<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Oom Yahya &#187; Linux</title>
	<atom:link href="http://yahyakurniawan.net/category/linux/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yahyakurniawan.net</link>
	<description>Catatan Usil Yahya Kurniawan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 04:35:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pengalaman dengan Ubuntu 11.04</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/linux/pengalaman-dengan-ubuntu-11-04/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/linux/pengalaman-dengan-ubuntu-11-04/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 08:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Hanya kurang dua hari saja sebelum nomor versinya berubah jadi 11.05, Ubuntu Natty Narwhal akhirnya rilis juga. Setelah 3 hari 3 malam melakukan download ISO (sempat putus dua kali karena Speedy ngadat dan karena cuaca buruk (yang ini sih sengaja saya putus untuk alasan keamanan)) akhirnya saya install juga Ubuntu 11.04 itu, menimpa Ubuntu 10.10 yang sudah ada sebelumnya. Kenapa kok gak update saja sih? Saya memang gak suka update, lebih baik fresh install. Lebih banyak yang bisa di-review. Lagipula&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/linux/pengalaman-dengan-ubuntu-11-04/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya kurang dua hari saja sebelum nomor versinya berubah jadi 11.05, Ubuntu Natty Narwhal akhirnya rilis juga. Setelah 3 hari 3 malam melakukan download ISO (sempat putus dua kali karena Speedy ngadat dan karena cuaca buruk (yang ini sih sengaja saya putus untuk alasan keamanan)) akhirnya saya install juga Ubuntu 11.04 itu, menimpa Ubuntu 10.10 yang sudah ada sebelumnya.</p>
<p>Kenapa kok gak update saja sih?</p>
<p><span id="more-530"></span>Saya memang gak suka update, lebih baik fresh install. Lebih banyak yang bisa di-review. Lagipula semua data ada di partisi lain, jadi OS ditimpa gak masalah.</p>
<p>Dan ternyata benar. Banyak yang bisa dibahas, sekalipun ternyata yang dibahas adalah masalah. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sama dengan Ubuntu 10.10, installer Ubuntu 11.04 memberikan opsi untuk update bila terkoneksi ke internet. Dan ternyata terkoneksi ke internet selama instalasi itu hanya bikin masalah saja. Bila koneksi ke alamat tujuan bermasalah, installer akan terus-terusan melakukan retry tanpa pernah berhenti. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> Eh ya mungkin berhenti juga siapa tahu, tapi lima menit terus-menerus retry tanpa ada kemajuan sudah cukup buat saya.</p>
<p>Jadi proses instalasi saya ulangi lagi dengan memutus koneksi internet. Berhasil.</p>
<p>Tapi ternyata penderitaan saya belum berakhir. Unity tidak bisa jalan, harus masuk ke Ubuntu classic yang tidak lain adalah Gnome. Ini pasti masalah driver VGA nih. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/evilsmirk.gif' alt='(evilsmirk)' class='wp-smiley' /> Baiklaaah, saya update ke nvidia-glx 185. Dan &#8230;. Unity muncul! Tapi tidak bisa diapa-apakan. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> Masuk ke terminal juga sama saja karena tampilan hancur lebur.</p>
<p>Jadilah saya install lagi untuk ketiga kalinya. Kali ini driver nvidianya cuma pake yang versi 173. It works. Ubuntu 11.04 ku jalan dengan sempurna. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Seluruhnya? Tidak! Ada sebuah desa kecil yang &#8230; eh itu Asterix. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> Ada satu lagi gangguan kecil. Ubuntuku masih bisu. Selidik punya selidik, ternyata kanal headphone di-mute. Lha aneh lagi ini, wong saya pake speaker aktif, bukan headphone. Tapi ya sudahlah, yang penting sudah bisa nyalain musik.</p>
