<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Oom Yahya &#187; Bahasa</title>
	<atom:link href="http://yahyakurniawan.net/category/bahasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yahyakurniawan.net</link>
	<description>Catatan Usil Yahya Kurniawan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 04:35:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Secara Gitu Loh</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/bahasa/secara-gitu-loh/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/bahasa/secara-gitu-loh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 04:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya Anda sedang menghadapi ulangan atau ujian Bahasa Indonesia dan menghadapi soal berikut, apa jawaban Anda? Pilih kata penghubung yang tepat untuk kalimat berikut: &#8220;Saya tidak suka berada di lantai atas gedung bertingkat, &#8230; saya takut ketinggian.&#8221; a. di mana b. karena c. secara d. maka Saya yakin, seyakin-yakinnya, Anda akan memilih jawaban b. Anak SD juga tahu. Namun pada kenyataannya, sekarang ini lebih banyak orang yang menggunakan jawaban c daripada jawaban b untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, baik&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/bahasa/secara-gitu-loh/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seandainya Anda sedang menghadapi ulangan atau ujian Bahasa Indonesia dan menghadapi soal berikut, apa jawaban Anda?</p>
<p><em>Pilih kata penghubung yang tepat untuk kalimat berikut:</em></p>
<p><em>&#8220;Saya tidak suka berada di lantai atas gedung bertingkat, &#8230; saya takut ketinggian.&#8221;</em></p>
<p><em>a. di mana</em></p>
<p><em>b. karena</em></p>
<p><em>c. secara</em></p>
<p><em>d. maka</em></p>
<p>Saya yakin, seyakin-yakinnya, Anda akan memilih jawaban b. Anak SD juga tahu.</p>
<p>Namun pada kenyataannya, sekarang ini lebih banyak orang yang menggunakan jawaban c daripada jawaban b untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, baik dalam bahasa lisan maupun dalam tulisan. Banyak blogger yang juga menggunakan kata &#8220;secara&#8221; secara tidak tepat (kalau kata secara yang saya gunakan itu betul, khan? <img src='http://yahyakurniawan.net/wp-includes/images/smilies/tongue.gif' alt=':p' class='wp-smiley' /> )</p>
<p><span id="more-111"></span></p>
<p>Saya memang termasuk rewel dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak tepat dan sering mengkritik soal hal tersebut, <a title="Kategori Bahasa" href="http://yahyakurniawan.net/category/bahasa/" target="_blank">beberapa di antaranya saya angkat di blog ini</a>.</p>
<p>Sebenarnya saya tidak alergi dengan bahasa gaul bahkan saya pun kadang-kadang menggunakannya. Tapi bagi saya, kata-kata gaul adalah kata yang boleh menggantikan kata baku tanpa mengubah artinya. Contoh yang paling mudah adalah kata &#8220;saia&#8221; yang sering menggantikan kata &#8220;saya&#8221;. Atau biar kelihatan keren, suatu kata diberi embel-embel &#8220;able&#8221;, misalnya &#8220;pipi yang cubitable&#8221; yang menunjukkan bahwa pipi itu mudah dicubit. Jelas contoh kata-kata gaul yang saya tulis tersebut tidak mengubah arti kata bakunya.</p>
<p>Nah, sekarang, bagaimana dengan &#8220;secara&#8221;? Apakah kata tersebut bisa menggantikan &#8220;karena&#8221;? Jelas tidak, artinya jelas-jelas berbeda. Kalau tidak percaya, buka saja kamus Bahasa Indonesia. Dan kalau itu terlalu sering digunakan, bisa berbahaya karena kesalahanan yang terjadi terus-menerus tanpa dikoreksi bisa jadi lalu dianggap suatu kebenaran.</p>
<p>Jadi, janganlah bangga kalau menggunakan kata &#8220;secara&#8221; sebagai pengganti &#8220;karena&#8221;. Kembalilah ke jalan yang benar dengan menggunakan kata &#8220;secara&#8221; dan &#8220;karena&#8221; secara benar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/bahasa/secara-gitu-loh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Oooh &#8230; Chincha Lawra</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/bahasa/oooh-chincha-lawra/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/bahasa/oooh-chincha-lawra/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 15:37:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/bahasa/oooh-chincha-lawra/</guid>
