<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Oom Yahya &#187; Microsoft</title>
	<atom:link href="http://yahyakurniawan.net/category/microsoft/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yahyakurniawan.net</link>
	<description>Catatan Usil Yahya Kurniawan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 04:35:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Small Caps di Microsoft Word</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/microsoft/small-caps-di-microsoft-word/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/microsoft/small-caps-di-microsoft-word/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 06:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Microsoft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/microsoft/small-caps-di-microsoft-word/</guid>
		<description><![CDATA[Tadinya saya sering berpikir, apa sih gunanya ada Small Caps di perangkat pengolah kata?  Buat variasi atau gaya-gayaan saja? Bukan ternyata. Dan beberapa hari lalu saya dapat jawabannya. Salah satu fungsi Small Caps adalah untuk menuliskan awalan Dextro dan Levo pada nama senyawa kimia. Jadi kalau Anda hendak menuliskan D-glyceraldehyde atau L-glyceraldehyde, jangan gunakan huruf D dan L biasa. Lebih parah lagi, jangan menggunakan huruf D atau L yang diperkecil ukurannya dan di-bold. Lalu gimana dong? Caranya ya pakai small&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/microsoft/small-caps-di-microsoft-word/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Tadinya saya sering berpikir, apa sih gunanya ada Small Caps di perangkat pengolah kata?  Buat variasi atau gaya-gayaan saja? Bukan ternyata. Dan beberapa hari lalu saya dapat jawabannya. Salah satu fungsi Small Caps adalah untuk menuliskan awalan Dextro dan Levo pada nama senyawa kimia.</p>
<p>Jadi kalau Anda hendak menuliskan D-glyceraldehyde atau L-glyceraldehyde, jangan gunakan huruf D dan L biasa. Lebih parah lagi, jangan menggunakan huruf D atau L yang diperkecil ukurannya dan di-bold.</p>
<p>Lalu gimana dong?</p>
</div>
<p><span id="more-481"></span></p>
<div>
<p>Caranya ya pakai small caps itu.</p>
<p>Gampang saja kok. Begini caranya:</p>
<ol>
<li>Mula-mula, tuliskan huruf D atau L yang menjadi awalan itu dengan huruf kecil (lowercase).</li>
<li>Lakukan seleksi terhadap huruf d atau l tersebut.</li>
<li>Klik tombol kecil yang ada di sisi kanan group bar Font di tab Home hingga muncul kotak dialog Font.</li>
<li>Aktifkan opsi small caps.</li>
<li>Klik OK.</li>
</ol>
<p>Naaah, gampang khan?</p>
<p>Hasilnya akan terlihat seperti ini <span style="font-variant: small-caps;">d</span>-glyceraldehyde atau <span style="font-variant: small-caps;">l</span>-glyceraldehyde</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/microsoft/small-caps-di-microsoft-word/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeblog Dengan Word 2010</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/blogging/ngeblog-dengan-word-2010/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/blogging/ngeblog-dengan-word-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 12:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/uncategorized/ngeblog-dengan-word-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun trend blog tidak lagi seheboh dua atau tiga tahun lalu, tetap saja blog merupakan salah satu bagian dari era web 2.0 yang tak bisa dipandang sebelah mata. Itu sebabnya masih banyak bermunculan aplikasi blog client, bahkan aplikasi yang tadinya bukan ditujukan untuk ngeblog saja sekarang memiliki fitur untuk ngeblog. Fitur ngeblog memang bukan barang baru di Word 2010, karena sudah ada sejak Word 2007. Peningkatannya juga tidak terlalu signifikan. Tapi tentunya fitur ini merupakan bonus karena yang dicari dari&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/blogging/ngeblog-dengan-word-2010/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun trend blog tidak lagi seheboh dua atau tiga tahun lalu, tetap saja blog merupakan salah satu bagian dari era web 2.0 yang tak bisa dipandang sebelah mata.</p>
