Sudah lama saya tidak nonton film di bioskop. Jauhnya jarak rumah ke XXI dan Studio 21 di Amplaz bikin males. Nah, kemarin saya nonton untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan tidak nonton, saya nonton Hachiko.
Sebenarnya film drama bukanlah genre yang saya suka. Namun karena anak saya yang kepingin, ya sudah, saya antar mereka nonton.
Karena begitu terkenalnya cerita Hachiko, jalan cerita bukan lagi menjadi fokus utama. Dan seperti yang sudah saya duga, film ini boring sebenarnya. Konflik nyaris tidak ada, endingnya juga bisa ditebak dengan mudah.
Namun tetap ada nilai yang bisa dipetik. Soal kesetiaan. Sesuatu yang sudah relatif langka dijumpai di jaman seperti ini.
Read More »
Tulisan ini Halal, tidak mengandung spoiler!
Jujur saja saya bukanlah penggemar G.I. Joe. Baca komiknya saja belum pernah!
Saya kepingin nonton filmnya karena melihat trailernya.
Karena belum baca komiknya sama sekali, jadi saya tidak bisa mengatakan apakah adaptasi film ini terhadap komiknya berhasil atau tidak. Barangkali tulisan Pitra bisa membantu. (Waspadalah karena tulisan Pitra banyak spoilernya)
Dari segi jalan cerita, alurnya cukup mudah dipahami. Pendalaman terhadap karakter tokoh dilakukan dengan model flashback. Pendalaman watak dan karakter tokoh-tokoh dalam film ini berhasil dengan baik, saya yang belum pernah baca komiknya pun serasa jadi “kenal baik” dengan para tokoh itu.
Konflik yang diangkat dalam film ini juga lumayan dan ada cukup banyak kejutan-kejutan. Endingnya juga relatif tidak mengikuti pola umum film action hero, walaupun saya bisa menebaknya.
Biasa, nanti pasti ada penjelasan di sequelnya.
Karena sama-sama mengandalkan special effect sebagai jualan, boleh dong kalau film ini saya bandingkan dengan Transformer 2. Buat saya, G.I. Joe lebih bagus daripada Transformer 2. Alur cerita barangkali hampir sama datarnya sekaligus special effect yang setara ciamiknya, namun G.I. Joe lebih berhasil membangun konflik dan karakter tokoh-tokohnya.
Setidaknya saya sepakat dengan Choro soal ini. Etapi awas, tulisan Choro juga banyak spoilernya.
Cuma sayangnya penonton yang bareng-bareng saya nonton film ini nampaknya kurang memiliki sense of humor karena beberapa dialog lucu tidak juga berhasil memancing tawa mereka. Saya jadi gak enak mau ketawa sendiri.
Read More »
Anda aman untuk terus membaca tulisan ini karena tidak ada spoiler di sini. Bagaimanapun toh formula film kartun seperti ini sama saja dari masa ke masa, sarat dengan nilai cinta, kepercayaan, dan persahabatan.

Yang jelas, unsur kejutan di film ini lebih banyak dibandingkan dengan Ice Age 1 dan 2. Dan soal mengocok perut, saya sarankan jangan terlalu lapar atau terlalu kenyang saat nonton film ini, karena dijamin perut Anda akan “berantakan” akibat terlalu sering tertawa.

Soal timeline yang gak cocok dengan bukti sejarah (bagaimana mungkin dinosaurus masih hidup di zaman es?), ah … tak usahlah dirisaukan. Ingat, ini film kartun, binatang saja bisa bicara, apa lagi yang bisa diharapkan? 
Nah, kalau Anda termasuk yang kecewa dengan Transformers 2, nampaknya film ini bisa dijadikan obat penawar hati yang remuk. *halah*
Read More »