<p>Soal Unity nya, hmmmm &#8230; yaaa gitu deh. Saya kurang suka, ribet. Mana kurang oprekable lagi. Ternyata untuk ngoprek Unity mesti install peranti terpisah. Huh! <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/annoyed.gif' alt='(annoyed)' class='wp-smiley' /> Yang perlu diinstall adalah CompizConfig Manager. Caranya:</p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->$ sudo apt-get install compizconfig-settings-manager</p>
<p>Walaupun setelah menginstall CompizConfig itu juga tidak terlalu tahu apa yang mesti dilakukan. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/blush.gif' alt='(blush)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yach, setidaknya kalau Anda membaca ini jadi tahu apa yang mesti dipersiapkan kalau hendak menginstall Ubuntu 11.04.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/linux/pengalaman-dengan-ubuntu-11-04/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koleksi Baru di Toko Linux Saya</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/linux/koleksi-baru-di-toko-linux-saya/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/linux/koleksi-baru-di-toko-linux-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:54:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Mengelola sebuah toko online ternyata memang tidak mudah. Apalagi toko online itu saya kelola seorang diri. Padahal kesibukan saya yang lain, khususnya menulis buku dan artikel, sudah cukup menguras energi. Apalagi jika menjelang deadline. Akibatnya toko Linux saya agak terbengkalai. Tapi jangan khawatir, beberapa koleksi baru sudah hadir di toko itu, antara lain adalah Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan Fedora 12. Saya masih terus berusaha melengkapi koleksi distro Linux yang lain. Nah, kalau Anda butuh CD/DVD Linux, silakan mampir ya&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/linux/koleksi-baru-di-toko-linux-saya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengelola sebuah toko online ternyata memang tidak mudah. Apalagi toko online itu saya kelola seorang diri. Padahal kesibukan saya yang lain, khususnya menulis buku dan artikel, sudah cukup menguras energi. Apalagi jika menjelang deadline. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /><br />
Akibatnya toko Linux saya agak terbengkalai. Tapi jangan khawatir, beberapa koleksi baru sudah hadir di toko itu, antara lain adalah Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan Fedora 12. Saya masih terus berusaha melengkapi koleksi distro Linux yang lain.</p>
<p>Nah, kalau Anda butuh CD/DVD Linux, <a href="http://linux.yahyakurniawan.net/" target="_blank">silakan mampir ya ke toko saya</a>.  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Kalau laris khan nanti saya juga makin semangat menambah koleksi distro-distro yang lain, hehe. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/linux/koleksi-baru-di-toko-linux-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Pura-pura) Jadi Hacker</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/linux/pura-pura-jadi-hacker/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/linux/pura-pura-jadi-hacker/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 15:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/linux/pura-pura-jadi-hacker/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa bulan ini web di kantor istri saya tidak dapat diakses. Entah apa masalahnya. Pengembang yang dulu mengembangkan web tersebut semakin sulit dihubungi. Karena kesabarannya habis, akhirnya istri saya minta bantuan saya untuk &#8220;mereparasi&#8221; permasalahan tersebut. OK, saya menyanggupinya. Web server yang harus saya oprek tersebut ternyata dibangun di atas Linux Mandriva. Nah, jelas saya harus membawa Linux Live CD (saya pilih Ubuntu) karena saya tidak tahu password root Mandriva tersebut. Apa gunanya Linux Live CD itu? Ya tentunya&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/linux/pura-pura-jadi-hacker/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah beberapa bulan ini web di kantor <a href="http://yuliani.net" target="_blank">istri</a> saya tidak dapat diakses. Entah apa masalahnya. Pengembang yang dulu mengembangkan web tersebut semakin sulit dihubungi.</p>
