Jun 08 15
Sejak kerusakan kamera digital Canon PowerShot A300 milik saya sekitar dua tahun lalu, saya tidak lagi memiliki kamera digital. Mau direparasi, biayanya mahal (sekitar satu setengah juta rupiah). Lha wong yang kena CCD nya. Dengan uang segitu (ya ditambah sedikit tentunya), saya sudah bisa beli kamera digital yang baru.
Akhirnya saya malah memutuskan untuk membeli handphone yang memiliki fitur kamera (Nokia 6120 Classic) bahkan kemudian Sony Handycam DCR-DVD608E. Handycam tersebut memiliki fitur untuk menangkap gambar berupa still image atau foto.
Namun dalam perkembangannya, kualitas foto yang dihasilkan oleh kedua gadget tersebut mengecewakan saya. Saya menyadari bahwa kamera yang ada di HP biar bagaimanapun cuma “pemanis” saja. Lalu Sony jelas tidak mau “membunuh” produk kamera digitalnya dengan menyertakan kemampuan mengambil foto berkualitas tinggi pada sebuah Handycam.
Continue reading »
Sep 06 23
Setelah sekian lama, akhirnya saya sempat posting lagi.
Kali ini saya mengamati cara orang menyebutkan nomor handphone. Karena panjang (paling tidak 10 digit), orang akan memenggal penyebutan nomor handphone dan apabila ditulis, biasanya diberi spasi atau tanda hubung.
Nah, kebanyakan orang akan memenggal nomor handphone mereka seperti ini: 081 XXX XXX atau 085 XXX XXX. Sebenarnya tidak salah sih, memang tidak ada hukum yang mengatur hal tersebut, bukan?
Namun hal tersebut membuat saya risih (dan mungkin juga tidak cuma saya). Dengan cara pemenggalan seperti itu, agak sulit untuk “mengenali” operator yang digunakan. Bukankah lebih baik jika menyebutkan (atau menuliskan) empat digit pertama dari nomor tersebut baru kemudian dipenggal? Jadi nantinya pemenggalan tersebut akan menjadi seperti ini: 0811 XXX XXX, 0812 XXX XXX, 0813 XXX XXX, dan seterusnya. (Jumlah huruf x tidak mewakili jumlah angka sebenarnya, hanya sebagai penanda bahwa ada angka yang harus dituliskan di situ).
Sekarang, operator yang “melekat” pada ciri nomor handphone tersebut jadi lebih terlihat jelas, bukan? Selain itu, pemenggalan seperti itu terlihat lebih “intelek” dan “cerdas”.
Barangkali pemenggalan dengan cara pertama bisa dimaklumi kalau membuat nomor yang digunakan jadi terlihat cantik, misalnya saja 081 333 444 555.