<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Oom Yahya &#187; Film</title>
	<atom:link href="http://yahyakurniawan.net/category/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yahyakurniawan.net</link>
	<description>Catatan Usil Yahya Kurniawan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 04:35:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Review Film Tintin</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/film/review-film-tintin/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/film/review-film-tintin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 22:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Peringatan: tulisan ini mengandung spoiler! Sangat mustahil mengharapkan sebuah film yang diangkat dari buku/komik/novel akan memiliki jalan cerita yang persis plek dengan sumbernya. Malah tak jarang jalan ceritanya bisa melenceng sangat jauh. Film The Adventure of Tintin pun demikian. Walau berbasis pada komik Rahasia Kapal Unicorn (The Secret of the Unicorn) dan Harta Karun Rackham Merah (Red Rackham&#8217;s Treasure), namun hanya inti cerita saja yang bisa dibilang sama. Banyak detil yang meleset jauh dari komiknya. Bahkan sebagian jalan cerita mengadopsi komik&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/film/review-film-tintin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peringatan: tulisan ini mengandung spoiler!</p>
<p>Sangat mustahil mengharapkan sebuah film yang diangkat dari buku/komik/novel akan memiliki jalan cerita yang persis plek dengan sumbernya. Malah tak jarang jalan ceritanya bisa melenceng sangat jauh.</p>
<p>Film The Adventure of Tintin pun demikian. Walau berbasis pada komik Rahasia Kapal Unicorn (The Secret of the Unicorn) dan Harta Karun Rackham Merah (Red Rackham&#8217;s Treasure), namun hanya inti cerita saja yang bisa dibilang sama. Banyak detil yang meleset jauh dari komiknya. Bahkan sebagian jalan cerita mengadopsi komik Kepiting Bercapit Emas (The Crab with the Golden Claws).</p>
<p>Tapi tak apalah, yang penting tidak &#8220;merusak impian&#8221; penggemarnya dengan menghadirkan tokoh utama yang seharusnya baik menjadi jahat seperti Jim di film Mission Impossible atau Scrappy Doo di film Scooby Doo. OK, memang tokoh Sakharine yang di komik adalah orang baik dijadikan jahat di film tetapi Shakarine bukanlah tokoh utama yang memiliki &#8220;ikatan bathin&#8221; dengan fans Tintin.</p>
<p><span id="more-553"></span>Wajah karakter Tintin juga bisa dibilang tidak mirip dengan komiknya. Padahal karakter lain seperti Kapten Haddock, Thompson &amp; Thomson, Aristides Silk, Bianca Castafiore, dan lain-lain boleh dibilang cukup dekat dengan komiknya. Untunglah dari baju dan gesture-nya, tokoh Tintin di komik berhasil &#8220;dihidupkan&#8221; di film ini.</p>
<p>Kekuatan film ini jelas ada pada efek visualnya. Menonton para tokoh beraksi kadang membuat kita lupa kalau itu hanya sebuah animasi saja, bukan orang sungguhan. Tapi buat saya, bukan cuma efek visual yang jadi keunggulan film ini. Jalan ceritanyapun buat saya cukup kuat.</p>
<p>Beberapa perubahan yang membuat cerita di film berbeda dengan komiknya sebenarnya membawa ceritanya sedikit lebih &#8220;masuk akal&#8221;. Misalnya soal harta karun yang ditemukan di gudang Marlinspike. Lebih wajar memang jika yang ditemukan di sana cuma beberapa keping uang &#8220;receh&#8221; dan peta untuk menuju ke harta karun yang tenggelam bersama Unicorn. Agak janggal bukan bila Sir Francis Haddock bisa membawa banyak perhiasan waktu melarikan diri dari Unicorn.</p>
<p>Ya cuma kalau di beberapa detil adegan ada hal-hal yang <em>ora mutu</em>, ya jangan protes. Ingat, bagaimanapun Tintin itu aslinya komik. Kartun.</p>
<p>Satu lagi yang menyenangkan buat saya, penamaan tokoh mengikuti Tintin terbitan Indira, bukan Gramedia. Jadi saya tak perlu mengernyitkan dahi mendengar nama Milo atau Dupond dan Dupont yang aslinya adalah Snowy, Thompson dan Thomson. Belum lagi kalau misalnya saja ada tokoh numpang lewat yang namanya beda. Saya belum baca Tintin terbitan Gramedia, bisa saja Sakharine dan Barnaby punya nama berbeda di sana.</p>