<p>Itu sebabnya masih banyak bermunculan aplikasi blog client, bahkan aplikasi yang tadinya bukan ditujukan untuk ngeblog saja sekarang memiliki fitur untuk ngeblog.</p>
<p>Fitur ngeblog memang bukan barang baru di Word 2010, karena sudah ada sejak Word 2007. Peningkatannya juga tidak terlalu signifikan. Tapi tentunya fitur ini merupakan bonus karena yang dicari dari Word 2010 tetaplah fitur pengolah katanya.</p>
<p>Nah, kalau Anda ingin tahu lebih lanjut tentang Word 2010, Anda bisa membeli buku saya Belajar Sendiri Word 2010 yang sudah terbit beberapa saat lalu. Bila ingin tahu tentang fitur yang digunakan untuk ngeblog, nantikan buku saya yang bakal segera terbit, Tip dan Trik Word 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/blogging/ngeblog-dengan-word-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talkshow Mengupas Windows 7</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/microsoft/talkshow-mengupas-windows-7/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/microsoft/talkshow-mengupas-windows-7/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 15:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/microsoft/talkshow-mengupas-windows-7/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu perwakilan Elex Media Yogyakarta menawari saya untuk mengisi acara talkshow di event Kompas Gramedia Fair, Java Mall Semarang dan JEC, Yogyakarta. Tadinya saya bingung hendak saya isi dengan tema apa, tapi kira-kira sepuluh hari lalu saya mantap mengisinya dengan tema Windows 7, sekaligus membahas buku terbaru saya, 7 Langkah Mudah Menguasai Windows 7. Pada talkshow tersebut saya demokan instalasi dan pengoperasian dasar Windows 7 serta tanya jawab. Tanggal 30 Januari 2010 saya menuju ke Java Mall,&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/microsoft/talkshow-mengupas-windows-7/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu perwakilan Elex Media Yogyakarta menawari saya untuk mengisi acara talkshow di event Kompas Gramedia Fair, Java Mall Semarang dan JEC, Yogyakarta.</p>
<p>Tadinya saya bingung hendak saya isi dengan tema apa, tapi kira-kira sepuluh hari lalu saya mantap mengisinya dengan tema Windows 7, sekaligus membahas buku terbaru saya, 7 Langkah Mudah Menguasai Windows 7. Pada talkshow tersebut saya demokan instalasi dan pengoperasian dasar Windows 7 serta tanya jawab.</p>
<p> <span id="more-366"></span>
<p>Tanggal 30 Januari 2010 saya menuju ke Java Mall, Semarang. Acara talkshow Mengupas Windows 7 di Semarang kurang begitu meriah. Barangkali karena susunan acaranya yang salah. Sebelum talkshow ada acara sulap dan setelah talkshow acaranya adalah lomba vocal group anak-anak TK/SD. Jadilah pas talkshow, audience justru banyak bokap-nyokap yang mengantar anak-anaknya untuk tampil. Nampak sekali mereka ingin talkshow segera bubar supaya anak-anak mereka segera tampil. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada juga sih satu dua orang yang bertanya dan kebanyakan bertanya soal hardware requirement serta keunggulan Windows 7 dibandingkan Windows sebelumnya. Ada pula yang bertanya soal perbandingan antar versi Windows 7.</p>
<p>Beranjak ke Jogja, talkshow diadakan tanggal 2 Februari 2010 di JEC. Kali ini peserta lebih antusias karena rangkaian acara hari itu kebanyakan memang talkshow, jadi yang datang memang benar-benar serius. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan yang diajukanpun cukup membuat kewalahan. Di samping pertanyaan-pertanyaan standar seperti keunggulan Windows 7 dibandingkan Windows sebelumnya, hardware requirement, versi, ada juga beberapa pertanyaan yang cukup berat.</p>
