May 08 13

Seandainya Anda sedang menghadapi ulangan atau ujian Bahasa Indonesia dan menghadapi soal berikut, apa jawaban Anda?

Pilih kata penghubung yang tepat untuk kalimat berikut:

“Saya tidak suka berada di lantai atas gedung bertingkat, … saya takut ketinggian.”

a. di mana

b. karena

c. secara

d. maka

Saya yakin, seyakin-yakinnya, Anda akan memilih jawaban b. Anak SD juga tahu.

Namun pada kenyataannya, sekarang ini lebih banyak orang yang menggunakan jawaban c daripada jawaban b untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, baik dalam bahasa lisan maupun dalam tulisan. Banyak blogger yang juga menggunakan kata “secara” secara tidak tepat (kalau kata secara yang saya gunakan itu betul, khan? :p)

Continue reading »

Feb 08 25

Heran, blogosphere kok tiba-tiba dipenuhi dengan pembicaraan mengenai Chincha Lawra Cinta Laura. Kalo ndak percaya, coba buka ini, ini, dan ini. Ternyata penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah si Monyet Pinter yang menciptakan generator untuk dapat menirukan logat Cinta Laura. Yeah, Chincha memang unik, sampai-sampai CahAndong berhasil menyusun database komenchar Chincha.

Continue reading »

Feb 08 20

Barusan jalan-jalan ke blognya Priyadi, dan posting terbarunya adalah tentang KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) versi Internet. Saya tidak akan mempermasalahkan mengenai “kamus online” tersebut, Mas Pri sudah membahasnya. Yang hendak saya angkat di sini justru penggunaan kata baku Bahasa Endonesa Indonesia dalam tulisan-tulisan bertema TI.

Continue reading »

Jan 08 26

Hmm, mengokot? Saya yakin Anda pasti bingung dengan istilah tersebut. Ternyata mengokot adalah kata baku dalam Bahasa Indonesia untuk stapling. Sedangkan alat untuk mengokot adalah pengokot, yang tidak lain dan tidak bukan adalah stapler.

Kalo stapler tentunya tahu khan? Walaupun mungkin dengan berbagai istilah seperti cekrekan, jeglekan, steples, de el el.

stapler.jpg

Jan 08 18

Di dunia Open Source, kayaknya memang sudah basbang memperdebatkan terjemahan free ke dalam Bahasa Endonesa Indonesia. Tapi toh nyatanya sampai sekarang masih juga banyak aktivis Linux yang berusaha mempopulerkan Linux dengan kampanye gratis.

Continue reading »

Aug 07 16

Lhoh, kok nulisnya gitu??? Bentar, buat yang berjiwa nasionalis, jangan ngamuk dulu yach.

Itu bukan salah ketik … dan bukan juga lagi ngantuk … tapi itu realitas. Coba deh, nyalakan TV, nyalakan radio, atau kalo gak punya kedua-duanya, just ngobrol dengan tetangga dan ngomongin soal negara kita ini, soal apa saja. Perhatikan dengan seksama, bagaimana lafal mereka saat menyebut nama negara kita tercinta ini. “Endonesha”, khan?

Heran, deh. Tahun ini sudah 62 tahun bangsa kita merdeka, tapi menyebut nama negaranya sendiri masih keseleo begitu. Padahal, kalau melafalkan Indosiar, Indomie, Indofood, Indologistik, Indo-apa-lagi, huruf I nya betul-betul berbunyi I, bukan E.

Ketika ribut-ribut soal ditemukannya lagu Endonesa Indonesia Raya oleh seseorang yang ngakunya pakar telematika, saya mencoba mencari rekaman lagu itu yang katanya ada di YouTube. Saya penasaran, gimana cara para sesepuh kita melafalkan Indonesia. Eeeh, ternyata sami mawon, padha wae, setali tiga uang. Kata Indonesia-nya dilafalkan dengan Endonesa juga.

Lha kalo sejak merdeka saja udah begitu, susah juga untuk mengajak generasi sekarang mengucapkannya dengan lafal yang benar.

Ya sudah lah, pokoknya negara kita ini sudah “merdeka”. MERDEKAAA!!!

Jul 07 10

Sudah agak lama saya terganggu dengan penyebutan “kosong” untuk menggantikan angka nol. “Kosong delapan kosong sembilan …” begitu bunyi iklan T*lk*mn*t I*****t. Kalo ada kuis, presenternya bilang: “Ayo silakan telpon ke kosong dua satu …”.

Apakah itu benar??? Saya udah nyoba ubek-ubek Wikipedia, tapi nampaknya informasi mengenai hal itu belum ada. Saya cuma mencoba mengingat-ingat pelajaran matematika SD dulu. Ada bilangan asli, bilangan cacah, bilangan bulat, dan bilangan kosong. Nah, yang disebut terakhir ini betul-betul sesuatu yang kosong, bahkan angka 0 pun tidak ada di dalamnya.

Dalam Bahasa Inggris, nol = zero dan kosong = nil/null/empty (CMIIW). Di dunia komputer, 0 dan kosong (NULL) juga berbeda. Jadi kelihatannya ini adalah salah satu kesalahkaprahan yang cukup parah dalam Bahasa Indonesia, seperti halnya posting saya sebelumnya, mengapa C dibaca K.