<p>Melihat film Tintin ini, tidak bisa tidak saya teringat pada film-film Indiana Jones. Nuansa Indiana Jones kental sekali. Bukan cuma karena sutradaranya yang sama &#8211; si Stevel Spielberg &#8211; tetapi karena gosipnya Indiana Jones itu diciptakan oleh Spielberg sebagai pelipur lara karena saat itu dia gagal membeli hak cipta untuk mengangkat Tintin ke layar lebar. Atau mestinya film Indiana Jones yang kental nuansa Tintin ya. Embuhlah.  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oh ya, apakah Anda tertawa (setidaknya tersenyum) waktu Bianca Castafiore menyebut Sakharine dengan Mr. Sugar Additive?  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/lmao.gif' alt='(lmao)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/film/review-film-tintin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hachiko</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/film/hachiko/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/film/hachiko/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 01:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/film/hachiko/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya tidak nonton film di bioskop. Jauhnya jarak rumah ke XXI dan Studio 21 di Amplaz bikin males. Nah, kemarin saya nonton untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan tidak nonton, saya nonton Hachiko. Sebenarnya film drama bukanlah genre yang saya suka. Namun karena anak saya yang kepingin, ya sudah, saya antar mereka nonton. Karena begitu terkenalnya cerita Hachiko, jalan cerita bukan lagi menjadi fokus utama. Dan seperti yang sudah saya duga, film ini boring sebenarnya. Konflik nyaris tidak ada,&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/film/hachiko/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama saya tidak nonton film di bioskop. Jauhnya jarak rumah ke XXI dan Studio 21 di Amplaz bikin males. Nah, kemarin saya nonton untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan tidak nonton, saya nonton Hachiko.</p>
<p>Sebenarnya film drama bukanlah genre yang saya suka. Namun karena anak saya yang kepingin, ya sudah, saya antar mereka nonton.</p>
<p>Karena begitu terkenalnya cerita Hachiko, jalan cerita bukan lagi menjadi fokus utama. Dan seperti yang sudah saya duga, film ini boring sebenarnya. Konflik nyaris tidak ada, endingnya juga bisa ditebak dengan mudah.</p>
<p>Namun tetap ada nilai yang bisa dipetik. Soal kesetiaan. Sesuatu yang sudah relatif langka dijumpai di jaman seperti ini.</p>
<p> <span id="more-389"></span>
<p>BTW, saya jadi ingat sama anjing saya dulu. Dari ras Chow Chow, lucu, gendut, ginuk-ginuk. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kadang memang anjing itu tingkahnya mirip manusia. Anjing saya dulu bisa ngambek kalo dimarahi, tidak mau pulang. Dia tidur di teras tetangga. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> Tapi yang jelas anjing sungguh menyenangkan diajak bercanda.</p>
<p>Dan soal perasaannya yang peka, nampaknya memang benar. Seperti Hachi yang merasa kalau tuannya bakal segera meninggal, anjing saya peka terhadap saat kematiannya sendiri. Sehari menjelang mati, anjing saya lengket banget sama bapak saya, kaki bapak saya <em>diuyel-uyel</em>, seolah gak mau lepas.</p>