<p>Bahkan ada juga pertanyaan (komentar sih tepatnya) yang cukup menohok. “Mas, ini terlepas dari pembahasan buku Anda, seharusnya orang-orang pintar seperti Anda *uhuk* bisa menciptakan sistem operasi sendiri, supaya bangsa kita ini tidak terus menerus tergantung pada satu produk, bisa juga untuk penghematan devisa negara”. Modyaaarrrrr <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/lmao.gif' alt='(lmao)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mau njawab apa coba. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/lol.gif' alt='(rofl)' class='wp-smiley' /> Untung saya ini bukan orang Microsoft. Untung lagi saya ini juga cukup aktif pake sistem operasi “alternatif” seperti Linux. Jadi saya jawab “Membuat sistem operasi sendiri itu tidak semudah membalik telapak tangan pak. Dari sisi teknis mungkin tidak terlalu sulit karena banyak anak bangsa yang jago programming, bahkan juara di berbagai kompetisi. Tapi bagaimana dengan penerimaan pihak lain? Untuk hardware jelas butuh driver. Butuh pula aplikasi yang bisa jalan di atas sistem operasi itu. Lha sedangkan Linux saja yang sudah mendunia hampir tidak bisa mendobrak dominasi Windows”.</p>
<p>Yang jelas tidaklah perlu terlalu mengkhawatirkan hal tersebut karena anak bangsa ini juga sudah bisa “menciptakan” distro Linux sendiri, yaitu BlankOn. Rasanya jauh lebih mudah memanfaatkan yang sudah ada dan terbukti mantap ketimbang harus memulai dari nol.</p>
<p>Nah, di luar “insiden” pertanyaan itu, acara talkshow relatif berjalan baik. Di akhir sesi, saya menyelipkan pesan bahwa jika memang suka dengan Windows 7, janganlah membajak, melainkan belilah versi originalnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/microsoft/talkshow-mengupas-windows-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan Shortcut di Menu Send-To Windows 7</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/microsoft/menambahkan-shortcut-di-menu-send-to-windows-7/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/microsoft/menambahkan-shortcut-di-menu-send-to-windows-7/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 02:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda sedang mengelola file dengan Windows Explorer dan ingin membuka suatu file, salah satu cara termudah adalah melakukan klik-ganda terhadap file tersebut. Namun tentunya hal itu bisa dilakukan bila ekstensi file sudah terasosiasi dengan program tertentu, misalnya file berekstensi .doc dan .docx akan dibuka oleh Microsoft Word. Nah, seringkali kita mendapati atau memiliki file yang ektensinya tidak jelas (dalam arti belum terasosiasi dengan program apapun). Kalau file tersebut diklik-ganda, sudah tentu tidak akan muncul program apapun untuk membukanya. Window&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/microsoft/menambahkan-shortcut-di-menu-send-to-windows-7/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda sedang mengelola file dengan Windows Explorer dan ingin membuka suatu file, salah satu cara termudah adalah melakukan klik-ganda terhadap file tersebut. Namun tentunya hal itu bisa dilakukan bila ekstensi file sudah terasosiasi dengan program tertentu, misalnya file berekstensi .doc dan .docx akan dibuka oleh Microsoft Word.</p>
<p>Nah, seringkali kita mendapati atau memiliki file yang ektensinya tidak jelas (dalam arti belum terasosiasi dengan program apapun). Kalau file tersebut diklik-ganda, sudah tentu tidak akan muncul program apapun untuk membukanya. Window 7 malahan akan menawarkan untuk mencari program yang terkait dengan ekstensi file tersebut. (Mau tahu lebih jelasnya? Silakan baca (beli) buku saya terbaru ya, 7 Langkah Mudah Menguasai Windows 7) <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun terkadang ada file tertentu yang hendak dibuka dengan cara lain, bukan dengan program yang terasosiasi dengannya. Misalnya ada file yang memiliki ekstensi .html. Bila diklik-ganda, file itu akan dibuka oleh browser default yang digunakan. Nah, bila tujuan Anda membuka file .html itu sebenarnya hendak melihat source codenya, tentu file .html itu harus dibuka dengan program pengolah teks, misalnya Notepad.</p>
<p>Mengganti asosiasi file .html dengan program Notepad tentu bukan solusi yang baik. Sebagai alternatif, sebaiknya gunakan saja fitur Send to yang ada pada menu klik-kanan. Bila sebuah file pada Windows Explorer diklik-kanan, akan muncul sebuah menu dan salah satu itemnya adalah Send to. Tambahkan saja shorcut Notepad pada Send to.</p>