<p>Karena kesabarannya habis, akhirnya istri saya minta bantuan saya untuk &#8220;mereparasi&#8221; permasalahan tersebut. OK, saya menyanggupinya.</p>
<p>Web server yang harus saya oprek tersebut ternyata dibangun di atas Linux Mandriva. Nah, jelas saya harus membawa Linux Live CD (saya pilih Ubuntu) karena saya tidak tahu password root Mandriva tersebut.</p>
<p>Apa gunanya Linux Live CD itu?</p>
<p><span id="more-313"></span></p>
<p>Ya tentunya saya harus menjalankan Linux Live CD tersebut terlebih dahulu, kemudian partisi harddisk yang memuat Mandriva tersebut saya mount. Berikutnya saya mencari file /etc/shadow yang ada di Mandriva karena di situlah tersimpan informasi user dan password. Passwordnya tentu saja dalam keadaan terenkripsi, jadi saya tetap tidak tahu apa password root Mandriva tersebut.</p>
<p>Paling gampang, hapus saja entry password root tersebut, jadi root bisa login tanpa password. Setelah reboot, lha kok ya root tetap dilarang masuk. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> Ternyata oleh admin sebelumnya login root memang didisable. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /><br />
OK lah, saya mencoba login dengan user biasa selain root. Begitu login, muncullah peringatan terkutuk: account expired! <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/taser.gif' alt='(taser)' class='wp-smiley' /> Admin sebelumnya betul-betul abandon ship. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/angry.gif' alt='(angry)' class='wp-smiley' /><br />
Lantas saya masuk ke safe mode dan menemukan bahwa file /etc/securetty kosong. Itu berarti root memang tidak diperbolehkan login. Akhirnya saya menambahkan teks tty1 ke dalam file /etc/securetty tersebut dan root bisa masuk dengan sukses ke tty1.</p>
<p>Segera saya membuat account baru agar bisa login dan bila membutuhkan privilege admin, saya tinggal menggunakan perintah su. Dengan taktik itu, password root berhasil saya buat kembali dan administrasi sistem bisa saya lakukan.</p>
<p>Ketika melakukan administrasi sistem, kembali saya terpana karena sekalipun Mandriva yang diinstall sudah mengandung Apache, PHP, dan MySQL, pengembang sebelumnya justru menginstall dan menggunakan LAMPP. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> Dan sembrononya, Apache bawaan Mandriva dan LAMPP running semua. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/lmao.gif' alt='(lmao)' class='wp-smiley' /><br />
Akhirnya layanan httpd dan mysqld bawaan Mandriva saya hentikan dan komputer saya restart kembali. Setelah itu web localhost jalan. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/applause.gif' alt='(applause)' class='wp-smiley' /> Tapi dari luar masih belum bisa diakses juga web itu. Kecurigaan mengarah pada DNS Server yang salah meresolv alamat IP ke server. Tapi admin yang memegang DNS  menyangkal pernah melakukan &#8220;sabotase&#8221; terhadap DNS.</p>
<p>Akhirnya iseng-iseng saya cek firewallnya. Apalagi saya ingat pernah mengalami masalah sehubungan dengan firewall Mandriva tersebut. Lhaaaa, ketemu masalahnya. Ternyata httpd belum diset sebagai trusted network. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/lol.gif' alt='(rofl)' class='wp-smiley' /><br />
