Month: June 2006

  • Masalah Add-Remove Sofware di FC5

    Setelah menginstall FC5, banyak sekali yang mengeluhkan masalah Add-Remove software. Umumnya akan muncul peringatan “Unable to retrieve software information” dan seterusnya. Masalah tersebut disebabkan oleh penggunaan yum sebagai basis dari Pirut dan Pup. Pirut dan Pup adalah piranti pengatur Add-Remove software di FC5.

    Apakah yum-nya error? Tentu tidak, tapi daftar repository yang harus dituju oleh yum mengarah ke server-server yang ada di internet. Dengan demikian Anda harus memiliki koneksi ke internet untuk dapat menggunakan Pirut atau Pup.

    Lantas bagaimana jika hanya hendak melakukan Add-Remove software yang berasal dari CD/DVD instalasi FC5? Mudah saja, buka CLI (Command Line Interface) dan pakai perintah rpm. Hehehe, jangan mencak-mencak dulu dong. Masih ada cara lain yang bisa digunakan, yaitu membuat repository lokal.

    Buka file /etc/yum.repos.d/fedora-core.repo dan tambahkan entry berikut ini:

    [local]
    name=Fedora Core Local
    baseurl=file:///media/cdrom
    enabled=1
    gpgcheck=1
    gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-fedora file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY

    Sesuaikan letak /media/cdrom dengan lokasi mount cdrom Anda. Setelah itu pada entri-entri yang lain, ubah nilai enabled=1 menjadi enabled=0. Buka juga seluruh file /etc/yum.repos.d/*.repo dan ubah semua enabled=1 menjadi enabled=0.

    Nah, masukkan CD/DVD instalasi Anda dan sekarang Pirut bisa digunakan. Kalau menggunakan CD agak repot, karena jumlahnya 5. Jadi mesti memasukkan CD yang tepat untuk mencari software tertentu.

    Sebagai alternatif penggunaan Pirut dan Pup, Anda dapat menggunakan Yumex (https://sourceforge.net/projects/yumex/).

    Semoga bermanfaat.

  • Masalah Dual Boot Linux-Windows

    Bagi mereka yang suka melakukan dual boot Linux dengan Windows, masalah yang paling sering muncul adalah penggunaan boot loader. GRUB, LILO, atau boot.ini yang mesti dipakai? Karena biasanya Linux diinstall terakhir, orang cenderung menggunakan GRUB/LILO sebagai pengendali booting. Padahal penggunaan cara tersebut lebih berpotensi menimbulkan masalah. Lebih baik gunakan boot.ini saja sebagai pengendali booting. Ingin tahu cara selengkapnya? Baca buku saya “Kiat Jitu Mendampingkan Linux dengan Windows” yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.