<p>Dengan demikian, bila sebuah file diklik-kanan dan Anda memilih Send to &gt; Notepad, file tersebut akan dibuka di Notepad.</p>
<p>Lha trus bagaimana caranya menambahkan shortcut Notepad di menu Send to itu? Gampang. Melalui Windows Explorer, buka folder C:\Users\Username\AppData\Roaming\Microsoft\Windows\SendTo. Klik-kanan area kosong di sisi kanan dan pada menu yang muncul pilih New &gt; Shortcut.</p>
<p>Pada kotak dialog yang muncul, ketikkan Notepad pada kotak teks bertuliskan Type the location of the item, lalu klik Next. Pada kotak berikutnya, di bagian Type a name for this shortcut telah terisi teks notepad.exe. Gantilah teks notepad.exe tersebut dengan Notepad. Klik Finish.</p>
<p>Naaaah, sekarang Notepad sudah muncul di menu Send to.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/microsoft/menambahkan-shortcut-di-menu-send-to-windows-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Utak-atik Booting Windows 7 Beta</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/microsoft/utak-atik-booting-windows-7-beta/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/microsoft/utak-atik-booting-windows-7-beta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 04:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/uncategorized/utak-atik-booting-windows-7-beta/</guid>
		<description><![CDATA[Windows 7 nampaknya merupakan produk yang cukup dinantikan. Ketika versi betanya dipublikasikan, banyak yang cukup antusias dan mencoba menginstallnya. Barangkali Anda termasuk di dalamnya. Karena masih Beta, tentunya kurang baik bila Windows 7 tersebut dijadikan sistem operasi utama. Solusi terbaik adalah menginstallnya secara dual boot (atau bahkan multi boot bila lebih daripada dua sistem operasi bersamaan) dengan sistem operasi yang sudah lebih mapan, misalnya Windows XP, Windows Vista, atau bahkan Linux. Nah, setelah prosedur instalasi selesai, Windows 7 Beta akan&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/microsoft/utak-atik-booting-windows-7-beta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Windows 7 nampaknya merupakan produk yang cukup dinantikan. Ketika versi betanya dipublikasikan, banyak yang cukup antusias dan mencoba menginstallnya. Barangkali Anda termasuk di dalamnya.</p>
<p>Karena masih Beta, tentunya kurang baik bila Windows 7 tersebut dijadikan sistem operasi utama. Solusi terbaik adalah menginstallnya secara dual boot (atau bahkan multi boot bila lebih daripada dua sistem operasi bersamaan) dengan sistem operasi yang sudah lebih mapan, misalnya Windows XP, Windows Vista, atau bahkan Linux.</p>
<p>Nah, setelah prosedur instalasi selesai, Windows 7 Beta akan menempati urutan pertama pada prioritas booting alias menjadi nilai default. Padahal mungkin yang Anda inginkan menjadi nilai default booting utama adalah versi Windows sebelumnya yang masih Anda gunakan untuk keperluan sehari-hari.</p>
<p>Kalau sekedar mengganti nilai default sistem operasi yang akan digunakan sebagai booting, caranya tidaklah terlalu sulit. Berikut ini langkah-langkah mengganti nilai default booting tersebut:</p>
<p><span id="more-233"></span></p>
<ol>
<li>Boot ke Windows 7 terlebih dahulu.</li>
<li>Klik kanan item Computer yang ada di Start menu dan pilih properties hingga muncul jendela berisi informasi dasar tentang komputer Anda.</li>
<li>Klik link Advanced system settings yang terdapat pada sisi kiri jendela tersebut hingga muncul kotak dialog System Properties.</li>
<li>Klik tombol Settings pada bagian Startup and Recovery hingga muncul kotak dialog Startup and Recovery.</li>
<li>Pada drop down Default operating system, pilih sistem operasi yang ingin dijadikan default.</li>
<li>Bila perlu, gantilah nilai Time to display list of operating systems dari 30 menjadi nilai lain yang Anda inginkan.</li>
</ol>
<p><img class="alignnone" title="Startup" src="http://i195.photobucket.com/albums/z166/y4hy4/StartupNRecovery-1.jpg" alt="" width="393" height="470" /></p>