Begitu opsi httpd diklik, langsung deh webnya up and running <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/cool.gif' alt='B-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yach, walaupun tidak mutu, setidak-tidaknya saya sudah pernah merasakan jadi hacker <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/laugh.gif' alt='(lol)' class='wp-smiley' /><br />
<span style="font-family: verdana, arial, helvetica; font-size: small; line-height: normal;"><span style="font-weight: bold;">*Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan <a style="color: #336699;" href="http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/lombablog/" target="_blank">Lomba Blog Open Source</a> P2I-LIPI dan <a style="color: #336699;" href="http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/" target="_blank">Seminar Open Source</a> P2I-LIPI 2009*</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/linux/pura-pura-jadi-hacker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fedora 11</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/linux/fedora-11/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/linux/fedora-11/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 15:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/bahasa/fedora-11/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti biasanya, kali ini saya relatif agak terlambat menginstall Fedora 11 di komputer saya. Yach, maklumlah, dead line penulisan buku Having Fun With Plurk serta Trik Unik PowerPoint 2007 cukup membuat saya kelabakan hingga tidak sempat mencoba-coba hal lain. Akhirnya kemarin (24 Agustus 2009) kesampaian juga niat saya menginstall Fedora 11. Dan seperti biasa, kesan pertama adalah dahsyaaat. Fedora 11 kweeereeeen dan selalu membuat saya tidak ingin berpaling ke distro Linux lain. (Lha kok pake Ubuntu juga? Yach, itu&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/linux/fedora-11/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak seperti biasanya, kali ini saya relatif agak terlambat menginstall Fedora 11 di komputer saya. Yach, maklumlah, dead line penulisan buku <a href="http://yahyakurniawan.net/buku/buku-baru-having-fun-with-plurk/" target="_blank">Having Fun With Plurk</a> serta <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/medan-dan-buku-baru/" target="_blank">Trik Unik PowerPoint 2007</a> cukup membuat saya kelabakan hingga tidak sempat mencoba-coba hal lain.</p>
<p>Akhirnya kemarin (24 Agustus 2009) kesampaian juga niat saya menginstall Fedora 11. Dan seperti biasa, kesan pertama adalah dahsyaaat. Fedora 11 kweeereeeen dan selalu membuat saya tidak ingin berpaling ke distro Linux lain.</p>
<p>(Lha kok pake Ubuntu juga? Yach, itu mah karena tuntutan pekerjaan) <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /><br />
Buat saya, Fedora selalu berhasil menjaga keseimbangan antara keindahan desktop dan ketangguhan server.</p>
<p><span id="more-298"></span></p>
<p>Satu hal yang ingin saya bagikan saat ini adalah cara mengkonfigurasi Plymouth splashscreen. Pasca instalasi, sering dijumpai kasus dimana Plymouth splashscreen tidak berfungsi. Solusi agar Plymouth splashscreen tersebut dapat berfungsi relatif cukup mudah.</p>
<p>Loginlah sebagai root, buka file /boot/grub/grub.conf. Isi file grub.conf tersebut kira-kira adalah sebagai berikut:<br />
<span style="color: #0000ff;">title Fedora (2.6.29.4-167.fc11.i686.PAE)<br />
root (hd0,6)<br />
kernel /boot/vmlinuz-2.6.29.4-167.fc11.i686.PAE ro root=UUID=48fb2fb6-e85e-4fc4-a47c-5dbbad003256 rhgb quiet<br />
initrd /boot/initrd-2.6.29.4-167.fc11.i686.PAE.img</span></p>
<p>Pada entry kernel, tambahkan parameter vga=0&#215;318 sehingga isi grub.conf tersebut menjadi:<br />
<span style="color: #0000ff;">title Fedora (2.6.29.4-167.fc11.i686.PAE)<br />
root (hd0,6)<br />
kernel /boot/vmlinuz-2.6.29.4-167.fc11.i686.PAE ro root=UUID=48fb2fb6-e85e-4fc4-a47c-5dbbad003256 rhgb quiet vga=0&#215;318<br />