		<description><![CDATA[Heran, blogosphere kok tiba-tiba dipenuhi dengan pembicaraan mengenai Chincha Lawra Cinta Laura. Kalo ndak percaya, coba buka ini, ini, dan ini. Ternyata penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah si Monyet Pinter yang menciptakan generator untuk dapat menirukan logat Cinta Laura. Yeah, Chincha memang unik, sampai-sampai CahAndong berhasil menyusun database komenchar Chincha. Barangkali munculnya berbagai ejekan dan sindiran yang ditujukan kepadanya adalah karena rasa nasionalisme kita yang tidak rela Bahasa Indonesia diinjak-injak dan dipermalukan seperti itu (halah!). Coba pikir, betapa&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/bahasa/oooh-chincha-lawra/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Heran, blogosphere kok tiba-tiba dipenuhi dengan pembicaraan mengenai <strike>Chincha Lawra</strike> Cinta Laura. Kalo ndak percaya, coba buka <a href="http://ndorokakung.com/2008/02/25/chincha-pecas-ndahe/" target="_blank">ini</a>, <a href="http://blogombal.org/2008/02/25/cincha-lauwra-keisengan-dan-kesewenangan/" target="_blank">ini</a>, dan <a href="http://pitra.dagdigdug.com/2008/02/25/semua-cinta-cinta-laura/" target="_blank">ini</a>. Ternyata penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah si <a href="http://www.monyetpinter.com/" title="Monyet Pinter" target="_blank">Monyet Pinter</a> yang menciptakan <a href="http://monyetpinter.com/cinta/do.php" title="Chalk like Chincha" target="_blank">generator untuk dapat menirukan logat Cinta Laura</a>. Yeah, Chincha memang unik, sampai-sampai <a href="http://cahandong.org" target="_blank">CahAndong</a> berhasil menyusun <a href="http://wiki.cahandong.org/Cinta_Laura" target="_blank">database komenchar Chincha</a>.</p>
<p><span id="more-69"></span>Barangkali munculnya berbagai ejekan dan sindiran yang ditujukan kepadanya adalah karena rasa nasionalisme kita yang tidak rela Bahasa Indonesia diinjak-injak dan dipermalukan seperti itu (halah!). Coba pikir, betapa cintanya kita terhadap Bahasa Indonesia, sampai-sampai muncul Bahasa Inggris logat Indonesia. Tidak percaya? Cobalah googling dengan daftar kata yang akan saya tulis di bawah ini, niscaya Anda akan menemukan banyak hasil.</p>
<ul>
<li>stupid doesn&#8217;t play = bodohnya bukan main</li>
<li>different river = lain kali</li>
<li>let know taste = biar tahu rasa</li>
<li>children fruit = anak buah</li>
<li>my salary not up up = gajiku nggak naik-naik</li>
</ul>
<p>Dan masih banyak lagi yang bisa dituliskan. Saya tidak ingat satu persatu.</p>
<p>Nah, pertanyaannya, benarkah itu rasa cinta berlebihan terhadap Bahasa Indonesia (kok saya lupa gak nulis Endonesa dicoret ya, hihi) atau memang kita ini yang stupid doesn&#8217;t play? Sok pake Bahasa <strike>Enggres</strike> Inggris padahal aseli tidak ngerti artinya?</p>
<p>Lha kok saya juga ikut-ikutan nulis tentang Chincha. Udah ah, lebih baik don&#8217;t follow mix (tidak ikut campur &#8211; Red).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/bahasa/oooh-chincha-lawra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakai Bahasa Baku, atau &#8230; ?</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/bahasa/pakai-bahasa-baku-atau/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/bahasa/pakai-bahasa-baku-atau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 05:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/bahasa/pakai-bahasa-baku-atau/</guid>
