikan pada Rumania sangat kontroversial, padahal beberapa kali pemain Italia mendapat perlakuan sama di kotak penalti Rumania, tapi mana ada hadiah penalti bagi mereka. Bola juga lebih sering diberikan kepada Rumania bila keadaan 50-50.

Tapi setidaknya masih ada setitik asa untuk Italia. Belanda dengan gemilangnya menekuk Perancis 4-1. Hitung-hitungannya begini, kalau Belanda tidak mengendorkan gasnya, nampaknya Rumania pun bakal jadi bulan-bulanan mereka. Jadi nilai Belanda 9, Rumania 2.

Italia harus mengalahkan Perancis untuk mendapatkan nilai 4. Namun di situlah masalahnya. Mampukah Italia mengalahkan Perancis? Permainan Italia terlalu monoton dan mudah dibaca. Semua bola menuju ke Toni. Del Piero kembali terkena sindrom “bermain buruk” bila bermain untuk Azzuri, walaupun sebenarnya semalam bukan yang terburuk. :mrgreen:

OK, nanti kalau sudah ketahuan siapa saja yang lolos ke perempat final, saya akan membuat prediksi “part 2″ menggantikan prediksi sebelumnya.

Jerman Keok Juga

Ah, Jerman keok juga. Dan saya ketiduran. Jadi boleh dibilang untung saya ini. Coba kalo nonton, udah dibela-belain ngantuk, eh tim yang dipegang kalah.

Tambah sedih lagi karena prediksi saya bakalan makin amburadul, hiks. Sejauh ini baru satu posisi yang betul, yaitu Portugal menempati Juara grup A. Yach, namanya juga main-main.

Bicara soal Portugal, permainan mereka kemarin lumayan apik. Babak pertama sih kurang menarik, tapi babak kedua, apalagi menjelang menit akhir, barulah pertandingan sedikit bergairah. Mungkin itu karena Christiano Ronaldo sendiri baru “on” di babak kedua. Hanya saja kayaknya performa Ronaldo masih belum sesangar saat main untuk Manchester United.

Cuma genitnya itu lho, nggak tahaaan deh. Pas selebrasi gol, dia mengedipkan sebelah matanya. Persis saat momen dikartu merahnya Rooney pas Portugal ketemu Inggris di Piala Dunia 2006 lalu. Ih …

Hattrick David Villa

Bagi seorang striker, yang hebat sekalipun, tidaklah mudah untuk mencetak hattrick, di turnamen besar pula. Dan David Villa adalah salah satu orang langka yang mampu membuat hattrick di sebuah turnamen besar. Selamat.

Pertandingan Spanyol melawan Rusia sebenarnya tidak masuk jadwal tonton saya. Tapi karena terlanjur melek – chatting dengan anak-anak manis itu – ya sudah, saya sempatkan nonton siaran langsung Spanyol vs Rusia tersebut.

Ada untungnya juga saya akhirnya nonton. Sekalipun diguyur hujan, pertandingan berjalan menarik. Rusia yang datang dengan predikat “pembunuh” Inggris rupanya ingin menunjukkan taringnya. Serangan bertubi-tubi mereka lakukan ke kubu Spanyol.

Continue reading »