initrd /boot/initrd-2.6.29.4-167.fc11.i686.PAE.img</span><br />
Restart komputer Anda dan kini Plymouth splashscreen akan muncul.</p>
<p>Bila Anda tidak suka dengan tampilan Plymouth splashscreen tersebut, Anda dapat menambahkan beberapa theme Plymouth agar splashscreen tersebut bisa diganti. Caranya: login terlebih dahulu sebagai root dan jalankan perintah berikut:</p>
<pre><span style="white-space: normal"># yum install plymouth-plugin-{fade-throbber,label,space-flares,throbgress,two-step}</span></pre>
<pre><span style="white-space: normal"># yum install plymouth-theme-{charge,fade-in,solar,spinfinity} </span></pre>
<pre># yum install plymout-utils</pre>
<p>Setelah itu, jalankan perintah berikut:</p>
<pre><span style="white-space: normal"># plymouth-set-default-theme namatheme </span></pre>
<pre># /usr/libexec/plymouth/plymouth-update-initrd</pre>
<p>Parameter namatheme bisa diganti dengan salah satu pilihan ini: solar, fade-in, charge, spinfinity, dan text.</p>
<p>Restart komputer Anda untuk melihat hasilnya.</p>
<p>Selamat menikmati Fedora 11.</p>
<p>*Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan <a style="color: #186fd0; text-decoration: underline;" href="http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/lombablog/" target="_blank">Lomba Blog Open Source</a> P2I-LIPI dan <a style="color: #186fd0; text-decoration: underline;" href="http://www.informatika.lipi.go.id/seminar/" target="_blank">Seminar Open Source</a> P2I-LIPI 2009*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/linux/fedora-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dikerjain Ubuntu 9.04</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/linux/dikerjain-ubuntu-9-04/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/linux/dikerjain-ubuntu-9-04/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 22:47:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/bahasa/dikerjain-ubuntu-9-04/</guid>
		<description><![CDATA[Sekalipun Ubuntu 9.04 sudah lama &#8220;terbit&#8221;, baru dua hari yang lalu saya berkesempatan menginstallnya di PC saya. Seperti biasa, informasi booting ke Ubuntu saya &#8220;sematkan&#8221; pada GRUB milik Fedora (di PC saya sudah ada Fedora, Windows XP,  dan Windows 7). Biasanya hanya dengan menyalin entry dari /boot/grub/menu.lst milik Ubuntu ke /boot/grub/grub.conf milik Fedora, semua beres. Tapi ternyata kemarin tidak. Setelah masuk GRUB dan memilih Ubuntu, yang muncul adalah teks Error 15: File not found Berbagai cara sudah saya lakukan, termasuk&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/linux/dikerjain-ubuntu-9-04/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekalipun Ubuntu 9.04 sudah lama &#8220;terbit&#8221;, baru dua hari yang lalu saya berkesempatan menginstallnya di PC saya.</p>
<p>Seperti biasa, informasi booting ke Ubuntu saya &#8220;sematkan&#8221; pada GRUB milik Fedora (di PC saya sudah ada Fedora, Windows XP,  dan Windows 7). Biasanya hanya dengan menyalin entry dari /boot/grub/menu.lst milik Ubuntu ke /boot/grub/grub.conf milik Fedora, semua beres.</p>
<p>Tapi ternyata kemarin tidak.</p>
<p><span id="more-295"></span>Setelah masuk GRUB dan memilih Ubuntu, yang muncul adalah teks Error 15: File not found <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /><br />
Berbagai cara sudah saya lakukan, termasuk mengganti entry UUID menjadi file device biasa (/dev/sda7 di komputer saya). Tapi tetep saja annoying error message itu muncul. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/annoyed.gif' alt='(annoyed)' class='wp-smiley' /><br />
Akhirnya saya gunakan pamungkas saya. Apa itu? EasyBCD. Yang belum tahu apa itu EasyBCD boleh <a href="http://yahyakurniawan.net/microsoft/utak-atik-booting-windows-7-beta/" target="_blank">klik di sini</a>. Dan berhasil, Ubuntu bisa booting. Jadi entry di BCD saya arahkan ke GRUB Ubuntu, barulah GRUB Ubuntu bisa nongol dan bisa digunakan untuk booting.</p>
