Catatan Usil Yahya Kurniawan

GadgetCategory Archives

Pamer Nih, Pake Galaxy Gio Sekarang

Setelah menggunakan Nokia 5800 XM selama kurang lebih 1 tahun 8 bulan, saya memutuskan sudah saatnya ganti ke HP baru yang lebih nge-trend. Jujur saja nih, saya bukan orang kaya, jadi iPhone langsung saya coret dari daftar HP yang bakal dibeli (meski ngiler juga sebenarnya (heartbeat) ). Pilihan jatuh pada HP bersistem operasi Android. Dan yang masuk ke dalam range budget saya adalah Samsung Galaxy Gio.

Sebenarnya saya ganti HP bukan asal ikut trend sih. Sebagai pengamat IT, tentunya harus up-to-date bukan? (hassle) Apalagi ke depan saya punya rencana bikin aplikasi mobile.

Nah, apa saja nih kesan setelah beberapa hari menggunakan si Gio ini?

Continue reading »

Review Nokia C3

Belum lama berselang, Nokia merilis produk anyarnya, Nokia C3. Saya beruntung bisa menjajal ponsel anyar itu.

Dilihat sepintas dari modelnya, Nokia C3 cukup keren. Maklumlah, Nokia.

Nokia C3

Gambar dicomot dari situs resmi Nokia Indonesia (nokia.co.id)

Dengan dimensi 115.5 x 58.1 x 13.6 mm dan berat 114 g, Nokia C3 jelas bukan termasuk HP mungil. Meski demikian, Nokia C3 mantap dipegang dalam genggaman.

Saat “mengetik” dengan menggunakan satu tangan, tidak terasa adanya rasa kikuk atau kesulitan.

Ngomong-ngomong soal “mengetik”, tombol QWERTY yang memperlengkapi Nokia C3 cukup nyaman digunakan, menepis anggapan saya yang selalu meragukan kenyamanan HP yang memiliki susunan tombol QWERTY.

Tampilan layarnya juga cukup memukau, apalagi font yang ditampilkan cukup besar, sehingga nyaman dilihat.

Fitur koneksinya cukup boleh dibilang lengkap. Dengan adanya EDGE, Bluetooth, dan WiFi, Anda akan dimanjakan untuk melakukan koneksi internet. Apalagi di dalamnya telah diperlengkapi dengan berbagai aplikasi pendukung untuk jaringan sosial macam Twitter, Facebook, Yahoo Messenger, gTalk, dan lain-lain.

Kamera 2 MegaPixel juga cukup mumpuni untuk mengabadikan momen-momen tertentu saat kamera digital lupa terbawa atau memang tidak punya. (hassle)

Di samping berbagai kelebihan di atas, tentu ada juga hal-hal yang sedikit mengganjal di hati. Mau tahu? Baca lanjutannya.

Continue reading »

MP3 Player dengan FM Transmitter

Saya suka sekali mendengarkan musik. Apalagi jika sedang nyetir. Hampa rasanya bila tidak ada suara musik mengalun di kabin.

Kebetulan mobil saya yang terakhir diperlengkapi dengan CD Player yang support MP3. Lumayanlah, sekeping CD bisa diisi sekitar 150an lagu. Cuma kadang bosan juga kalau sudah diputar berulang-ulang.

Kalau mau gonta-ganti keping CD, seringkali CD nya sulit keluar karena tidak menggunakan model tray tapi yang disedot itu. (haha) Akibatnya malas mengganti CD.

Masalah lain yang dihadapi, lagu yang diputar kadang putus-putus. Mula-mula saya pikir kualitas CD blanknya yang kurang. Saya ganti yang lebih bagus, sama saja. Dugaan saya mungkin kecepatan burn-nya terlalu tinggi. (doh)

Continue reading »

Canon Digital IXUS 80 IS

Sejak kerusakan kamera digital Canon PowerShot A300 milik saya sekitar dua tahun lalu, saya tidak lagi memiliki kamera digital. Mau direparasi, biayanya mahal (sekitar satu setengah juta rupiah). Lha wong yang kena CCD nya. Dengan uang segitu (ya ditambah sedikit tentunya), saya sudah bisa beli kamera digital yang baru.

Akhirnya saya malah memutuskan untuk membeli handphone yang memiliki fitur kamera (Nokia 6120 Classic) bahkan kemudian Sony Handycam DCR-DVD608E. Handycam tersebut memiliki fitur untuk menangkap gambar berupa still image atau foto.

Namun dalam perkembangannya, kualitas foto yang dihasilkan oleh kedua gadget tersebut mengecewakan saya. Saya menyadari bahwa kamera yang ada di HP biar bagaimanapun cuma “pemanis” saja. Lalu Sony jelas tidak mau “membunuh” produk kamera digitalnya dengan menyertakan kemampuan mengambil foto berkualitas tinggi pada sebuah Handycam.

Continue reading »

Cara Cerdas Menyebutkan Nomor Handphone

Setelah sekian lama, akhirnya saya sempat posting lagi. :)
Kali ini saya mengamati cara orang menyebutkan nomor handphone. Karena panjang (paling tidak 10 digit), orang akan memenggal penyebutan nomor handphone dan apabila ditulis, biasanya diberi spasi atau tanda hubung.
Nah, kebanyakan orang akan memenggal nomor handphone mereka seperti ini: 081 XXX XXX atau 085 XXX XXX. Sebenarnya tidak salah sih, memang tidak ada hukum yang mengatur hal tersebut, bukan?
Namun hal tersebut membuat saya risih (dan mungkin juga tidak cuma saya). Dengan cara pemenggalan seperti itu, agak sulit untuk “mengenali” operator yang digunakan. Bukankah lebih baik jika menyebutkan (atau menuliskan) empat digit pertama dari nomor tersebut baru kemudian dipenggal? Jadi nantinya pemenggalan tersebut akan menjadi seperti ini: 0811 XXX XXX, 0812 XXX XXX, 0813 XXX XXX, dan seterusnya. (Jumlah huruf x tidak mewakili jumlah angka sebenarnya, hanya sebagai penanda bahwa ada angka yang harus dituliskan di situ).
Sekarang, operator yang “melekat” pada ciri nomor handphone tersebut jadi lebih terlihat jelas, bukan? Selain itu, pemenggalan seperti itu terlihat lebih “intelek” dan “cerdas”.
Barangkali pemenggalan dengan cara pertama bisa dimaklumi kalau membuat nomor yang digunakan jadi terlihat cantik, misalnya saja 081 333 444 555.