		<description><![CDATA[Barusan jalan-jalan ke blognya Priyadi, dan posting terbarunya adalah tentang KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) versi Internet. Saya tidak akan mempermasalahkan mengenai &#8220;kamus online&#8221; tersebut, Mas Pri sudah membahasnya. Yang hendak saya angkat di sini justru penggunaan kata baku Bahasa Endonesa Indonesia dalam tulisan-tulisan bertema TI. Sekitar tahun 2005/2006 (saya tidak ingat persisnya), untuk lebih memasyarakatkan TI di Indonesia, istilah-istilah TI dalam Bahasa Inggris atau asing lainnya diterjemahkan ke dalam Bahasa Endonesa Indonesia. Penerjemahan tersebut diprakarsai oleh Pusat Bahasa, Jalan&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/bahasa/pakai-bahasa-baku-atau/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan jalan-jalan ke blognya <a href="http://priyadi.net" target="_blank" title="Priyadi's Place">Priyadi</a>, dan posting terbarunya adalah tentang <a href="http://priyadi.net/archives/2008/02/19/kamus-besar-bahasa-indonesia-kbbi-versi-internet/" target="_blank" title="KBBI versi Internet">KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) versi Internet</a>. Saya tidak akan mempermasalahkan mengenai &#8220;kamus online&#8221; tersebut, Mas Pri sudah membahasnya. Yang hendak saya angkat di sini justru penggunaan kata baku Bahasa <strike>Endonesa</strike> Indonesia dalam tulisan-tulisan bertema TI.</p>
<p><span id="more-62"></span>Sekitar tahun 2005/2006 (saya tidak ingat persisnya), untuk lebih memasyarakatkan TI di Indonesia, istilah-istilah TI dalam Bahasa Inggris atau asing lainnya diterjemahkan ke dalam Bahasa <strike>Endonesa</strike> Indonesia. Penerjemahan tersebut diprakarsai oleh Pusat Bahasa, Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur, Indonesia. Hasil terjemahan istilah-istilah tersebut dapat diperoleh di <a href="http://www.ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2006/08/istilah-ti-indonesia.txt" title="Istilah TI Bahasa Indonesia" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Sayang seribu sayang, istilah-istilah TI tersebut tidak berhasil populer di masyarakat. Barangkali upaya sosialisasi yang dilakukan termasuk kurang gencar tetapi yang paling utama adalah usaha tersebut sudah terlambat. Coba pikir, sudah berapa lama istilah TI dalam bahasa asing mendarah daging di pelaku-pelaku TI Indonesia? Mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging tentunya sangat sulit bukan?</p>
<p>Akibatnya, penggunaan istilah TI dalam Bahasa <strike>Endonesa</strike> Indonesia justru asing di negeri sendiri, bahkan menjadi bahan tertawaan. Berikut beberapa contohnya:</p>
<ul>
<li>cordless mouse &#8212; tetikus nirtali</li>
<li>link &#8212; taut</li>
<li>digital circuit &#8212; kalang digital</li>
<li>debug &#8212; awakutu</li>
<li>restart &#8212; anjak</li>
</ul>
<p>Mengingat alasan di atas, daripada buku saya jadi bahan tertawaan, saya memilih bertahan untuk menggunakan istilah-istilah TI dalam bahasa aselinya pada proses penulisan buku-buku saya.</p>
<p>Nah, harapan saya, dengan adanya kamus KBBI Daring tersebut, makin banyak orang yang terbantu untuk mencari arti dari istilah-istilah aneh yang dijumpainya dan mengerti bahwa istilah tersebut sebenarnya adalah bahasa baku dalam Bahasa <strike>Endonesa</strike> Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/bahasa/pakai-bahasa-baku-atau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengokot?</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/bahasa/mengokot/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/bahasa/mengokot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 14:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/2008/01/26/mengokot/</guid>
		<description><![CDATA[Hmm, mengokot? Saya yakin Anda pasti bingung dengan istilah tersebut. Ternyata mengokot adalah kata baku dalam Bahasa Indonesia untuk stapling. Sedangkan alat untuk mengokot adalah pengokot, yang tidak lain dan tidak bukan adalah stapler. Kalo stapler tentunya tahu khan? Walaupun mungkin dengan berbagai istilah seperti cekrekan, jeglekan, steples, de el el.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm, mengokot? Saya yakin Anda pasti bingung dengan istilah tersebut. Ternyata mengokot adalah kata baku dalam Bahasa Indonesia untuk stapling. Sedangkan alat untuk mengokot adalah pengokot, yang tidak lain dan tidak bukan adalah stapler.</p>
<p>Kalo stapler tentunya tahu khan?  Walaupun mungkin dengan berbagai istilah seperti cekrekan, jeglekan, steples, de el el.</p>