<p>Yang menyedihkan, anjing saya mati diracun. Nampaknya ada tetangga yang sedemikian sirik sama anjing, sampai anjing saya jadi korban. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/tears.gif' alt='(tears)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekarang sudah bertahun-tahun saya tidak memelihara anjing. Ada keinginan sih sebenarnya, tapi nampaknya kondisi rumah tidak memungkinkan. Daripada nanti anjingnya “keleleran”, lebih baik keinginan itu dipendam dulu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/film/hachiko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>G.I. Joe: The Rise Of Cobra</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/film/g-i-joe-the-rise-of-cobra/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/film/g-i-joe-the-rise-of-cobra/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 15:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/film/g-i-joe-the-rise-of-cobra/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini Halal, tidak mengandung spoiler! Jujur saja saya bukanlah penggemar G.I. Joe. Baca komiknya saja belum pernah! Saya kepingin nonton filmnya karena melihat trailernya. Karena belum baca komiknya sama sekali, jadi saya tidak bisa mengatakan apakah adaptasi film ini terhadap komiknya berhasil atau tidak. Barangkali tulisan Pitra bisa membantu. (Waspadalah karena tulisan Pitra banyak spoilernya) Dari segi jalan cerita, alurnya cukup mudah dipahami. Pendalaman terhadap karakter tokoh dilakukan dengan model flashback. Pendalaman watak dan karakter tokoh-tokoh dalam film ini&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/film/g-i-joe-the-rise-of-cobra/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini Halal, tidak mengandung spoiler! <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/tongue.gif' alt=':p' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jujur saja saya bukanlah penggemar G.I. Joe. Baca komiknya saja belum pernah! <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/taser.gif' alt='(taser)' class='wp-smiley' /> Saya kepingin nonton filmnya karena melihat trailernya.</p>
<p>Karena belum baca komiknya sama sekali, jadi saya tidak bisa mengatakan apakah adaptasi film ini terhadap komiknya berhasil atau tidak. Barangkali <a href="http://pitra.dagdigdug.com/2009/08/09/gi-joe-the-rise-of-cobra/" target="_blank">tulisan Pitra</a> bisa membantu. (Waspadalah karena tulisan Pitra banyak spoilernya) <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/taser.gif' alt='(taser)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari segi jalan cerita, alurnya cukup mudah dipahami. Pendalaman terhadap karakter tokoh dilakukan dengan model flashback. Pendalaman watak dan karakter tokoh-tokoh dalam film ini berhasil dengan baik, saya yang belum pernah baca komiknya pun serasa jadi &#8220;kenal baik&#8221; dengan para tokoh itu.</p>
<p>Konflik yang diangkat dalam film ini juga lumayan dan ada cukup banyak kejutan-kejutan. Endingnya juga relatif tidak mengikuti pola umum film action hero, walaupun saya bisa menebaknya. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/cool.gif' alt='B-)' class='wp-smiley' />  Biasa, nanti pasti ada penjelasan di sequelnya.</p>
<p>Karena sama-sama mengandalkan special effect sebagai jualan, boleh dong kalau film ini saya bandingkan dengan Transformer 2. Buat saya, G.I. Joe lebih bagus daripada Transformer 2. Alur cerita barangkali hampir sama datarnya sekaligus special effect yang setara ciamiknya, namun G.I. Joe lebih berhasil membangun konflik dan karakter tokoh-tokohnya.</p>
<p>Setidaknya saya sepakat dengan <a href="http://choro.wordpress.com/2009/08/07/yang-g-i-joe/" target="_blank">Choro</a> soal ini. Etapi awas, tulisan Choro juga banyak spoilernya. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cuma sayangnya penonton yang bareng-bareng saya nonton film ini nampaknya kurang memiliki sense of humor karena beberapa dialog lucu tidak juga berhasil memancing tawa mereka. Saya jadi gak enak mau ketawa sendiri. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/film/g-i-joe-the-rise-of-cobra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ice Age 3: Dawn of The Dinosaur</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/film/ice-age-3-down-of-the-dinosaur/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/film/ice-age-3-down-of-the-dinosaur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 00:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/film/ice-age-3-down-of-the-dinosaur/</guid>