<p>Cukup itu saja. Tidak sulit bukan? Namun barangkali masih ada hal yang rasanya kurang afdol. Apa itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah entry yang mengacu ke sistem operasi lama. Entry tersebut berbunyi &#8220;Earlier Version of Microsoft Windows&#8221;. Tentu akan lebih bagus jika entry tersebut bisa berbunyi &#8220;Windows XP&#8221; atau &#8220;Windows Vista&#8221;. Lalu bagaimana cara menggantinya?</p>
<p>Windows 7 Beta menyediakan perkakas dalam bentuk perintah baris yang bernama BCDEdit (bcdedit.exe). Perkakas tersebut sebenarnya bahkan telah tersedia sejak Windows Vista.</p>
<p>Untuk menggunakan perintah bcdedit.exe tersebut, bukalah Command Prompt sebagai Administrator. Caranya adalah dengan mengklik kanan shortcut Command Prompt yang berada di Start Menu &gt; All Programs &gt; Accessories &gt; Command Prompt. Pada menu klik kanan, pilih Run as Administrator.</p>
<p>Sintaks perintah bcdedit untuk mengganti teks &#8220;Earlier Version of Microsoft Windows&#8221; dengan teks yang kita inginkan adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>bcdedit /set {identifier} description &#8220;teks&#8221; </strong></p>
<p>Identifier adalah teks yang menunjukkan identitas sistem operasi. Untuk mengetahui identifier sistem operasi yang ada pada komputer Anda, jalankan perintah bcdedit tanpa parameter apapun. Contoh:</p>
<pre>c:\bcdedit</pre>
<pre>Windows Legacy OS Loader</pre>
<pre>------------------------</pre>
<pre>identifier {ntldr}</pre>
<pre>device partition=\Device\HarddiskVolume1</pre>
<pre>path \ntldr</pre>
<pre>description Earlier Version of Microsoft Windows</pre>
<p>Identifier {ntldr} merujuk pada Windows XP. Untuk mengganti teks &#8220;Earlier Version of Microsoft Windows&#8221; menjadi &#8220;Windows XP&#8221;, jalankan perintah berikut:</p>
<pre>bcdedit /set {ntldr} description "Windows XP"</pre>
<p>Nah, sekarang entri untuk booting ke Windows XP akan berganti dari &#8220;Earlier Version of Microsoft Windows&#8221; menjadi &#8220;Windows XP&#8221;.</p>
<p>Hal yang senada berlaku untuk Windows Vista, hanya saja sesuaikan nilai identifier dengan identifier Windows Vista.</p>
<p><strong>EasyBCD</strong></p>
<p>Mungkin bagi sebagian dari Anda, perintah baris merupakan momok tersendiri. Mungkinkan mengutak-atik booting Windows 7 Beta tersebut tanpa harus menggunakan perintah bcdedit?</p>
<p>Mungkin saja. Yang Anda perlukan hanyalah peranti lunak bernama EasyBCD yang bisa diperoleh di <a href="http://neosmart.net/dl.php?id=1" target="_blank">sini</a>. EasyBCD sebenarnya didesain untuk Windows Vista, namun dapat berjalan juga di atas Windows 7 Beta karena pada dasarnya menggunakan perintah bcdedit.exe.</p>
<p><img class="alignnone" title="EasyBCD" src="http://i195.photobucket.com/albums/z166/y4hy4/EasyBCD.jpg" alt="" width="575" height="484" /></p>
<p>EasyBCD cukup user friendly. Hanya dengan sedikit mencoba saja, saya yakin Anda pasti langsung bisa menggunakannya.</p>
<p>Untuk mengganti sistem operasi default, klik tombol Change Setting, kemudian pada bagian Global Setting, tentukan sistem operasi default melalui drop-down Default OS. Di situ tersedia juga kontrol untuk mengganti nilai time out.</p>
<p>Untuk mengganti teks &#8220;Earlier Version of Microsoft Windows&#8221;, masih pada halaman Change Setting tersebut, klik drop-down yang terdapat di bagian Entry-Based dan pilih &#8220;Earlier Version of Microsoft Windows&#8221;, kemudian pada bagian Name gantilah teks Earlier &#8220;Version of Microsoft Windows&#8221; menjadi teks yang Anda inginkan, misalnya Windows XP.</p>
<p>EasyBCD juga menyediakan fungsionalitas lain, seperti penambahan entri booting (termasuk entri untuk booting ke Linux), back up konfigurasi, menimpa atau uninstall informasi booting ke Windows 7, dan beberapa fitur lain.</p>
<p>Semuanya dapat dilakukan dengan mudah secara visual tanpa harus mengerti perintah bcdedit.exe beserta dengan parameter-parameternya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/microsoft/utak-atik-booting-windows-7-beta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Pandang Microsoft MultiPoint</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/microsoft/sekilas-pandang-microsoft-multipoint/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/microsoft/sekilas-pandang-microsoft-multipoint/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 14:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/microsoft/sekilas-pandang-microsoft-multipoint/</guid>
