<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Oom Yahya &#187; Gadget</title>
	<atom:link href="http://yahyakurniawan.net/category/gadget/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yahyakurniawan.net</link>
	<description>Catatan Usil Yahya Kurniawan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 04:35:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pamer Nih, Pake Galaxy Gio Sekarang</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/gadget/pamer-nih-pake-galaxy-gio-sekarang/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/gadget/pamer-nih-pake-galaxy-gio-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 02:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/gadget/pamer-nih-pake-galaxy-gio-sekarang/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menggunakan Nokia 5800 XM selama kurang lebih 1 tahun 8 bulan, saya memutuskan sudah saatnya ganti ke HP baru yang lebih nge-trend. Jujur saja nih, saya bukan orang kaya, jadi iPhone langsung saya coret dari daftar HP yang bakal dibeli (meski ngiler juga sebenarnya ). Pilihan jatuh pada HP bersistem operasi Android. Dan yang masuk ke dalam range budget saya adalah Samsung Galaxy Gio. Sebenarnya saya ganti HP bukan asal ikut trend sih. Sebagai pengamat IT, tentunya harus up-to-date&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/gadget/pamer-nih-pake-galaxy-gio-sekarang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menggunakan Nokia 5800 XM selama kurang lebih 1 tahun 8 bulan, saya memutuskan sudah saatnya ganti ke HP baru yang lebih nge-trend. Jujur saja nih, saya bukan orang kaya, jadi iPhone langsung saya coret dari daftar HP yang bakal dibeli (meski ngiler juga sebenarnya <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/heartbeat.gif' alt='(heartbeat)' class='wp-smiley' /> ). Pilihan jatuh pada HP bersistem operasi Android. Dan yang masuk ke dalam range budget saya adalah Samsung Galaxy Gio.</p>
<p>Sebenarnya saya ganti HP bukan asal ikut trend sih. Sebagai pengamat IT, tentunya harus up-to-date bukan? <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> Apalagi ke depan saya punya rencana bikin aplikasi mobile.</p>
<p>Nah, apa saja nih kesan setelah beberapa hari menggunakan si Gio ini?</p>
<p><span id="more-536"></span></p>
<p><a href="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2011/06/Galaxy-Gio.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-538" title="Galaxy Gio" src="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2011/06/Galaxy-Gio-173x300.jpg" alt="" width="173" height="300" /></a></p>
<p>Yang pertama jelas kikuk. Karakter touch screen Gio ini beda dengan 5800 XM. Punya Gio jauh lebih responsif dan untuk melakukan seleksi diperlukan tap terhadap permukaan yang lebar. Sebaliknya, touch screen Nokia 5800 membutuhkan tap pada luas permukaan yang kecil, itu sebabnya dia dibekali dengan stylus. Akibat perbedaan dua karakter ini, cukup lama saya harus membiasakan diri.</p>
<p>Berikutnya adalah kekagetan saya karena baterei dan pulsa boros sekali. Rupanya itu terjadi karena Android selalu melakukan sinkronisasi dengan Google (Gmail) dan adanya Background Data yang terus menerus melakukan koneksi. Sebelum saya menemukan solusi terhadap masalah ini (misalnya berlangganan paket unlimited), sementara sinkronisasi dan Background Data saya non-aktifkan. Sinkronisasi cuma saya lakukan seperlunya saja.</p>
<p>Lalu masalah “mengetik” teks. Buat saya, sensasi ngetik di 5800 XM belum tergantikan. Ngetik di Gio susah, terutama karena tombolnya kecil-kecil. Akhirnya saya dapat info bahwa Gio mendukung <a href="http://swypeinc.com/" target="_blank">Swype</a>. Dengan swype, gak perlu ngetik lagi, cukup gulirkan jari Anda pada keyboard membentuk kata yang diinginkan. Tapi masalahnya, bagaimana mengaktifkannya? <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Googling tidak memberikan hasil. Tapi akhirnya ketemu juga, ternyata caranya adalah dengan tap dan tahan pada text area hingga muncul opsi untuk menentukan mode input.</p>