		<description><![CDATA[Anda aman untuk terus membaca tulisan ini karena tidak ada spoiler di sini. Bagaimanapun toh formula film kartun seperti ini sama saja dari masa ke masa, sarat dengan nilai cinta, kepercayaan, dan persahabatan.   Yang jelas, unsur kejutan di film ini lebih banyak dibandingkan dengan Ice Age 1 dan 2. Dan soal mengocok perut, saya sarankan jangan terlalu lapar atau terlalu kenyang saat nonton film ini, karena dijamin perut Anda akan &#8220;berantakan&#8221; akibat terlalu sering tertawa.   Soal timeline yang&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/film/ice-age-3-down-of-the-dinosaur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda aman untuk terus membaca tulisan ini karena tidak ada spoiler di sini. Bagaimanapun toh formula film kartun seperti ini sama saja dari masa ke masa, sarat dengan nilai cinta, kepercayaan, dan persahabatan.   <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/girl_kiss.gif.jpeg' alt='(girlkiss)' class='wp-smiley' />  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/cozy.gif' alt='(cozy)' class='wp-smiley' />  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/heartbeat.gif' alt='(heartbeat)' class='wp-smiley' /><br />
Yang jelas, unsur kejutan di film ini lebih banyak dibandingkan dengan Ice Age 1 dan 2. Dan soal mengocok perut, saya sarankan jangan terlalu lapar atau terlalu kenyang saat nonton film ini, karena dijamin perut Anda akan &#8220;berantakan&#8221; akibat terlalu sering tertawa.   <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/lmao.gif' alt='(lmao)' class='wp-smiley' />  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/lol.gif' alt='(rofl)' class='wp-smiley' /><br />
Soal timeline yang gak cocok dengan bukti sejarah (bagaimana mungkin dinosaurus masih hidup di zaman es?), ah &#8230; tak usahlah dirisaukan. Ingat, ini film kartun, binatang saja bisa bicara, apa lagi yang bisa diharapkan?  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /><br />
Nah, kalau Anda termasuk yang kecewa dengan <a href="http://yahyakurniawan.net/film/transformer-2-revenge-of-the-fallen/" target="_blank">Transformers 2</a>, nampaknya film ini bisa dijadikan obat penawar hati yang remuk. *halah*  <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/film/ice-age-3-down-of-the-dinosaur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transformer 2: Revenge of The Fallen</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/film/transformer-2-revenge-of-the-fallen/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/film/transformer-2-revenge-of-the-fallen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 05:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/uncategorized/transformer-2-revenge-of-the-fallen/</guid>
		<description><![CDATA[[WARNING] Tulisan ini penuh dengan spoiler, bagi yang punya keinginan nonton dan belum kesampaian, sebaiknya jangan membaca lanjutannya.     Rasanya sudah lama sekali tidak nonton film, padahal baru dalam hitungan hari sebelumnya nonton &#8220;Night In The Museum&#8221;. Ketika teman-teman CahAndong berencana untuk nobar Transformer 2, saya terima ajakan itu (walau sempat beberapa kali bentrokan jadwal, tapi akhirnya kesampaian juga). Saya nonton bersama Alle, Nico, Choro, Sita, dan Pangsit. Sebelum nonton, saya berharap tidak melulu disuguhi sound dan special effect&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/film/transformer-2-revenge-of-the-fallen/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[WARNING] Tulisan ini penuh dengan spoiler, bagi yang punya keinginan nonton dan belum kesampaian, sebaiknya jangan membaca lanjutannya.   <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' />   <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/evilgrin.gif' alt='(evil_grin)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-269"></span></p>