		<description><![CDATA[Di era informasi ini, rasanya pengenalan terhadap komputer adalah wajib hukumnya. Bila perlu harus dilakukan sedini mungkin. Tidak heran kalau akhir-akhir ini pengenalan komputer telah masuk ke dalam kurikulum Sekolah Dasar. Masalahnya, bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, komputer masih dianggap sebagai barang mewah. Sekolah-sekolah yang ada di kota besarpun belum tentu memiliki lab komputer dengan jumlah memadai. Bahkan keadaan di pelosok bisa lebih parah lagi, jangankan lab komputer, sebiji komputerpun belum tentu ada di sekolah tersebut. Salah satu solusi yang&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/microsoft/sekilas-pandang-microsoft-multipoint/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di era informasi ini, rasanya pengenalan terhadap komputer adalah wajib hukumnya. Bila perlu harus dilakukan sedini mungkin. Tidak heran kalau akhir-akhir ini pengenalan komputer telah masuk ke dalam kurikulum Sekolah Dasar.</p>
<p>Masalahnya, bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, komputer masih dianggap sebagai barang mewah. Sekolah-sekolah yang ada di kota besarpun belum tentu memiliki lab komputer dengan jumlah memadai. Bahkan keadaan di pelosok bisa lebih parah lagi, jangankan lab komputer, sebiji komputerpun belum tentu ada di sekolah tersebut.</p>
<p>Salah satu solusi yang bisa diambil agar pengenalan komputer bisa tetap dilakukan adalah menggunakan komputer secara bergantian. Tapi bila rasio jumlah komputer dengan jumlah murid &#8220;njomplang&#8221; &#8211; ambil contoh ekstrim 1 komputer digunakan bergantian untuk 30 anak &#8211; tentunya ada kendala lain yaitu waktu. Seorang anak nantinya hanya mendapat sedikit kesempatan untuk menggunakan komputer karena harus bergantian dengan temannya.</p>
<p>Bagaimana dengan sodoran solusi yang lain: 1 komputer tersebut digunakan secara &#8220;keroyokan&#8221; oleh 30 anak sekaligus? Lha apa bisa?</p>
<p> <span id="more-227"></span>
<p>Jawabannya adalah bisa. Caranya? Gunakan teknologi MultiPoint dari Microsoft.</p>
<p>Dengan MultiPoint, 1 komputer bisa digunakan oleh banyak user sekaligus (up to 30 users) pada waktu yang bersamaan. Tentunya mouse yang digunakan tidak hanya 1, tapi sebanyak user yang menggunakan komputer berteknologi MultiPoint tersebut.</p>
<p>Anak-anak yang belajar secara bersama-sama tersebut tidak perlu bingung mencari mouse pointernya, karena setiap mouse pointer bisa diberi &#8220;avatar&#8221; dan nama anak yang menggunakannya.</p>
<p>Dengan MultiPoint, guru-guru juga bisa mengembangkan bahan ajar yang menarik sehingga diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih seru dan pelajaran jadi mudah diserap.</p>
<p>Saya sendiri berkesempatan melihat demo penggunaan MultiPoint di SD Ungaran II, Yogyakarta saat diundang secara khusus oleh Anandita Puspitasari alias <a href="http://nonadita.com" target="_blank">Nonadita</a> (makasih ya non <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  ) yang datang ke sana dalam rangka program <a href="http://www.microsoft.com/indonesia/press/bloggership/default.aspx" target="_blank">Microsoft Bloggership</a>. Laporan Nonadita bisa dilihat di <a href="http://nonadita.com/2009/04/13/belajar-seru-bersama-multipoint/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Ke depannya, Microsoft akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan program-program edukasi berbasis MultiPoint tersebut.</p>