<p>Setelah berhasil booting, giliran berikutnya adalah konfigurasi internet. Saya pakai speedy dan berdasarkan berbagai sumber, konfigurasi dilakukan dengan pppoeconf. Tapi gagal. Saya lupa apa error messagenya, tapi kira-kira isinya adalah &#8220;pppoeconf tidak berhasil melakukan konfigurasi karena telah ada konfigurasi pppoe yang lain&#8221;. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> apa lagi iniiiiii <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/taser.gif' alt='(taser)' class='wp-smiley' /><br />
Dugaan saya karena setingan PPPOE sudah dilakukan di modem ADSLnya. Akhirnya saya membuka System &gt; Preferences &gt; Network Connections, lalu entry auto eth0 yang ada di tab Wired saya sunting dengan mengganti metode koneksi IPV4 dari Automatic (DHCP) menjadi Automatic (DHCP) addresses only dan memasukkan alamat IP DNS Speedy di kotak teks DNS Servers.</p>
<p>Done! Koneksi internet bisa dilakukan lagi. Posting inipun dilakukan dari Ubuntu dengan menggunakan Bee WordPress Client.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/linux/dikerjain-ubuntu-9-04/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ubuntu 8.10 dan Fedora 10</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/linux/ubuntu-810-dan-fedora-10/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/linux/ubuntu-810-dan-fedora-10/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 10:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya dua buah distro Linux teranyar &#8220;nangkring&#8221; juga di PC saya. Pertama saya menginstall Ubuntu 8.10 (ya ya, memang sedikit terlambat) yang CD nya saya dapatkan dari Willy. Thanx, Will. Dan kemarin saya menginstall Fedora 10 yang DVD nya saya beli dari GudangLinux. Seperti biasa, saat menggunakan Ubuntu, perasaan saya biasa-biasa saja. Dari dulu memang saya tidak pernah terkesima dengan Ubuntu. Saya terpaksa menginstall Ubuntu karena tuntutan pekerjaan. Bagaimanapun harus saya akui Ubuntu adalah distro Linux terpopuler saat ini. Sebagai&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/linux/ubuntu-810-dan-fedora-10/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya dua buah distro Linux teranyar &#8220;nangkring&#8221; juga di PC saya. Pertama saya menginstall Ubuntu 8.10 (ya ya, memang sedikit terlambat) yang CD nya saya dapatkan dari <a href="http://willysr.blogspot.com" target="_blank">Willy</a>. Thanx, Will. Dan kemarin saya menginstall Fedora 10 yang DVD nya saya beli dari <a href="http://www.gudanglinux.com" target="_blank">GudangLinux</a>.</p>
<p>Seperti biasa, saat menggunakan Ubuntu, perasaan saya biasa-biasa saja. Dari dulu memang saya tidak pernah terkesima dengan Ubuntu. Saya terpaksa menginstall Ubuntu karena tuntutan pekerjaan.</p>
<p><span id="more-201"></span></p>
<p>Bagaimanapun harus saya akui Ubuntu adalah distro Linux terpopuler saat ini. Sebagai yang terpopuler, Ubuntu banyak digunakan oleh penggemar dan pengguna Linux dan otomatis banyak juga yang mengalami masalah dengan Ubuntu. Sebagai pengasuh rubrik Klinik Linux di Majalah INFO Komputer, tentu saja saya harus siap bila ada banyak pertanyaan mengenai Ubuntu.</p>
<p>Dan sebagai penggemar Fedora, saya tidak sabar untuk segera menginstall Fedora 10. Untung saja GudangLinux &#8220;bergerak&#8221; cepat dan langsung menyediakan DVD Fedora 10 dengan hanya berselisih sekitar 3 hari dari hari rilisnya. Segera saya membeli DVD Instalasi Fedora 10 itu dan langsung menginstallnya begitu kiriman DVD tersebut tiba di rumah.</p>
<p>Dan ternyata memang Fedora 10 kereeeeen. Salah satu yang membuatnya keren adalah animasi Plymouth saat boot up.</p>