<p>Gio ada kameranya tidak? Ada, 3 MP. Hasil jepretannya lumayan, setara dengan 5800 XM, walaupun lensanya bukan Carl Zeiss. Hanya sayangnya tidak ada tombol fisik di badan HP untuk mengaktifkan kamera dan berfungsi sebagai tombol shutter. Semua diaktifkan melalui touch screen. Selesai mengambil gambar juga tidak ditampilkan preview terhadap gambar tersebut.</p>
<p>Salah satu kelemahannya lagi, komunikasi dengan software bawaannya (Samsung Kies) tidak bisa dilakukan dengan Bluetooth, padahal Gio diperlengkapi dengan bluetooth. Padahal (lagi) kebiasaan saya selama ini adalah melakukan koneksi 5800XM ke Nokia PCSuite dengan bluetooth. Ya mau tidak mau sekarang harus dilakukan dengan kabel data. Yang sedikit melegakan, koneksi dengan kabel data ini sekaligus akan melakukan charge terhadap baterei.</p>
<p>Jadi layakkah Galaxy Gio untuk ditimang-timang? <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hmmmm, bila Anda bukan seorang yang butuh sering terhubung ke dunia maya, mungkin tidak perlu menggunakan Galaxy Gio (dan HP Android lainnya). Sayapun kalau bukan karena alasan yang sudah saya kemukakan di atas tadi, rasanya kok ingin balik saja ke Nokia 5800 XM. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/tears.gif' alt='(tears)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun bila Anda sering mobile, memang perlu. Harganya masuk akal dengan segala fiturnya, apalagi tersedia banyak aplikasi di Android Market dan tempat lain. Sedikit catatan yang harus diperhatikan, sebaiknya Anda memiliki koneksi internet yang unlimited kecuali Anda rela boros pulsa atau sering terhubung dengan WiFi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/gadget/pamer-nih-pake-galaxy-gio-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Nokia C3</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/gadget/review-nokia-c3/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/gadget/review-nokia-c3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 02:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/gadget/review-nokia-c3/</guid>
		<description><![CDATA[Belum lama berselang, Nokia merilis produk anyarnya, Nokia C3. Saya beruntung bisa menjajal ponsel anyar itu. Dilihat sepintas dari modelnya, Nokia C3 cukup keren. Maklumlah, Nokia. Dengan dimensi 115.5 x 58.1 x 13.6 mm dan berat 114 g, Nokia C3 jelas bukan termasuk HP mungil. Meski demikian, Nokia C3 mantap dipegang dalam genggaman. Saat “mengetik” dengan menggunakan satu tangan, tidak terasa adanya rasa kikuk atau kesulitan. Ngomong-ngomong soal “mengetik”, tombol QWERTY yang memperlengkapi Nokia C3 cukup nyaman digunakan, menepis anggapan&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/gadget/review-nokia-c3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum lama berselang, Nokia merilis produk anyarnya, Nokia C3. Saya beruntung bisa menjajal ponsel anyar itu.</p>
<p>Dilihat sepintas dari modelnya, Nokia C3 cukup keren. Maklumlah, Nokia.</p>
<div id="attachment_425" class="wp-caption alignnone"><a href="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2010/06/NokiaC3.jpg"><img class="size-medium wp-image-425" title="NokiaC3" src="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2010/06/NokiaC3-153x300.jpg" alt="Nokia C3" width="153" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar dicomot dari situs resmi Nokia Indonesia (nokia.co.id)</p></div>
<p>Dengan dimensi 115.5 x 58.1 x 13.6 mm dan berat 114 g, Nokia C3 jelas bukan termasuk HP mungil. Meski demikian, Nokia C3 mantap dipegang dalam genggaman.</p>
<p>Saat “mengetik” dengan menggunakan satu tangan, tidak terasa adanya rasa kikuk atau kesulitan.</p>
<p>Ngomong-ngomong soal “mengetik”, tombol QWERTY yang memperlengkapi Nokia C3 cukup nyaman digunakan, menepis anggapan saya yang selalu meragukan kenyamanan HP yang memiliki susunan tombol QWERTY.</p>
<p>Tampilan layarnya juga cukup memukau, apalagi font yang ditampilkan cukup besar, sehingga nyaman dilihat.</p>