<p>Tertarik untuk mengetahui MultiPoint secara lebih dalam? Silakan klik link <a href="http://blogs.msdn.com/multipoint/archive/2007/05/23/welcome-to-the-multipoint-blog.aspx" target="_blank">ini</a> dan <a href="http://www.microsoft.com/unlimitedpotential/programs/multipoint.mspx" target="_blank">itu</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/microsoft/sekilas-pandang-microsoft-multipoint/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi Multiboot Windows 7 Beta</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/microsoft/konfigurasi-multiboot-windows-7-beta/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/microsoft/konfigurasi-multiboot-windows-7-beta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 02:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/microsoft/konfigurasi-multiboot-windows-7-beta/</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung tulisan yang kemarin, kali ini saya akan berbagi soal konfigurasi multi boot di Windows 7 Beta. Di tulisan yang kemarin itu sudah sempat saya jelaskan bahwa di komputer saya terdapat 4 buah OS, yaitu Windows XP, Windows Vista (yang akhirnya berganti ke Windows 7 Beta), Fedora 10, dan Ubuntu 8.10. Untunglah kendali booting sebelumnya memang telah ditangani oleh Windows Vista, jadi tidak ada kesulitan berarti saat Windows Vista ditimpa oleh Windows 7 Beta. Saat restart, saya tetap dapat memilih&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/microsoft/konfigurasi-multiboot-windows-7-beta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung <a href="http://yahyakurniawan.net/microsoft/mencoba-windows-7-beta/" target="_blank">tulisan yang kemarin</a>, kali ini saya akan berbagi soal konfigurasi multi boot di Windows 7 Beta. Di tulisan yang kemarin itu sudah sempat saya jelaskan bahwa di komputer saya terdapat 4 buah OS, yaitu Windows XP, Windows Vista (yang akhirnya berganti ke Windows 7 Beta), Fedora 10, dan Ubuntu 8.10.</p>
<p>Untunglah kendali booting sebelumnya memang telah ditangani oleh Windows Vista, jadi tidak ada kesulitan berarti saat Windows Vista ditimpa oleh Windows 7 Beta. Saat restart, saya tetap dapat memilih untuk booting ke Windows XP maupun Linux (selain Windows 7 Beta itu sendiri tentunya).</p>
<p>Namun perubahan itu tetap ada. Sekarang opsi booting default ada di Windows 7 dan time outnya berdurasi 30 detik. Bagaimana mengubahnya?</p>
<p> <span id="more-217"></span></p>
<p>Sebenarnya mudah saja, Windows 7 Beta masih menggunakan BCD sebagai pengendali booting. Jadi urusan penyuntingan BCD tersebut dapat dilakukan dengan perintah bcdedit.exe.</p>
<p>Namun kalau cuma sekedar mengganti opsi booting default, Anda tidak perlu susah-susah menggunakan perintah bcdedit.exe tersebut. Cara mengganti opsi booting default adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Klik kanan ikon Computer yang terdapat pada Start Menu dan pilih Properties hingga muncul jendela berisi informasi dasar tentang komputer Anda.</li>
<li>Klik link Advanced system settings yang terdapat pada sisi kiri jendela tersebut hingga muncul kotak dialog System Properties.</li>
<li>Klik tombol Settings pada bagian Startup and Recovery hingga muncul kotak dialog Startup and Recovery.</li>
<li>Pada drop down Default operating system, pilih sistem operasi yang ingin dijadikan default.</li>
<li>Bila perlu, gantilah nilai Time to display list of operating systems dari 30 menjadi nilai lain yang Anda inginkan.</li>
</ol>
<p>&#160;<img src="http://i195.photobucket.com/albums/z166/y4hy4/StartupNRecovery.jpg" /> </p>
<p>Barangkali hal yang tidak disukai adalah entry yang mengacu ke sistem operasi lama (dalam hal ini adalah Windows XP). Entri tersebut berbunyi &quot;Earlier Version of Microsoft Windows&quot;. Rasanya kok gak afdol ya. Bagaimana untuk menggantinya?</p>
<p>Kali ini mau tidak mau harus menggunakan perintah bcdedit.exe. Jalankan Command Prompt sebagai administrator dan ketikkan perintah berikut:</p>
<p><code>bcdedit /set {ntldr} description &quot;Windows XP&quot;</code></p>
<p>Nah, sekarang entri untuk booting ke Windows XP akan berganti dari &quot;Earlier Version of Microsoft Windows&quot; menjadi &quot;Windows XP&quot;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/microsoft/konfigurasi-multiboot-windows-7-beta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