<p>Di PC saya, mula-mula memang animasi itu tidak muncul. Namun saya segera menduga bahwa pasti ada settingan tertentu yang harus dilakukan. Dan benar saja, selain harus menginstall driver VGA yang tepat, ada entri yang harus ditambahkan di grub.conf.</p>
<p>Pada bagian definisi kernel, pastikan ada entri rhgb dan tambahkan juga entri vga=792, sehingga bagian tersebut menjadi:</p>
<p><code>kernel /boot/vmlinuz-2.6.27.5-117.fc10.i686 ro root=UUID=187aa099-349c-4757-bd12-4d97471bd319 rhgb quiet vga=792</code></p>
<p>Setelah restart, muncullah animasi Plymouth yang menakjubkan itu saat boot up.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/linux/ubuntu-810-dan-fedora-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Linux dan Mainboard ASUS P5Q</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/linux/linux-dan-mainboard-asus-p5q/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/linux/linux-dan-mainboard-asus-p5q/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/linux/linux-dan-mainboard-asus-p5q/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang sudah-sudah, saat habis membeli PC baru, saya selalu mengisi sistem operasinya dengan model dual-boot (bahkan kenyataannya multi boot karena lebih daripada dua). Kemarin giliran Linux yang saya install di PC baru saya dan pilihan saya selalu jatuh pada Fedora. Prosedur instalasi berjalan seperti biasa, boot dengan DVD instalasi, ikuti wizard, klik next-next, dan selesai. Namun saat prosedur instalasi mendekati akhir, saya agak curiga. Wizard instalasi tidak menanyakan masalah konfigurasi jaringan. Ah, gak masalah, bisa dilakukan belakangan. Setelah akhirnya&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/linux/linux-dan-mainboard-asus-p5q/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah-sudah, saat habis membeli <a href="http://yahyakurniawan.net/sharing/pc-baru/" target="_blank">PC baru</a>, saya selalu mengisi sistem operasinya dengan model dual-boot (bahkan kenyataannya multi boot karena lebih daripada dua).</p>
<p>Kemarin giliran Linux yang saya install di PC baru saya dan pilihan saya selalu jatuh pada <a href="http://fedoraproject.org/" target="_blank">Fedora</a>. Prosedur instalasi berjalan seperti biasa, boot dengan DVD instalasi, ikuti wizard, klik next-next, dan selesai.</p>
<p>Namun saat prosedur instalasi mendekati akhir, saya agak curiga. Wizard instalasi tidak menanyakan masalah konfigurasi jaringan. Ah, gak masalah, bisa dilakukan belakangan.</p>
<p> <span id="more-174"></span>
<p>Setelah akhirnya berhasil boot ke Fedora, berbagai masalah muncul. DVD-Writer saya tidak dikenal (tidak ada device /dev/cdrom sama sekali) dan ethernet-nya juga. Wah, bencana nih. Linux tanpa media optik mungkin masih tidak terlalu bermasalah, tapi tanpa ethernet? Padahal di tempat saya hal itu juga berarti tanpa koneksi internet.</p>
<p>Setelah cari di sana-sini, ternyata penyebabnya adalah pada hardware yang belum disupport oleh kernel Linux. (Jadi jangan menyarankan untuk ganti distro, percuma <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>DVD-Writer yang saya gunakan masih menggunakan interface IDE dan chipset Marvell yang digunakan oleh ASUS P5Q belum didukung oleh kernel Linux. Setali tiga uang dengan ethernet-nya yang menggunakan chipset Atheros.</p>
<p>Dari hasil googling, saya mendapatkan driver untuk ethernetnya. Hanya saja saya harus melakukan kompilasi kernel agar driver itu dapat digunakan. Saat ini saya belum sempat untuk melakukannya berhubung pekerjaan yang masih cukup padat. Jadi ya terpaksa kalau pas pakai Linux, saya tidak bisa internetan.</p>
<p>Nanti kalau akhirnya kompilasi kernel itu berhasil, akan saya share di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/linux/linux-dan-mainboard-asus-p5q/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