<p>Fitur koneksinya cukup boleh dibilang lengkap. Dengan adanya EDGE, Bluetooth, dan WiFi, Anda akan dimanjakan untuk melakukan koneksi internet. Apalagi di dalamnya telah diperlengkapi dengan berbagai aplikasi pendukung untuk jaringan sosial macam Twitter, Facebook, Yahoo Messenger, gTalk, dan lain-lain.</p>
<p>Kamera 2 MegaPixel juga cukup mumpuni untuk mengabadikan momen-momen tertentu saat kamera digital lupa terbawa atau memang tidak punya. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di samping berbagai kelebihan di atas, tentu ada juga hal-hal yang sedikit mengganjal di hati. Mau tahu? Baca lanjutannya.</p>
<p><span id="more-424"></span></p>
<p>Nokia C3 belum diperlengkapi dengan koneksi 3G. Maksimal cuma EDGE yang sering disebut sebagai 2.5G.</p>
<p>Lalu kalau Anda membuka slot MicroSD nya, Anda bakal kecewa karena slot itu kosong. Ya, Nokia C3 memang secara default tidak diperlengkapi kartu MicroSD, Anda harus membelinya sendiri.</p>
<p>Tampilan layarnya, sekalipun cukup memukau, namun hanya terdiri dari 256 ribu warna. Kalau Anda terbiasa menggunakan HP dengan 16 juta warna, pasti terasa sekali bedanya.</p>
<p>Kualitas audionya juga tidak sebagus “saudara”-nya, katakanlah Nokia 5800 Express Music (ya iyalah <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/evilsmirk.gif' alt='(evilsmirk)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Namun dengan harga yang “cuma” Rp 1.200.000,- apalagi sih yang diharapkan? Saya rasa, fitur yang disediakan oleh Nokia C3 “worth it” lah dengan harganya.</p>
<p>Jadi kalau tujuan Anda berHP ria fokus di jaringan sosial, Nokia C3 sangat layak untuk dipertimbangkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/gadget/review-nokia-c3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MP3 Player dengan FM Transmitter</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/gadget/mp3-player-dengan-fm-transmitter/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/gadget/mp3-player-dengan-fm-transmitter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 08:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/uncategorized/mp3-player-dengan-fm-transmitter/</guid>
		<description><![CDATA[Saya suka sekali mendengarkan musik. Apalagi jika sedang nyetir. Hampa rasanya bila tidak ada suara musik mengalun di kabin. Kebetulan mobil saya yang terakhir diperlengkapi dengan CD Player yang support MP3. Lumayanlah, sekeping CD bisa diisi sekitar 150an lagu. Cuma kadang bosan juga kalau sudah diputar berulang-ulang. Kalau mau gonta-ganti keping CD, seringkali CD nya sulit keluar karena tidak menggunakan model tray tapi yang disedot itu. Akibatnya malas mengganti CD. Masalah lain yang dihadapi, lagu yang diputar kadang putus-putus. Mula-mula&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/gadget/mp3-player-dengan-fm-transmitter/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya suka sekali mendengarkan musik. Apalagi jika sedang nyetir. Hampa rasanya bila tidak ada suara musik mengalun di kabin.</p>
<p>Kebetulan mobil saya yang terakhir diperlengkapi dengan CD Player yang support MP3. Lumayanlah, sekeping CD bisa diisi sekitar 150an lagu. Cuma kadang bosan juga kalau sudah diputar berulang-ulang.</p>
<p>Kalau mau gonta-ganti keping CD, seringkali CD nya sulit keluar karena tidak menggunakan model tray tapi yang disedot itu. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> Akibatnya malas mengganti CD.</p>
<p>Masalah lain yang dihadapi, lagu yang diputar kadang putus-putus. Mula-mula saya pikir kualitas CD blanknya yang kurang. Saya ganti yang lebih bagus, sama saja. Dugaan saya mungkin kecepatan burn-nya terlalu tinggi. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-354"></span></p>
<p>Suatu saat, ipar saya bercerita bahwa dia pernah melihat MP3 player dengan FM Transmitter. Jadi MP3 player tersebut mengeluarkan gelombang radio FM dan ditangkap oleh sistem audio mobil.</p>