Saya sendiri mencoba membiasakan diri untuk membaca 0 dengan nol, bukan kosong, terutama saat menyebutkan nomor telpon/HP. “Anda bisa menghubungi saya di nol delapan satu tiga …”.

BTW, setidaknya ada dua blog lain yang pernah menyinggung hal ini: belalang dan my-inspirational-life.

May 07 05

Saya yakin kita semua sudah tahu arti kata “pasca”. Ya, artinya kira-kira “sesudah”. Cuma yang bikin saya agak heran, hampir semua orang akan melafalkan pasca dengan paska. Apakah itu benar?

Saya memang bukan ahli bahasa (meskipun saya seorang penulis, hehe), tetapi jelas bahwa dalam Bahasa Indonesia, tidak ada aturan yang menyebutkan huruf C bisa dibaca K. Benar bahwa pasca bukan asli berasal dari Bahasa Indonesia, tetapi pasca juga bukan berasal dari Bahasa Inggris atau salah satu bahasa eropa lain yang “mengijinkan” C dibaca dengan K. Bisa jadi itu karena pengaruh suatu kata (nama) dalam salah satu bahasa eropa yang mirip dengan pasca, yaitu Pascal yang memang dibaca dengan paskal.

Jadi mestinya pasca tetap dibaca dengan huruf C, bukan K.

Celakanya (bukan dibaca kelakanya, bukan?), banyak pihak yang dianggap sebagai panutan dalam berbahasa Indonesia malah justru makin “memperuncing keadaan”, sebut saja pembaca berita di televisi, presenter, bahkan para pejabat negara.

So, marilah mulai kita biasakan dari diri kita, bacalah pasca dengan huruf C, bukan K. Sebab bila tidak, bisa-bisa akan muncul kalimat-kalimat yang aneh-aneh seperti “aku menkuki bajuku hingga kemerlang”, “dia membaka buku kerita dongeng tentang seekor kikak”, “Ayah suka memanking ikan dengan umpan seekor kaking”, he..he..he…

Sep 06 23

Setelah sekian lama, akhirnya saya sempat posting lagi. :) Kali ini saya mengamati cara orang menyebutkan nomor handphone. Karena panjang (paling tidak 10 digit), orang akan memenggal penyebutan nomor handphone dan apabila ditulis, biasanya diberi spasi atau tanda hubung.
Nah, kebanyakan orang akan memenggal nomor handphone mereka seperti ini: 081 XXX XXX atau 085 XXX XXX. Sebenarnya tidak salah sih, memang tidak ada hukum yang mengatur hal tersebut, bukan?
Namun hal tersebut membuat saya risih (dan mungkin juga tidak cuma saya). Dengan cara pemenggalan seperti itu, agak sulit untuk “mengenali” operator yang digunakan. Bukankah lebih baik jika menyebutkan (atau menuliskan) empat digit pertama dari nomor tersebut baru kemudian dipenggal? Jadi nantinya pemenggalan tersebut akan menjadi seperti ini: 0811 XXX XXX, 0812 XXX XXX, 0813 XXX XXX, dan seterusnya. (Jumlah huruf x tidak mewakili jumlah angka sebenarnya, hanya sebagai penanda bahwa ada angka yang harus dituliskan di situ).
Sekarang, operator yang “melekat” pada ciri nomor handphone tersebut jadi lebih terlihat jelas, bukan? Selain itu, pemenggalan seperti itu terlihat lebih “intelek” dan “cerdas”.
Barangkali pemenggalan dengan cara pertama bisa dimaklumi kalau membuat nomor yang digunakan jadi terlihat cantik, misalnya saja 081 333 444 555.

Apr 06 25

Saya sudah lama sering memperhatikan bahwa ada kata-kata tertentu yang jika susunan hurufnya dibalik dari belakang ke depan (atau dibaca dari kanan ke kiri) tetap akan berbunyi sama, misalnya “malam”, “kakak”, “tamat”, “radar”, dan lain-lain. Namun baru kira-kira 1 tahun yang lalu saya mengetahui bahwa ada istilah tersendiri untuk kata-kata seperti itu, yaitu Palindrome.
Menemukan palindrome dalam bentuk satu kata tunggal mungkin tidak terlalu sulit. Yang sulit adalah menemukan palindrome dalam bentuk kalimat. Sejauh ini saya baru menemukan satu kalimat palindrome, yaitu “kasur ini rusak”.
Terkadang, tanda baca seperti koma, titik, tanda tanya, tanda seru, dan lain-lain (bahkan termasuk spasi) boleh diabaikan. Jadi kalimat “Madam, I’m Adam” bisa dianggap sebagai palindrome karena jika ditulis tanpa tanda baca adalah “madamimadam”. Nah, jika demikian halnya, maka ada cukup banyak palindrome yang bisa ditemukan, namun terus terang hampir semua saya temukan dalam Bahasa Inggris, misalnya:Rise to vote, sir
I prefer pi
Madam! I’m Adam
A man, a plan, a canal: Panama!
A Toyota’s a Toyota

Yang hebat, boleh percaya boleh tidak, palindrome terpanjang yang pernah ada terdiri dari 17.259 (tujuh belas ribu dua ratus lima puluh sembilan) kata! Silakan kunjungi http://www.norvig.com/pal2txt.html untuk membuktikannya.