<p>Rasanya sudah lama sekali tidak nonton film, padahal baru dalam hitungan hari sebelumnya nonton &#8220;Night In The Museum&#8221;. Ketika teman-teman <a href="http://cahandong.org" target="_blank">CahAndong</a> berencana untuk <abbr title="nonton bareng">nobar</abbr> Transformer 2, saya terima ajakan itu (walau sempat beberapa kali bentrokan jadwal, tapi akhirnya kesampaian juga). Saya nonton bersama <a href="http://alle.wordpress.com/" target="_blank">Alle</a>, <a href="http://sekarduside.com" target="_blank">Nico</a>, <a href="http://choro.wordpress.com/" target="_blank">Choro</a>, <a href="http://pporinumpangcrazy.dagdigdug.com/" target="_blank">Sita</a>, dan <a href="http://funkshit.ariprasetyo.com/" target="_blank">Pangsit</a>.</p>
<p>Sebelum nonton, saya berharap tidak melulu disuguhi sound dan special effect saja &#8211; plus suguhan seronok Megan Fox <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/ninja.gif' alt='(ninja)' class='wp-smiley' /> &#8211; tapi juga cerita yang berbobot. Tapi apa dikata, keinginan saya tidak kesampaian.</p>
<p>Alur cerita film ini datar-datar saja dan setiap detilnya digambarkan dengan bertele-tele. Tidak ada unsur kejutan yang bombastis di film ini.</p>
<p>Saking bertele-telenya, adegan puncak pertempuran Optimus vs Fallen hanya berlangsung singkat dan Optimus menang mudah, tanpa perlawanan berarti. Itupun si Fallen sudah dibantu sama Megatron dan Starscream. Padahal di ending film Transformer sebelumnya, Optimus dengan susah payah harus mengalahkan Megatron.</p>
<p>Konflik antara Sam dan Mikaela juga selesai begitu saja, padahal saya sempat berharap Mikaela betul-betul ngambek dan meninggalkan Sam. Nanti baru luluh saat Sam dengan gagah berani menyelamatkannya.</p>
<p>Barangkali yang hendak dijadikan unsur kejutan adalah matinya Optimus Prime. Tapi karena terjadi terlalu dini, saya menduga pasti bakal hidup lagi ni robot. Apalagi sebelumnya Megatron juga dengan gampangnya dibangkitkan dari kuburannya di dasar laut, padahal di akhir film Transformer pertama disebutkan kalo dinginnya laut dalam dan tekanan yang sangat besar di situ akan menghancurkan Megatron. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bergabungnya bangkai Jetfire ke tubuh Optimus juga mengingatkan saya akan film robot favorit masa kanak-kanak saya, yaitu God Sigma, Voltus, dan Goshogun. Dulu memang saya menganggap ketiga film robot itu luar biasa (yach maklum masih anak-anak <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/joyful.gif' alt=':))' class='wp-smiley' />  ) tapi ketika baru-baru ini saya nonton ulang lagi ketiga film robot itu, saya jadi bertanya-tanya kok bisa ya dulu suka banget sama film-film robot itu.</p>
<p>Tapi yach, nampaknya film ini memang harusnya cuma konsumsi anak-anak, walau kalau mau dibuat demikian, terganggu oleh aksi ekhibisionis Megan Fox alias Mikaela. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau saya yang bikin cerita, akan lebih menegangkan kalau matinya Optimus Prime terjadi mendekati akhir film, lalu yang mengalahkan The Fallen adalah Bumblebee dibantu si kembar bloon Skid dan Mudflap, plus sedikit bocoran dari Jetfire tentang cara mengalahkannya. Endingnya, Megatron melarikan diri, lalu Sam dkk membawa Optimus ke suatu tempat yang menyimpan energi besar untuk dihidupkan kembali. Baru nanti di Transformer 3 dilanjut cerita Optimus vs Megatron.</p>