<p><img src="http://yahyakurniawan.net/wp-content/uploads/2008/02/stapler.jpg" alt="stapler.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/bahasa/mengokot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free = Gratis atau Bebas?</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/bahasa/free-gratis-atau-bebas/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/bahasa/free-gratis-atau-bebas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 03:28:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/2008/01/18/free-gratis-atau-bebas/</guid>
		<description><![CDATA[Di dunia Open Source, kayaknya memang sudah basbang memperdebatkan terjemahan free ke dalam Bahasa Endonesa Indonesia. Tapi toh nyatanya sampai sekarang masih juga banyak aktivis Linux yang berusaha mempopulerkan Linux dengan kampanye gratis. Saya cuma mau menunjukkan, pada kamus Bahasa Inggris – Indonesia yang saya miliki, terjemahan kata free adalah sebagai berikut: Bebas Tidak terikat Dermawan Terbuka Cuma-cuma Tidak bertugas Tidak ditempati Lihat, arti free menjadi cuma-cuma menduduki &#8220;ranking&#8221; ke-5, sedangkan di no. 1 adalah Bebas. Jadi, mana lebih tepat?&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/bahasa/free-gratis-atau-bebas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di dunia Open Source, kayaknya memang sudah <abbr title="basi banget"> basbang </abbr> memperdebatkan terjemahan free ke dalam Bahasa <span style="text-decoration:line-through;">Endonesa</span> Indonesia. Tapi toh nyatanya sampai sekarang masih juga banyak aktivis Linux yang berusaha mempopulerkan Linux dengan kampanye gratis.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>Saya cuma mau menunjukkan, pada kamus Bahasa Inggris – Indonesia yang saya miliki, terjemahan kata free adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Bebas</li>
<li>Tidak terikat</li>
<li>Dermawan</li>
<li>Terbuka</li>
<li>Cuma-cuma</li>
<li>Tidak bertugas</li>
<li>Tidak ditempati</li>
</ol>
<p>Lihat, arti free menjadi cuma-cuma menduduki &#8220;ranking&#8221; ke-5, sedangkan di no. 1 adalah Bebas. Jadi, mana lebih tepat? Gratis atau Bebas?</p>
<p>Kadang-kadang adanya &#8220;dualisme&#8221; arti tersebut dimanfaatkan dengan jeli oleh orang-orang kreatif. Misalnya dalam sebuah undangan pertemuan tertulis Free Snack and Dinner, jangan cepat-cepat menyangka artinya makan malam dan makanan kecil gratis, tapi bisa jadi maksudnya bebas dari makan malam dan makanan kecil alias gak ada apa-apa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/bahasa/free-gratis-atau-bebas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun, Endonesa</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/bahasa/selamat-ulang-tahun-endonesha/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/bahasa/selamat-ulang-tahun-endonesha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 23:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/2007/08/16/selamat-ulang-tahun-endonesha/</guid>
		<description><![CDATA[Lhoh, kok nulisnya gitu??? Bentar, buat yang berjiwa nasionalis, jangan ngamuk dulu yach. Itu bukan salah ketik … dan bukan juga lagi ngantuk … tapi itu realitas. Coba deh, nyalakan TV, nyalakan radio, atau kalo gak punya kedua-duanya, just ngobrol dengan tetangga dan ngomongin soal negara kita ini, soal apa saja. Perhatikan dengan seksama, bagaimana lafal mereka saat menyebut nama negara kita tercinta ini. &#8220;Endonesha&#8221;, khan? Heran, deh. Tahun ini sudah 62 tahun bangsa kita merdeka, tapi menyebut nama negaranya&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/bahasa/selamat-ulang-tahun-endonesha/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Lhoh, kok nulisnya gitu??? Bentar, buat yang berjiwa nasionalis, jangan ngamuk dulu yach. <img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/3.gif" border="0" height="18" width="18" /></span></p>
<p>Itu bukan salah ketik … dan bukan juga lagi ngantuk … tapi itu realitas. Coba deh, nyalakan TV, nyalakan radio, atau kalo gak punya kedua-duanya, just ngobrol dengan tetangga dan ngomongin soal negara kita ini, soal apa saja. Perhatikan dengan seksama, bagaimana lafal mereka saat menyebut nama negara kita tercinta ini. &#8220;Endonesha&#8221;, khan?</p>