[WARNING] Tulisan ini penuh dengan spoiler, bagi yang punya keinginan nonton dan belum kesampaian, sebaiknya jangan membaca lanjutannya.
Read More »
Setelah sekian lama saya tidak menyalurkan hobi saya yang satu ini (bahkan saya sampai lupa film terakhir yang saya tonton), akhirnya saya kesampaian juga nonton lagi. Juga kesampaian “mencicipi” XXI Jogja. Dan film yang saya pilih adalah Watchmen.
Walaupun bertema superhero, Watchmen jelas bukan konsumsi anak-anak. Amat sangat disayangkan ketika saya nonton, ada beberapa orang anak yang juga nonton.
Hai para orang tua, cari info dulu dong sebelum mengajak anak-anaknya nonton sebuah film. Di situs 21 Cineplex jelas-jelas tertulis kalau fim Watchmen adalah film untuk dewasa. Buat pengelola XXI, mestinya juga berani tegas untuk menolak anak-anak masuk ke dalam teater yang memutar film dewasa.
Mengapa Watchmen bukan konsumsi anak-anak? Berikut sedikit review dari saya. Bagi yang belum nonton tapi sudah kebelet nonton, sebaiknya sih jangan membaca lanjutan tulisan ini walaupun saya berusaha untuk tidak membocorkan jalan cerita.
Read More »
Quantum of Solace, film terbaru James Bond telah beredar. Dengan masih diperankan oleh Daniel Craig, penilaian terhadap film James Bond tersebut lagi-lagi terpecah menjadi dua kubu.
Penggemar James Bond sejati rata-rata tidak menyukai Daniel Craig, bahkan sampai ada kelompok yang memboikot film-film James Bond. Di pihak lain, ada yang mengatakan bahwa Bond versi baru ini jauh lebih segar, lebih manusiawi, dan lebih dekat pada karakter seorang agen rahasia.
Read More »
Jangan kuatir, saya tidak akan membocorkan jalan cerita film, jadi tulisan ini boleh Anda baca terus
Saya tidak ingat apakah sebelumnya sudah pernah nonton premiere suatu film. Yang jelas, sangat jarang saya nonton film di hari pertama film tersebut diputar. Tapi berhubung ketua kelas CahAndong mengajak para jelata nonton premiere film Batman – The Dark Knight, maka jelas saya tidak menolaknya.
Dan cukup satu kata yang akan saya tulis untuk memberikan penilaian terhadap film ini: Keren.
Hanya saja kalau Anda penggemar Batman versi komik, mungkin Anda akan kecewa karena film ini jauh dari kesan komikal. Film ini justru sebuah thriller yang bersembunyi di balik topeng seorang jagoan bernama Batman. Dan yang jelas, para orang tua jangan membawa anaknya nonton film ini, karena walaupun tokoh sentralnya adalah Batman, film ini sangat tidak cocok dikonsumsi oleh anak-anak.
*Catatan*
Tulisan ini dibuat menggunakan Windows Live Writer, karena Visual Editor WordPress saya masih juga error.
Read More »
Akhirnya, setelah berjuang sekian kali, tiket untuk nonton IronMan saya dapatkan juga. Ternyata – seperti yang direviewkan oleh beberapa orang teman saya – film ini memang bagus. Menurut saya sih, setara dengan Batman Begins.
Ceritanya mengalir dengan lancar, adegan demi adegan dirangkai dengan apik, sehingga nonton film ini tidak terasa membosankan. Belum lagi special effectnya. Pendek kata, tidak ada adegan dalam film ini yang dapat “dipotong” tanpa merusak keseluruhan cerita.
Yang unik adalah munculnya Stan Lee sebagai cameo. Tapi kayaknya dia memang biasa muncul di film-film Superhero Marvel ya.
Read More »
Hi, udah pada nonton Spidey 3 blooom?
Aku nonton 2 hari lalu, dan cukup beruntung hanya perlu menunggu 1/2 jam untuk dapat tiket. Malah sebenarnya bisa langsung dapat tanpa harus menunggu, tapi di baris depan sendiri, malas ah, bikin sakit kepala.
Filmnya sih bagus ….. ehmm, special effectnya
. Kalo ceritanya sih kayaknya biasa saja. Cuma ada sedikit kejutan di akhir film.
Menurutku, untuk film superhero, sampai saat ini belum ada yang menandingi Batman Begins.
Read More »
Komentar Terkini