<p>Jadi kalau boleh saya simpulkan, special effect di film ini nyaris perfect, 9/10 lah. Tapi secara keseluruhan, film ini kurang menarik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/film/transformer-2-revenge-of-the-fallen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Watchmen</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/film/watchmen/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/film/watchmen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 10:47:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/uncategorized/watchmen/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama saya tidak menyalurkan hobi saya yang satu ini (bahkan saya sampai lupa film terakhir yang saya tonton), akhirnya saya kesampaian juga nonton lagi. Juga kesampaian &#8220;mencicipi&#8221; XXI Jogja. Dan film yang saya pilih adalah Watchmen. Walaupun bertema superhero, Watchmen jelas bukan konsumsi anak-anak. Amat sangat disayangkan ketika saya nonton, ada beberapa orang anak yang juga nonton. Hai para orang tua, cari info dulu dong sebelum mengajak anak-anaknya nonton sebuah film. Di situs 21 Cineplex jelas-jelas tertulis kalau&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/film/watchmen/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama saya tidak menyalurkan hobi saya yang satu ini (bahkan saya sampai lupa film terakhir yang saya tonton), akhirnya saya kesampaian juga nonton lagi. Juga kesampaian &#8220;mencicipi&#8221; XXI Jogja. Dan film yang saya pilih adalah Watchmen.</p>
<p>Walaupun bertema superhero, Watchmen jelas bukan konsumsi anak-anak. Amat sangat disayangkan ketika saya nonton, ada beberapa orang anak yang juga nonton. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> Hai para orang tua, cari info dulu dong sebelum mengajak anak-anaknya nonton sebuah film. Di situs 21 Cineplex jelas-jelas tertulis kalau fim Watchmen adalah film untuk dewasa. Buat pengelola XXI, mestinya juga berani tegas untuk menolak anak-anak masuk ke dalam teater yang memutar film dewasa.</p>
<p>Mengapa Watchmen bukan konsumsi anak-anak? Berikut sedikit review dari saya. Bagi yang belum nonton tapi sudah kebelet nonton, sebaiknya sih jangan membaca lanjutan tulisan ini walaupun saya berusaha untuk tidak membocorkan jalan cerita. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/evilsmirk.gif' alt='(evilsmirk)' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-256"></span></p>
<p>Superhero yang digambarkan oleh Watchmen sama sekali bukan superhero masa kecil kita. Superman, Batman, Spiderman, Wonder Woman, (dulu di masa kecil saya malahan ada Supersonicman dan Pumaman yang saya yakin sebagian besar dari Anda tidak kenal), adalah contoh sempurna superhero masa kecil kita. Muda, ganteng/cantik, baik hati, sopan, tidak sombong, relatif sangat jarang membunuh penjahat yang berasal dari ras manusia biasa (kecuali bila penjahatnya adalah monster, alien, atau memiliki kekuatan super juga).</p>
<p>Di Watchmen, gambaran seperti itu sungguh dijungkirbalikkan. Superhero juga manusia, mereka punya sisi kelam. Mereka juga tambah tua.</p>
<p>Seorang superhero digambarkan punya libido tinggi, suka main perempuan tanpa mau bertanggung jawab.</p>
<p>Yang lain digambarkan menghalalkan segala cara. Dengan alasan untuk mendatangkan kebaikan bagi lebih banyak orang, dia tega mengorbankan banyak jiwa.</p>
<p>Superhero yang tega membunuh superhero lain gara-gara tidak lagi sejalan dengan ide-idenya.</p>
<p>Ada pula yang sangat telengas. Menghajar mereka yang menghalangi jalannya hingga babak belur, cacat seumur hidup, bahkan mati, walaupun itu seorang polisi sekalipun.</p>
<p>Duel selalu digambarkan dengan sadis. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> Tangan dan kaki yang patah secara ekstrim dan darah berceceran dengan volume yang rasanya agak berlebihan sudah tentu sangat tidak layak dikonsumsi anak-anak. Belum lagi adegan seks yang rada vulgar. (Waktu adegan seks itu, anak-anak yang ikut nonton itu cekikan, apa coba yang ada di pikiran mereka?) <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/annoyed.gif' alt='(annoyed)' class='wp-smiley' /><br />
Buat saya, diluar adegan sadis dan seks itu, film ini menarik karena mengeksploitasi sisi humanis seorang superhero dan justru bukan semata-mata menonjolkan kekuatan supernya. Pergumulan batin mereka digambarkan dengan lugas dan dengan jujur memotret kehidupan di dunia nyata. Dan sekalipun timeline-nya berulang kali bolak-balik karena flashback, alurnya tetap mudah diikuti.</p>
