Catatan Usil Yahya Kurniawan

BahasaCategory Archives

Mengapa C dibaca K?

Saya yakin kita semua sudah tahu arti kata “pasca”. Ya, artinya kira-kira “sesudah”. Cuma yang bikin saya agak heran, hampir semua orang akan melafalkan pasca dengan paska. Apakah itu benar?

Saya memang bukan ahli bahasa (meskipun saya seorang penulis, hehe), tetapi jelas bahwa dalam Bahasa Indonesia, tidak ada aturan yang menyebutkan huruf C bisa dibaca K. Benar bahwa pasca bukan asli berasal dari Bahasa Indonesia, tetapi pasca juga bukan berasal dari Bahasa Inggris atau salah satu bahasa eropa lain yang “mengijinkan” C dibaca dengan K. Bisa jadi itu karena pengaruh suatu kata (nama) dalam salah satu bahasa eropa yang mirip dengan pasca, yaitu Pascal yang memang dibaca dengan paskal.

Jadi mestinya pasca tetap dibaca dengan huruf C, bukan K.

Celakanya (bukan dibaca kelakanya, bukan?), banyak pihak yang dianggap sebagai panutan dalam berbahasa Indonesia malah justru makin “memperuncing keadaan”, sebut saja pembaca berita di televisi, presenter, bahkan para pejabat negara.

So, marilah mulai kita biasakan dari diri kita, bacalah pasca dengan huruf C, bukan K. Sebab bila tidak, bisa-bisa akan muncul kalimat-kalimat yang aneh-aneh seperti “aku menkuki bajuku hingga kemerlang”, “dia membaka buku kerita dongeng tentang seekor kikak”, “Ayah suka memanking ikan dengan umpan seekor kaking”, he..he..he…

Cara Cerdas Menyebutkan Nomor Handphone

Setelah sekian lama, akhirnya saya sempat posting lagi. :)
Kali ini saya mengamati cara orang menyebutkan nomor handphone. Karena panjang (paling tidak 10 digit), orang akan memenggal penyebutan nomor handphone dan apabila ditulis, biasanya diberi spasi atau tanda hubung.
Nah, kebanyakan orang akan memenggal nomor handphone mereka seperti ini: 081 XXX XXX atau 085 XXX XXX. Sebenarnya tidak salah sih, memang tidak ada hukum yang mengatur hal tersebut, bukan?
Namun hal tersebut membuat saya risih (dan mungkin juga tidak cuma saya). Dengan cara pemenggalan seperti itu, agak sulit untuk “mengenali” operator yang digunakan. Bukankah lebih baik jika menyebutkan (atau menuliskan) empat digit pertama dari nomor tersebut baru kemudian dipenggal? Jadi nantinya pemenggalan tersebut akan menjadi seperti ini: 0811 XXX XXX, 0812 XXX XXX, 0813 XXX XXX, dan seterusnya. (Jumlah huruf x tidak mewakili jumlah angka sebenarnya, hanya sebagai penanda bahwa ada angka yang harus dituliskan di situ).
Sekarang, operator yang “melekat” pada ciri nomor handphone tersebut jadi lebih terlihat jelas, bukan? Selain itu, pemenggalan seperti itu terlihat lebih “intelek” dan “cerdas”.
Barangkali pemenggalan dengan cara pertama bisa dimaklumi kalau membuat nomor yang digunakan jadi terlihat cantik, misalnya saja 081 333 444 555.

Palindrome

Saya sudah lama sering memperhatikan bahwa ada kata-kata tertentu yang jika susunan hurufnya dibalik dari belakang ke depan (atau dibaca dari kanan ke kiri) tetap akan berbunyi sama, misalnya “malam”, “kakak”, “tamat”, “radar”, dan lain-lain. Namun baru kira-kira 1 tahun yang lalu saya mengetahui bahwa ada istilah tersendiri untuk kata-kata seperti itu, yaitu Palindrome.
Menemukan palindrome dalam bentuk satu kata tunggal mungkin tidak terlalu sulit. Yang sulit adalah menemukan palindrome dalam bentuk kalimat. Sejauh ini saya baru menemukan satu kalimat palindrome, yaitu “kasur ini rusak”.
Terkadang, tanda baca seperti koma, titik, tanda tanya, tanda seru, dan lain-lain (bahkan termasuk spasi) boleh diabaikan. Jadi kalimat “Madam, I’m Adam” bisa dianggap sebagai palindrome karena jika ditulis tanpa tanda baca adalah “madamimadam”. Nah, jika demikian halnya, maka ada cukup banyak palindrome yang bisa ditemukan, namun terus terang hampir semua saya temukan dalam Bahasa Inggris, misalnya:Rise to vote, sir
I prefer pi
Madam! I’m Adam
A man, a plan, a canal: Panama!
A Toyota’s a Toyota

Yang hebat, boleh percaya boleh tidak, palindrome terpanjang yang pernah ada terdiri dari 17.259 (tujuh belas ribu dua ratus lima puluh sembilan) kata! Silakan kunjungi http://www.norvig.com/pal2txt.html untuk membuktikannya.