<p>Saya pikir ini solusi yang cukup bagus. Akhirnya saya berburu MP3 Player tersebut. Dari hasil cari info sana-sini, toko-toko variasi otomotif malah jarang yang menjual peranti itu. Justru cari di toko komputer. Dan akhirnya dapat juga.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-355" title="MP3 - FM" src="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2010/01/MP3-FM.JPG" alt="MP3 - FM" width="400" height="255" /></p>
<p>MP3 Player yang saya dapatkan mendukung penggunaan SD/MMC Card dan USB Flash sebagai media penyimpan. Bahkan bisa juga dihubungkan ke MP3 Player biasa melalui kabel audio. Sebagai sumber daya, tinggal tancapkan saja MP3 Player tersebut ke “port” yang biasanya digunakan untuk lighter (pemantik api).</p>
<p>Nah, setelah ditancapkan, MP3 Player tersebut akan mengeluarkan gelombang FM dengan frekuensi tertentu dan kita tinggal mencocokkan frekuensi radio FM kita. Frekuensi tersebut bisa diatur sehingga kita bisa memilih frekuensi yang tidak bertabrakan dengan stasiun radio FM yang mengudara.</p>
<p>Dibandingkan dengan CD Player, kelebihan MP3 Player ini adalah pada kapasitas penyimpanan data. Anda bisa saja menggunakan USB Flash berukuran 8 GB dan itu setara dengan 10 keping CD. Hanya saja kelemahannya adalah kualitas audio yang sedikit berkurang dan seringkali masih juga bertabrakan dengan frekuensi radio FM yang mengudara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/gadget/mp3-player-dengan-fm-transmitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Canon Digital IXUS 80 IS</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/gadget/canon-digital-ixus-80-is/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/gadget/canon-digital-ixus-80-is/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 14:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Sejak kerusakan kamera digital Canon PowerShot A300 milik saya sekitar dua tahun lalu, saya tidak lagi memiliki kamera digital. Mau direparasi, biayanya mahal (sekitar satu setengah juta rupiah). Lha wong yang kena CCD nya. Dengan uang segitu (ya ditambah sedikit tentunya), saya sudah bisa beli kamera digital yang baru. Akhirnya saya malah memutuskan untuk membeli handphone yang memiliki fitur kamera (Nokia 6120 Classic) bahkan kemudian Sony Handycam DCR-DVD608E. Handycam tersebut memiliki fitur untuk menangkap gambar berupa still image atau foto.&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/gadget/canon-digital-ixus-80-is/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kerusakan kamera digital Canon PowerShot A300 milik saya sekitar dua tahun lalu, saya tidak lagi memiliki kamera digital. Mau direparasi, biayanya mahal (sekitar satu setengah juta rupiah). Lha wong yang kena CCD nya. Dengan uang segitu (ya ditambah sedikit tentunya), saya sudah bisa beli kamera digital yang baru.</p>
<p>Akhirnya saya malah memutuskan untuk membeli handphone yang memiliki fitur kamera (Nokia 6120 Classic) bahkan kemudian Sony Handycam DCR-DVD608E. Handycam tersebut memiliki fitur untuk menangkap gambar berupa still image atau foto.</p>
<p>Namun dalam perkembangannya, kualitas foto yang dihasilkan oleh kedua gadget tersebut mengecewakan saya. Saya menyadari bahwa kamera yang ada di HP biar bagaimanapun cuma &#8220;pemanis&#8221; saja. Lalu Sony jelas tidak mau &#8220;membunuh&#8221; produk kamera digitalnya dengan menyertakan kemampuan mengambil foto berkualitas tinggi pada sebuah Handycam.</p>
<p><span id="more-124"></span></p>
<p>Akhirnya saya memutuskan untuk membeli sebuah kamera digital dan pilihan kembali jatuh ke merk Canon. Saya mengambil momen FKI (Festival Komputer Indonesia) untuk memburu sebuah kamera digital baru dan akhirnya pilihan jatuh pada Digital IXUS 80 IS. Dari beberapa pilihan warna yang tersedia, saya memilih warna biru muda.</p>
<p><img src="http://i195.photobucket.com/albums/z166/y4hy4/canon-digital-ixus-80-is.jpg" alt="" /></p>
<p>Baru beberapa kali pakai saja, saya sudah sangat, sangat puas dengan kemampuan kamera ini. Kualitas gambar yang didapat bagus dan fitur melimpah. Beberapa fitur yang tersedia antara lain adalah:</p>
<ul>
<li> 8.0 million effective pixels</li>
<li>3x (38-114mm equiv.) zoom</li>
<li>ISO 1600</li>
