Merry Christmas, by Third Day Band There’s a little girl trembling on a cold December morn, It’s Christmas time again but you’re not home, As I hang the tinsel on the tree and watch the twinkling lights, It’s Christmas time again but you’re not home, Christmas is a time we celebrate the Holy Child, It’s Christmas time again and now you’re home,
Crying for Mama’s arms,
At an orphanage just outside a little China town,
With a forgotten heart,
But half a world away I hang the stockings by the fire,
And dream about the day when I can finally call you mine.
Your family is here and yet you’re somewhere else alone,
So tonight I pray that God will come and hold you in His arms,
And I’ll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.
I’m warmed by the fire’s glow,
And outside the children tumble in a wonderland of white,
Make angels in the snow.
But half a world away you try the best to fight your tears,
And hope that heaven’s angels come to carry you here.
Your family is here and yet you’re somewhere else alone,
So tonight I pray that God will come and hold you in His arms,
And I’ll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.
And we celebrate His perfect gift of Love,
He came to us to give His life and prepare a place for us,
So we could have a home with Him above.
Your family is here so you will never be alone,
So tonight before you go to sleep I’ll hold you in my arms,
And I’ll tell you from my heart,
I’ll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.
Katanya sih, ngeblog di Wordpress lebih enak karena fiturnya lebih komplit. Karena itu saya mencoba bikin blog baru di Wordpress. Blog saya yang lain ada di y4hy4.blogspot.com.
Peta. Benda satu ini sangat berguna bagi mereka yang hobi traveling, backpacking, atau ing-ing yang lain, termasuk “nyasaring”. Sebuah peta pastilah digambar dengan posisi arah utara menghadap ke atas (iyalah, anak SD juga tau). Memang perjanjian untuk menggambar peta dengan arah utara menghadap ke atas adalah penting, agar orang tidak memproduksi peta dengan seenaknya. Namun terkadang kalo sebuah aturan dipegang dengan terlalu kaku, dampaknya bisa menyusahkan juga. Contohnya nih, kalo suatu saat kita sedang menuju ke selatan dan membutuhkan bantuan peta, peta tersebut harus “dibaca” terbalik, bukan? Seandainya peta tersebut tetap tidak “dibalik”, maka kanan akan menjadi kiri dan kiri akan menjadi kanan. Dan tidak semua orang memiliki kemampuan pandang ruang yang baik. Akibatnya peta tersebut bukannya membantu, malah menambah masalah karena sekarang kepala menjadi pusing dan mata berkunang-kunang. Hehe, mungkin itu memang berlebihan, tapi the point is, peta tersebut tidak cukup membantu bila dipasang secara terbalik. Nah, kalo peta yang digunakan kebetulan berupa lembaran kertas atau atlas, tentu dengan mudah dapat dibalik posisinya. Namun kalo peta tersebut diletakkan pada papan permanen, misalnya peta yang terletak di kantor kelurahan atau di papan pengumuman balai RT, sudah tentu ndak bisa dibalik, tho? Kebetulan, sekitar 10 m timur rumah saya ada peta yang demikian. Peta tersebut maunya menunjukkan denah rumah di RT tempat tinggal saya. Peta tersebut dipasang menghadap ke utara, sehingga kalo kita melihatnya, pasti kita menghadap ke arah selatan, bukan? Apesnya, peta tersebut dibuat mengikuti “konvensi pemetaan standar”, yaitu arah utara ada di atas. Akibatnya saya sering mendapati orang yang mempelajari peta tersebut bukannya terbantu, malah bingung. Sebenarnya tidak salah khan, kalau peta tersebut dibuat dengan arah utara menghadap ke bawah. Toh peta tersebut tidak diproduksi massal, bahkan ya cuma ada satu-satunya itu tok. Pada peta seperti ini, sisi ergonomis tentunya lebih penting daripada sisi “ketaatan terhadap konvensi”. Jadi, orang-orang yang melihatnya akan terbantu, tanpa harus memiring-miringkan kepala saat mempelajarinya.