<p>Heran, deh. Tahun ini sudah 62 tahun bangsa kita merdeka, tapi menyebut nama negaranya sendiri masih keseleo begitu. Padahal, kalau melafalkan Indosiar, Indomie, Indofood, Indologistik, Indo-apa-lagi, huruf I nya betul-betul berbunyi I, bukan E.</p>
<p>Ketika ribut-ribut soal ditemukannya lagu <span style="text-decoration:line-through;">Endonesa</span> Indonesia Raya oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roy_Suryo">seseorang yang ngakunya pakar telematika</a>, saya mencoba mencari rekaman lagu itu yang katanya ada di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=6QvyLkdl1_s">YouTube</a>. Saya penasaran, gimana cara para sesepuh kita melafalkan Indonesia. Eeeh, ternyata sami mawon, padha wae, setali tiga uang. Kata Indonesia-nya  dilafalkan dengan Endonesa juga.</p>
<p>Lha kalo sejak merdeka saja udah begitu, susah juga untuk mengajak generasi sekarang mengucapkannya dengan lafal yang benar.</p>
<p>Ya sudah lah, pokoknya negara kita ini sudah &#8220;merdeka&#8221;. MERDEKAAA!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/bahasa/selamat-ulang-tahun-endonesha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nol = Kosong ?</title>
		<link>http://yahyakurniawan.net/bahasa/nol-kosong/</link>
		<comments>http://yahyakurniawan.net/bahasa/nol-kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 02:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Yahya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yahyakurniawan.net/2007/07/10/nol-kosong/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah agak lama saya terganggu dengan penyebutan &#8220;kosong&#8221; untuk menggantikan angka nol. &#8220;Kosong delapan kosong sembilan …&#8221; begitu bunyi iklan T*lk*mn*t I*****t. Kalo ada kuis, presenternya bilang: &#8220;Ayo silakan telpon ke kosong dua satu …&#8221;. Apakah itu benar??? Saya udah nyoba ubek-ubek Wikipedia, tapi nampaknya informasi mengenai hal itu belum ada. Saya cuma mencoba mengingat-ingat pelajaran matematika SD dulu. Ada bilangan asli, bilangan cacah, bilangan bulat, dan bilangan kosong. Nah, yang disebut terakhir ini betul-betul sesuatu yang kosong, bahkan angka&#8230; <a href="http://yahyakurniawan.net/bahasa/nol-kosong/">Continue reading <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Sudah agak lama saya terganggu dengan penyebutan &#8220;kosong&#8221; untuk menggantikan angka nol. &#8220;Kosong delapan kosong sembilan …&#8221; begitu bunyi iklan T*lk*mn*t I*****t. Kalo ada kuis, presenternya bilang: &#8220;Ayo silakan telpon ke kosong dua satu …&#8221;.</p>
<p>Apakah itu benar??? Saya udah nyoba ubek-ubek Wikipedia, tapi nampaknya informasi mengenai hal itu belum ada. Saya cuma mencoba mengingat-ingat pelajaran matematika SD dulu. Ada bilangan asli, bilangan cacah, bilangan bulat, dan bilangan kosong. Nah, yang disebut terakhir ini betul-betul sesuatu yang kosong, bahkan angka 0 pun tidak ada di dalamnya.</p>
<p>Dalam Bahasa Inggris, nol = zero dan kosong = nil/null/empty (CMIIW). Di dunia komputer, 0 dan kosong (NULL) juga berbeda. Jadi kelihatannya ini adalah salah satu kesalahkaprahan yang cukup parah dalam Bahasa Indonesia, seperti halnya posting saya sebelumnya, <a href="http://y4hy4.blogspot.com/2007/05/mengapa-c-dibaca-k.html">mengapa C dibaca K</a>.</p>
<p>Saya sendiri mencoba membiasakan diri untuk membaca 0 dengan nol, bukan kosong, terutama saat menyebutkan nomor telpon/HP. &#8220;Anda bisa menghubungi saya di nol delapan satu tiga …&#8221;.</p>
<p>BTW, setidaknya ada dua blog lain yang pernah menyinggung hal ini: <a href="http://belalang.wordpress.com/2007/04/14/antara-nol-dan-kosong/">belalang</a> dan <a href="http://my-inspirational-life.blogspot.com/2007/01/tanyaaaa-kennnaaapa.html">my-inspirational-life</a>.</p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yahyakurniawan.net/bahasa/nol-kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