<li>Optical Image Stabilization</li>
<li>Canon&#8217;s DIGIC III image processor, iSAPS, 9-point AiAF</li>
<li>Face Detection (including white balance)</li>
<li>Wide viewing angle 2.5&#8243; LCD screen (230,000 pixels)</li>
<li>Canon&#8217;s new motion detection technology (to avoid image blur)</li>
<li>AF point zoom</li>
<li>30fps VGA movies with time lapse mode</li>
</ul>
<p>Mode capture gambar yang tersedia antara lain:</p>
<ul>
<li>Auto</li>
<li>Manual</li>
<li>Digital Macro</li>
<li>Portrait</li>
<li>Night Snapshot, mampu menghasilkan gambar yang relatif terang di kegelapan malam.</li>
<li>Color Accent, &#8220;menangkap&#8221; sebuah warna saja dan membiarkan yang lain menjadi black and white.</li>
<li>Color Swap, mengganti sebuah warna dengan warna lain.</li>
</ul>
<p>Berbekal pengalaman sebelumnya, saya tidak ingin kamera digital ini cepat rusak. Karena itu saya cenderung untuk justru lebih sering menggunakan kamera ini dan memindahkan data gambar via card reader, bukan dengan kabel data yang disediakan oleh Canon.</p>
<p>Ada yang punya tips untuk memelihara kamera digital agar awet?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/gadget/canon-digital-ixus-80-is/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>73</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Cerdas Menyebutkan Nomor Handphone</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/bahasa/cara-cerdas-menyebutkan-nomor-handphone/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/bahasa/cara-cerdas-menyebutkan-nomor-handphone/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2006 02:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/2006/09/23/cara-cerdas-menyebutkan-nomor-handphone/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama, akhirnya saya sempat posting lagi. Kali ini saya mengamati cara orang menyebutkan nomor handphone. Karena panjang (paling tidak 10 digit), orang akan memenggal penyebutan nomor handphone dan apabila ditulis, biasanya diberi spasi atau tanda hubung. Nah, kebanyakan orang akan memenggal nomor handphone mereka seperti ini: 081 XXX XXX atau 085 XXX XXX. Sebenarnya tidak salah sih, memang tidak ada hukum yang mengatur hal tersebut, bukan? Namun hal tersebut membuat saya risih (dan mungkin juga tidak cuma saya).&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/bahasa/cara-cerdas-menyebutkan-nomor-handphone/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah sekian lama, akhirnya saya sempat posting lagi. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Kali ini saya mengamati cara orang menyebutkan nomor handphone. Karena panjang (paling tidak 10 digit), orang akan memenggal penyebutan nomor handphone dan apabila ditulis, biasanya diberi spasi atau tanda hubung.<br />
Nah, kebanyakan orang akan memenggal nomor handphone mereka seperti ini: 081 XXX XXX atau 085 XXX XXX. Sebenarnya tidak salah sih, memang tidak ada hukum yang mengatur hal tersebut, bukan?<br />
Namun hal tersebut membuat saya risih (dan mungkin juga tidak cuma saya). Dengan cara pemenggalan seperti itu, agak sulit untuk &#8220;mengenali&#8221; operator yang digunakan. Bukankah lebih baik jika menyebutkan (atau menuliskan) empat digit pertama dari nomor tersebut baru kemudian dipenggal? Jadi nantinya pemenggalan tersebut akan menjadi seperti ini: 0811 XXX XXX, 0812 XXX XXX, 0813 XXX XXX, dan seterusnya. (Jumlah huruf x tidak mewakili jumlah angka sebenarnya, hanya sebagai penanda bahwa ada angka yang harus dituliskan di situ).<br />
Sekarang, operator yang &#8220;melekat&#8221; pada ciri nomor handphone tersebut jadi lebih terlihat jelas, bukan? Selain itu, pemenggalan seperti itu terlihat lebih &#8220;intelek&#8221; dan &#8220;cerdas&#8221;.<br />
Barangkali pemenggalan dengan cara pertama bisa dimaklumi kalau membuat nomor yang digunakan jadi terlihat cantik, misalnya saja 081 333 444 555.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/bahasa/cara-cerdas-menyebutkan-nomor-handphone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