<p>Film superhero lain yang barangkali sanggup bersaing dengan Watchmen adalah The Dark Knight.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/film/watchmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Romantisme</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/film/romantisme/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/film/romantisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 11:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/film/romantisme/</guid>
		<description><![CDATA[Quantum of Solace, film terbaru James Bond telah beredar. Dengan masih diperankan oleh Daniel Craig, penilaian terhadap film James Bond tersebut lagi-lagi terpecah menjadi dua kubu. Penggemar James Bond sejati rata-rata tidak menyukai Daniel Craig, bahkan sampai ada kelompok yang memboikot film-film James Bond. Di pihak lain, ada yang mengatakan bahwa Bond versi baru ini jauh lebih segar, lebih manusiawi, dan lebih dekat pada karakter seorang agen rahasia. Well, bagi saya sendiri, Daniel Craig memang amat sangat tidak tepat memerankan&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/film/romantisme/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Quantum of Solace, film terbaru James Bond telah beredar. Dengan masih diperankan oleh Daniel Craig, penilaian terhadap film James Bond tersebut lagi-lagi terpecah menjadi dua kubu.</p>
<p>Penggemar James Bond sejati rata-rata tidak menyukai Daniel Craig, bahkan sampai ada kelompok yang memboikot film-film James Bond. Di pihak lain, ada yang mengatakan bahwa Bond versi baru ini jauh lebih segar, lebih manusiawi, dan lebih dekat pada karakter seorang agen rahasia.</p>
<p> <span id="more-186"></span>
<p>Well, bagi saya sendiri, Daniel Craig memang amat sangat tidak tepat memerankan Bond. Bukan dari kualitas aktingnya, tapi dari karakternya.</p>
<p>Bond itu mestinya tinggi, berambut hitam, tampan, flamboyan, dan cenderung genit. Apakah Daniel Craig memenuhi kriteria tersebut? Tidak.</p>
<p>OK, dari segi sebuah film action, Casino Royale dan Quantum of Solace barangkali bisa dinilai bagus, tapi hanya jika film itu tidak bercerita tentang James Bond.</p>
<p>Padahal kalo dipikir, kenapa ya saya ngurusin ginian. Mau diperankan Tom Hanks, Leonardo Di Caprio, Christian Bale, atau bahkan balik ke Sean Connery sekalipun, gak ngaruh khan harusnya buat saya atau mereka yang gak suka sama si Craig. <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yach, barangkali jawabannya adalah romantisme masa lalu yang ingin dipertahankan. Ada sesuatu yang nyaman dan menyenangkan yang melekat pada karakter tokoh Bond atau pada film-film Bond sebagai suatu romantisme yang ingin dipertahankan. Dan itu tentunya memunculkan rasa tidak rela saat karakter itu diganti.</p>
<p>Mungkin hal itu pulalah yang menyebabkan saya tidak suka film Mission Impossible dan Scooby Doo. Mission Impossible seharusnya kerja tim, bukan one man show. Scooby Doo dikhianati oleh Scrappy Doo, padahal mustinya ia sangat mengidolakan pamannya.</p>
<p>Sempat pula muncul gosip kalau penggemar The A Team sampai mendatangi produser yang akan mengangkat The A Team ke layar lebar. Mereka meminta agar film layar lebar The A Team nanti jangan melenceng dari pakemnya. Nggak lucu khan kalau ternyata Hannibal atau Face yang jadi penjahatnya.</p>
<p>Back to Bond, saya sungguh berharap kalau nanti masih ada film lanjutannya, Daniel Craig diganti. Atau kalau produsernya gak mau kehilangan muka, bisa aja khan dibikin cerita kalau Bond mengalami kecelakaan hebat dan terpaksa dioperasi plastik hingga dia berubah menjadi karakter yang cocok dengan karakter-karakter pemeran sebelumnya, mulai dari Sean Connery hingga Pierce Brosnan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/film/romantisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

