Month: May 2007

  • Cek BPKB dan STNK

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa mobil dengan plat nomor B banyak yang diperlengkapi dengan dokumen aspal (aseli tapi palsoe).
    Untungnya, Polda Metro Jaya menyediakan layanan untuk memeriksa keaslian dokumen melalui SMS.
    Caranya: ketik metro nopol dan kirim ke 1717. Contoh: metro b1234abc.
    Balasan yang diberikan kurang lebih sebagai berikut:
    NOPOL:B1234ABC
    JENIS:SEDAN
    MEREK:T.NEW CAMRY3.5Q AT
    WARNA:SILVER
    TAHUN:2007
    SAH-YAD:01-01-2008
    STNK-YAD:01-01-2012

    Setidaknya dengan layanan tersebut, Anda bisa mencocokkan kondisi mobil Anda atau mungkin mobil yang akan dibeli.
    Layanan tersebut hanya berlaku untuk Wilayah Hukum Polda Metro Jaya, tapi bisa diakses dari luar Jakarta.
    FYI, saya mengirim SMS tersebut dari Yogya dan berhasil.

  • Spiderman 3

    Hi, udah pada nonton Spidey 3 blooom?
    Aku nonton 2 hari lalu, dan cukup beruntung hanya perlu menunggu 1/2 jam untuk dapat tiket. Malah sebenarnya bisa langsung dapat tanpa harus menunggu, tapi di baris depan sendiri, malas ah, bikin sakit kepala.

    Filmnya sih bagus ….. ehmm, special effectnya :D. Kalo ceritanya sih kayaknya biasa saja. Cuma ada sedikit kejutan di akhir film.
    Menurutku, untuk film superhero, sampai saat ini belum ada yang menandingi Batman Begins.

  • Mengapa C dibaca K?

    Saya yakin kita semua sudah tahu arti kata “pasca”. Ya, artinya kira-kira “sesudah”. Cuma yang bikin saya agak heran, hampir semua orang akan melafalkan pasca dengan paska. Apakah itu benar?

    Saya memang bukan ahli bahasa (meskipun saya seorang penulis, hehe), tetapi jelas bahwa dalam Bahasa Indonesia, tidak ada aturan yang menyebutkan huruf C bisa dibaca K. Benar bahwa pasca bukan asli berasal dari Bahasa Indonesia, tetapi pasca juga bukan berasal dari Bahasa Inggris atau salah satu bahasa eropa lain yang “mengijinkan” C dibaca dengan K. Bisa jadi itu karena pengaruh suatu kata (nama) dalam salah satu bahasa eropa yang mirip dengan pasca, yaitu Pascal yang memang dibaca dengan paskal.

    Jadi mestinya pasca tetap dibaca dengan huruf C, bukan K.

    Celakanya (bukan dibaca kelakanya, bukan?), banyak pihak yang dianggap sebagai panutan dalam berbahasa Indonesia malah justru makin “memperuncing keadaan”, sebut saja pembaca berita di televisi, presenter, bahkan para pejabat negara.

    So, marilah mulai kita biasakan dari diri kita, bacalah pasca dengan huruf C, bukan K. Sebab bila tidak, bisa-bisa akan muncul kalimat-kalimat yang aneh-aneh seperti “aku menkuki bajuku hingga kemerlang”, “dia membaka buku kerita dongeng tentang seekor kikak”, “Ayah suka memanking ikan dengan umpan seekor kaking”, he..he..he…